Anda di halaman 1dari 51

Minyak atsiri

Rini Prastiwi
DEFINISI

Minyak atsiri yang dikenal dengan namaminyak


terbang (volatile oil) atau minyak eteris (essential
oil) adalah minyak yang dihasilkan daritanaman
dan mempunyai sifat mudah menguap pada
suhukamar tanpa mengalami dekomposisi.
Minyak atsiri merupakan salah satu hasil proses
metabolisme dalam tanaman, yang terbentuk
karena reaksi berbagai senyawa kimia dan air.
TERDAPATNYA DALAM
TUMBUHAN

Tanaman penghasil minyak atsiri di Indonesia kurang


lebihsebanyak 160-200 jenis, dan termasuk dalam famili
Pinaceae,Labiatae, Compositae, dan sebagainya. Bagian jaringan
tanaman penghasil minyak atsiri adalah akar, batang, daun, bunga,
buah,kulit, dan biji.
• Dalam tumbuhan, minyak atsiri terdistribusi terutama
dalam bunga dan daun. Berdasarkan sukunya atau
familinya minyak atsiri terakumulasi dalam sel sekret
khusus, seperti sisik kelenjar (Lamiaceae), sel
parenkim yang telah berubah (Piperaceae), sel minyak
(Vittae) pada Apiaceae. Selain itu terdapat juga dalam
bagian dalam lysigen atau sizogen pad Pinaceae dan
Rutaceae. Kandungan kimia minyak atsiri secara
umum terbagi dalam dua golongan besar yaitu:
• Terpenoid hidrokarbon, melalui biosintesis asetat
mevalonat,
• Senyawa aromatis, berasal dari biosintesis sikimat
fenil propanoat.
SIFAT
FISIK/KIMIA

Sifat dari minyak atsiri yang lain adalah


mempunyai rasa getir (pungent taste), berbau
wangi sesuai dengan bau tanaman
penghasilnya, umumnya larut dalam pelarut
organik seperti alkohol, eter, petroleum,
benzene, dan tidak larut dalam air.
Chemical and physical properties
• volatile liquids with no colour
– keep in amber bottles with minimum air
• odour
• asymetric centres, isomers with optical activity
– only one isomer occurs naturally
• refractive index normally high
– is a means to characterise the oil
• miscible in water and soluble in organic solvents
– more soluble if contains –OH fatty acids
• reasonably heat stable
– can be steam distilled
• tend to be used as solvents for resins
KEGUNAAN
1. Industri makanan : bahan penyedap dan penambah
citarasa
2. Industri farmasi : obat anti nyeri, anti infeksi dan
antibakteri
3. Industri bahan pengawet (sebagai insektisida)
4. Industri kosmetik dan personal care products :sabun,
pasta gigi, lotion,skincare, produk-produk kecantikan,
dan sebagainya
5. Industri parfum
Beberapa jenis minyak atsiri yang diekspor diantaranya
adalah akar wangi,serai wangi, minyak cengkeh,
minyak nilam, dan minyak palaKomoditas atsiri
Pangsa pasar ekspor minyak nilam adalah 90%, minyak
pala75%, minyak cengkeh 40% dan minyak serei 15%.
KOMPONEN MINYAK ATSIRI
1. Komposisi kimia minyak atsiri bervariasi tergantung pada :
Tanaman penghasil, Kondisi iklim , Tanah tempat tumbuh, Umur
panen
Metoda ekstraksi , Cara penyimpanan minyak
2. Komponen kimia secara umum:
a. Golongan hidrokarbon (monoterpen, sesquiterpen,
diterpen, politerpen, parafin, olefin, hidrokarbon aromatik)
b Oxygenated hydrocarbon
• · Persenyawaan alkohol (contoh: geraniol, nerol, eugenol, vanillin)
• · Aldehida (contoh: sitral, sitronelal, sinnamaldehida)
• · Keton (contoh: fenchone, camphore, carvone, menthone)
• · Ester (ester-ester dari asam asetat, butirat, salisilat, benzoat)
• · Ether (contoh: anethole, safrole, eucalyptole
STRUKTUR MINYAK ATSIRI
Minyak atsiri bukanlah senyawa murni tetapi merupakan campuran
senyawa organic yang kadangkala terdiri dari 25 senyawa atau
komponen yang berlainan.
Sebagian besar komponen minyak atsiri adalah senyawa yang
hanya mengandung karbon dan hydrogen atau karbon, hydrogen
dan oksigen yang tidak bersifat aromatic yang secara umum
disebut terpenoid.
Monoterpen-monoterpen dan seskuiterpen adalah komponen
utama dari minyak menguap atau minyak atsiri
• Terpenoids
– based on the 5C isoprene unit

