Anda di halaman 1dari 23

REFERAT

DRUG INDUCED HEPATITIS (DIH ) PADA PASIEN


TUBERKULOSIS PARU

DWIKI SURYA PRAYOGA


61112087

Pembimbing :
dr. Antonius Sianturi, Sp.P
dr. Widya Sri Hastuti, Sp.P

KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT PARU


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH EMBUNG FATIMAH BATAM
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BATAM
TAHUN 2016
PENDAHULUAN
 Paduan H, R, dan Z
 Telah terbukti efektif menyembuhkan
 Aktivitas obat :

 Bakterisidal
 Sterilisasi

 Mencegah resistensi

 Potential hepatotoxicity  derangement of


hepatic function  drug induce hepatitis
(hepatitis imbas obat = HIO) 2
KEKERAPAN
 Yun Amril  3/140 (2%)
 Yee D, et al  12/430 (3%)

 Shakya R  4/50 (8%) Interval t’jadi hepatotoksik stlh


terapi OAT
12-60 hari (median 28 hari)

3
EFEK TOKSIK OBAT
PADA HATI

 Secara Langsung
Hasil metabolisme obat berikatan
secara kovalen dengan protein sel hati
 Hipersensitivitas
Reaksi imunologis terhadap OAT

4
TEORI TOKSIK LANGSUNG
OBAT
P-450

METABOLIT

METABOLIT
RADIKAL BEBAS
ELEKTROFILIK

PEROKSIDASE LIPID
IKATAN KOVALEN DENGAN
MAKRO MOLEKUL HATI
KERUSAKAN MEMBRAN
5
SEL MATI
TEORI
HIPERSENSITIVITI
KELAINAN GENETIK

METABOLIT PROTEIN
OBAT NEKROSIS
TOKSIK + SEL

ANTIGEN I

LIMFOSIT T TERSENSITISASI II
6
ISONIAZID (INH) ~ HIO
 75-95 % dieksresi dlm bentuk metabolit
 Metabolit asetilasi  hepatotoksik
 Kecepatan metabolisme dipengaruhi oleh faktor genetik
 ↑ kadar transaminase pd 20% pdrt hanya
0.2 – 5 % ( HIO )
 Kecepatan asetilasi tdk mempengaruhi efektiviti atau
toksisiti

7
METABOLISME INH
INH

Asetil Isoniazid

Mono Asetil Hidrasin


Sitokrom P-450

“ Acylating Agent ”

Nekrosis Hati
RIFAMPISIN ~ HIO

Secara langsung dan


hipersensitivitas
Pada fungsi hati N  jarang terjadi
Pemberian R + H   8 -10%
Merangsang enzim isoniasid
hidrolase   isonikotinik asid &
hidrasin  hepatotoksik 9
PIRAZINAMID (PZA) ~ HIO
Paling sering dan toksik
Secara langsung dapat
menimbulkan toksisitas
Mekanismenya belum jelas
Meningkatkan SGOT, SGPT dan
Bilirubin
Dosis 20-30 mg/KgBB  HIO (-)
Dosis 3 gr/hari (40-50 mg/kgBB ) : 15
10
%
FAKTOR RISIKO
 Genetik
 Usia > 50 tahun
 Wanita > laki-laki
 Malnutrisi
 Riwayat pemakaian alkohol
 Riwayat penyakit hati
 TB berat, klinis hepatitis (+) tapi OAT
masih diberikan
 Penyakit hati kronik 11
GEJALA KLINIS

‫ ﻬ‬Ringan :  rasa lelah


 nyeri epigastrik
‫ ﻬ‬Berat :  rasa lelah
 mual
 muntah
 nafsu makan 
 nyeri epigastrik
 ikterik 12
KELAINAN FUNGSI HATI

SGOT ↑
SGPT ↑
Bilirubin ↑

13
DIAGNOSIS

 Klinis hepatitis ( ikterik, anoreksia dan mual )

  SGOT dan SGPT > 150 IU/L


(3 x pemeriksaan berurutan) atau
> 250 IU/L ( 1x pemeriksaan)

 Ikterik nyata / bilirubin total > 3,4 mmol/L

14
PENATALAKSANAAN (1)

1. Evaluasi fungsi hati penderita


sebelum pemberian OAT

2. Penjelasan ESO, gejala hepatitis,


kapan stop OAT

15
PENATALAKSANAAN (2)
3. Pdrt TB Paru + kelainan hati menahun  evaluasi
fungsi hati lebih sering dan teratur ( 2 bulan
pertama pengobatan )

4. Pdrt TB Paru tanpa kelainan hati  pemeriksaan


ulang jika timbul gejala nyata

16
PENATALAKSANAAN (3)
6. Stop OAT jika :
 Klinis (+), ikterik (+), gejala mual (+),
muntah (+)

 Klinis (-), Laboratorium :


 Bilirubin > 2
 SGOT, SGPT ≥ 5 X N
 SGOT, SGPT ≥ 3 X N gejala (+)

17
PENATALAKSANAAN (4)
• SGOT, SGPT ≥ 3 X ; gejala (-)
Lanjutkan terapi dgn pengawasan
sampai klinis dan lab. Normal
• Bila OAT tidak memberikan SE pada hati,
lanjutkan terapi
• Pasien hepatitis akut  tunda pemberian
OAT sampai sembuh

18
REGIMEN OAT YANG DIANJURKAN

 Tanpa PZA  2 RHE (S) / 6 RH atau


2 SHE / 10 HE
 Tanpa INH  fase awal 2 RZE
fase lanjutan 4 RE

19
REGIMEN OAT UNTUK HEPATITIS
AKUT
 Tunda OAT sampai mereda

 Jika OAT sangat dibutuhkan  3 SE

 Hepatitis akut mereda  6 RH

 Hepatits tidak mereda  9 SE

20
KESIMPULAN
 OAT khususnya R,H & Z  SE
pada hati berupa HIO
 Evaluasi fungsi hati pdrt TB
sebelum memberikan OAT
 Pemberian OAT bukan KI pada
penyakit hati
 Pdrt dgn kelainan hati, Z tidak
boleh diberikan.
21
KESIMPULAN

 Pdrt kelainan hati akut  tunda


OAT  hepatitis sembuh
 Jika klinis dan lab. sdh N 
H dan R bertahap dimulai dosis 
sampai dosis ↑
 Pdrt kelainan hati kronik, R dan
Z
tdk dapat diberikan 22
23