Anda di halaman 1dari 8

MENARA PHINISI UNM

Lansekap Menara Phinisi UNM


Seluruh lahan di sekeliling bangunan dimanfaatkan sebagai
lansekap yang menjadi bagian dari bangunan dan
meningkatkan kualitas ruang di dalam kompleks kampus
UNM.
Elemen-elemen lansekap yang terdapat di Bangunan Phinisi
UNM :
-Hutan kampus disekeliling bangunan GPPA UNM
-

STRUKTUR
Suatu gedung yang berdiri
tegak pasti memiliki sistim
struktur tertentu, entah itu
sistim rangka (Frame), Sistim
corewall/shearwall, atau
sistim ganda yang
merupakan gabungan dari
sistim rangka dan core/shear
wall. Sistim-sistim tersebut
tentunya dibuat dengan
tujuan mampu memikul
beban-beban yang akan
diterima bangunan, baik itu
beban mati, beban hidup
atau beban lateral (angin
dan gempa).

STRUKTUR
kriteria yang harus dipenuhi, yaitu Kekakuan, Kekuatan, dan
kestabilan sistim.
Syarat pertama adalah kekakuan.
Suatu struktur harus memiliki kekakuan yang cukup sehingga pergerakkannya
dapat dibatasi. Kekakuan struktur dapat diukur dari besarnya simpangan antar
lantai (drift) bangunan, semakin kecil simpangan struktur maka bangunan tersebut
akan semakin kaku (Smith dan Coull, 1991). Ada perbedaan antara displacement
dan drift, displacement adalah simpangan suatu lantai di ukur dari dasar lantai
sedangkan drift adalah simpangan suatu lantai di ukur dari dasar lantai di
bawahnya. Kekakuan bahan itu sendiri dipengaruhi oleh modulus elastisitas bahan
dan ukuran elemen tersebut. Dan modulus elastisitas berbanding lurus dengan
kekuatan bahan, maka semakin kuat bahan maka bahan tersebut juga semakin
kaku. Namun bahan yang terlalu kaku bisa menjadi getas (patah seketika).

STRUKTUR
Syarat yang kedua adalah kekuatan. Syarat kekuatan ini
mencakup seluruh elemen struktur, baik pelat, kolom, balok, dan
shearwall. Bila momen kapasitas balok di atas momen yang terjadi di
lapangan, baik itu tekan maupun tarik, maka balok dan pelat tersebut
aman. Sedangkan pada shearwall, ada beberapa pakar yang
mengasumsikan shearwall sebagai kolom pendek karena itu
pengecekannya pun sama dengan kolom, yaitu dengan mencari
diagram interaksi tersebut.

STRUKTUR
Syarat yang
ketiga adalah kestabilan. Konsep
pemeriksaan kestabilan ini dikemukakan oleh Mac Gregor
dalam bukunya yang berjudul Reinforced Concrete, Mecjanics
and Design pada tahun 1997. Dalam bukunya tersebut beliau
mengemukakan konsep kestabilan struktur seperti sebuah
bola yang berada pada suatu tempat dengan keadaan
tertentu.
Pada gambar pertama, keadaan a menunjukkan keadaan
yang stabil, yang berarti bahwa walaupun bola dapat
bergerak namun tetap dapat kembali pada keadaan semula.
Sedangkan keadaan b menunjukkan keadaan yang kurang
stabil karena ketika bola tersebut bergerak ,belum tentu bola
tersebut akan kembali pada keadaan semula, sedangkan
keadaan c menunjukkan keadaan yang tidak stabil, dimana
bila sedikit saja bola terkena gaya dan bergerak maka bola
tersebut akan langsung jatuh. Konsep ini dapat diterapkan
pada kolom atau shearwall yang merupakan struktur utama
penopang gedung. Kolom atau shearwall tersebut dapat
mengalami tekuk atau buckling, keadaannya pun berbedabeda, namun jika kolom atau shearwall tersebut dapat
kembali pada keadaan semula maka kolom atau shearwall
tersebut dapat dikatakan stabil. Lalu bagaimana suatu kolom
atau shearwall dapat kembali pada keadaan semula setelah
mengalami tekuk? Hal ini juga telah di jabarkan oleh

BANGUNAN PODIUM
BADAN.
Dalam proses desain, bangunan podium dibelah menjadi
4 bagian sesuai dengan simbol falsafah hidup
masyarakat Sulsel yang terdiri dari empat persegi
(makna 4 unsur/kesadaran manusia akan diberikan
metafora ke dalam bagian bangunan yang lainnya).
Bangunan terbelah menjadi 4 bagian (yang terinspirasi
dari deretan perahu pinisi di pinggir pantai)
menciptakan lorong angin dan jalur masuk bagi cahaya
matahari ke dalam seluruh ruang dalam podium. Tepat
di tengah sumbu axis bagian belakang bangunan
menara, terdapat void kosong berbentuk elips yang
memotong bangunan podium. Di bagian paling bawah
void berfungsi sebagai kolam air mancur yang selalu
bergemericik dengan ramp yang mengelilingi void. Void
kosong di bagian tengah merupakan metafora dari
lingkaran berwarna terang di pusat logo UNM, yang
dijelaskan sebagai pusat kajian ilmu pengetahuan,
teknologi, dan/atau kesenian. Di puncaknya terdapat
exhaust turbine untuk mengalirkan uap kolam sebagai
elemen pendinginan suhu bangunan, merupakan yang
metafora 3 layar segitiga yang menghadap ke arah void.
Bangunan podium juga merupakan metafora dari unsur
tanah dan air. Dinding bangunan podium berupa kaca
reflektor sinar matahari yang berwarna kecoklatan

BANGUNAN PODIUM

BANGUNAN PODIUM
Kepala
Bangunan menara memiliki denah berbentuk trapesium
simetris, dengan faade pada kedua sisi miringnya (sisi
Utara dan Selatan) menggunakan sistem struktur
hiperbolic paraboloid. Faade menara mengalami rotasi
secara ritmik membentuk ekspresi bangunan yang
dinamis. Dengan menggunakan sistem ini, faade
menara merupakan metafora dari layar utama perahu
pinisi.
Kanopi-kanopi horizontal pada faade sisi Utara dan
Selatan ini dapat juga berfungsi sebagai photovoltaic
untuk merubah energi matahari menjadi energi listrik.
Pada faade sisi Barat dan Timur menara terdapat
dinding ornamen 3 dimensi yang terbentuk dari
rangkaian bidang-bidang segitiga, sebagai penahan
matahari.