– Monoterpenes
• most important, most volatile
– di-, tri-, sesquiterpenes also important
• contain 2 condensed 5C units head-tail
MONOTERPENOID

Monoterpenoid merupakan senyawa "essence" dan memiliki bau


yang spesifik yang dibangun oleh 2 unit isopren atau dengan
jumlah atom karbon 10. Lebih dari 1000 jenis senyawa
monoterpenoid telah diisolasi dari tumbuhan tingkat tinggi,
binatang laut, serangga dan binatang jenis vertebrata dan struktur
senyawanya telah diketahui.
Monoterpenoid dapat dipilah menjadi tiga golongan, bergantung
pada apakah struktur kimianya asiklik (misalnya geraniol),
monosiklik (misalnya limonena), atau bisiklik (misalnya α - pinena).
Dalam setiap golongan, monoterpenoid dapat berupa hidrokarbon
tak jenuh (misalnya limonena) atau dapat mempunyai gugus fungsi
dan berupa alkohol (misalnya mentol), aldehida, atau keton
(misalnya; menton, karvon).
Monoterpene components
• Hydrocarbons

• Alcohols
• Aldehydes

Citral

– all produced via the terpenoid pathway

• Ketones
• Esters

• Oxides
SESKUITERPEN
• Seskuiterpenoid merupakan senyawa terpenoid (C15) yang
dibangun oleh 3 unit isopren yang terdiri dari kerangka asiklik dan
bisiklik dengan kerangka dasar naftalen. Anggota seskuiterpenoid
asiklik yang terpenting ialah farnesol, nerolidol, alcohol yang
tersebar luas.
• Senyawa seskuiterpenoid ini mempunyai bioaktivitas yang cukup
besar, diantaranya adalah sebagai antifeedant, hormon,
antimikroba, antibiotik dan toksin serta regulator pertumbuhan
tanaman dan pemanis.
• Senyawa-senyawa seskuiterpen diturunkan dari cis farnesil
pirofosfat dan trans farnesil pirofosfat melalui reaksi siklisasi dan
reaksi sekunder lainnya dan kedua senyawa antara ini merupakan
kunci dalam biosintesis terpenoid.
• Contoh seskuiterpenoid monosiklik biasa
adalah farnesol, Asam absisat, humulen,
zerumbon, elemol dan nootkatin.
Seskuiterpenoid bisiklik seperti α-
kadinena, guaiol, β-selinena, eudesmol,
santonin, kesil alkohol, vetivon dan
artabsin. Seskuiterpenoid tidak biasa
seperti iresin, karyofilena, eremofilon,
akoron, sedrol, kuparena, tujopsena.

