Anda di halaman 1dari 61

24 Maret 2018 Soeprapto - KEE - TEUB 1

TRANSFORMATOR
24 Maret 2018 Soeprapto - KEE - TEUB 2

PENGERTIAN

Transformator adalah peralatan /mesin Listrik yang


dapat memindahkan dan mengubah Energi listrik dari
satu atau lebih rangkaian Listrik ke rangkaian listrik
yang lain melalui Gandengan magnit dan berdasarkan
prinsip Induksi elektromagnetik.
PRINSIP KERJA TRANSFORMATOR

Arus bolak-balik menyebabkan Perubahan medan magnetik pada


terjadinya perubahan medan kumparan sekunder
magnet pada kumparan primer. menghasilkan ggl induksi.

Perubahan medan magnet pada


kumparan primer diteruskan oleh inti
besi lunak ke kumparan sekunder.
JENIS-JENIS TRANSFORMATOR
Trafo ada dua jenis, yaitu:
Trafo Step-Up dan
Trafo Step-Down

Trafo Step-Up
digunakan untuk menaikan
tegangan listrik

Trafo Step-Down digunakan


untuk menurunkan tegangan
listrik
STEP-UP TRANSFORMATOR

Trafo ini memiliki ciri :

Belitan kumparan primer


lebih sedikit dari pada
belitan kumparan sekunder

Tegangan primer lebih kecil


dari tegangan sekunder
STEP-DOWN TRANSFORMATOR

Trafo ini memiliki Ciri:

Belitan kumparan primer


lebih banyak dari belitan
kumparan sekunder

Tegangan primer lebih


tinggi dari tegangan
sekunder
PERSAMAAN TRANSFORMATOR
Pada transformator ideal
berlaku persamaan:
Np Vp Is
= =
Ns Vs Ip
N = jumlah belitan
V = tegangan (volt) Daya yang masuk ke
I = Kuat arus (A) trafo sama dengan
daya yang keluar dari
S/P = Sekunder atau Primer trafo Pp = Ps
EFISIENSI TRANSFORMATOR
Pada kenyataannya setiap penggunaan trafo tidak
pernah didapat daya yang masuk sama dengan daya
yang keluar.

Daya listrik yang dikeluarkan oleh trafo selalu lebih kecil


dari daya listrik yang masuk kedalam trafo

Pp > Ps
Ps
η= X 100 %
Np Is Pp
Ns = Ip
Contoh 1
Sebuah trafo memiliki perbandingan lilitan 10 : 2 dihubungkan ke sumber
listrik 100V untuk mennyalakan sebuah lampu 25 W. Hitunglah tegangan
listrik yang diserap oleh lampu dan kuat arus yang masuk kedalam trafo!

Diket: Np:Ns = 10:2


Vp = 100 V
Ps = 25 W
Dit. Vs = …
Ip = …
Jawab: Pp = Ps
Np:Ns =Vp:Vs Vp . Ip = Ps
10:2 = 100:Vs 100 . Ip = 25
Vs = 20 V Ip = 0,25 A
Contoh 2
Sebuah trafo memiliki perbandingan lilitan kumparan 10:1 dihubung-kan ke listrik 100 V
untuk menyalakan sebuah lampu 10 W. Jika efisiensi trafo 75 %, berapakah arus listrik pada
kumparan primer?
Diket: Np:Ns = 10:1
Vp = 100 V
Ps = 7,5W
η = 75%

Dit Ip = …
Jawab:
η = (Ps/Pp)X100 %
Pp = Vp . Ip
75 % = 7,5/Pp X 100%
10 = 100 . Ip
0,75 = 7,5/Pp Ip = 0,1 A
Pp = 7,7/0,75 = 10 W
11
Latihan :
1. Suatu kumparan terdiri sari 100 lilitan mempunyai
hambatan 2 ohm. Tiap lilitan berjari-jari 2 cm.
Kumparan ini ditembus oleh medan nmagnetik dalam
arah 370 dengan garis normal kumparan. Jika medan
tersebut berubah secara linier dari 0 sampai 3 Wb/m2
dalam waktu 0,4 detik, hitunglah :
a) Fluks ketika B = 3 Wb/m2
b) Tegangan yang diinduksikan pada kawat
c) Arus yang mengalir pada kawat
d) Arah arus induksi
12

