Anda di halaman 1dari 15

Parotitis Epidemika (Mumps)

AGNES YUDITHA
PUTRININGTYAS
102012450
F3
Anamnesis

Dari skenario didapatkan :

Keluhan utama :
Pipi leher kirinya membengkak sejak 1 hari lalu.

Keluhan tambahan :
Demam, nyeri leher, dan sakit kepala 3 hari sebelumnya.
Pemeriksaan

Pemeriksaan fisik :
adanya pembengkakan submandibula yang nyeri.

Pemeriksaan penunjang :
neutralization test
isolasi virus
uji intradermal
pengukuran kadar amilase dalam serum.
Diagnosis

Work diagnosis
Mumps (parotitis epidemika)

Differential diagnosis
a. Parotitis supuratif
b. Parotitis rekurens
c. Limfadenitis servikal
Work Diagnosis

Mumps (parotitis epidemika)


- Penyakit menular
- Pembengkakan pada glandula parotis
- Menyerang anak-anak
- Dewasa testis, otak, pankreas, payudara.
Etiologi
- paramyxovirus
- penularan : droplet infection
kontak langsung
bahan muntah
urine
- inkubasi : 14 24 hari
Patofisiologi
Selaput otak,
Nodus testis, ginjal,
aliran darah
limfatikus payudara

Virus
bereplikasi

Saluran Kelenjar air


respirasi liur
Gejala Klinis
- masa inkubasi 14-24 hari.
- stadium prodromal (1-2 hari)
demam, anorexia, sakit kepala, muntah, malaise dan nyeri
otot
- suhu tubuh 38,5-39,5o C
- pembengkakan kelenjar parotis (ciri khas)
unilateral bilateral
nyeri (palpasi, minum / makan asam)
3 hari mengempis
Penatalaksanaan
- Istirahat di tempat tidur
selama panas dan pembengkakan

- Simtomatik : analgetik dan antipiretik

- Hindari makanan / minuman asam nyeri


Prognosis
- Umumnya baik
- Kematian sangat jarang
- jika terjadi meningocephalitis tuli
Atrofi testis mandul
Komplikasi
- Meningocephalitis
- Epididimoorchritis

ada juga komplikasi lain yang jarang terjadi :


- Nefritis
- Pancreatitis
- Artritis
- Oophoritis
- Miokarditis
Pencegahan

- Mumps dapat di cegah dengan memberikan vaksin MMR


(Mumps Measles Rubela) dan dapat di berikan pada umur 15
bulan dan 6 tahun.
Epidemiologi

- Mumps dapat timbul di seluruh dunia baik secara endemik atau


epiendemik.
- Menular lewat udara &/ kontak langsung dengan penderita
sal. pernafasan
- Laki-laki = perempuan
- 85% pada anak berusia dibawah 15 tahun
- Bayi < 8 bulan tidak dapat terjangkit
Differential diagnosis

Parotitis supuratif
- Infeksi bakteri pada kelenjar parotis dan paling sering
disebabkan Staphylococcus aureus.
Parotitis rekurens
- Peradangan pada kelenjar parotis.
- Ditandai oleh pembengkakan dari kelenjar parotis.
- Bersifat alergi yang sering berulang.
Limfadenitis
- Pembengkakan unilateral maupun bilateral limfonodus servikal
yang penyebabnya adalah S.aureus
- Adanya gejala demam dan pembengkakan di daerah
leher.
- Sering juga menyerang anak-anak < 5thn.
Kesimpulan

Mumps adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus


RNA paramyxovirus. Pada penderita mumps biasanya terjadi
pembesaran kelenjar ludah secara unilateral, tetapi lama
kelamaan dapat juga menjadi bilateral. Mumps menyerang kedua
jenis kelamin secara seimbang terutama menyerang anak- anak.
Gejala yang disebabkan oleh penyakit mumps ditandai dengan
gejala demam, anoreksia, sakit kepala, muntah dan nyeri otot,
malaise, mialgia, dan pembengkakan glandula parotis.