Anda di halaman 1dari 13

Styrene butadien Rubber

(SBR)
Sahrudin
Arif taruna
Sarnali
Sejarah singkat SBR
Pada tahun 1839.
Tahun 1851.
Pada abad X1X
Tahun 1900
Tahun 1965
Styrene butadiene Rubber(SBR)
Kopolimer styrene dan butadiene yang
mengandung lebih dari 50% butadiene dikenal
sebagai styrene butadiene rubber (SBR).
Perbandingan monomer umumnya sekitar 70-
75% butadiene dan 25-30% styrene .
SBR Di hasilkan dari polimerisasi,umunya adalah
polimerisasi emulsi baik hot polymerization
dengan temp. 50 0C dan konv. 75% maupun cold
polymerization dengan temp. 50C dan konv. 60%.
Penggunaaan Polimerisasi emulsi
SBR (emulsion polymerization )
Yang paling dominan adlah
pada industri otomotif. Beberapa tahun belakangan ini,
Namun disamping itu SBR polimerisasi emulsi pernah tergeser
juga dapat digunakan oleh jenis proses polimerisasi yang
sebagai bahan baku dalam lain.
pembuatan perabotan rumah
tangga, sol dan tumit sepatu, Meskipun demikian, pengetahuan
penutup wadah makanan, mengenai sisa monomer yang dalam
conveyor belts, spons, jumlah sangat kecil sekalipun dapat
bahan perekat dan dempul,
barang automotif, alas
menimbulkan efek efek yang secara
(bantalan) pedal rem dan fisiologis berbahaya, membuat orang
kopling, sabuk, mainan dari kembali tertarik untuk menggunakan
karet, kabel isolasi, jacket, polimerisasi emulsi
pengemas dan lain-lain.
Proses polimerisasi emulsi
kelebihan kekurangan
Pengendalian mudah, viskositas massa
reaksi jauh lebih kecil
dibandingkan dengan larutan dengan
Sulit untuk memperoleh polimer yang
konsentrasi yang sebanding, air dapat murni. Permukaan partikel-partikel
menambah kapasitas panas dan massa kecil yang sangat luas memberikan
reaksi dapat direfluks, ruang yang sangat besar bagi zat-zat
Dapat diperoleh laju polimerisasi dan panj pengotor yang teradsorbsi, meliputi
ang rantai rata-rata rantai yang tinggi, penarikan air oleh sisa sabun, yang
Produk lateks sering dapat langsung dalam jumlah sangat kecilpun dapat
digunakan, juga dapat menjadi menimbulkan masalah,
bahan pembantu untuk mendapatkan Air dalam massa reaksi menurunkan
senyawa-senyawa yang seragam melalui
master-hatching,
yield per volume reaktor
Ukuran partikel lateks yang kecil akan
menurunkan jumlah residu monomer.
Jenis reaksi polimerisasi
Polimer Adisi

terbentuk dari Polimer kondensasi


penggabungan monomer-
monomer melalui reaksi terbentuk dari
polimerisasi adisi yang penggabungan monomer-
melibatkan ikatan rangkap monomer melalui reaksi
kondensasi di mana dilepas
molekul kecil.
Material utama
Butadien : CH=CH-CH=CH2
Fungsi : material utama monomer untuk membentuk polymer dengan
styrene.

Styrene : C6H5CH=CH2
Fungsi : material utama monomer untuk membentuk polymer
dengan butadiene.

Extender oil
Fungsi : meningkatkan prosesibility dari karet dan mengurangi
biaya produksi.
Material utama pembantu
K-rosinate
Fungsi : emulsifier,mempermudah reaksi
antara monomer.

Fatty acid
Fungsi : emulsifier,mempermudah reaksi
antara monomer.
Bahan kimia
Demol/tamol (Dispersant)

EDTA 4Na (emulsifier)

Kcl (emuksifier)

SFS (sodium formaldehyde sulfoxylate)


SHS (Disopropiyl benzene Hydroperoxide)
TDM (tertiery dodecyl mercaptant)
PHP-DIP (peroksida)
(pinane hydroperoxide- Diisopropyl benzene hydroperoxide)
Proses polimerisasi
BD

ST Charge header Reaktor


Solve
nt
Cataly
s

Coulom Butadien tank

Blending latex
tank
Contoh latex
Proses pembuatan SBR
Kegunaan SBR
1. Bahan baku pembuatan ban mobil yang mana
dicampur dengan karet.
2. Radiator
3. Heater
4.Coating kertas
5. coating karpet
6. adhesive keramik
7. Untuk permen karet
8. sol sepatu