2. Sumber tegangan 120 V dihubungkan dengan kumparan


primer suatu transformator sehingga mengalir arus
sebesar 0,2 A pada kumparan tersebut. Kumparan
sekunder dengan hambatan 10 ohm terdapat arus yang
mengalir sebesar 2 A.
a. Hitung berapa daya yang disupplai pada
transformator (input) ?
b. Berapa panas yang timbul pada hambatan 10 ohm?
c. Berapa efisiensi transformator ?
24 Maret 2018 Mahfudz S - KEE - TEUB 13

TRAFO STEP DOWN

Saluran Udara Saluran Udara


Tegangan Tinggi Tegangan Menengah
(SUTT) (SUTM)
Gardu
Gardu Induk (GI) Distribusi

Pusat Pembangkit
(PLTU,PLTA,PLTG,PLTD,PLTP)
150-500 kV 20 kV

6 kV
220 V
Saluran Udara
SKTL
Tegangan Rendah

Pelanggan besar/Industri

SISTEM TENAGA LISTRIK Pelanggan Domestik


24 Maret 2018 Mahfudz S - KEE - TEUB 14

3. UNTUK MENGADAKAN PENGUKURAN DARI


BESARAN LISTRIK

Trafo yang dipergunakan untuk mengadakan


pengukuran dari besaran listrik (yaitu tegangan dan
arus yang tinggi). Disebut TRAFO INSTRUMEN
atau TRAFO PENGUKURAN.

Beban Beban

V A

TRAFO TEGANGAN TRAFO ARUS


24 Maret 2018 Mahfudz S - KEE - TEUB 15

(b) Current transformer

(a) Voltage transformer


24 Maret 2018 Mahfudz S - KEE - TEUB 16

PRINSIP KERJA TRAFO


F
i0 F
i0
V1 E1 N1 N2 E2
V1 E1
(a) (b)

Apabila pada kumparan primer suatu trafo (lihat gambar a)


dihubungkan dengan tegangan V1 yang sinusoida maka akan
mengalir arus primer I0 yang juga sinusoida. Dengan
menganggap jumlah belitan pada kumparan primer N1 relatip
murni, I0 akan tertinggal 900 dari V1 (lihat gambar b).
24 Maret 2018 Mahfudz S - KEE - TEUB 17

i0 F Arus primer I0 akan menimbulkan


fluksi  yang sefasa dan juga
V1 E1 N1 N2 E2 berbentuk sinusoida :
 = m sin ωt ;
m = fluksi maksimum.
(a)
Fluksi  yang sinusoida ini akan menghasilkan tegangan
induksi e1 yang menurut hukum induksi Faraday besarnya
adalah :
d
e1   N1   -N1  mak cos t
dt
Harga efektifnya:

N1 2f mak
E1   4,44 N1 f mak
2
24 Maret 2018 Mahfudz S - KEE - TEUB 18

i0 F Pada rangkaian sekunder dengan


jumlah lilitan N2, fluksi  bersama
V1 E1 N1 N2 E2 tadi menimbulkan
d
e2   N 2    N 2 mak  cos t
dt
(a)
N 2 mak 2f
E2   4,44 N 2 mak f
2
Sehingga dengan mengabaikan rugi-rugi tahanan dan adanya
fluks bocor, maka:

E1 V1 N1
  a a adalah perbandingan transformasi
E 2 V2 N 2
24 Maret 2018 Mahfudz S - KEE - TEUB 19

Arus Penguat

Arus penguat adalah : arus primer I0 yang mengalir


pada kumparan primer ketika kumparan sekunder
tidak dibebani (terbuka)

Io Arus Io terdiri dari IC


dan Im
Ic Im Xm
V Rc
1
Arus Im menghasilkan
fluksi .

Φ Komponen arus Ic menyatakan


daya yang hilang akibat adanya
Io Im
rugi histerisis dan arus eddy.
V1 E1 Daya yang hilang dlm Watt
Ic
adalah Ic x V1
24 Maret 2018 Mahfudz S - KEE - TEUB 20

I1
F I2

V1 E1 ZL V2
N1 N2 E2

KEADAAN BERBEBAN
Apabila kumparan sekunder dihubungkan ke beban ZL, I2
mengalir pada kumparan sekunder, dengan

I2 = V2/ZL

Adanya arus beban I2 ini menimbulkan arus I/2 pada


kumparan primer
Keadaaan Transformator Berbeban

• Arus beban I2 ini akan menimbulkan gaya gerak magnet


(ggm) N2 I2 yang cenderung menentang fluks () bersama
yang telah ada akibat arus pemagnetan IM. Agar fluks
bersama itu tidak berubah nilainya, pada kumparan
primer harus mengalir arus I’2, yang menentang fluks
yang dibangkitkan oleh arus beban I2, hingga keseluruhan
arus yang mengalir pada primer menjadi :

