Anda di halaman 1dari 11

1

STATIKA FLUIDA
A P L I K A S I F L U I D A S TAT I K PA D A S I S T E M H I D R O L I K

iyad ramadhan zulfikar d121191008

Andi besse adya f.a d121191019

Muh. nurfais ramadhan d121191022

MUH. ZAKI ZAIM ZHAFIRIN D121191024

dany prihadi d121191027

azzahrah zalzabila ar d121191029


2

PENGERTIAN FLUIDA

Fluida adalah zat yang dapat mengalir. Kata Fluida mencakup zat car, air dan gas karena kedua zat ini dapat mengalir, sebaliknya
batu dan benda-benda keras atau seluruh zat padat tidak digolongkan kedalam fluida karena tidak bisa mengalir. Susu, minyak
pelumas, dan air merupakan contoh zat cair. dan Semua zat cair itu dapat dikelompokan ke dalam fluida karena sifatnya yang dapat
mengalir dari satu tempat ke tempat yang lain. Selain zat cair, zat gas juga termasuk fluida. Zat gas juga dapat mengalir dari satu
satu tempat ke tempat lain. Hembusan angin merupakan contoh udara yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

fluida staTIS
Fluida statis atau hidrostatika adalah salah satu cabang ilmu sains yang membahas tentang karakteristik fluida saat
diam, umumnya membahas tentang tekanan pada fluida ataupun yang diberikan oleh fluida (gas atau cair) pada
suatu objek yang tenggelam didalamnya
3

tekanan pada fluida statis


Tekanan dalam fisika didefinisikan sebagai gaya yang bekerja pada suatu bidang persatuan luas bidang tersebut. Bidang atau
permukaan yang dikenai gaya disebut bidang tekan, sedangkan gaya yang diberikan pada bidang tekanan disebut gaya tekan.
Secara matematis tekanan dirumuskan dengan persamaan berikut.

Keterangan:
p : tekanan (Pa)
P= F : gaya tekan (N)
A : luas bidang tekan (m2)

Tekanan adalah suatu besaran skalar. Satuan internasional (SI) dari tekanan adalah pascal (Pa). Satuan ini dinamai sesuai dengan
nama ilmuwan Prancis, Blaise Pascal. Satuan-satuan lain adalah bar ( 1 bar = 1,0 x 105 Pa), atmosfer (1 atm = 101,325 Pa) dan mmHg
(760 mmHg = 1 atm). Tekanan pada fluida statis zat cair dikelompokkan menjadi dua, yaitu tekanan pada ruang tertutup dan ruang
terbuka.
4

Tekanan Fluida Statis Zat Cair dalam Ruang Tertutup

Hukum Pascal menyatakan bahwa tekanan yang diberikan

di dalam ruang tertutup diteruskan sama besar ke segala

arah. Berdasarkan hukum ini diperoleh prinsip bahwa

dengan gaya yang kecil dapat menghasilkan suatu gaya

yang lebih besar. Prinsip-prinsip hukum Pascal dapat

diterapkan pada alat-alat seperti pompa hidrolik, alat


Keterangan:
pengangkat air, alat pengepres, alat pengukur tekanan

darah (tensimeter), rem hidrolik, dongkrak hidrolik, dan p1 = p2 p : Keterangan:

dump truk hidrolik. F1 : gaya pada piston pertama (N)


F2 : gaya pada piston kedua (N)
Penerapan hukum Pascal dalam suatu alat, misalnya

dongkrak hidrolik, dapat dijelaskan melalui analisis seperti


A1 : luas penampang piston pertama (m2)

terlihat pada gambar berikut.


A2 : luas penampang piston kedua (m2)
5

Ph = = =

Karena m = ρ x V , maka Ph =
Tekanan Fluida Statis dalam Ruang Terbuka Tekanan Hidrostatis kita ketahui bahwa volume merupakan hasil perkalian luas alas (A) dengan tinggi (h).
Oleh karena itu, persamaan di atas dapat ditulis seperti berikut.
Zat cair dapat dianggap tersusun atas lapisan-lapisan air
ph = = ρ g h
Untuk memahami tekanan hidrostatis, anggap zat terdiri

atas beberapa lapisan. Setiap lapisan memberi tekanan


Penurunan rumus tekanan Hidrostatis dari penjelsan di atas
pada lapisan di bawahnya, sehingga lapisan bawah akan

mendapatkan tekanan paling besar. Karena lapisan atas

hanya mendapatkan tekanan dari udara (atmosfer), maka

tekanan pada permukaan zat cair sama dengan tekanan


Keterangan :
atmosfer.
p : yaitu berat jenis air (untuk air tawar, ρ = 1.000 kg/m3)
g : yaitu besar percepatan gravitasi (g=9,8 m/s2)
h: yaitu titik kedalaman yang diukur dari permukaan air
6

faktor yang mempengaruhi fluida

tekanan temperature densitas viskositas


7

penjelasan sistem hidrolik

s istem hidrolik adalah suatu system pemindah tenaga dengan menggunakan zat cair atau fluida sebagai perantara. Dimana fluida penghantar ini dinaikan tekanannya oleh
pompa pembangkit tekanan yang kemudian diteruskan ke silinder kerja melalui pipa-pipa saluran dan katup-katup. Gerakan translasi batang piston dari silinder kerja yang diakibatkan
oleh tekanan fluida pada ruang silinder dimanfaatkan untuk gerak maju dan mundur.

