Anda di halaman 1dari 40

Program Studi Teknik Pengolahan Migas

Mata Kuliah Kimia Fisika


KESETIMBANGAN FASA
Silvya Yusnica Agnesty S.Si, MT

1
Pretest

1. Apa yang dimaksud dengan kondisi


kesetimbangan?
2. Apa yang dimaksud fase?
3. Apa yang dimaksud komponen?
4. Gambarkan diagram fasa dari sistem 1
komponen!

2
Contoh - contoh

• Air membentuk kesetimbangan dengan


uapnya
• Campuran air dan alkohol membentuk
kesetimbangan dengan uapnya
• Campuran air dan eter membentuk
kesetimbangan dengan uapnya

3
Kondisi Kesetimbangan

• Kondisi setimbang menunjukkan bahwa


potensial kimia dari tiap-tiap konstituen pada
seluruh sistem adalah sama.

4
Kondisi Kesetimbangan

• Suatu sistem heterogen terdiri dari berbagai


bagian yang homogen yang saling
bersentuhan dengan batas yang jelas. Bagian
homogen ini disebut sebagai fasa dapat
dipisahkan secara mekanik.

5
Syarat kesetimbangan fasa :

a. Sistem mempunyai lebih dari satu fasa


meskipun materinya sama
b. Terjadi perpindahan reversibel spesi kimia
dari satu fasa ke fasa lain
c. Seluruh bagian sistem mempunyai tekanan
dan temperatur sama

6
Fase (P [phase]) adalah :

Bagian sistem yang seragam atau homogeny di


antara keadaan submakroskopisnya, tetapi
benar – benar terpisah dari bagian sistem yang
lain oleh batasan yang jelas dan baik.

7
Contoh soal :

1. Berapa fase yang terdapat pada


kesetimbangan berikut ini?
CaCO3 (s)  CaO (s) + CO2 (g)
2. Sebuah gunung es mengapung di danau. Bila
kita mengaggap danau, gunung es dan
atmosfer sebagai satu sistem. Berapa jumlah
fase yang ada?

8
Komponen (C) adalah :

Jumlah komponen-komponen dalam suatu


sistem didefinisikan sebagai jumlah minimum
dari “variabel bebas pilihan” yang dibutuhkan
untuk menggambarkan komposisi tiap fase dari
suatu sistem.

9
Contoh soal :

1. Berapa jumlah komponen dalam


kesetimbangan berikut ini?
CaCO3 (s)  CaO (s) + CO2 (g)
2. Sebuah gunung es mengapung di danau. Bila
kita mengaggap danau, gunung es dan
atmosfer (diasumsikan hanya terdiri dari uap
air) sebagai satu sistem. Berapa jumlah
komponen yang ada?

10
Derajat Kebebasan (F)

Aturan fase dari J. Willard Gibs


F=C–P+2
F : jumlah derajat bebas (degree of Freedom
C : jumlah komponen (Components)
P : jumlah fase (Phase)

11
Contoh soal :

1. Hitunglah derajat kebebasan dalam


kesetimbangan berikut ini?
CaCO3 (s)  CaO (s) + CO2 (g)
2. Sebuah gunung es mengapung di danau. Bila
kita mengaggap danau, gunung es dan
atmosfer (diasumsikan hanya terdiri dari uap
air) sebagai satu sistem. Berapaderajat
kebebasan dari sistem ini?

12
Sistem satu komponen
(Diagram fasa air)
Soal :
Tekanan B A
uap
Hitunglah
CAIR 2 derajat
(mmHg)
PADAT kebebasan
pada titik – titik
4,58 3 yang berlabel
O 1
UAP 1, 2, dan 3 !
C

0,0098
Suhu (OC)

OA : Kurva tekanan Uap OB : Kurva titik leleh OC : Kurva Sublimasi


13
Persamaan Clapeyron

dP = Perubahan Tekanan
dT = Perubahan suhu
dS = Perubahan Entropi
dV = Perubahan Volume Molar

Persamaan Clausius-Clapeyron

H = Entalpi

14
Latihan :

1. Hitunglah perubahan tekanan per


derajat pada kesetimbangan padat-
cair dari air (1 mol) pada titik beku.
d(es) = 0,9168 kg dm-3,
d(air) = 0,9998 kg dm-3,
Slebur = 22 EU
Mr = 18 gr/mol

15
Latihan :

2. Kerapatan larutan air dan uap air


pada titik didih normal adalah 0,958
dan 5,98 x 10-4 kg dm-3, dan
perubahan dalam entropi
penguapan adalah 108,99 EU.
Hitunglah perubahan tekanan untuk
perubahan temperature satu
derajat.

