Anda di halaman 1dari 28

IKATAN KIMIA

IONIK & KOVALEN

Intan Ayu Kusuma P., S.Si, M.Si


I. Pendahuluan
Apa yang terjadi Bila 2 atom atau lebih saling berdekatan :
 Elektron-elektronnya berinteraksi  berikatan
 Membentuk susunan elektron baru di sekitar inti

Serah terima elektron Ikatan ionik


Ikatan kimia

Penggunaan elektron
Ikatan Kovalen
bersama

Polar Non
Polar
II. Ikatan Ionik
 Terjadi karena adanya serah terima elektron
 Tergantung pada Energi ionisasi (EI) dan Energi afinitas (EA)
 Terjadi pada atom-atom dengan selisih keelektronegativan
yang besar
• Energi ionisasi (EI) bernilai (+)  yaitu membutuhkan
energi untuk melepaskan elektron
• Dalam sistem periodik , dalam 1 perioda semakin ke
kanan Energi ionisasi (EI) semakin besar & dalam 1
golongan semakin ke atas energi ionisasi (EI) semakin
besar
Golongan (EI) ↗ ↗

Periode(EI) ↗ ↗
Afinitas elektron  Potensial suatu atom untuk menerima
elektron menjadi anion
Diukur melalui besarnya energi yang diperlukan untuk
melepas elektron /mengembalikan anion menjadi atom netral

Cl-  Cl (g) + e- Berdasarkan kesepakatan Reaksi ini harus


dibalik penulisannya
Cl (g) + e-  Cl- EA = (-)
• Dalam sistem periodik , dalam 1
perioda semakin ke kanan EA semakin Bila atom suatu unsur
besar & dalam 1 golongan semakin ke EI↙ & EA↙ maka
atas EA semakin besar mudah untuk melepas
elektron dan sulit
Golongan (EA) ↗ ↗
menerima elektron

Periode(EA) ↗ ↗
Keelektronegativan  kecenderungan atom untuk menarik elektron
menuju dirinya sendiri
• Elektronegativitas = ½ (EI + EA)
• Akseptor (menerima) elektron  (EI↗ EA↗)  bersifat
elektronegatif
• Donor (melepas) elektron  (EI↙ EA↙)  bersifat elektropositif
• Gas mulia memiliki EI↗ ↗ EA↗ ↗

Diagram lewis Ikatan Ionik


1. Menggambarkan elektron valensi berupa titik-titik
2. Bila terdapat 4 elektron valensi, maka digambarkan di keempat sisi lambang
unsur
3. Bila elektron valensi > 4, maka dipasangkan dengan elektron yang sudah ada

Diagram lewis ikatan ionik hanya


menambah atau mengurangi
elektron (titik) pada lambang
unsur & menuliskan muatannya
• Elektron valensi  elektron yang terletak pada kulit terluar
(kulit valensi) & berperan dlm pembentukan ikatan
• Jumlah elektron valensi pada atom netral yang berada dlm
gol I – VIII sama dengan no gol unsur tersebut, kecuali He

• Senyawa ionik yang mengandung atau tersusun dari anion


(selain OH-) disebut  garam yang berwujud padatan
dengan titik leleh tinggi dan kurang baik menghantarkan
listrik, tetapi lelehannya baik dalam menghantarkan listrik
• Pada senyawa ionik  Kestabilan atom dicapai dengan
melepas atau menerima elektron untuk membentuk ion
yang kulit terluarnya memiliki jumlah elektron = jumlah
elektron gas mulia, yaitu oktet (8), kecuali H dan He
Penamaan senyawa ionik  Nama kation + nama anion

