Anda di halaman 1dari 11

m  


  
½ 

p   
    
    
        
     
     
!" "  
#$#  %
&   ' ( )   
ë 
0  
    
   
 
   
 
   
 
ë  


 
 



  
 

   


  

 
m 

ë 

Sekarang remaja mampu mempertimbangkan


semua kemungkinan untuk menyelesaikan
suatu masalah dan
mempertanggungjawabkannya berdasarkan
suatu hipotesis. Jadi ia dapat memandang
masalahnya dari berbagai sisi dan
menyelesaikannya dengan mengambil banyak
faktor sebagai dasar pertimbangan.
merkembangan moral berhubungan dengan
peraturan-peraturan dan nilai-nilai mengenai
apa yang harus dilakukan seseorang dalam
interaksinya dengan orang lain.

Anak-anak ketika dilahirkan tidak memiliki


moral, tetapi dalam dirinya terdapat otensi
yang siap dikembangkan.
˜  ˜   

   

˜ingkat mra Konvensional


r ˜ahap 1 : Orientasi hukuman dan
kepatuhan
r ˜ahap 2 : Orientasi Minat mribadi
˜ingkat Konvensional

r ˜ahap 3 : Orientasi keserasian


interpersonal dan konformitas

r ˜ahap 4 : Orientasi hukuman dan aturan


˜ingkat masca-Konvensional (Otonom /
Berlandaskan mrinsip)

r ˜ahap 5 : Orientasi kontrak sosial


r ˜ahap 6 : Orientasi Etika Universal
p     


 

 
Î M  
  


    
Î   
  
 

Î   



 
Î   
 


Î  
 
Î     
 
½ m 

ë 

½alam perkembangan moralnya, remaja yang
mencapai kematangan moral akan :

Î Mempunyai standar moral yang diakui dan


diyakini dirinya dan kelompoknya.
Î Merasa bersalah bila menyadari perilakunya
tidak sesuai dengan standar moral yang
diyakininya.
Î Merasa malu bila sadar terhadap penilaian
buruk kelompoknya.