Anda di halaman 1dari 16

PENGELOLAAN RESEP DAN

OBAT KHUSUS NARKOTIKA


DAN PSIKOTROPIKA

OLEH : FATMAWATI DARLYS, S.Si, Apt


Pengelolaan Resep
 Resep adalah permintaan tertulis dari dokter
atau dokter gigi kepada apoteker, dalam bentuk
paper atau elektronik, untuk menyediakan dan
menyerahkan obat bagi pasien sesuai peraturan
yang berlaku.
 Obat adalah bahan atau paduan bahan, termasuk
produk biologi yang digunakan untuk
mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi
atau keadaan fatologi dalam rangka penetapan
diagnosis, pencegahan, penyembuhan
Pemulihan, peningkatan kesehatan dan
kontrasepsi untuk manusia.
 Sediaan farmasi adalah obat, bahan obat,
obat tradisional dan kosmetik.
Pengelolaan Narkotika, Psikotropika
Pengelolaan narkotika diatur secara khusus
untuk menghindari terjadinya kemungkinan
penyalagunaan obat tersebut.
Pelaksanaan pengelolaan narkotika di apotek
meliputi :
a. Pemesanan narkotika, Psikotropika
Pemesananan sediaan narkotik menggunakan
surat pesanan narkotik yang di tandatangani
oleh Apoteker Pengelolah apotek (APA).
Pemesanan dilakukan ke distributor resmi.
 Surat pesanan hanya dapat berlaku untuk
masing-masing narkotika, psikotropika,
atau prekursor farmasi.
 Surat pesanan narkotika hanya dapat
digunakan untuk satu jenis narkotika
 Surat pesanan psikotropika atau
prekursor farmasi hanya digunakan untuk
satu jenis psikotropika atau prekursor
farmasi.
 Surat pesanan harus terpisah dari pesanan
barang lain.
b. Penerimaan narkotika
Penerimaan narkotika dari PBF harus
diterima oleh APA atau dilakukan dengan
sepengetahuan APA. Apoteker akan
menandatangani faktur tersebut setelah
sebelumnya dicocokkan dengan surat
pesanan. Pada saat diterima dilakukan
pemeriksaan meliputi jenis dan jumlah
narkotika yang dipesan.
c. Penyimpanan narkotika
Obat-obat yang termasuk golongan
narkotika di apotek di simpan pada lemari
Khusus yang terbuat dari kayu(atau bahan
lain yang kokoh dan kuat) yang ditempel
pada dinding, memiliki dua kunci yang
berbeda. Dan memiliki dua pintu
Diletakkan pada tempat yang aman, dan
tidak terlihat oleh umum.
Kunci lemari dikuasai oleh APA/apoteker
yang ditunjuk dan pegawai lain yang
dikuasakan.
d. Pelayanan narkotika dan Psikotropika
Apotek hanya boleh melayani resep
narkotika dari resep asli atau salinan resep
yang dibuat oleh apotek itu sendiri yang
belum diambil sama sekali atau baru diambil
sebagian. Apotek tidak melayani pembelian
obat narkotik tanpa resep atau pengulangan
resep dari apotek lain.
resep narkotika yang masuk dipisahkan dari
resep lainnya dan diberi garis merah
dibawah obat narkotika.
e. Pelaporan narkotika,Psikotropika
Pelaporan narkotika dilakukan setiap bulan.
Laporan penggunaan obat narkotika
dilakukan secara online SIPNAP (sistem
pelaporan narkotika dan psikotropika).
Paling lambat sebelum tanggal 10 bulan
berikutnya.
Pelaporan paling sedikit terdiri atas:
a. nama, bentuk sediaan, dan kekuatan
narkotika, psikotropika, dan/ atau
prekursor farmasi.
b. Jumlah persediaan awal dan akhir bulan
c. Jumlah yang diterima dan yang
diserahkan.
Narkotika dan Psikotropika
 Pengertian Narkotika, Psikotropika dan
prekursor farmasi

Narkotika adalah zat atau obat yng berasal dari


tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis
maupun semi sintesis, yang dapat menyebabkan
penurunan atau perubahan kesadaran,
hilangnya rasa, mengurangi sampai
menghilangkan rasa nyeri, dan dapat
menimbulkan ketergantungan.
Psikotropika adalah zat/bahan baku atau
obat, baik alamiah maupun sintetis bukan
narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui
pengaruh selektif pada susunan saraf pusat
yang menyebabkan perubahan khas pada
aktivitas mental dan perilaku

Prekursor farmasi adalah zat atau bahan


pemula atau bahan kimia yang dapat
digunakan sebagai bahan baku / penolong
Untuk keperluan proses produksi industri
farmasi atau produk antara, produk ruahan
dan produk jadi yang mengandung ephedrin,
pseudoephedrin, norephedrin /
phenylpropanolamin, ergotamin, ergometrine,
atau pottasium permanganat.
Pemusnahan Narkotika,
Psikotropika, dan Prekursor Farmasi
 Pemusnahan narkotika, psikotropika dan
prekursor farmasi dilakukan dalam hal :
a. Diproduksi tanpa memenuhi standar dan
persyaratan yang berlaku dan / atau tidak
dapat diolah kembali.
b. Telah kadaluarsa
c. Tidak memenuhi syarat untuk digunakan
pada pelayanan kesehatan dan atau
untuk pengembangan ilmu pengetahuan,
termasuk sisa penggunaan.
d. Dibatalkan izin edarnya
e. Berhubungan dengan tindak pidanah

 Pemusnahan Narkotika, Psikotropika dan


prekursor farmasi harus dilakukan dengan :
a. Tidak mencemari lingkungan
b. Tidak membahayakan kesehatan
masyarakat.
 Berita acara pemusnahan paling sedikit
memuat:
a. hari, tanggal, bulan dan tahun pemusnahan
b. Tempat pemusnahan
c. Nama penanggung jawab fasilitas pelayanan
kefarmasian
d. Nama petugas kesehatan yang menjadi saksi
dan saksi lain, badan/sarana tsb.
e. Nama dan jumlah narkotika, psikotropika
dan prekursor farmasi yang dimusnakan
f. Cara pemusnahan
g. Tanda tangan penanggung jawab fasilitas
pelayan kefarmasian.

Anda mungkin juga menyukai