Contoh
SnBr2  Sn2+ + 2Br- satu kation 2+; dua anion 1- Timah (II) bromida
KMnO4  K+ + MnO4- satu kation 1+; satu anion 1- Kalium permanganat
Kalium (I) permanganat
Fe(H2PO4)2  Fe2+ + 2H2PO4-
satu kation 2+; dua anion 1- Besi (II) dihidrogen fosfat
Rumus & nama beberapa Anion
• NO2- nitrit • SO32- sulfit
• SO42- sulfat
• NO3- nitrat
• HSO4- hidrogen sulfat
• ClO2- klorit • MnO4- permanganat
• ClO3- klorat • CrO72- dikromat
• ClO4- hiperklorat • CrO42- kromat
• • SiO44- silikat
CO32- karbonat
• HPO42- hidrogen
• HCO3- hidrogen phospat
karbonat • H2PO4- dihidrogen
phospat
• CO22- karbonit F- fluorida
• PO33- phospit Cl- klorida
I- Iodida
• PO43- phospat H- hidrida
• OH- hidroksida O2- oksida
O22- peroksida
• CN- sianida
• CNO- sianat
III. Ikatan Kovalen
• Terjadi bila 2 atom mempunyai nilai
elektronegativitas sama / mirip  tidak terjadi
perpindahan electron
• Keduanya berbagi elektron untuk digunakan
bersama membentuk ikatan kovalen 
menghasilkan molekul
• Terjadi pada unsur-unsur Golongan III sampai V
(terutama pada periode pertama) 
kecenderungan kecil membentuk ion
• Diagram lewis ikatan kovalen  sesuai dengan
hukum oktet (8 elektron)
“Elektron dalam senyawa kovalen
didistribusikan sedemikian rupa sehingga
setiap unsur golongan utama (kecuali H)
dikelilingi oleh 8 elektron”
• Jumlah pasangan elektron bersama dalam ikatan menentukan orde ikatan
tersebut
• Orde ikatan  banyaknya ikatan rangkap yang terbentuk antar 2 molekul.
• Panjang Ikatan rangkap & ikatan rangkap tiga lebih pendek daripada
ikatan tunggal  sehingga ikatan lebih kuat dan molekul lebih stabil
• Ikatan rangkap seringkali melibatkan unsur C, O, N & sedikit S
• Makin tinggi orde ikatan, maka ikatannya akan
semakin pendek. sebaliknya,
• Makin tinggi orde ikatan suatu ikatan
molekulnya, maka ikatan yang terjadi diantara
molekul akan semakin kuat.

Menggambar diagram lewis senyawa kovalen :


1. Mengandaikan kerangka molekul atau susunan pengikatan atom-atom
2. Hitung jumlah total elektron valensi dari semua atom yang terlibat (e val 
no golongan)
3. Hitung jumlah total elektron valensi yang diperlukan setiap atom untuk
mempunyai elektron valensi seperti gas mulia (2 untuk H; 8 untuk C & unsur
yang lebih berat lainnya)
4. Kurangkan jumlah elektron dari langkah 2 dengan jumlah dari langkah 3
(∑e langkah 2 – ∑e langkah 1) = jumlah ikatan atau elektron
bersama yang ada
5. Jika masih terdapat elektron bersama yang tersisa,  tempatkan berpasangan
shg membentuk ikat an rangkap atau ikatan rangkap 3
6. Tempatkan elektron (non ikatan) yang tersisa sebagai pasangan elektron
menyendiri pada atom, sehingga masing-masing atom dalam keadaan oktet
7. Tentukan muatan formal pada setiap atom & tuliskan di dekat atom tsb.
Jumlahkan muatan fomal @ atom dan apakah hasilnya sama dengan muatan
total molekul atau ion poliatomik

Muatan Formal
Muatan pada atom dalam molekul yang semestinya jika elektron-
elektron dalam diagram lewis dibagi merata diantara atom yang
menggunakannya

Muatan formal = Nomor golongan ∑ e- menyendiri ½ (∑ e dalam


ikatan)
Contoh diagram Lewis molekul CO :
C  e val = 4
O  e val = 6
-1 +1

Diagram lewis :
*
*
C O *
*

1. Jumlah e valensi : 4 (C ) + 6 (O) = 10 e valensi


2. Ada 2 atom (C dan O), maka ∑ e valensi yang diperlukan untuk setiap atom untuk
mempunyai elektron valensi seperti gas mulia = 8 x 2 = 16 e
3. Jumlah ikatan = 16 – 10 = 6 artinya setiap atom akan mencapai oktet bila 6 atom
digunakan bersama. Artinya ada 3 ikatan
Muatan formal
Bila 6 elektron valensi digunakan bersama secara rata, maka atom C akan
mempunyai 5 elektron valensi (kelebihan 1 e valensi dari no golongannya), sehingga
Muatan formal atom C = -1 dan
atom O akan memiliki 5 elektron valensi, sehingga kekurangan 1 e dari no
golongannya, sehingga muatan formal atom O = +1
Jumlah muatan formal kedua atom = (-1) + (+1) = 0 sama dengan muatan molekul
CO yang netral atau (0)
-1 +1
Contoh ke-1
Muatan formal C & O dapat diketahui dengan menggunakan rumus *

