Anda di halaman 1dari 5

Faktor Jenis Kelamin

Pada beberapa
Banyak obat
spesies binatang
dimetabolisme
menunjukkan ada
dengan kecepatan
pengaruh jenis
sama baik pada
kelamin terhadap
tikus betina maupun
kecepatan
jantan
metabolisme obat

Tikus betina dewasa


Contoh: N-
ternyata
demetilasi
memetabolisme
aminopirin, oksidasi
bbarup obat dengan
heksobarbital &
19 kecepatan lebih
glukoronidasi obat-
rendah dibanding
aminofenobatl
tikus jantan
Studi efek hormon androgen,
Pada manusia baru
seperti testosteron, pada
sedikit yang
sistem mikrosom hati contoh: nikotin &
diketahui tentang
menunjukkan bahwa asetosal
adanya pengaruh
rangsangan enzim oksidasi dimetabolisis
perbedaan jenis
pada tikus jantan ternyata secara berbeda
kelamin terhadap
berhubungan dengan aktivitas pada pria & wanita
proses
anabolik & tidak berhubungan
metabolisme obat
dengan efek androgenik
Faktor Umur
Bayi dalam Contoh pengaruh umur terhadap metabolisme obat:
kandungan & bayi
baru lahir, jumlah
enzim-enzim
mikrosom hati
yang diperlukan Heksobatbarbital, bila
untuk diberikan pada tikus Tolbutamid, pada bayi
memetabolisis yang baru lahir dengan baru lahir mempunyai
dosis 10 mg/kg BB, tikus waktu parobat ± 40 jam;
obat relatif masih sedangkan pada org
tertidur selama lebih 6
sedikit sehingga jam; sedangkan dewasa ± 8 jam. Hal ini
sangat peka pemberian dengan dosis disebabkan kemampuan
terhadap obat sama pada tikus dewasa bayi untuk metabolisme
hanya mnyebabkan oksidatif masih rendah
tertidur < 5 menit
c. Kloramfenikol bagi bayi baru lahir
menimbulkan sindrom bayi kelabu.
Karna bayi memiliki enzim glukuronil
transferase dalam jumlah relatif
sedikit, sehingga kemampuan
memetabolisme kloramfenikol
rendah, akibatya terjadi
penumpukan obat pada jaringan &
menimbulkan efek yang tidak
diinginkan

d. Pemberian salisilat, kloramfenikol,


klorpromazin dapat menimbulkan
neonatal hyperbilirubinemia (kern
ichterus). Hal ini disebabkan terjadi
kompetisi pada prses konjugasi antara
bilirubin, suatu senyawa endogen hasil
pemecahan hemoglobin, dengan obat
di atas, sehingga bilirubin yang tidak
termetabolisme terkumpul pada
jaringan & menimbulkan efek yang
tidak diinginkan
Source
Wayan, BA. 1989. Studi Metabolisme Obat Pada
Manusia. Diakses dari
http://repository.unair.ac.id/10052/2/14.pdf