Anda di halaman 1dari 22

KIMIA ANORGANIK III

 Chesilia Mareta S 13030194037


 Iwan Taofek 14030194034
 Eka Syawalli N R 14030194042
 Fikri Wicaksono 14030194044
 Nurul Fitri R 14030194096
 Era Suciwati 14030194098
 PEMBUATAN Fe3O4
1. dibuat menggunakan proses yang
memanfaatkan limbah industri, besi skrap
atau larutan yang mengandung garam besi
(misalnya, yang dihasilkan sebagai hasil-
samping dalam proses industri
seperti seperti pengolahan asam tong
(pengawetan) baja).
2. Oksidasi logam Fe dalam proses Laux di
mana nitrobenzena direaksikan dengan
logam besi menggunakan FeCl2 sebagai
katalis yang menghasilkan anilin, reaksinya :
C6H5NO2 + 3 Fe + 2 H2O → C6H5NH2 + Fe3O4
3. Reduksi Fe2O3 dengan hidrogen:
3Fe2O3 + H2 → 2Fe3O4 +H2O
4. Reduksi Fe2O3 dengan CO:
3Fe2O3 + CO → 2Fe3O4 + CO2
 Pembuatan FeSO4
 Dalam penyelesaian baja sebelum plating
atau pelapisan, lembar baja atau batangan
dilewatkan melalui bak pengawetan asam
sulfat. Perlakuan ini menghasilkan sejumlah
besar zat besi(II) sulfat sebagai hasil
samping.
Fe + H2SO4 → FeSO4 + H2
 hasil dari produksi titanium dioksida dari
ilmenite melalui proses sulfat.
 Ferro sulfat juga dibuat secara komersial
melalui oksidasi pyrite:
2 FeS2 + 7 O2 + 2 H2O → 2 FeSO4 + 2 H2SO4
 Pembuatan Fe(OH)3

 Pembuatan sol Fe(OH)3 dari hidrolisis FeCl3.


Apabila ke dalam air mendidih ditambahkan
larutan FeCl3, maka akan terbentuk
sol Fe(OH)3.

FeCl3(aq)+ 3 H2O(l) → Fe(OH)3 (koloid) + 3HCl(aq)


 Pembuatan K3Fe(CN)6

 pembuatan kalium ferrisianida (K4[Fe(CN)6])


didasarkan pada proses reaksi oksidasi
dengan oksidator KMnO4 dimana ion Fe2+
menjadi Fe3+ yang akan diikuti dengan
reaksi netralisasi menggunakan Na2CO3
sehingga dihasilkan kristal K3Fe(CN)6.
 Pembuatan FeS

 FeS dapat diperoleh dengan memanaskan


besi dan sulfur:
Fe + S → FeS
 SIFAT SENYAWA BESI
 Pada suhu kamar berwujud padat, mengkilap
dan berwarna keabu-abuan
 Penghantar panas yang baik
 Kation logam besi berwarna hijau (Fe2+) dan
jingga (Fe3+)
 memiliki biloks +2, +3, +4 dan +6. Hal ini
disebabkan karena perbedaan energi elektron
pada subkulit 4s dan 3d cukup kecil, sehingga
elektron pada subkulit 3d juga terlepas ketika
terjadi ionisasi selain elektron pada subkulit 4s
 Besi memiliki bentuk allotroik ferit yaitu alfa,
beta, gamma dan omega dengan suhu
transisi 700oC, 928oC, dan 1530oC. Bentuk
alfa bersifat magnetik, tapi ketika berubah
menjadi beta, sifat magnetnya menghilang
meski pola geometris molekul tidak berubah.
 Mudah bereaksi dengan unsur-unsur non
logam seperti sulfur, fosfor, boron, karbon
dan silikon.
 Larut dalam asam-asam mineral encer.
 Oksidanya bersifat amfoter yaitu oksida yang
menunjukkan sifat-sifat asam sekaligus basa
Nama Senyawa Rumus Kimia Kegunan
Besi (III) Asetat Fe(C2H3O2) Pencelup kain
Besi arsenat FeAsO4 Insektisida
Besi (III) Klorida FeCl3 Pemurni air, pengendali
limbah cair, pewarna
pada cat, fotografi,
bahan untuk pakan
hewan.
Besi (III) Hidroksida Fe(OH)3 Pigment warna coklat
pada karet, pembersih
limbah
Besi (III) Fosfat FePO4 pupuk, zat adiktif pada
makanan hewan dan
manusia
Besi (II) Sulfat (FeSO4) sumber mineral besi
untuk terapi defisiensi
/ kekurangan zat besi,
dan membuat tinta
bubuk.
Besi (III) sulfat Fe2(SO4)3 Pewarnaan tekstil dan
pengetesan aluminium
Besi (II) Oksida Fe3O4 Pewarnaan tebel atau
ubin
Besi (III) Oksida (Fe3O4) Katalis dalam proses
Haber dan dalam
reaksi pergantian gas
air, HTS (Katalis
pergantian suhu
tinggi).
 PEMBUATAN SENYAWA RHUTENIUM
 Oksida