I1  I o  I '
2

I o  I1  I '2
Keadaaan Transformator Berbeban
• Bila rugi besi diabaikan (IC diabaikan) maka Io = IM
I1 = IM + I’2
• Untuk menjaga agar fluks tetap tidak berubah sebesar
ggm yang dihasilkan oleh arus pemagnetan IM saja,
berlaku hubungan :
N1IM = N1I1 – N2I2
N1IM = N1(IM + I’2) – N2I2
Sehingga
N1I’2 = N2I2
• Karena nilai IM dianggap kecil maka I’2 = I1
N1I1 = N2I2 atau I1/I2 = N2/N1
24 Maret 2018 Mahfudz S - KEE - TEUB 23

RANGKAIAN EKIVALEN

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun


rangkaian ekivalen trafo adalah:
1. Rugi-rugi tembaga (I2R)
2. Rugi-rugi arus eddy
3. Rugi-rugi Histerisis
4. Fluks bocor
24 Maret 2018 Mahfudz S - KEE - TEUB 24

Rangkaian Ekuivalen Trafo Berbeban

Sumber Kump Inti Besi Kump Beban


primer sekunder
24 Maret 2018 Mahfudz S - KEE - TEUB 25

Rangkaian Ekuivalen Trafo Tanpa Beban


Io
Io = Ic + Im

V1 Ic Im
V1 = E1 + Io (R1 + j X1)

R1 – resistansi belitan primer R2 – resistansi belitan sekunder


X1 – reaktansi belitan primer X2 – reaktansi belitan sekunder
Rc – resistansi pemagnetan
Xm – reaktansi pemagnetan
Ic – arus rugi inti
Im – arus magnetisasi
24 Maret 2018 Soeprapto - KEE - TEUB 26

Model/Persamaan Matematik

V1  E1  I1R1  I1 X 1 E2  V2  I 2 R2  I 2 X 2

E1 N1
 a atau E1  a E2
E2 N 2
24 Maret 2018 Mahfudz S - KEE - TEUB 27

sehingga
E1  a I 2 Z L  I 2 R 2  I 2 X 2 
I 2 N 2 1
Karena: 
I 2 N1 a
 atau I 2  aI 2
maka E1  a I 2 Z L  I 2 R 2  I 2 X 2 
E1  a 2 I 2 Z L  a 2 I 2 R2  a 2 I 2 X 2
24 Maret 2018 Mahfudz S - KEE - TEUB 28

dan V1  E1  I1R1  I1 X 1
2
 2

V1  a I 2 Z L  a I 2 R2  a I 2 X 2  I1R1  I1 X 1
2

I1 R1 X1 /
a2R2 a2X2 I2
Io

V1 Xm a2ZL a V2

Rangkaian ekivalen trafo dilihat di sisi primer


24 Maret 2018 Mahfudz S - KEE - TEUB 29

Apabila Io diabaikan, maka diperoleh rangkaian


ekivalen seperti dibawah ini :

I1 /
R1 X1 a2R2 a2X2 I2
Io

V1 Xm a2ZL a V2

Rangkaian ekuivalen pendekatan


Dilihat dari sisi primer (sisi 1)
24 Maret 2018 Mahfudz S - KEE - TEUB 30

Jika digunakan sisi sekunder sebagai acuan (dilihat dari


sisi sekunder), maka didapat rangkaian ekivalen seperti
dibawah ini

aI1 R1/a2 X1/a2 I2


R2 X2

Io

V1/a Xm/a2 ZL V2
Rc /a2

Rangkaian ekivalen trafo dilihat di sisi sekunder


24 Maret 2018 Mahfudz S - KEE - TEUB 31

MENENTUKAN
PARAMETER TRAFO

Nilai resistansi dan induktansi trafo dapat


ditentukan secara eksperimen, yaitu dengan
rangkaian hubung terbuka (open circuit) dan
rangkaian hubung singkat (short circuit)
24 Maret 2018 Mahfudz S - KEE - TEUB 32

Uji rangkaian terbuka:

I1 R1 X1 a2R2 a2X2

V1 Xm
24 Maret 2018 Mahfudz S - KEE - TEUB 33

R1 dan X1 diabaikan:
I1
R1 X1 a2R2 a2X2

V1 Xm

1 1 I OC
YE  j YE 
Rc Xm VOC

POC
Faktor daya: cos  
VOC I OC
24 Maret 2018 Mahfudz S - KEE - TEUB 34

Faktor daya pada sebuah trafo selalu lagging, jadi arus


selalu tertinggal terhadap tegangan sebesar θ0.

