Anda di halaman 1dari 18

Celine Martino

102011005
C1
Skenario 5
Seorang anak perempuan berusia 6 tahun dibawa
ibunya ke IGD Rumah Sakit karena demam sejak 5
hari yang lalu. Pada pemeriksaan torniquet test
didapati 12 petechiae.
Anamnesis

Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan penunjang

Gejala klinik

Patogenesis

Anak 6 tahun demam sejak 5 Etiologi


hari yang lalu dan didapati
torniquet test positive Working diagnosis

Differential diagnosis

Penatalaksanaan

Komplikasi

Prognosis

Epidemiologi
Anamnesis
Identitas
Keluhan utama : demam sejak 5 hari yang lalu
Riwayat Penyakit Sekarang
Riwayat Penyakit Dahulu
Riwayat Pribadi dan Sosial
Riwayat Keluarga
Riwayat Berpergian
Pemeriksaan Fisik
Denyut nadi (bradikardi)
Lidah kotor
Konstipasi
Kelainan mata
Eksantem (muka, dada, lengan, kaki, dst)
Demam
Pendarahan (petechiae)
Hepatomegali
Torniquet Test
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan kadar hemoglobin, hematokrit,
trombosit, dan limfosit
Deteksi virus dengue
Pemeriksaan radiologis pluera
Gejala klinik
Derajat Penyakit Kriteria / Gejala
DD Demam disertai 2 atau lebih tanda: sakit kepala, nyeri retro-orbital, mialgia,
artralgia
DBD derajat I Demam disertai gejala tidak khas, dan satu-satunya manifestasi perdarahan
ialah uji torniquet positif.

DBD derajat II Gejala di atas disertai perdarahan spontan di kulit atau perdarahan lain.

DBD derajat III Gejala di atas ditambah kegagalan sirkulasi (nadi cepat dan lembut, tekanan
(SSD) darah menurun ( < 20 mmHg) atau hipotensi, sianosis disekitar mulut, kulit
dingin dan lembab, dan anak tampak gelisah.

DBD derajat IV Syok berat (profound shock): nadi tidak dapat diraba, dan tekanan darah tidak
(SSD) dapat diukur.
Patogenesis
Virus dengue masuk keluhan demam, sakit kepala,
mual, nyeri, pegal, ruam pembesaran kelenjar getah
bening, hati, limpa
Pelepasan zat antifilatoksin, histamin, serotonin, aktivasi
kalikrein EKSTRAVISASI cairan intra-vaskular
berkurangnya plasma hipotensi, hemokonsentrasi,
hipoproteinemia, efusi, renjatan plasma merembes
dan bocor kekurangan plasma anoreksia jaringan,
asidosis metabolik kematian
trombositopenia
Etiologi
Virus dengue
Vektor utama : Aedes aegypti, kecil, warna dasar hitam
serta bintik hitam pada kaki, morfologi seperti pada lira
putih pada punggung, betina menghisap darah manusia
pada siang hari di dalam maupun luar rumah
Telur larva pupa dewasa (9 hari)
Working Diagnosis
Demam Berdarah Dengue (DBD)
Penyakit infeksi disebabkan oleh virus dengue dengan
manifestasi klinis demam, nyeri otot dan sendi yang disertai
leukopeniam ruam, limfadenopati, trombositopenia dan
diastesis hemoragik. Pada DBD terjadi perembesan plasma
yang ditandai dengan hemokonsentrasi (peningkatan
hemotoktit) atau penumpukan cairan di rongga tubuh.
Penatalaksanaan
Tanpa penyulit: tirah baring, makan lunak, minum air
tawar + garam, medikamentosa simtomatis, antibiotik
(infeksi sekunder)
observasi: keadaan memburuk, hepatomegali,
trombositopenia memanjang, hemotokrit meningkat
observasi 24 jam: infus, denyut nadi, tekanan darah,
suhu, pernafasa, Hb dan Ht (setiap 4-6 jam sekali)
menjaga homeostatis volume intravaskular cairan
intravena, elektrolit tranfusi (pada perdarahan yang
membahayakan)
Komplikasi
Manifestasi pada sistem saraf pusat
Sepsis
Pneumonia
Infeksi luka
Hidrasi berlebihan
Gagal hepar
Gagal ginjal
Sindrom uraemik hemolitik
Prognosis
DD mortalitas rendah, hampir tidak ada
DBD dan SSD mortalitas cukup tinggi
Dewasa < anak
Epidemiologi
Asia Tenggara, Pasifik Barat, Karibia
Indonesia adalah wilayah endemik, namun mortalitas
cenderung menurun
Peningkatan kasus berkaitan dengan sanitasi lingkungan
sebagai tempat perindukan vektor
Differential Diagnosis
Malaria Demam Tifoid
Pemeriksaan Fisik demam, konjugtiva, telapak tangan pucat, demam meningkat perlahan terutama pada sore
splenomegali, hepatomegali, gangguan dan malam hari, brakikardia relative, lidah
kesadaran, lemah, kejang, mata tubuh kuning berselaput, hepatomegali, splenomegali,
gangguan mental dan psikosis
Pemeriksaan darah tepi --> preparat darah tebal dan tipis uji widal, uji tubex, uji typidot, uji IgM dipstick,
Penunjang kultur darah
Gejala Klinik trias malaria (kedinginan, kepanasan, demam 10 - 14 hari, nyeri kepala, pusing, nyeri
berkeringat), anemia otot, anoreksi, mual, muntah, diare, batuk

Patogenesis eritrosit ruptur, mengendap, dan menganggu masuknya kuman samlomella thypi melalui
(pneumonia) makanan terkontaminasi, berkembang biak,
bakteremia
Etiologi plasmodium bakteri salmonella thypi
Penatalaksanaan spesifik sesuai spesies yand didapat, cara antibiotik untuk memusnahkan kuman, istirahat,
perolehan, tempat perolehan diet
Komplikasi coma, asidosis, anemia berat, gagal ginjal, intestinal, ekstra-intestinal
hipoglikemi, gangguan kesadaran
Prognosis malaria vivax biasanya baik, malaria ovale dapat perdarahan hebat, pneumonia, menjadi karier
sembuh sendiri, malaria falsiparum dapat
menimbulkan kematian
Epidemiologi Rusia, Argentina, Kenya, Bolivia, Indonesia seluruh dunia
(+Timur)
Kesimpulan
Hipotesis diterima