Anda di halaman 1dari 15

Nama : Puja Aryana

NPM : 160610421022
Latar Belakang

Pada tahun 1037 M Turki dapat menguasai kekhalifahan


Abassiyah. Akan tetapi, akhirnya lumpuh oleh bangsa
Mongol, kecuali bangsa Turki yang dipimpin oleh Ertughril,
yang selanjutnya menjelma menjadi Turki Usmani. Puncak
kemegahannya dari tahun 1520-1566 M, dibawah
pemerintahan Sulaiman I. Namun, akhirnya juga lumpuh pada
abad ke-19. Tetapi, berkat ketekunan para pembaharu dan para
tokoh-tokoh, negara itu dapat bangkit kembali dengan
mengadakan beberapa frase pembaharuan pada masa Sultan
Mahmud II, Tanzimat, Usman Muda, dan Turki Muda.
Rumusan Masalah

1. Bagaimanakah asal mula Kerajaan Dinasti Usmani?


2. Apa saja perkembangan yang dilakukan pada masa
Kerajaan Turki Usmani?
3. Apa saja pembaharuan-pembaharuan yang dilakukan pada
masa Kerajaan Turki Usmani?
4. Apakah yang menyebabkan Kerajaan Turki Usmani
Mengalami Kemunduran?
PEMBAHASAN

A. Asal Mula Kerajaan Turki Usmani

Kerajaan Turki Usmani muncul di pentas sejarah Islam pada periode pertengahan.
Masa kemajuan Dinasti ini dihitung dari mulai digerakkannya ekspansi ke wilayah baru
yang belum ditundukkan oleh pendahulu mereka. keberhasilan mereka dalam
memperluas wilayah kekuasaan serta terjadinya peristiwa-peristiwa penting merupakan
suatu indikasi yang dapat dijadikan ukuran untuk menentukan kemajuan tersebut.
Pendiri kerajaan Turki adalah bangsa Turki dari kabilah Qayigh Oghus, anak suku
Turk yang mendiami sebelah barat gurun Gobi, atau daerah Mongol dan daerah utara
negeri Cina, yang dipimpin oleh Sulaiman. Dia mengajak anggota sukunya untuk
menghindari serbuan bangsa mongol yang menyerang dunia Islam yang berada di
bawah kekuasaan Dinasti Khawarizm pada tahun 1219-1220 M.
Sulaiman dan anggota sukunya lari ke arah Barat dan meminta perlindungan kepada
Jalaluddin, pemimpin terakhir Dinasti Khawarizm di Transoxiana. Jalaluddin menyuruh
Sulaiman agar pergi ke arah Barat (Asia Kecil). Kemudian mereka menetap di sana
dan pindah ke Syam dalam rangka menghindari serangan mongol. Dalam usahanya
pindah ke Syam itu, pemimpin orang-orang Turki mendapat kecelakaan. Mereka
hanyut di sungai Efrat yang tiba-tiba pasang karena banjir besar pada tahun 1228 M.

Akhirnya mereka terbagi menjadi 2 kelompok, yang pertama ingin pulang ke negeri
asalnya dan yang kedua meneruskan perjalanannya ke Asia kecil. Kelompok kedua ini
berjumlah 400 kepala keluarga yang dipimpin oleh Ertugril (Erthogrol) ibn Sulaiman.
Mereka mengabdkan dirinya dirinya kepada Sultan Alauddin II dari Dinasti Saljuk
Rum yang pusat pemerintahannya di Kuniya, Anatolia Asia Kecil.
Pada saat itu, Sultan Alauddin II sedang menghadapi bahaya peperangan dari bangsa
Romawi yang mempunyai kekuasaan di Romawi Timur (Byzantium). Dengan bantuan
dari bangsa Turki pimpinan Erthogrol, Sultan Alauddin II dapat mencapai kemenangan.
Atas jasa baik tersebut Sultan menghadiahkan sebidang tanah yang perbatasan dengan
Bizantium.
Pada tahun 1288 M, Erthogrol meninggal dunia dan meninggalkan putranya yang
bernama Usman, yang diperkirakan lahir pada 1258 M. usman inilah yang ditunjuk
oleh Erthogrol untuk meneruskan kepemimpinannya dan disetujui serta didukung oleh
Sultan Saljuk pada saat itu. Nama Usman inilah yang nanti diambil sebagai nama untuk
Kerajaan Turki Usmani. Usman ini pula yang dianggap sebagai pendiri Dinasti Usmani.
Sebagaimana ayahnya, Usman banyak berjasa kepada Sultan Alauddin II.
Kemenangan-kemenangan dalam setiap pertempuran dan peperangan diraih oleh
Usman.
Dalam hal ini, Syafiq A. Mughni membagi sejarah kekuasaan Turki Usmani menjadi lima
periode, yaitu:

1. Periode pertama (1299-1402 M), yang dimulai dari berdirinya kerajaan, ekspansi pertama
sampai kehancuran sementara oleh serangan timur yaitu dari pemerintahan Usman I sampai
pemerintahan Bayazid.
2. Periode kedua (1402-1566 M), ditandai dengan restorasi kerajaan dan cepatnya
pertumbuhan sampai ekspansinya yang terbesar. Dari masa Muhammad I sampai Sulaiman
I.
3. Periode ketiga (1566-1699 M), periode ini ditandai dengan kemampuan Usmani untuk
mempertahankan wilayahnya. Sampai lepasnya Honggaria. Namun kemunduran segera
terjadi dari masa pemerintahan Salim II sampai Mustafa II.
4. Periode keempat (1699-1838 M), periode ini ditandai degan berangsur-angsur surutnya
kekuatan kerajaan dan pecahnya wilayah yang di tangan para penguasa wilayah, dari masa
pemerintahan Ahmad III sampai Mahmud II.
5. Periode kelima (1839-1922 M) periode ini ditandai dengan kebangkitan cultural dan
administrates dari negara di bawah pengaruh ide-ide barat, dari masa pemerintahan Sultan
A. Majid I sampai A Majid II.
singgungan Islam dengan Turki melalui sejarah panjang, terhitung sejak abad Pepertama hijriyah
hingga suku Turki menjadi penganut dan pembela Islam. Pengaruh Turki dalam dunia Islam
semakin terasa pada masa Pemerintahan al-Mustasim (640-656 H./1242-1258 M).[ [5]
Ensiklopedi Islam, Jilid IV, (Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve, 1990), hal. 114.
a.PerluasanWilayah
Setelah Usman mengumumkan dirinya sebagai Padisyah al-Usman (raja besar keluarga Usman),
pada tahun 1300 M. dia memulai memperluas wilayahnya Hal ini berlangsung paling tidak
sampai dengan masa Pemerintahan Sulaiman I. hal itu, Orkhan membentuk pasukan tangguh
yang dikenal dengan Inkisyariyyah. Pasukan Inkisyariyah adalah tentara utama Dinasti Usmani
yang terdiri dari bangsa Georgia dan Armenia yang baru masuk Islam. Ternyata, dengan pasukan
tersebut seolah-olah Dinasti Usmani memiliki mesin perang yang paling kuat dan memberikan
dorongan yang besar sekali bagi penaklukan negeri-negeri non Muslim. Hamka, Sejarah Umat
Islam III, (Jakarta: Bulan Bintang, 1981), hal. 59.
Ada lima faktor yang menyebabkan kesuksesan Dinasti Usmani dalam perluasan wilayah Islam. Yaitu:

1.Kemampuan orang-orang Turki dalam strategi perang terkombinasi dengan cita-cita


memperoleh ghanimah (harta rampasan perang).
2.Sifat dan karakter orang Turki yang selalu ingin maju dan tidak pernah diam serta gaya hidupnya yang
sederhana, sehingga memudahkan untuk tujuan penyerangan.
3.Semangat jihad dan ingin mengembangkan Islam.
4.Letak Istambul yang sangat strategis sebagai ibukota kerajaan juga sangat menunjang kesuksesan
perluasan wilayah ke Eropa dan Asia. Istambul terletak antara dua benua dan dua selat (selat Bosphaoras dan
selat Dardanala), dan pernah menjadi pusat kebudayaan dunia, baik kebudayaan Macedonia, kebudayaan
Yunani maupun kebudayaan Romawi Timur.
5.Kondisi kerajaan-kerajaan di sekitarnya yang kacau memudahkan Dinasti Usmani mengalahkannya.

b.KemajuanPadaMasaDinastiUsmani

1)SosialPolitikdanAdministrasinegara
Kemajuan dan perkembangan ekspansi kerajaan Usmani berlangsung dengan cepat, hal
ini diikuti pula oleh kemajuan dalam bidang politik, terutama dalam hal mempertahankan
eksistensinya sebagai negara besar. Selain itu, tradisi yang berlalu saat itu telah membentuk
stratifikasi yang membedakan secara menyolok antara kelompok penguasa (small group of
rulers) dan rakyat biasa (large mass).
waan itPenguasa yang begitu kuat itu bahkan memiliki keistimewaan, diantara keistimeu adalah:

a. Pengakuan dari bawahan untuk loyal pada Sultan dan negara.