Prinsip dasar di balik semua sistem hidrolik ini sebenarnya sangat lah sederhana yaitu gaya yang diberikan pada satu titik akan dipindahkan ke titik yang lain menggunakan cairan
yang “dimampatkan”. Cairan yang biasa digunakan adalah minyak atau oli.

Prinsip dasar sistem hidrolik berasal dari hukum pascal, dimana tekanan dalam fluida statis harus mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:

1.Tekanan bekerja tegak lurus pada permukaan bidang.

2.Tekanan disetiap titik sama untuk semua arah.

3.Tekanan yang diberikan kesebagian fluida dalam tempat tertutup, merambat secara seragam ke bagian lain fluida.
dongkrak hidrolik 8

Dongkrak hidrolik merupakan salah satu aplikasi sederhana dari Hukum Pascal.
Berikut ini prinsip kerja dongkrak hidrolik. Saat pengisap kecil diberi gaya tekan,
gaya tersebut akan diteruskan oleh fluida (minyak) yang terdapat di dalam pompa.
Akibatnya, minyak dalam dongkrak akan menghasilkan gaya angkat pada pengisap
besar dan dapat mengangkat beban di atasnya.Dongkrak hidrolik terdiri dari dua
tabung yang berhubungan yang memiliki diameter yang berbeda ukurannya.
Masing- masig ditutup dan diisi cairan seperti pelumas (oli). Apabila tabung yang
permukaannya kecil ditekan ke bawah, maka setiap bagian cairan juga ikut tertekan.
Besarnya tekanan yang diberikan oleh tabung yang permukaannya kecil diteruskan
ke seluruh bagian cairan. Akibatnya, cairan menekan pipa yang luas permukaannya
lebih besar hingga pipa terdorong ke atas .
Luas permukaan pipa yang ditekan kecil, sehingga gaya yang diperlukan untuk
menekan cairan juga kecil. Tapi karena tekanan (Tekanan= gaya / satuan luas)
diteruskan seluruh bagian cairan, maka gaya yang kecil tadi berubah menjadi sangat
besar ketika cairan menekan ke pipa yang luas permukaannya besar. P1 adalah
tekanan pada tabung kecil, dan P2 adalah tekanan pada tabung besar.Dengan
mengetahui gaya berat mobil maka dapat dihitung gaya minimal yang diberikan
pada pompa hidrolik untuk mengangkat mobil tersebut. Semakin besar gaya berat
mobil yang diangkat maka semakin besar luas permukaan keluaran (A2) dari
dongkrak hidrolik. Minimal gaya keluaran (F2) yang dihasilkan oleh dongkrak
hidrolik harus lebih besar/ samadengan gaya berat benda yang diangkat.
9
Ketika penghisap kecil kita dorong maka penghisap tersebut diberikan
gaya sebesar F1 terhadap luas bidang A1, akibatnya timbul tekanan
sebesar P1. Menurut Pascal, tekanan ini akan diteruskan ke penghisap
besar dengan sama besar. Dengan demikian pada penghisap besar
akan terjadi tekanan yang besarnya sama dengan P1. Tekanan ini
menimbulkan gaya pada luas bidang tekan penghisap kedua (A2)
sebesar F2 sehingga dapat dituliskan persamaan sebagai berikut :
p1 = p2

Keterangan:
F1 : gaya pada piston pertama (N)
F2 : gaya pada piston kedua (N)
A1 : luas penampang piston pertama (m2)
A2 : luas penampang piston kedua (m2)
Keadaan tersebut menunjukkan bahwa apabila gaya F1 yang kecil akan
menimbulkan gaya F2 yang besar
Prinsip inilah yang mendasari cara kerja Dongkrak Hindrolik
10

C O N TO H S O A L
Sebuah dongkrak hidrolik meiliki luas penampang kecil A1 = 25 cm2, sedangkan luas penampang A2 = 100 cm2 . jika penghisap kecil ditekan dengan gaya sebesar 100 N, maka hitung
besar gaya angkat tabung besar.

Jawab :

Diketahui:

A1 = 25 cm2

A2 = 100 cm2

F1 = 100 N

Ditanyakan :

Gaya angkat penghisap besar (F2) ?

Penyelesaian :

P1=P2

F1/A1=F2/A2

100/25=F2/100

F2= 10000/25

F2 = 400 N

Jadi gaya angkat pada penghisap besar adalah sebesar 400 N


11

C O N TO H S O A L
Seekor ikan berada pada kedalaman 15 meter di bawah permukaan air.

Jika massa jenis air 1000 kg/m3 , percepatan gravitasi bumi 10 m/s2 dan tekanan udara luar 105 N/m2, tentukan :

a) tekanan hidrostatis yang dialami ikan

b) tekanan total yang dialami ikan

Dik = massa jenis air = 1000 kg/m3

percepatan gravitasi bumi = 10 m/s2

h = 15m

Po = 105 N/m2

Dit =

a) tekanan hidrostatis yang dialami ikan

b) tekanan total yang dialami ikan

Penyelesaian =

a) Ph = gh

Ph = (1000).(10).(15)

Ph = 1,5x 105 N/m2

b)Ptotal = Ph + Po

Ptotal = (150000)+(100000) = 250000 N/m2