Anda di halaman 1dari 24

ISPA

Infeksi Saluran Pernafasan Akut


DEFINISI
Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA)
merupakan penyakit yang sering dijumpai
dengan manifestasi ringan sampai berat.
ISPA sering disalah artikan sebagai infeksi
saluran pernapasan atas. Yang benar ISPA
merupakan singkatan dari Infeksi Saluran
Pernapasan Akut.
ISPA meliputi saluran pernapasan bagian atas
dan saluran pernapasan bagian bawah
ISPA yang mengenai jaringan paru-paru atau
ISPA berat, dapat menjadi pneumonia.
SISTEM RESPIRASI
ANATOMI TENGGOROKAN
(THROAT ANATOMY)
Types of Respiratory Infections
Influenzae (Flu)
Pharyngitis
Tonsilitis
Gejala & Tanda Umum
Demam
Sakit kepala
Nyeri tenggorokan
Hidung buntu, pilek
Batuk Suhu tubuh
Nafas cepat & dalam meningkat
Retraksi intercostal
Gambaran paru
abnormal
Pemeriksaan darah
abnormal
Patogenesis
ISPA dapat ditularkan melalui air ludah, darah,
bersin, udara pernapasan yang mengandung kuman
yang terhirup oleh orang sehat kesaluran
pernapasannya
ISPA yang berlanjut menjadi pneumonia sering
terjadi pada anak kecil terutama apabila terdapat
gizi kurang dan dikombinasi dengan keadaan
lingkungan yang tidak hygienis.
Risiko terutama terjadi pada anak-anak karena
meningkatnya kemungkinan infeksi silang, beban
immunologisnya terlalu besar karena dipakai untuk
penyakit parasit dan cacing, serta tidak tersedianya
atau berlebihannya pemakaian antibiotik
ISPA pada saluran napas atas yang
disebabkan bakteri
Streptococcal Pharyngitis (Strep Throat)
Scarlet Fever
Otitis Media
Diphteria
Viral Diseases of The Upper
Respiratory System
THE COMMON COLD
Sekitar 200 virus berbeda dapat menyebabkan common
cold; Rhinovirus menyebabkan sekitar 50% kasus,
Coronavirus 15-20%. Sekitar 40% kasus tidak dapat
diidentifikasi agen penyebabnya
Gejala meliputi bersin, sekresi ingus berlebih, dan
hidung buntu
Infeksi sinus, infeksi saluran nafas bawah, laringitis, dan
otitis media dapat terjadi sebagai komplikasi
THE COMMON COLD
Sebagian besar ditularkan melalui kontak tidak langsung
Rhinovirus tumbuh paling baik pada suhu sedikit
dibawah suhu tubuh normal
Insiden terjadinya common cold meningkat pada cuaca
dingin, diperkirakan karena meningkatnya kontak
individu dalam ruangan atau perubahan psikologi
Antibodi diproduksi melawan virus tertentu
FARINGITIS AKUT
Naso/Epifaryng, Oro/Mesofaring, Laryngo/hypofaring

Infeksi akut pada mukosa faring dan jar. limfoid faring


Etiologi :
- Virus : rhino v., corona v.,
v. influenza A & B, parainfluenza,
adeno v., resp. syncytial v., entero v.
- Bakteri : streptokokus beta hemolitikus
grup A, B, C dan G, stafilokokus,
hemofilus, neisseria sp, korine bakterium sp, dll.
Sering bersamaan dengan infeksi akut sal. nafas atas :
rinitis akut, nasofaringitis, tonsilitis
akut

11
FARINGITIS AKUT TONSILOFARINGITIS AKUT

12
Penyebaran : Droplet infection

Gambaran klinis
- dapat didahului rinitis akut, konyungtivitis, malaise, panas badan,
dan nyeri kepala.
- nyeri tenggorok yg memberat saat menelan yg
dapat menjalar ke telinga
- mukosa faring : hiperemi, udim, t.u. jar. limfoid : tampak garis2
mukopus, kd2 tampak pustular
follicles
- dapat terjadi limpadenopati klj. Leher
- bila menyebar ke laring : suara parau, batuk2

13
Terapi
- Umumnya dapat sembuh sendiri (self limiting dis.) dan tidak perlu
obat anti virus
- Obat simtomatis : bedrest, analgetik-antipiretik
- Antibiotik : bila ada komplikasi infeksi bakteri

Komplikasi
- Lokal : sinusitis, otitis media, laringitis,
trakeo bronkitis, pneumonia
- General :meningitis, ensefalitis, miokarditis

14
TONSILITIS AKUT
Definisi : Infeksi akut jaringan tonsil

Etiologi :
Virus (tersering)
H. influenzae
Strep. beta-hemolitikus (30 40%)

Insiden :
Anak 5 10 tahun (sering)
Dewasa
15
Patologi :
Radang jaringan limfoid (folikel)
Udim, hiperemi
Eksudat detritus

Detritus terdiri atas :


epitel
lekosit
bakteri
16
17
Gejala Klinis :
Tenggorok rasa kering
Nyeri telan hebat mendadak
Anak tidak mau makan
Referred pain sakit di telinga
Panas tinggi anak kejang
Sakit kepala
Mual / muntah / nyeri perut
( Strep. beta-hemolitikus )

18
Pemeriksaan :
Plummy voice
Foetor ex ore
Ptialismus
Tonsil udim, hiperemi, detritus
Ismus fausium menyempit
Palatum mole, arkus ant./post. udim, hiperemi
Kelenjar limfe membesar nyeri tekan

19
Diagnosa banding :
DIFTERI TONSIL pseudomembrane sampai
keluar tonsil , Bull neck
Penyulit :
1. Lokal
- Peritonsilitis (infiltrat peritonsil)
- Abses peritonsil
- Abses parafaring
2. Sistemik (Strep. beta-hemolitikus)
- Glomerulonefritis akut
- Penyakit jantung rematik
- Endokarditis bakterial sub akut 20
Pengobatan :

istirahat ANTIBIOTIKA
makan lunak BERAT :
minum hangat PP 2x0.6 1.2 juta IU/hr im
analgesik / antipiretik Fenoksimetil pen. 4x500mg/hr
( asetosal, parasetamol selama 10 hari
3 4 x 500 mg )
RINGAN :
Fenoksimetil penisilin
7.5 12.5 mg/kgbb/hari
4x sehari selama 10 hari

21
Bila terjadi komplikasi :

1. Abses peritonsil pungsi insisi

2. Abses parafaring pungsi insisi

3. Sistemik tonsil sbg fokal infeksi


indikasi tonsilektomi

22
Edukasi :
1. Mencegah penularan
tdk bergantian alat makan / minum
tutup mulut / hidung bila batuk / bersin
2. Meningkatkan kondisi badan
olah raga teratur
makanan bergizi
3. Meningkatkan daya tahan lokal
menghindari iritan
23
TERIMA KASIH