Sesquiterpenes (C15)

Hydrocarbons Phenols Phenolic


esters

Anethole
DITERPEN
• Senyawa diterpenoid merupakan
senyawa yang beraneka ragam yang
mempunyai kerangka karbon C20 yang
berasal dari 4 unit isopren.
• Barangkali, satu-satunya diterpenoid yang
tersebar di semesta ialah senyawa induk
asiklik dari deret senyawa tersebut, yaitu
fitol.
• Karena titik didihnya yang tinggi biasanya
diterpenoid tidak ditemukan dalam minyak
atisri tumbuhan meskipun diterpenoid
bertitik didih rendah pun.
• Senyawa ini ditemukan dalam damar,
eksudat berupa gom dan dalam fraksi
bertitik didih tinggi seperti damar yang
tersisa setelah penyulingan minyak atsiri.
Misalnya, rosin yang tersisa setelah
penyulingan terpentin pinus kaya akan
diterpenoid.
DITERPEN
TRITERPENOID
• Triterpenoid adalah senyawa yang
kerangka karbonnya berasal dari enam
satuan (unit) isoprena dan secara
biosintesis diturunkan dari hidrokarbon
C30 asiklik, yaitu skualena.
TETRATERPENOID
• Tetraterpenoid yang paling dikenal adalah
karotenoid-pigmen larut dalam lemak
berwarna kuning sampai merah terdapat
pada semua tumbuhan dan dalam lemak
berbagai jenis jaringan. Pigmen
hidrokarbon disebut karoten dan
turunannya yang teroksigenasi disebut
xantofil. Dikenal juga tetraterpenoid
tanwarna yaitu fitoena dan fitofluena
• Terpenoid campur adalah aneka golongan senyawa
yang tampaknya terbentuk terutama dari satuan
isoprena tetapi mengandung atom karbon tambahan
atau jumlah atomnya kurang dari seharusnya. Kelompok
paling umum dari golongan ini adalah furan alam.
• Hemiterpenoid, contohnya prenol, asam isovalerat.
• Isoprena terdapat langka dalam tumbuhan tetapi
memang terdapat dalam dedaunan. Contoh lain dari
hemiterpenoid ini adalah iso-amilalkohol, iso
valeraldelhida, asam senesioat, asam tiglat, asam
angelat dan asam β-furoat
CARA MEMPEROLEH
MINYAK ATSIRI
Untuk menghasilkan minyak atsiri dapat
cara, yaitu :
1. Penyulingan
2. Ekstraksi dengan pelarut
3. Pengepresan
4. Enfleurage
1. SISTEM PENYULINGAN
Penyulingan adalah suatu proses pemisahan secara fisik
suatu campuran dua atau lebih produk yang mempunyai
titik didih yang berbeda, dengan cara mendidihkan
terlebih dahulu komponen yang mempunyai titik didih
rendah terpisah dari campuran atau :
Didefinisikan sebagai pemisahan komponen-komponen
suatu campuran dari dua jenis cairan atau lebih
berdasarkan perbedaaan tekanan uap dari masing-
masingzat tersebut.
Tujuan dari proses penyulingan adalah memperoleh
minyak atsiri dari tanaman aromatik yang mempunyai
kandungan minyak atsiri yang sulit untuk diekstrak pada
kondisi lingkungan normal.
Metode penyulingan minyak atsiri :
1. Penyulingan dengan air (water distillation)
2. Penyulingan dengan uap dan air (steam and
water distillation)
3. Penyulingan dengan uap langsung (steam
distillation)
Istilah di atas mula-mula diperkenalkan oleh
VonRechenberg dan terus berkembang menjadi
teknik industri minyak atsiri sampai sekarang
PENYULINGAN DENGAN AIR