16
Latihan :

3. Hitunglah tekanan uap toluene 100 oC bila


toluene dianggap mengikuti hukum truton
dan titik didih normalnya adalah 110,62 oC.
(S = 87,86 J.K-1.mol-1)

17
Latihan :

4. Data di bawah ini di dapat untuk H2O


(temperature dan tekanan uap).
Hitunglah panas penguapan molarnya.
T (oC) 25.2 30.6 40.4 46.4 52.0
P (mmHg) 24,04 32,98 56,51 77,21 102,09

5. Hitung panas sublimasi CO2 padat dari


tabel berikut ini.
P (mmHg) 10 40 100 400 760

T (oC) -119,5 -108,6 -102.2 -85,7 -78,2

18
Latihan :

1. Prediksikan nilai entalpi penguapan air


pada 200oC dengan mengasumsikan uap
sebagai gas ideal. Hitunglah presentase
tingkat kesalahannya.
2. Misalkan tabel-tabel uap dimulai dari
Psat= 2 kPa (Tsat = 17,5 oC) dan kita
menginginkan Tsat pada Psat = 1 kPa.
Prediksikan Tsat dan bandingkan dengan
nilai dari tabel-tabel uap.
19
20
21
22
Proses Destilasi

23
Larutan encer ideal

• Hukum Henry: y1P = x1 H1


• Hukum Raoult: y2P=x2P2sat
• xi adalah mol fraksi fase liquid.
• yi adalah mol fraksi fase gas
• Hi adalah tetapan Henry
• Pisat adalah tekanan jenuh
komponen murni.
• Pada rentang komposisi dimana
pelarut mentaati hukum Raoult
maka zat terlarut mentaati
hukum Henry

24
Latihan :

1. Jika suatu campuran cair 4,0% n-heksana dalam n-oktana


diuapkan (destilasi campuran 4% n-heksana dan n-
oktana). Bagaimana komposisi dari uap yang pertama kali
terbentuk jika tekanan total adalah 1,00 atm?
2. Diasumsikan bahwa suatu suatu air terkarbonasi (soda)
hanya mengandung CO2 dan H2O, tentukan komposisi dari
fase uap dan fase cair dari sebuah kaleng soda, dan
berapa besar tekanan di dalam kaleng tersebut pada suhu
10oC. (Diketahui: konstanta Henry pada suhu 10 oC adalah
sekitar 990 bar)

25
Pretest

1. Tuliskan Persamaan Clapeyron, serta lengkapi dengan


keterangan dari symbol-symbol yang digunakan dalam
persamaan tersebut.
2. Tuliskan Persamaan Clausius-Clapeyron, serta lengkapi dengan
keterangan dari symbol-symbol yang digunakan dalam
persamaan tersebut.
3. Hitunglah tekanan uap toluene pada 100 oC bila toluene
dianggap mengikuti hukum Truton dan titik didih normalnya
adalah 110,62 oC (diketahui Huap=33704,85 J mol-1)

• Note : Gunakan persamaan Clausius-Clapeyron untuk soal no.3

26
Latihan :

1. Buatlah diagram fase untuk senyawa A (yaitu sistem satu


komponen) dari data-data di bawah ini :
a) Senyawa A berada dalam dua bentuk padat, kerapatan
kedua bentuk padat tersebut lebih besar daripada fase
cair.
b) Titik lebur A 20,2 oC di bawah tekanan uapnya 5 mm Hg.
c) Fase A1, A2 dan cairan berada dalam kesetimbangan
pada 1000 atm dan 70,2 oC
d) Temperatur transisi fase padat naik dengan
meningkatnya tekanan.
e) Titik didih cairan 140 oC
f) Bila bentuk padat A1 dipanaskan perlahan-lahan di
bawah tekanan uapnya, bentuk itu berubah menjadi SII
pada 15 oC.