Ru(s) + O2(g) → RuO2(s)


Ru(s) + 2O2(g) → RuO4(s)
 Halida

Ru(s) + 3F2(g) → RuF6(s)


 Senyawa Kompleks
[(NH3)5Ru-O-Ru(NH3)4-O-Ru(NH3)5]6+
 SIFAT DAN KEGUNAAN SENYAWA Ru
SENYAWA SIFAT KEGUNAAN
RuO4 Mudah teroksidasi -
meghasilkan ledakan,
beracun
[(NH3)5Ru-O- _ Sebagai katalis yang
Ru(NH3)4-O- serbaguna
Ru(NH3)5]6+
Rhutenium merah
Rutenium- superkonduktif Pelapis logam
molibdenum
RuO2 Mudah teroksidasi Menghilangkan H2S pada
pemurnian oli
Rhutenium-platina Keras Pengeras platina atau
paladium
 PEMBUATAN SENYAWA OSMIUM

 Reaksi dengan air


Osmium tidak dapat bereaksi dengan air di bawah kondisi
normal
 Reaksi dengan halogen
Osmium bereaksi dengan fluorin berlebih pada suhu
600°C pada tekanan 400 atm untuk membentuk
osmium(VII) fluoride
2Os(s) + 7F2(g) → 2OsF7(s)
 Pada kondisi dibawahnya terbentuk heksafluorida (OsF6)
Os(s) + 3F2(g) → OsF6(s)
Reaksi dengan udara
Os(s) + 2O2(g) → OsO4(s)

Osmium bereaksi dengan klorin dan bromin dengan


pemanasan di bawah tekanan pada pembentukan tetrahalida
osmium(IV) klorida atau osmium(IV) bromida :

Os(s) + 2Cl2(g)OsCl4(s)
Os(s) + 2Br2(g)OsBr4(s)
 SIFAT SENYAWA OSMIUM

 Mudah tereduksi
 Terurai dengan pemanasan untuk membentuk
elemen bebas sebagai bubuk atau spons
 OsO4
 Beracun
 Titik didih 130oC
 Tahan terhadap udara tetapi dalam keadaan
serbuk bereaksi lambat
 Iridosmine
 Sangat keras
 K2[OsO2(OH)4]
 beracun
 KEGUNAAN SENYAWA Os
SENYAWA KEGUNAAN
OsO4 • mendeteksi sidik jari
• mewarnai jaringan lemak untuk
slide mikroskop
• menghasilkan alloy yang sangat
keras dengan logam grup platinum
lainnya
• untuk mata pulpen, jarum fonograf,
dan kontak listrik
• meningkatkan kontras gambar
dalam mikroskop elektron transmisi

OsFeCN • Pewarnaan biologis


([OsO2(OH)4)]2− • katalis
garam osmat(VI)
(OsCl3·xH2O) • katalis
osmium triklorida hidrat
K2[OsO2(OH)4] • Oksidan penting sintesis kimia
Kalium Osmate
 PEMBUATAN SENYAWA HASSIUM
 Lima atom hassium disintesis menggunakan
248Cm(26Mg,5n)269Hs, kemudian ditermalisasi
dan teroksidasi dalam campuran helium dan
oksigen gas membentuk tetroxide
269Hs + 2 O2 → 269HsO
4

 Reaksi Hassium tetroxide dan natrium


hidroksida membentuk natrium hassate (VIII)
 SIFAT SENYAWA HASSIUM
 HsO4
 Sangat volatile

 KEGUNAAN SENYAWA HASSIUM


 Belum diketahui karena waktu hidup
sangat singkat
Apakah semua oksida besi bersifat amfoter?
Tuliskan reaksinya!

M. ISOMUL YAKIN
14030194075
tidak, tidak semua oksida besi bersifat
amfoter. Besi(III) oksida misalnya yang
merupakan oksida basa karena tidak larut
dalam NaOH, melainkan dapat larut dalam
asam sulfat, berikut reaksi yang teradi:

Fe2O3 + 3H2SO4 → Fe2(SO4)3 + 3H2O