Anda di halaman 1dari 37

TERAPI LINGKUNGAN (MILIEU

THERAPY)

Latar belakang

Pengertian

Konsep terapi lingkungan

Konsep lingkungan dalam keperawatan Mental

Tujuan terapi Lingkungan

Karateristik

Lingkungan fisik

Lingkungan psikososial

Model terapi lingkungan

Jenis jenis kegiatan terapi lingkungan

Terapi lingkungan pada kondisi khusu

Peranan perawat dalam terapi lingkungan

Latar belakang

Manusia tidak bisa dipisahkan dengan lingkungan sehingga


aspek lingkungan harus mendapat perhatian khusus dalam
kaitannya untuk menjaga dan memelihara kesehatan. Pasien
gangguan mental sering kali mendapat isolasi sosial, diasingkan
lingkungan, terbuang dari keluarga, dan mendapat perlakuan
fisik yang kurang manusiawi sehingga upaya-upaya dalam
memodifikasi lingkungan menjadi sangat penting

menu

Pengertian

Terapi/pengobatan merupakan cara proses penyembuhan suatu


gangguan yang disebutkan oleh sumber-sumber gangguan

Apa itu TERAPI LINGKUNGAN


(MILIEU THERAPY) ??
Click here

Terapi lingkungan adalah suatu tindakan penyembuhan pasien


dengan gangguan jiwa melalui manipulasi unsur yang ada di
lingkungan dan berpengaruh terhadap proses penyembuhan.

Konsep terapi lingkungan


click

Penyakit infeksi akan dapat dikendalikan. AIDS akan terus menjadi


masalah utama., masalah kesehatan mental akan menjadi The
global Burdon of Disease (Michard & Chaterina, 1997).

Dengan adanya indikator baru, yaitu DALY (Disability Adjusted Life


Year), gangguan mental psikiatrik merupakan masalah kesehatan
utama secara internasional. Pasien gangguan mental sering kali
mendapat isolasi sosial, diasingkan lingkungan, terbuang dari
keluarga, dan mendapat perlakuan fisik yang kurang manusiawi
sehingga upaya-upaya dalam memodifikasi lingkungan menjadi
sangat penting (Stuart Sundeen, 1995).

Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Bloom yang menyatakan


bahwa 60% faktor yang menentukan status kesehatan seseorang
adalah kondisi lingkungan. (Muhith, 2011)

Konsep Lingkungan
dalam Keperawatan
Mental

Lingkungan diartikan sebagai lingkungan fisik dan psikologis


termasuk masyarakat

Teori keperawatan dari Florence Nightingale

bahwa

udara yang bersih, sinar matahari


yang cukup, serta lingkungan yang bersih
merupakan aspek penting untuk pemulihan
kesembuhan seseorang

Modifikasi lingkungan menurut


Florence

Udara yang bersih (pure water)

Air yang jernih dan sehat (pure water)

Pembuangan yang aman dan memadai (efficient drainage)

Keadaan lingkungan yang bersih (clienlien)

Sinar matahari/cahaya yang cukup (light)

Faktor Predisposisi

isolasi sosial,

diasingkan lingkungan,

terbuang dari keluarga, dan

mendapat perlakuan fisik yang kurang manusiawi

Faktor Presipitasi

pengalaman perawatan yang tidak menyenangkan akan


memberi pengaruh yang besar terhadap kemampuan adaptasi
pasien dengan gangguan fisik dan gangguan mental.

TUJUAN TERAPI
LINGKUNGAN

Beberapa tujuan dari terapi lingkungan adalah membantu


individu untuk mengembangkan rasa harga diri,
mengembangkan kemampuan untuk berhubungan dengan orang
lain, membantu belajar mempercayai orang lain, dan
mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat.

Menurut Stuart dan Sundeen


(1995)

Mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat

Membantu belajar mempercayai orang lain

Mengembangkan komponen untuk berhubungan dengan orang lain

Meningkatkan fungsi psikologis

Mengembangkan motivasi

Meningkatkan identitas diri

Meningkatkan pengalaman positif pasien, khusus yang mengalami


gangguan mental

Menumbuhkan sikap percaya pada orang lain

Mempersiapkan diri kembali ke masyarakat

Mencapai perubahan kesehatan yang positif (Susana Ade Sarka, 2012)

Karakteristik

Pasien merasa akrab dengan lingkungan yang diharapkannya.

Pasien merasa senang/nyaman dan tidak merasa takut di lingkungannya.

Kebutuhan-kebutuhan fisik pasien mudah dipenuhi.

Lingkungan rumah sakit/bangsal yang bersih.

Lingkungan menciptakan rasa aman dari terjadinya luka akibat impulsimpuls pasien.

Personal dari lingkungan rumah sakit/bangsal menghargai pasien sebagai


individu yang memiliki hak, kebutuhan dan pendapat serta menerima
perilakupasien sebagai respon adanya stress.

