Anda di halaman 1dari 10

CAPSULE ENDOSCOPY

Current status in obscure gastrointestinal bleeding


Abstract
Capsule Endoscopy (CE) adalah modalitas diagnosis yang tidak menimbulkan rasa
sakit,aman dan non-invasif untuk luka usus kecil alat diagnostik ini terdiri atas kamera nirkabel
yang berada di dalam kapsul. Kapsul ditelan dan kapsul ini akan mengalir sepanjang
esofagus, perut hingga ke usus kecil. Kapsul ini mengambil puluhan ribu gambar yang dapat
direkam pada hard disk yang pakai sebagai ikat pinggang oleh pasien. Kapsul dikeluarkan
melalui pembuangan tinja. Image kemudian diperiksa oleh dokter untuk menentukan
gangguan atau kelainan pada usus kecil
Obscure Gastrointestinal Bleeding (OGIB) adalah salah satu indikasi terpenting dari capsul
endoscopy. Capsul endoscopy mempunyai hasil diagnosis yang sangat tinggi terutama jika
pendarahan sedang berlangsung. Teknik ini tampaknya lebih unggul dari teknik lain untuk
deteksi luka yang dicurigai dan sumber pendarahan. Capsule endoscopy telah ditunjukkan
untuk menunjukan hasil pada pasien dengan pendarahan gastrointestinal (GI) yang tidak
jelas.
Introduction