b. Pengetahuan dan amalan tentang sistem adat yang rumit.
c. Penerimaan dan pengamalan, serta sistem berfikir dalam bertindak dalam agama yang dianut merupakan
kerangka yang integral

Yang terpenting adalah bahwa para pejabat dalam hal apapun tetap sebagai budak Sultan. Tugas
utama seluruh warga negara, baik pejabat maupun rakyat biasa adalah mengabdi untuk
keunggulan Islam, melaksanakan hukum serta mempertahankan keutuhan imperium.

2)BidangMiliter
Kerajaan Turki Usmani telah mampu menciptakan pasukan militer yang mampu mengubah
Negara Turki menjadi Mesin perang yang paling tangguh dan memberikan dorongan yang amat
besar dalam penaklukan negeri-negeri non Muslim. Bangsa-bangsa non Turki dimasukkan
sebagai anggota, bahkan anak-anak Kristen di asramakan dan dibimbing dalam suasana Islam
untuk dijadikan prajurit.
3)BidangIlmuPengetahuandanKebudayaan

Dalam bidang pendidikan, Dinasti Usmani mengantarkan pada pengorganisasian sebuah sistem
pendidikan madrasah yang tersebar luas. Madrasah Usmani pertama didirikan di Izmir pada tahun 1331 M,
ketika itu sejumlah ulama di datangkan dari Iran dan Mesir untuk mengembangkan pengajaran Muslim
dibeberapa toritorial baru. Tapi hal ini tidak begitu berkembang, karena Turki Usmani lebih memfokuskan
kegiatan mereka dalam bidang kemiliteran, sehingga dalam khazanah Intelektual Islam kita tidak menjumpai
ilmuan terkemuka dari Turki Usmani.
4)BidangEkonomidanKeuanganNegara
Karena Turki mengusai beberapa kota pelabuhan utama, maka Turki menjadi penyelenggara
perdagangan, pemungut pajak (cukai) pelabuhan yang menjadi sumber keuangan yang besar bagi Turki.

Kota Anatoli merupakan kota perdagangan yang penting di rute Timur dalam perindustrian dalam hasil
industri dan pertanian di Istambul, polandia dan Rusia. Para pedagang dari dalam maupun dari luar negeri
berdatangan sehingga wilayah Turki menjadi pusat perdagangan dunia pada saat itu.

Selain dari sumber perdagangan, Turki Usmani memiliki sumber keuangan Negara yang sangat besar,
yaitu dari harta rampasan perang, dari upeti tanda penaklukkan Negara-negara yang ditundukkan serta dari
orang-orang zhimmi.

C.KemunduranTurkiUsmani
Pada akhir kekuasaan Sulaiman al-Qanuni I kerajaan Turki Usmani berada ditengah-tengah dua
kekuatan monarki Austria di Eropa dan kerajaan Syafawi di Asia. Melemahnya kerajaan Usmani setelah
wafatnya Sulaiman I dan digantikan oleh Salim II. Pada awal abad ke-19 para Sultan tidak mampu mengontol
daerah-daerah kekuasaannya. Dan melemahnya militer Turki Usmani berakibat munculnya pemberontakan.
Beberapa daerah berangsur-angsur mulai memaisahkan diri dan mendirikan pemerintah otonom.

D.PEMBAHARUANMASAKERAJAANTURKIUSMANI

1.PadaMasaSultanMahmudII(1785-1839M)
Lahir pada tahun 1785 M, dan mempunyai didikan tradisional, antara lain pengetahuan agama, pengetahuan
pemerintahan, sejarah dan sastra Arab, Turki dan Persia. Ia diangkat menjadi Sultan di tahun 1807 M dan
meninggal di tahun 1839 M. Setelah kekuasaannya sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Usmani bertambah
kuat, Sultan Mahmud II melihat bahwa telah tiba masanya untuk memulai usaha-usaha pembaharuan yang
telah lama ada dalam pemikirannya.
2.PadaMasaTanzimat
Istilah Tanzimat berasal dari bahasa Arab dari kata Tanzim yang berarti pengaturan, penyusunan dan
memperbaiki. Dalam pembaharuan yang diadakan pada masa ini merupakan sebagai lanjutan dari usaha yang
dijalankan oleh Sultan Mahmud II yang banyak mengadakan pembaharuan peraturan dan perundang-
undangan. Secara terminologi adalah, suatu usaha pembaharuan yang mengatur dan menyusun serta
memperbaiki struktur organisasi pemerintahan, sosial, ekonomi dan kebudayaan, antara tahun 1839-1871 M.
Tokoh-tokoh penting Tanzimat antara lain:

1) Mustafa Rasyid Pasya (1880-1858 M).