Pada metoda penyulingan dengan air, bahan yang akan disuling


kontak langsung dengan air mendidih. Air dipanaskan dengan
metode pemanasan yang biasa dilakukan, yaitu dengan panas
langsung, mantel uap, pipa uap melingkar tertutup dan pipa uap
melingkar terbuka.
Pada destilasi air terjadi kontak langsung antara simplisia dengan air
mendidih. Simplisia yang telah dipotong-potong, digiling kasar, atau
digerus halus dididihkan dengan air, uap air dialirkan melalui
pendingin, sulingan berupa minyak yang belum murni ditampung.
Penyulingan dengan cara ini sesuai untuk simplisia kering yang tidak
rusak dengan pendidihan. Penyulingan air biasa digunakan untuk
menyari minyak atsiri yang tahan panas dari grabahan maupun
bahan yang berkayu dan keras.
• Keuntungan metode ini adalah: kualitas minyak atsiri
baik (jika diperhatikan suhu tidak terlalu tinggi), alat
sederhana dan mudah diperoleh, dan mudah
pengerjaannya.
• Kerugian dari metode ini adalah: tidak semua bahan
dapat dilakukan dengan cara ini (terutama bahan yang
mengandung sabun, bahan yang larut dalam air, dan
bahan yang mudah hangus), adanya air sering
menyebabkan terjadinya hidrolisis, dan waktu
penyulingan yang lama.
Penyulingan dengan
air dan uap
• Penyulingan dengan cara ini memakali alat semacam
dandang. Simplisia diletakkan di atas bagian yang
berlubang-lubang sedangkan air di lapisan bawah. Uap
dialirkan melalui pendingin dan sulingan ditampung,
minyak yang diperoleh belum murni.
• Cara ini baik untuk simplisia basah atau kering yang
rusak pada pendidihan. Untuk simplisia basah atau
kering yang rusak pada pendidihan.
• Untuk simplisia kering harus dimaserasi lebih dulu,
sedangkan untuk simplisia segar yang baru dipetik tidak
perlu dimaserasi. Cara penyulingan ini banyak
dilakukan sebagai industri rumah, karena peralatan
mudah didapat dan hasil yang diperoleh cukup baik.
• Ciri khas dari metode ini adalah:
1. Uap selalu dalam keadaan basah, jenuh dan tidak
panas
2. Bahan yang disuling hanya berhubungan dengan uap
dan tidak dengan air panas.
• Keuntungan metode ini adalah :
1. Uap berpenetrasi secara merata ke dalam bahan dan
suhu dapat dipertahankan sampai 100°C.
2. Lama penyulingan relatif singkat
3. Rendemen minyak lebih besar dan mutunya lebih baik
jika dibandingkan dengan minyak hasil sistem
penyulingan dengan air
4. Bahan yang disuling tidak menjadi gosong.
Penyulingan Uap
• Minyak atsiri biasanya didapatkan dengan penyulingan uap pada
bagian tanaman yang mengandung minyak. Metode penyulingan ini
tergantung pada kondisi bahan tanaman
• Penyulingan dengan uap memerlukan air, uap panas yang biasanya
bertekanan lebih dari 1 atmosfer dialirkan melalui suatu pipa uap.
Peralatan yang dipakai tidak berbeda dengan penyulingan air dan
uap, hanya diperlukan alat tambahan untuk memeriksa suhu dan
tekanan.
• Cara ini akan diperoleh minyak yang lebih banyak. Cara ini bisa
juga digunakan untuk membuat minyak atisiri dari biji, akar, kayu,
yang umumnya mengandugn komponen minyak yang bertitik didih
tinggi.
• Penyulingan ini dapat digunakan utnuk membuat minyak cengkeh,
minyak kayumanis, minyak akar wangi, minyak sereh, minyak
kayuputih, dll.
• Keuntungan dari cara ini adalah: kualitas
minyak yang dihasilkan cukup baik,
tekanan dan suhu dapat diatur, waktu
penyulingan pendek, hidrolisis tidak
terjadi.
• Kerugian metode ini yaitu: peralatan yang
mahal dan memerlukan tenaga ahli.
2. Ekstraksi dengan pelarut
• Prinsip dari ekstraksi ini adalah melarutkan
minyak atisiri yang terdapat dalam simplisia
dengan pelarut organik yang mudah menguap.
Simplisia diekstraksi dengan plarut yang cocok
dalam suatu ekstraktor pada suhu kamar,
kemudian pelarut diuapkan dengan tekanan
