Anda di halaman 1dari 17

MENYAJIKAN HASIL

INTERPRETASI
PANDANGAN
PENGARANG
ASSALAMUALAIKUM
KHALISA QINTARA
FADHLAN QINTHARA
NAUROH NAZHIFAH
LUTHFI WILDAN
RAISHA FAHMIDA
FAJRI SUKMA

2
MENAFSIR PANDANGAN
PENGARANG DALAM NOVEL
Menafsir pandangan pengarang dalam novel adalah
menafsir apa saja yang terdapat dalam novel, termasuk
menafsir pesan pengarang, kalimat konotasi, kaitan
fakta dengan kehidupan yang ada dan menemukan
nilai-nilai kehidupan yang disampaikan oleh penulis.

4
LANGKAH- 1 2 3

LANGKAH Membaca Menentukan Menafsirkan


novel nilai-nilai pandangan
MENAFSIR dengan kehidupan pengarang
PANDANGAN seksama terhadap
PENGARANG nilai-nilai itu

5
INTERPRETASI TERHADAP PANDANGAN
PENGARANG
Interpretasi terhadap pandangan pengarang adalah memberi kesan
kepada pandangan pengarang baik berupa apresiasi maupun berupa kritik

6
NILAI MORAL

NILAI-NILAI
NILAI SOSIAL NILAI-NILAI NILAI AGAMA
DALAM
NOVEL

NILAI BUDAYA

7
“Jimbron adalah seorang yang membuat kami takjub dengan
tiga macam keheranan.
Pertama, kami heran karena kalau mengaji, ia selalu diantar
seorang pendeta.
Sebetulnya beliau adalah seorang pastor karena beliau seorang
Katolik,tapi kami memanggilnya Pendeta Geovany.
Rupanya setelah sebatang kara seperti Arai ia menjadi anak
asuh sang pendeta.
Namun, pendeta berdarah Itali itu tak sedikit pun bermaksud
mengonversi keyakinan Jimbron.
Beliau malah tak pernah telat jika mengantarkan Jimbron
mengaji ke masjid” (SP, 61)
Nilai kehidupan:
1. Nilai religius/agama (dilihat dari Jimbron)
2. Nilai sosial (dilihat dari pendeta)

8
Pandangan pengarang:
Pengarang menghadirkan tokoh jimbron dalam
novel sang pemimpi mencerminkan tokoh yang
taat beragama dengan mengaji setiap harinya,
walaupun dia hidup di lingkungan agama yang
berbeda, yaitu agama katolik. Kemudian
pengarang juga menghadirkan cerminan toleransi
dan jiwa sosial melalui tokoh pendeta.

9
Interpretasi Pandangan pengarang:
Sangat setuju dengan pandangan pengarang,
melalui tokoh Jimron pengarang memberikan
gambaran kehidupan religius walaupun hidup
berbeda agama dan pengarang juga memberikan
gambaran cerminan toleransi dan jiwa sosial
melalui tokoh pendeta.

10
MENEMUKAN PANDANGAN
PENGARANG DALAM NOVEL

11
Aspek Kehidupan Pandangan Pengarang

Keagamaan Dalam novel ini, unsur keagamaan tidak terlalu


diperlihatkan karema warga Dukuh Paruk lebih
mempercayai adanya nenek moyang dan hal-hal
animisme lainnya

Kebudayaan Orang-orang yang sudah berkumpul hendak melihat


Srintil menari mulai gelisah. Mereka sudah begitu
rindu akan suara calung. Belasan tahun lamanya
mereka tidak melihat pagelaran ronggeng. (RDP: 19)

Kutipan di atas menggambarkan bahwa Dukuh


NILAI-NILAI Paruk begitu erat dengan budaya pertunjukkan
ronggeng. Adanya ronggeng merupakan pemersatu
masyarakat yang ada di Dukuh Paruk. Nilai budaya
yang terdapat dalam novel juga sangat erat dengan
adat yang ada di Dukuh paruk.

“Semua pedagang di pasar memperlakukan Srintil sebagai orang


Sosial istimewa”( RDP 81 )
Kutipan di atas menjelaskan bahwa seorang ronggeng di Dukuh Paruk
diperlakukan istimewa dibandingkan dengan orang biasa.
12
Politik Unsur ini merupakan unsur yang paling utama terlintas dari
benak pengarang, karena pengarang merasa sangat
prihatin terhadap kesewenang-wenangan kekuasaan yang
telah menindas orang-orang kecil yang kebanyakan dari
mereka tidak tahu menahu mengenai berbagai persoalan
tentang politik, khususnya persoalan mengenai
pengkhianatan yang dilakukan oleh PKI yang terjadi di
akhir September 1965.

NILAI-NILAI Masalah yang ingin diangakat oleh pengarang diantaranya


Ekonomi
adalah mengenai masalah ekonomi yang dialami oleh
masyarakat, dalam hal ini adalah “Dukuh Paruk”. Ini sering
terlihat dalam pergantian judul maupun pergantian bab,
yang mana mengggambarkan kemiskinan masyarakat
“Dukuh Paruk” yang terletak ditengah-tengah pematang
sawah.

13
HASIL INTERPRETASI TERHADAP PANDANGAN PENGARANG

Unsur Ekstrinsik

Nilai politik

Prihatin terhadap kesewengan kekuasaan yang menindas orang-


orang kecil yang tidak mengerti apa-apa tentang politik.

Nilai sosial

Kesadaran setiap orang terhadap nilai-nilai kemanusiaan masih


kurang di bangsa ini. Seharusnya kita sesama manusia saling
menghargai satu sama lain.

14
Nilai ekonomi
Kemiskinan yang terjadi di daerah terpencil yang seharusnya
mendapat perhatian dari luar bukan hanya dibiarkan tetap
seperti itu, hidup di dalam kemiskinan dan kelaparan.

Nilai budaya
Tradisi yang baik seharusnya dipertahankan. Namun, tradisi
yang buruk dan tidak sesuai ditinggalkan.

15
TERIMAKASIH
SEMOGA BERMANFAAT

16
17