Anda di halaman 1dari 6

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI ANGKATAN LAUT

PRINSIP KERJA SIDE SCAN SONAR (SSS)


DAN
MULTI BEAM ECHOSOUNDER (MBES)

1
Side Scan Sonar
Side Scan Sonar merupakan alat untuk mendapatkan gambaran permukaan
dasar perairan dеngаn menggunakan gelombang bunyi. Sistem side scan
mengirimkan pulsa akustik pada ѕuаtu sisi dаrі receiver dan merekam
amplitude energi balikan dаrі pulsa уаng dipancarkan оlеh sensor. Tiap
pancaran pulsa, satu lajur kecil (sekitar 100 ѕаmраі 200 m kе tiap sisi) dаrі
dasar laut dipetakan.

2
PERUMUSAN MASALAH

Keterangan :
(1) nilai kedalaman dari lintasan akustik,
(2) sudut beam vertikal,
(3) jarak akustik maksimum,
(4) lebar sapuan lintasan dasar,
(5) jarak SSS dengan permukaan air,
(6) jarak pemisah antara port channel dan starboard channel,
(7) lebar beam horisontal,
3
Prinsip Pendeteksian dan Interpretasi
Side-scan sonar  fungsi sbg penginderaan obstacle (halang rintang) dgn sensor
ultrasonic atau piezoelektric tranducer.
 Prinsip kerja dari piezoelektric tranducer adalah jika diberikan tegangan maka akan
menghasilkan getaran dan getaran ini akan menjadi sumber suara yang memiliki
frekuensi tinggi sering disebut ultrasonic,
 Bunyi digunakan di sisi-scan sonar biasanya berkisar 40-500 (frekuensi yang lebih
tinggi menghasilkan lebih baik tapi kurang jangkauan), atau jika piezoelektric
tranducer di getarkan artinya menerima suara maka akan timbul charge yang dapat
diartikan sebagai sumber tegangan.
 Hasil dari penerimaan tersebut yang kemudian dikuatkan menggunakan penguat op
amp sehingga sinyal pantul yang diterima dapat dideteksi oleh ADC pada
mikrokontroler, setiap perubahan amplitudo yang terjadi terhadap berubahan sinyal
pantul/echo akan diteksi besar dan waktu diterimanya.
 Besar dan waktu yang diterima akan disinkronkan dengan posisi absolute dimana
sonar ini diletakan maka akan menghasilkan bentuk peta terhadap lingkungan.
 SSS mentransmisikan pulsa akustik secara menyamping terhadap arah perambatan.
Dasar laut dan objek merefleksikan kembali (backscatter) gelombang suara pada
system sonar. Instrumen SSS mendekati objek tiga dimensi dan menampilkan objek
tersebut dalam bentuk citra dua dimensi. Oleh karena itu, SSS tidak hanya
menampilkan objek, melainkan juga bayangan objek tersebut.

4
Klasifikasi jangkauan signal/pulsa perekaman SSS

Keterangan :
(1) nilai kedalaman dari lintasan akustik,
(2) sudut beam vertikal,
(3) jarak akustik maksimum,
(4) lebar sapuan lintasan dasar laut,
(5) jarak SSS dengan permukaan air,
(6) jarak pemisah antara port channel dan starboard channel,
(7) lebar beam horizontal,
(8) panjang bayangan akustik yang disesuaikan dengan tinggi target,
(A) area sebelum pengambilan first bottom (tidak ada suara yang dihamburkan
& ditandai dengan warna hitam),
(B) dan (F) tekstur dasar laut,
(C) sudut objek yang bersifat sangat memantulkan (intensitas paling terang),
(D) objek yang memantulkan
(E) bayangan dari target akustik (tidak ada pantulan disini) 5
Keadaan dasar perairan hasil rekaman SSS
Ketelitian
Seolah-olah air telah dihapus.
Mampu membuat liputan
perekaman dasar laut dari kedua
sisi lintasan survey.
Dalam kondisi laut yang tenang
dan haluan kapal yang lurus,
sonogram dapat memberikan
gambar atau image yang sangat
tajam dan rinci seperti layaknya
sebuah foto.

Kelemahan
Penggunaan atau survey dengan side scan Sonar hanya dapat dilakukan diperairan
kategori dangkal. Tiap pancaran pulsa, satu lajur kecil (sekitar 100 sampai 200 m ke
tiap sisi). Dibandingkan alat lain yang memakai prinsip akustik seperti echosounder,
Sub Bottom Profilier jangkauan pemerumannya SSS lebih kecil.