yang dikurangi. Dengan cara ini diperlukan
banyak pelarut sehingga biaya cukup mahal dan
harus dilakukan oleh tenaga ahli. Sebagai
pelarut biasanya dipakai eter minyak tanah
Pelarut yang baik harus memenuhi persyaratan sebagai
berikut:
a. Melarutkan sempurna komponen dari minyak atsiri yang
terdapat dalam tanaman.
b. Mempunuyai titik didih rendah.
c. Tidak campur dengan air.
d. Inert, tidak bereaksi dengan komponen minyak atsiri.
e. Mempunyai satu titik didih, bila diuapkan tidk
meninggalkan sisa.
f. Harga murah.
g. Bila mungkin tidak mudah terbakar.
3. Pengepresan
• Pembuatan minyak atsiri dengan cara
pengepresan (ekspresi) dilakukan
terhadap bahan berupa biji, buah atau kulit
buah yang dihasilkan dari tanaman yang
termasuk jenis Sitrus, karena minyak atsiri
dari jenis tanaman tersebut akan
mengalami kerusakan bila dibuat dengan
cara penyulingan. Cara ini juga digunakan
untuk mengambil minyak atsiri dari biji.
4. Enfleurage
• Seringkali kandungan minyak atsiri dari bagian tanaman
sangatlah kecil, misal pada mahkota bunga. Cara yang
bisa dilakukan dengan menghamparkan lemak (vaselin)
pada lapisan tipis pelat kaca. Mahkota bunga
ditempatkan pada lemak selama beberapa jam,
kemudian diulangi yang baru beberapa kali. Setelah
minyak terserap dalam lemak padat tersebut,
selanjutnya diekstraksi dengan alkohol. Selanjutnya
dipisahkan antara alkohol dan minyak atsiri. Penyarian
minyak atsiri dengan lemak padat tersebut dikenal
dengan enfleurage.
• Enflurasi, yaitu pengambilan minyak atsiri dari tanaman
menggunakan lemak atau vaselin.
Pembuatan dengan lemak tanpa pemanasan
(Enflurasi / enfleurage).
• Sesegera setelah bunga dipetik ditaburkan diatas lemak, lemak
mengabsorbsi minyak tersebut. Untuk memperbesar absorbsinya
permukaan lemak digores. Tiap 1 kg lemak diperlukan bunga
sebanyak 2,5 sampai 3 kg.
• Untuk seluruh proses enflurasi memerlukan waktu 8 sampai 10
minggu.
• Lemak yang telah jenuh dengan minyak menguap, dikerok dengan
sudip, kemudian dilelehkan pada tempat tertutup.
• Lemak tersebut kemudian diekstraksi dengan alkohol, lalu
didinginkan pda suhu rendah (kalau mungkin 15oC) untuk
memisahkan dari lemaknya, disaring, kemudian dipekatkan degna
cara penyulingan.
Pembuatan dengan lemak
panas
• Lemak dipanaskan pada suhu lebih kurang 80oC.
Bugna segar dimaserasi dengan lemak panas tersebut
selama 1,5 jam.
• Bunga tesebut harus sering diganti dengan yang baru
sampai tiap kg lemak kontak dengan 2 sd 2,5 kg bunga,
kemudian dibiarkan selama lebih kurang satu jam dan
disaring melalui saringan logam.
• Untuk memisahkan lemak yang melekat, bunga disiram
dngan air panas kemunidan diperas dengan saringan
kain. Air akan mudah dipisahkan dari lemak tersebut
IDENTIFIKASI UMUM
MINYAK ATSIRI
1. Tetekan 1 tetes minyak pada permukaan air :m, atsiri
akanmenyebar dan permukaan air tidak akan menjadi
keruh
2. Teteskan 1 tetes minyak atsiri pada kertas saring : akan
menguapsempurna ( transaparan )
3. Kocok 1 ml minyak atsiiri dgn 1 ml NaCl jenuh dlm gelas
ukur 5 ml,( volume lapisan tidak akan bertambah )
4. Ukur daya larut dalam etanol, PE dan kloroform
5. Deteksi adanya fenol pda m, atsiiri : 2 ml larutan minyak
atsiri 25%dalam etanol 90% yg netral trhdp lakmis + 1
tetes FeCln(III)(diamati warna yg terjadi)
6. Reduksi volum minyak atsiri : 2 ml minyak atsiri +NaOH,
dikocokpelan-pelan
IDENTIFIKASI KHUSUS PADA
MINYAK ATSIRI
• Uji adanya felandren100 mg serbuk
piperis nigri
• dikocok dalam 5 ml PE , disaring
Filtrate dicampur dgn 5 ml natrium nitrit (
dbuat dari 5 gr natrium nitrit dlm 5 ml air)
+ 5 ml asam asetat glacial sedikit demi
sedikit (terbentuk kristal)
PEMERIKSAAN MINYAK ATSIRI SECARA
KROMATOGRAFI