27
Latihan :

28
Sistem satu komponen

Diagram fase air


B A Pada daerah padat
murni/cairan
Tekanan murni/uap murni (1
CAIR
uap fase), F = 2 (sistem
PADAT
(mmHg) bivarian)

4,58 Pada sepanjang garis


O (2 fase), F =1 (sistem
UAP
univarian)
C
Pada titik triple (O) (3
0,0098 Suhu (OC) fase), F = 0 (sistem
invarian)
OA : Kurva tekanan Uap OB : Kurva titik leleh OC : Kurva Sublimasi
29
Sistem terkondensasi

• Sistem dua komponen, F tertinggi 3, perlu


diagram tiga dimensi, susah
• Fase uap tidak digambarkan, sehingga tekanan
uap diabaikan dan sistem dikerjakan pada
tekanan 1 atm
• Tinggal variabel suhu dan konsentrasi, cukup
diagram 2 dimensi
• Harga F hasil hitungan dikurangi satu

30
Sistem dua komponen cair -cair

Diagram fase campuran fenol -air H = temperatur


66,8OC konsulat maksimum
T A larutan fenol dalam
(OC) A B C air, C larutan air dalam
fenol
50
(1 fase, F = 2 – 1+2 = 3,
terkondensasi, F
menjadi 2, suhu dan
konsentrasi)
B : 2 fase: air jenuh
fenol dibagian atas dan
0 11 63 100 fenol jenuh air (bawah),
Kadar fenol dalam air F=1

31
Contoh Soal

• 20 gram fenol dicampur dengan 30 gram air,


dibiarkan mencapai kesetimbangan pada 50
OC.

1. Berapa fase yang terbentuk, berapa berat


fase (- fase) tersebut, dan konsentrasi fenol
pada (tiap) fase
2. Jika terbentuk dua fase berapa jumlah air
atau fenol harus ditambahkan supaya menjadi
satu fase

32
Sistem 2 komponen padat cair

• Diagram fase campuran timol salol

Pada titik
T (OC) Eutektik (E)
TO Timol
terjadi
kesetimbangan
To Salol 1 fase cair dan
1 Fase Cair
2 fase padat (F
= 2 – 3 +2 = 1),
Cairan + karena
E Cairan + terkondensasi F
padatan
padatan timol menjadi 0
13 salol
Padatan salol +padatan timol

34
% berat timol dalam salol
33
Contoh Soal

• 70 gram timol dicampur dengan 30 gram salol


dan dibiarkan mencapai kesetimbangan pada
suhu 30OC.
1. Berapa fase yang terbentuk
2. Bobot (tiap) fase berapa, konsentrasinya
berapa
3. Berapa salol yang harus ditambahkan
supaya menjadi 1 fase, berapa gram timol
harus ditambahkan supaya menjadi 1 fase

34
Campuran terner (3 komponen)

• Derajat bebas tertinggi F = 3 – 1 + 2 = 4


• Dianggap sistem terkondensasi, uap diabaikan
• Dikerjakan pada suhu tetap
Tinggal konsentrasi yang divariasi

 Contoh : campuran air-emulgator-minyak


 Ditunjukkan dengan diagram terner
35
100 % TWEEN

100 % AIR 100 % VCO

36
100 % TWEEN

100 % AIR 100 % VCO

37
100 % TWEEN

100 % AIR 100 % VCO

38
100 % TWEEN
bagaiana
SOAL : Perhatikan kurva
komposisi
ini, daerah dibawah kurva
adalah sistem 2 fase. fase
Campuran air VCO dan konjugatnya
emulgator sebanyak Berapakah
berturut –turut 50, 40, 10 berat tiap fase,
g
berapakah
Dibiarkan mencapai emulgator
kesetimbangan, harus
terbentuk
ditambahkan
2 fase. Fase bagian atas supaya sistem
dianalisi ternyata
menjadi satu
mengandung air 15 %, fase

100 % AIR 100 % VCO

39
Terimakasih
Energy Conserve
is Life Preserve..

40