Lingkungan yang dapat mengurangi pembatasan-pembatasan/larangan


dan memberikan kesempatan kepada pasien untuk menentukan
pilihannya dan membentuk perilaku yang baru.

Lingkungan Fisik

Lingkungan fisik tetap

Lingkungan fisik semi tetap

Lingkungan fisik tidak tetap

Lingkungan
psikososial

Prinsip petugas kesehatan dalam


berinteraksi

Tingkah laku dikomunikasikan dengan jelas untuk mempertahankan,


mengubah tingkah laku pasien.

Penerimaan dan pemeliharaan tingkah laku pasien tergantung dari


tingkah laku partisipasi petugas kesehatan dan keterlibatan pasien
dalam kegiatan belajar.

Perubahan tingkah laku pasien tergantung pada perasaan pasien


sebagai anggota kelompok dan pasien dapat mengikuti atau mengisi
kegiatan.

Kegiatan sehari-hari mendorong interaksi antara pasien.

Mempertahankan kontak dengan lingkungan, misalnya jam dinding


brbunyi, adanya kalender harian, adanya nama-nama tempat (kamar
mandi, dapur, dan lain-lain), adanya papan nama dan tanda pengenal
bagi petugas kesehatan. (Iyus Yosep, 2007)

Model terapi
lingkungan

Model Terapi Moral

Model ini sangat umum dikenal oleh masyarakat serta biasanya


dilakukan dengan pendekatan agama/moral yang menekankan
tentang dosa dan kelemahan individu.

Model terapi sosial


Model ini memakai konsep dari program terapi komunitas, dimana
adiksi terhadap obat-obatan dipandang sebagai fenomena
penyimpangan sosial (social disorder).

Model terapi psikologis

Model ini diadaptasi dari teori psikologis Mc Lellin,dkk yang


menyebutkan bahwa perilaku adiksi obat adalah buah dari emosi
yang tidak berfungsi selayaknya karena terjadi konflik sehingga
pecandu memakai obat pilihannya untuk meringankan atau
melepaskan beban psikologis itu

Jenis jenis terapi lingkungan

Terapi rekreasi

Terapi kreasi seni


1.

Menari

2.

Musik

3.

Menggambar

4.

Biblio therapy

Pettherapy

Planttherapy

Terapi Lingkungan pada


Kondisi Khusus

Pasien rendah diri (low self esteem),


depresi (depression), bunuh diri
(suicide).

Ruangan aman dan nyaman.

Terhindar dari alat-alat yang dapat digunakan untuk mencederai diri sendiri
atau orang lain.

Alat-alat medis, obat-obatan, dan jenis cairan medis di lemari dalam keadaan
terkunci.

Ruangan harus ditempatkan di lantai satu dan keseluruhan ruangan mudah


dipantau oleh petugas kesehatan.

Tata ruangan menarik dengan cara menempelkan poster yang cerah dan
meningkatkan gairah hidup pasien.

Warna dinding cerah.

Adanya bacaan ringan, lucu, dan memotivasi hidup.

Hadirkan musik ceria, tv, dan film komedi.

Adanya lemari khusus untuk menyimpan barang-barang pribadi pasien.

Lingkungan sosial :

Komunikasi terapeutik dengan cara semua petugas menyapa pasien


sesering mungkin.

Memberikan penjelasan setiap akan melakukan kegiatan keperawatan


atau kegiatan medis lainnya.

Menerima pasien apa adanya jangan mengejek serta merendahkan.

Meningkatkan harga diri pasien.

Membantu menilai dan meningkatkan hubungan sosial secara bertahap.

Membantu pasien dalam berinteraksi dengan keluarganya.

Sertakan keluarga dalam rencana asuhan keperawatan, jangan


membiarkan pasien terlalu lama diruangan.

Pasien dengan amuk

Lingkungan fisik :

1.

Ruangan aman, nyaman dan mendapat pencahayaan yang


cukup.

2.

Pasien satu kamar satu orang, bila sekamar lebih dari satu
jangan dicampur antara yang kuat dengan yang lemah.

3.

Ada jendela berjeruji dengan pintu dari besi terkunci.

4.

Tersedia kebijakan dan prosedur tertulis tentang protokol


pengikatan dan pengasingan secara aman, serta protokol
pelepasan pengikatan.

Lingkungan psikososial

1.

Komunikasi terapeutik, sikap bersahabat dan perasaan empati.

2.

Observasi pasien tiap 15 menit.

3.

Jelaskan tujuan pengikatan/pengekangan secara berulang-ulang.

4.

Penuhi kebutuhan fisik pasien.

5.

Libatkan keluarga. (Iyus Yosep, 2007)

Peranan Perawat dalam


Terapi Lingkungan

Pencipta lingkungan yang aman dan nyaman

Penyelenggara proses sosialisasi

Sebagai teknis perawatan

Sebagai leader