• Oleum caryophilli , oleum cajuputi, oleum menthae


piperita, oleumfoeniculi
• Fase diam : silica gel GF 254
• Fase gerak : heksana : etil asetat ( 96:4 v/v)
pengembangan 2 x 10cm ( waktu pengeringan 6 menit )
• Deteksi : sinar UV 254 dan disemprot dengan pereaksi
semprotvanillin_asam sulfat
• Larutan percobaan : larutan minyak atsiri 1% dalam
toluene,totllkan 5 mikroliter
TANAMAN PENGHASIL
MINYAK ATSIRI
Cinnamon (kayu manis)

• Kayu manis atau Saigon kayu manis berasal dari kulit


pohon Cinnamomum loureirii Nees (Fam. Lauraceae).
Kayu manis penting pada perdagangan aDalah kayu
manis ceylon yang bersal dari kulit pohon C.zeylanicum
Nees (Fam. Lauraceae).
• Kayu manis saigon menghasilkan 2-6% minyak atsiri,
kayu manis cassia menghasilkan 0,5-1,5% minyak atsiri
sedangkan kayu manis ceylon menghasilkan 0,5-1%
minyak atsiri. Kandungan lainnya adalah mentol yang
bermanfaat sebagai bumbu dan karminatif.
Cengkih
• Cengkeh berasal dari kuncup bunga kering Eugenia
caryophllus (sprengel) Bullock et Harison (E.
caryophylato Thunberg) Fam Myrtaceae. Cengkeh
dimanfaatkan sebagai karminatif atau zat aromatik yang
membantu meredakan kolik dan flatulen (adanya gas
dalam lambung dan usus) dan sebagai bumbu.
• Minyak cengkeh merupakan minyak menguap yang
didestilasi dengan uap air dari kuncup bunga kering
Syzqium aromaticum (L) Mere.et.L.M.Perry,
mengandung tidak lebih dari 85% volume total substansi
fenolik, eugenol utama. Minyak cengkeh mengandung
eugenol bebas 70-95% eugenol asetat dan 5-8% β-
caryophylli.
PALA
• Pala atau myristica merupakan biji matang dari tanaman Myristica
fragrans Hautuyn (Fam. Myristicaceae) yang diambil dari lapisan biji
dan arillode tanpa lapisan kapur. Pala mengandung minyak tertentu
25-40% dan dapat memadat pada suhu kamar dan terkadang dapat
berubah menjadi kristal prisma aneka warna dan disebut pala
mentega. Minyak atisiri 8-15% mengandung myristicin dan safrole,
sejumlah protein dan starch. Miristica bermanfaat sebagai perasa
dan bumbu.
• Pada perkembangan selanjutnya yang terakhir pala dikenal
khususnya pada penduduk yang tersembunyi sebagai penyebab
halusinasi. Dalam jumlah yang relatif besar sampai 15 gram harus
diperhatikan karena dapat memabukkan. Efek yang dapat terjadi
adalah dapat meremajakan kulit, takikardia, dan menekan keluarnya
air liur. Pala mengandung amfetamin dan metabolit yang
mengandung nitrogen. Minyak pala merupakan minyak atsiri hasil
destilasi uap dari biji Myristica fragrans.
Peppermint
• Peppermint (permen) terdiri dari daun dan bunga kering Mentha
piperita Linne (Fam. Lamiaceae). Pepermint mengandung minyak
atsiri sekitar 1%, resin dan tanin. Permen kering dalam perdaganan
biasanya terdiri dari tanaman kering ang seharusnya mengandung
tidak lebih dari 2% dan bersumber di atas 3 mm dari garis tengah.
Beberapa minyak atsiri yang mengering dan berada dalam
penyimpanan yang biasanya digunakan sebagai sampel
perdagangan 95% akan mengalami kemerosotan.
• Minyak permen mengandung menton, mentofurn, mentil
asetat, isomenton, pulegon, neomentol, piperiton, dan sebagainya.
Minyak permen adalah suatu cairan berwarna kuning pucat atau tak
berwarna yang mempunyai bau penetrasi permen yang kuat dan
tajam. Minyak permen Amerika mengandung 30-78% mentol bebas
dan sekitar 5-20% kombinsi berbagai ester.
No Tanaman Nama Latin Sumber Minyak