Atom( No. Gol ∑ e- menyendiri


*

½ (∑ e dalam
C O *
*

Muatan
ikatan) formal

C 4 2 ½ (6) =3 -1
O 6 2 ½ (6) =3 +1

Contoh ke-2
Muatan formal masing-masing atom adalah N N N
Atom( No. Gol ∑ e- menyendiri ½ (∑ e dalam Muatan
ikatan) formal

N ujung kiri 5 4 ½ (4) = 2 -1


N pusat 5 0 ½ (8) = 4 +1
N ujung kanan 5 4 ½ (4) = 2 -1

Jumlah ketiga muatan formal = (-1) + (+1) + (-1) =-1 sama dengan muatan ion
poliatomik sebesar -1
Struktur Lewis ikatan kovalen senyawa hidrokarbon
IV. Ikatan Kovalen Polar
Ikatan yang memiliki campuran sifat kovalen dan ionik yang dicirikan
dengan perpindahan muatan secara parsial

Contoh H2O

Penentuan jenis ikatan berdasarkan nilai mutlak


keelektronegativan
Nilai mutlak dari selisih elektronegativitas kedua atom yang berikatan
menyatakan polaritas ikatannya.
Bila selisih > 2.0  ikatan ionik
< 0.4  ikatan kovalen
sedangkan bila selisih berada diantara 0.4 dan 2 maka  kovalen polar
Keelektronegativan Unsur
Sifat Senyawa Kovalen

 Molekulnya bersifat stabil  tidak mudah


terlepas/terurai
 Tingkat kestabilannya dipengaruhi struktur 3 dimensi
atom-atom yang di dalam molekul tsb
 Ikatan kovalen biasanya terjadi antara atom nonlogam
dengan atom nonlogam
 Ikatan molekul diatomik homonuklir ( N2; Cl2) sifat
kovalensinya nyaris ideal karena pemakaian elektron
bersama diantra keduanya merata
V. Bentuk Molekul
• Bentuk molekul berpengaruh terhadap kelangsungan reaksi kimia & biologi,
misalnya pada enzim
• Diprediksi dengan teori VSEPR (valence shell electron-pair repulsion)  teori
tolakan pasangan elektron kulit valensi
• Pasangan elektron dalam kulit valensi suatu atom akan saling menolak
• Pasangan elektron akan berusaha menempatkan diri sejauh-jauhnya agar
tolakannya minimum sehingga terbentuklah bentukan geometri suatu
molekul atau posisi atom
• Susunan/bentuk geometri yang menghasilkan tolakan minimum bergantung
pada jumlah elektron berpasangan
• Untuk menemukan geometri mana yang berlaku, dapat diketahui dari angka
sterik (SN = steric number) dari atom pusat
SN = X + E
X = jumlah atom yang terikat pada atom pusat
E = jumlah pasangan elektron menyendiri pada atom pusat
Berdasarkan jumlah bilangan sterik dan distribusi X serta E, teori VSEPR
akan memberikan prediksi sebagai berikut:
Contoh
Gambarkan diagram lewis , Prediksikan geometri dari molekul dan
jenis ikatan pada ion berikut :
(a). ClO3+ (b). SiH4

Jawab
(a). ClO3+  SN = X + E = 3 + 0 = 3  trigonal planar
(b). SiH4  SN = X + E = 4 + 0 = 4  tetrahedral
SELESAI
SOAL

1. Gambarkan diagram lewis, dan ramalkan bentuk molekulnya beberapa


senyawa di bawah ini :
1. CO2
2. H20
3. PCl
2. Tentukan jenis ikatan unsur ini (ionik, kovalen atau kovalen polar)?
1. Re
2. Ru
3. H
4. Cl
5. Mg
6. Pb