Teknologi yang baru terus dikembangkan ke arah tujuan yang lebih baik., aman, dan evaluasi
yang menyeluruh dari usus kecil. Capsule endoscopy adalah kemajuan teknologi dalam hal ini,
Sifat yang non-invasif, aman, dan kemampuan untuk menggambarkan keseluruhan usus
kecil dan juga kemampuan untuk menyimpan gambar yang membuat capsule endoscopy
(CE) menjadi sebuah pilihan untuk investigasi evaluasi luka pada usus kecil. Obscure
Gastrointestinal Bleeding (OGIB) baik dalam bentuk yang jelas maupun tersembunyi
merupakan sebuah indikasi yang penting untuk capsule endoscopy (CE).
Penerimaan yang luas dari kegunaan capsul endoscopy (CE) dalam mendeteksi
Gastrointestinal Bleeding (OGIB) merupakan suatu bukti bahwa jumlah publikasi dalam jurnal
memiliki peningkatan yang stabil sejak publikasi pertama di tahun 2000. Saat ini, artikel
mencoba untuk meninjau lebih lanjut kemajuan yang dibuat dalam 10 tahun terakhir dengan
penekanan khusus pada penggunaan capsule endoscopy di pendarahan gastrintestial (GI)
yang tidak jelas.
Hasil diagnosis dari capsule
endoscopy
Status evaluasi capsule endoscopy pada OGIB membutuhkan suatu penilaian terhadap
efektivitas dan akurasi dari prosedur yang ada. Hasil diagnostic CE pada OGIB sangat
bervariasi, mulai dari > 70% dalam penelitian kecil ( < 20 pasien) sampai < 60% dalam
penelitian yang lebih besar ( > 50 pasien). Pada kenyataannya, hasil keseluruhan diagnosis
positif dari capsule endoscopy pada OGIB sekitar 50%.
Analisa sub-grup menunjukkan bahwa hasil diagnosis jauh lebih tinggi, mencapai 92,3 %
pada pasien dengan pendarahan GI terbuka dibandingkan dengan 44,2% di pendarahan
tersembunyi yang tidak jelas (obscure occult bleeding) dan 12,9% di OGIB masa lalu.
Data saat ini menunjukkan bahwa waktu dalam prosedur ini sangat penting untuk
mengoptimalkan hasil dari CE pada OGIB. Hasil rapat consensus ICCE pada OGIB
merekomendasikan bahwa CE harus dilakukan lebih awal (dilakukan sebaiknya dalam 2
minggu) di pemeriksaan pasien dengan OGIB.
Perbandingan dari capsule endoscopy
dengan modalitasi lainnya
Isu yang kedua adalah apakah capsule endoscopy lebih unggul dari tes diagnosis lainnya
dalam mengevaluasi OGIB. Sebuah metaanalisis membandingkan CE dengan modalitas lain
pada pasien dengan OGIB, yang menunjukkan bahwa hasil diagnosis CE lebih unggul dari
enteroscopy, radiografi usus kecil, CT enteroclysis, angiografi mesenterika, dan MRI usus kecil.
Baru-baru ini, beberapa penelitian telah membandingkan CE dengan Double Baloon
Enteroscopy (DBE). Tingkat deteksi dari potensi sumber pendarahan secara signifikan lebih
baik dengan CE dari pada DBE. Namun, dua prosedur ini harus dianggap complimentary
dan tidak kompetitif. Kegunaan dari pengulangan CE pada OGIB telah dilaporkan. Dalam
sebuah penelitian retrospektif, pengulangan CE pada pasien dengan OGIB menunjukkan
adanya temuan tambahan di 75% pasien. Namun data ini perlu divalidasi lebih lanjut
dengan penelitian prospektif.
Peran CE dalam anemia defisiensi
besi
Peran CE dalam evaluasi anemia defisiensi besi masih berkembang. Dalam dua penelitian
terbaru, hasil CE pada anemia defisiensi besi menggunakan kriteria diagnosis yang ketat
bervariasi mulai dari 57% sampai 80%.Hasil ini mendorong dan menyarankan peran yang
pasti dari CE dalam dokumentasi anemia defisiensi besi.
Dampak CE pada dampak klinis
(clinical outcome)
Meskipun beberapa studi telah menilai hasil CE dalam OGIB, signifikan dalam mengidentifikasi
luka dan dampaknya pada hasil klinis belum diperiksa secara memadai. Dalam kasus OGIB,
hasil yang positif harus berupa penghentian pendarahan atau solusi anemia
Penazio et al menentukan hasilnya pada 56 pasien, dengan rata-rata follow up 18 bulan.
Resolusi lengkap pendarahan terlihat pada 86,9% pasien dengan GIB yang terbuka dan
masih berlangsung, 69,2% pada OGIB tertutup/tersembunyi dan 41,4% pada OGIB di masa
lalu. Penelitian lain menilai perubahan pembuatan keputusan klinis setelah CE, dengan angka-
angka yang bervariasi dari 22% sampai 88% pada pasien dengan OGIB.
Dalam sebuah penelitian multicenter, Alberts et al menilai dampak dari CE pada hasil klinis
berdasarkan 247 penelitian kapsul. Spesifik intervensi atau perubahan manajemen
dilaksanakan pada 2/3 dari pasien yang memiliki diagnosis yang pasti pada CE. Pada
penelitian lain baru-baru ini, 70% pasien menjalani pengobatan definitive berdasarkan dari
hasil CE.
Di sisi lain, Rastogi et al melaporkan sebuah hasil klinis positif hanya pada 16% pasien.
Sulit untuk menarik kesimpulan yang pasti dari hasil yang bertentangan ini. Variasi dalam hasil
mungkin dijelaskan oleh perbedaan dalam populasi penelitian, kurangnya pendekatan standar
untuk manajemen, dan perbedaan kebijakan pada pusat-pusat medis yang berbeda. Namun,
tidak ada keraguan lagi bahwa CE memainkan peran dalam perencanaan manajemen pasien
dengan OGIB.
Keefektivitas CE
Tidak banyak penelitian yang membahas masalah dari keefektivitasan CE dalam OGIB. Satu
penelitian memeriksa keefektivitasan dari beberapa pendekatan termasuk sebagai awal DBE,
DBE(double ballon endoscopy) ditemukan menjadi strategi yang efektif, namun CE diikuti
dengan DBE mempunyai keefektivitasan yang lebih jika probabilitas angiectasia pada
DBE adalah kurang dari 59%. Namun perlu dilakukan clinical studi lagi untuk memperjelas
kapan menggunakan DBE atau CE sebagai penelitian awal.
Kesimpulan

Meskipun adanya keterbatasan dalam menjadi modalitas untuk diagnostik, CE adalah alat
penting dalam evaluasi OGIB. Teknologi berkembang sangat cepat, banyak capsule
endoscopy berada dalam pengembangan. CE jelas merupakan lompatan teknologi yang
besar dalam endoskopi GI. Dalam waktu dekat, kualitas teknologi capsule endoscopy
cenderung untuk ditingkatkan. Sebuah capsule endoscopy tidak hanya mampu melokalisasi,
tetapi juga bisa mengobati luka yang dicurigai suatu kemungkinan yang berbeda.