1 Adas Foenicullum vulgare Buah dan Biji


2 Akar wangi Vetiveria zizanoides Akar
3 Anis Clausena anisata Buah dan Biji
4 Bangle Zingiber purpureum Roxb. Akar
5 Cempaka Michelia champaca Cempaka
6 Cendana Santalum album Kayu Teras
7 Cengkeh Syzygium aromaticum Bunga
8 Eucalyptus Eucalyptus sp. Daun
9 Gaharu Aquilaria sp kayu
10 Gandapura Gaultheria sp. Daun & Gagang
11 Jahe Zingiber officinale Akar rimpang
12 Jeringau Acarus calamus Rimpang
13 Jeruk Purut Citrus hystrix Buah
14 Kapulaga Amomum Cardamomum Buah dan Biji
15 Kayu Manis Cinnamomum cassia Batang
No Tanaman Nama Latin Sumber Minyak
16 Kayu Putih Melaleuca leucadendron LI Daun
17 Kemangi Basil Oil Daun
18 Kemukus Piper cubeba L. Buah
19 Kenanga Canangium odoratum Bunga
20 Kencur Caempreria galanga akar
21 Ketumbar Coriandrum sativum Buah dan Biji
22 Klausena Clausena anisata biji
23 Kunyit Curcuma domestica Akar
24 Lada Piper nigrum L. Buah dan Biji
25 Lengkuas Hutan Alpinia Malacensis Akar
26 Lengkuas Hutan Alpinia Malacensis Oil akar
27 Manis Cinnamomum casea daun
28 Massoi Criptocaria massoia Batang
29 Mawar Rosa sp. Bunga
30 Melati Jasminum sambac Bunga
No Tanaman Nama Latin Sumber Minyak
31 Mentha Mentha arvensis Daun
32 Nilam Pogostemon cablin Daun
33 Pala Myristica fragrans Houtt Biji dan Fuli
34 Palmarosa Cymbopogon martini Daun
35 Pinus Pinus merkusii Getah
36 Rosemari Rosmarinus officinale Bunga
37 Sedap Malam Polianthes tuberose Bunga
38 Selasih Mekah Ocimum gratissimum Bunga
39 Seledri Avium graveolens L. Daun, Batang
40 Sereh Dapur Andropogon citratus Daun
41 Sereh Wangi Cymbopogon citrates Daun
42 Sirih Piper bitle Daun
43 Surawung Pohon Backhousia citriodora daun
44 Temulawak Curcuma xanthorizza Akar
45 Ylang-ylang Canangium odoratum Bunga
• Sekian….