Pemuka utama dari pembaharuan di zaman Tanzimat ialah Mustafa Rasyid Pasya, ia lahir di Istanbul
pada tahun 1800 M. berpendidikan Madrasah, kemudian menjadi pegawai pemerintah. Usaha
pembaharuannya yang terpenting ialah sentralisasi pemerintahan dan modernisasi angkatan bersenjata pada
tahun 1839 M.

2) Mustafa Sami Pasya (wafat 1855 M).


Mustafa Sami Pasya mempunyai banyak pengalaman di luar negeri antara lain di Roma, Wina, Berlin,
Brussel, London, Paris dan negara lainnya sebagai pegawai dan duta. Menurut pendapat Mustafa Sami Pasya,
kemajuan bangsa Eropa terletak pada keunggulan mereka dalam lapangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sebab lain dilihatnya karena toleransi beragama dan kemampuan orang Eropa melepaskan diri dari ikatan-
ikatan agama, di samping itu pula pendidikan universal bagi pria dan wanita sehingga umumnya orang Eropa
pandai membaca dan menulis.

3) Mehmed Sadik Rifat Pasya (1087-1856 M).


Mehmed Sadik Rifat Pasya yang lahir pada tahun 1807 M, dan wafat tahun 1856 M. Pendidikannya
selesai di madrasah, ia melanjutkan pelajaran ke sekolah sastra, yang khusus diadakan untuk calon-calon
pegawai istana.
4)AliPasya(1815-1871M).
Beliaulahirpadatahun1815MdiIstanbul,danwafattahun1871,anakdariseorangpelayantoko.Dalam
usia 14 tahun ia sudah diangkat menjadi pegawai. Tahun 1840 diangkat menjadi Duta Besar London dan
sebelummenjadiDutaBesariaseringkalimenjadistafPerwakilanKerajaanUsmanidiberbagainegaraEropa
danditahun1852M,iamenggantikankedudukanRasyidPasyasebagaiPerdanaMenteri.
KESIMPULAN
1. Usman inilah yang ditunjuk oleh Erthogrol untuk meneruskan kepemimpinannya dan
disetujui serta didukung oleh Sultan Saljuk pada saat itu. Nama Usman inilah yang nanti diambil
sebagai nama untuk Kerajaan Turki Usmani. Usman ini pula yang dianggap sebagai pendiri
Dinasti Usmani.
2. Kemajuan yang dilakukan dinasti Usmani ialah melakukan perluasan wilayah. Sedangkan
kemajuan yang telah dicapai adalah dalam bidangsosial politik, administrasi, ilmu pengetahuan,
kebudayaan, ekonomi dan keuangan negara.
3. Faktor yang mempengaruhi kemunduran dinasty Usmani diantaranya karena Kelemahan
para penguasa, baik dalam kepribadian maupun dalam kepemimpinan yang berakibat
pemerintahan menjadi kacau, Pemberontakan tentara Jenissari, Heterogenitas penduduk.
4. Pembaharuan-pembaharuan yang dilakukan oleh
Sultan Mahmud II merupakan landasan atau dasar bagi pemikiran dan usaha pembaharuan
selanjutnya, antara lain : pembaharuan Tanzimat, pembaharuan di Kerajaan Usmani abad ke-19
dan Turki
anzimat yang dimaksudkan adalah suatu usaha pembaharuan yang mengatur dan menyusun serta
memperbaiki struktur organisasi pemerintahan tetapi Tanzimat ini belum berhasil seperti yang
diharapkan oleh tokoh-tokoh penting Tanzimat, yaitu Mustafa Rasyid Pasya, Mustafa Sami,
Mehmed Sadek, Rifat Pasya dan Ali Pasya.
5. Kemudian dilanjutkan dengan pembaharuan Usmani Muda, dimana usaha-usaha
pembaharuannya adalah untuk mengubah pemerintahan dengan sistem konstitusional tidak
dengan kekuasaan absolut setelah dibubarkannya parlemen dan dihancurkannya Usmani muda
dilanjutkan dengan pembaharuan Turki Muda.