I OC
Jadi admitansi YE adalah YE   
VOC
24 Maret 2018 Mahfudz S - KEE - TEUB 35

Uji Hubung Singkat

I1
R1 X1 a2R2 a2X2

V1 Xm
24 Maret 2018 Mahfudz S - KEE - TEUB 36

Kumparan sekunder dihubung singkatkan sedangkan kumparan


primer dihubungkan ke tegangan sumber tegangan sangat
rendah.

Untuk menghindari kerusakan, tegangan yang diberikan ke


kumparan primer dimulai dari nol dan dinaikkan perlahan-lahan
dan harus dihentikan ketika arus mencapai nilai kapasitas trafo.

Dengan mengukur tegangan Vsc, arus Isc, dan daya Psc dapat
Diketahui parameter:

Psc Vsc
Req1  Z eq1   Req1  jX eq1
I sc  2
I sc

X eq1  Z eq1  Req1


2 2
24 Maret 2018 Mahfudz S - KEE - TEUB 37

Contoh soal 1:

Pada pengujian sebuah trafo 20 kVA, 8000/240 Volt, 60 Hz


disisi primer didapat data sebagai berikut:

Uji Uji
Rangkaian Terbuka Hubung Singkat
VOC = 8000 Volt VSC = 489 Volt
IOC = 0,214 Ampere ISC = 2,5 Ampere

POC = 400 Watt PSC = 240 Watt

Dapatkan rangkaian ekivalen yang disederhanakan dilihat


disisi primer.
24 Maret 2018 Mahfudz S - KEE - TEUB 38

Penyelesaian:

Uji rangkaian terbuka:


POC 400
cos    0,234 tertinggal
VOC I OC (8000)(0,214)

  76,5 0
I OC 0,214
YE    76,5 0    76,5 0  0,0000268  76,5 0
VOC 8000

1 1
YE  0,0000063  j 0,0000261  j
RC Xm

1 1
Jadi, RC   159 k Xm   38,4 k
0,0000063 0,0000261
24 Maret 2018 Mahfudz S - KEE - TEUB 39

Uji Rangkaian Hubung Singkat:

PSC 240
cos    0,196
VSC I SC (489)(2,5)

  78,7 0

Impedansi seri adalah

VSC 489
Z SE    78,7  195,678,7
I SC 2.5

Req1  195,6 cos78,7   38,4 

X eq1  195,6 sin 78,7   192 


24 Maret 2018 Mahfudz S - KEE - TEUB 40

I2
I1 Req1 Xeq1

V1 aV2
24 Maret 2018 Mahfudz S - KEE - TEUB 41

Contoh soal 2

T1 T2

Dapatkan:

a. Tegangan beban
b. Rugi-rugi daya pada saluran transmisi (region 2)
c. Daya yang dikirim oleh generator
24 Maret 2018 Mahfudz S - KEE - TEUB 42

20
Eliminasi T2: a2   20
1

Z L  a22 Z L  400030 0

20 Ω j60 Ω
1:10

/
ZL

T1

Z 2  20  j 60  400030 0


 3484,102  j 2060
24 Maret 2018 Mahfudz S - KEE - TEUB 43

1:10

ZZ2  3484,102  j 2060


 4047,53830,6 0

T1

1
Eliminasi T1: a1 
10

4047,53830,6 0
Z ek   40,475430,6 0
100
IG
4800 0
IG 
VG Zek 40,475430,6 0

 11,8591  30,6 0
24 Maret 2018 Mahfudz S - KEE - TEUB 44

Daya yang dikirim oleh generator:

S G  VG I G  48011,859130,6 0   5692,3530,6 0 VA

PG  5692,35 cos(30,6 0 )  4899,95 Watt

Daya hilang pada saluran Pline I l ine  a1 xI G  1,1859  30,6 0

Pl ine  20 xI line
2
 28,1275

Tegangan beban Vload: I load  a 2 xI line  20 x1,1859  30,6 0


 23,7181  30,6 0

 
Vload  Z load xI load  1030 0 23,7181  30,6 0 
 237,181  0,6 0
24 Maret 2018 Mahfudz S - KEE - TEUB 45

SISTEM PER UNIT

Didefinisikan:
Besaran sebenarnya
Besaran per unit =
Besaran dasar

Dipilih dua besaran dasar:


Tegangan dasar Vdasar dan daya dasar Sdasar

Besaran-besaran dasar yang lain:

Sdasar
Idasar =
Vdasar

Vdasar (Vdasar)2
Zdasar = =
Idasar Sdasar
24 Maret 2018 Mahfudz S - KEE - TEUB 46

Contoh perhitungan per unit

T1 T2

Dapatkan:

a. Tegangan beban
b. Rugi-rugi daya pada saluran transmisi (region 2)
c. Daya yang dikirim oleh generator
24 Maret 2018 Mahfudz S - KEE - TEUB 47

Region 1:

Vdasar1 = 480 Volt Sdasar1 = 10 kVA

S dasar1 10.000 VA
I dasar1    20,83 A
Vdasar1 480V

Vdasar1 480 V
Z dasar1    23,04 
I dasar1 20,83 A
24 Maret 2018 Mahfudz S - KEE - TEUB 48

Region 2:

Sdasar2 = 10 kVA

1
a1   0,1
10
Vdasar1 480 V
Vdasar 2    4800V
a1 0,1
S dasar 2 10.000 VA
I dasar 2    2,083 A
Vdasar 2 4800V

Vdasar 2 480 0V
Z dasar 2    2304 
I dasar 2 2,083 A
24 Maret 2018 Mahfudz S - KEE - TEUB 49

Region 3:

Sdasar3 = 10 kVA

20
a2   20
1
Vdasar 2 480 0V
Vdasar3    240 V
a2 20
S dasar3 10.000 VA
I dasar3    41,67 A
Vdasar3 240V

Vdasar3 240V
Z dasar3    5,76 
I dasar3 41,67 A
24 Maret 2018 Mahfudz S - KEE - TEUB 50

Besaran per unit:

10300
Region 3: Z load , pu   1,73630 0 pu
5,76
20  j 60
Region 2: Z line , pu   0,0087  j 0,0260 pu
2304
4800 0
Region 1: VG , pu   1,00 0
480
24 Maret 2018 Mahfudz S - KEE - TEUB 51

Rangkaian ekivalen per unit:

Z tot , pu  0,0087  j 0,0260  1,73630 0

 1,512  j 0,894  1,75730,6 0


24 Maret 2018 Mahfudz S - KEE - TEUB 52

1,00 0
I pu   0,569  30,6 0

1,75730,6 0

 
Vload , pu  Z load , pu xI load , pu  1,73630 0,569  30,6
0 0

 0,9878  0,6 0


Vload ,akt  Vload , pu xVdasar 3  0,9878  0,60 240 
 237,07  0,6 0 Volt

Pline , pu  I pu  Rline, pu  0,569 0,0087 


2 2

 0,00282 pu
24 Maret 2018 Mahfudz S - KEE - TEUB 53

Rugi-rugi daya nyata pada saluran transmisi adalah

Pline , pu  I pu  Rline, pu  0,569 0,0087 


2 2

 0,00282 pu
Pline , akt  0,00282 10.000   28,2Watt

Daya yang dikirim generator:

  
S G , pu  VG , pu xI pu  1,00 0 0,569  30,6 0  0,569  30,6 0

PG,pu=0,569cos(30,60)=0,4898

PG,akt=(0,4898)(10.000)=4898 Watt
24 Maret 2018 Mahfudz S - KEE - TEUB 54

EFISIENSI DAN RUGI-RUGI TRAFO

 Efisiensi trafo didefinisikan sebagai

Pout Pout
 x100%  x100%
Pin Pout   Ploss

 Rugi-rugi trafo terdiri atas:

1. Rugi tembaga.
2. Rugi inti besi:
2.1 Rugi histerisis
2.2 Rugi arus Eddy
24 Maret 2018 Mahfudz S - KEE - TEUB 55

Rugi Rugi
Tembaga Tembaga

Kumparan Fluksi Kumparan


INPUT Primer Bersama Sekunder OUTPUT

Rugi Fluksi Rugi Besi


(rugi hysterisis dan
Bocor
eddy current)
24 Maret 2018 Mahfudz S - KEE - TEUB 56

Rugi tembaga Rugi tembaga


primer sekunder

Rugi inti

Rugi-rugi dapat dihitung dengan: Ploss  I R


2
24 Maret 2018 Mahfudz S - KEE - TEUB 57

• Gambarkan rangkaian ekivalen dengan sistem per-unit


dari contoh diatas dengan menggunakan rating
transformator sebagai sistem dasar
24 Maret 2018 Mahfudz S - KEE - TEUB 58
24 Maret 2018 Mahfudz S - KEE - TEUB 59

2.
24 Maret 2018 Mahfudz S - KEE - TEUB 60
24 Maret 2018 Mahfudz S - KEE - TEUB 61