0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan22 halaman

Konsep Diri

Dokumen tersebut membahas tentang konsep diri, yang merupakan persepsi seseorang terhadap dirinya sendiri yang terbentuk melalui interaksi dengan lingkungan sepanjang hidup. Terdapat dua jenis konsep diri yaitu kognitif (pengetahuan diri) dan afektif (harga diri). Faktor-faktor seperti orang tua, teman sebaya, dan masyarakat mempengaruhi pembentukan konsep diri. Konsep diri positif ma

Diunggah oleh

Ola Mjn
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan22 halaman

Konsep Diri

Dokumen tersebut membahas tentang konsep diri, yang merupakan persepsi seseorang terhadap dirinya sendiri yang terbentuk melalui interaksi dengan lingkungan sepanjang hidup. Terdapat dua jenis konsep diri yaitu kognitif (pengetahuan diri) dan afektif (harga diri). Faktor-faktor seperti orang tua, teman sebaya, dan masyarakat mempengaruhi pembentukan konsep diri. Konsep diri positif ma

Diunggah oleh

Ola Mjn
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Keterampilan Klinik

Praktek Kebidanan I
T.A. 2018/2019
 Konsep diri merupakan cara pandang individu terhadap
dirinya akan membentuk suatu konsep dirinya sendiri,
konsep tentang diri merupaktan hal penting untuk
kehidupan individu, karena konsep diri akan menentukan
bagaimana individu akan bertindak dalam berbagai
situasi. (Calhoun dan Acocella, 1990. 66)
 Konsep diri merupakan bagian diri yang mempengaruhi
setiap aspek pengalaman baik itu pikiran, perasaan,
persepsi dan tingkah laku individu. (Calhoun dan
Acocella, 1990. 66) 
 Konsep diri adalah ide, pikiran, kepercayaan dan
pendirian yang melekat pada individu, yang
mempengaruhi individu dalam berhubungan dengan
orang lain. (Stuart dan Sudden dalam Heidemans, 2009)
Ada dua konsep diri, yaitu konsep diri kogntif dan konsep
diri afektif.
Konsep diri kognitif disebut self image; pengetahuan
individu tentang dirinya mencakup pengetahuan “siapa
saya” yang akan memberikan gambaran tentang diri saya,
gambaran ini disebut citra diri.
Konsep diri afektif disebut self esteem; penilaian individu
terhadap dirinya sendiri yang akan membentuk bagaimana
penerimaan terhadap diri dan harga diri individu (Ghufron
dan Risnawita, 2011. 14)

Kesimpulan : Konsep diri adalah semua persepsi kita


terhadap aspek diri, aspek fisik, aspek social dan aspek
psikologis yang didasarkan pada pengalaman dan interaksi
dengan orang lain.
 Pengetahuan
Pengetahuan yang dimiliki individu merupakan apa yang
individu ketahui tentang dirinya, hal ini mengacu pada istilah
kuantitas seperti; nama, usia, jenis kelamin, agama, pekerjaan
dll, dan sesuatu yang merujuk pada istilah kualitas seperti;
saya individu egois, baik hati, tenang, bertemperamen tinggi.
 Harapan
Harapan merupakan aspek dimana individu mempunyai
berbagai pandangan ke depan tentang siapa dirinya, menjadi
apa dimasa mendatang. Individu memiliki harapan bagi dirinya
sendiri untuk menjadi diri yang ideal. Harapan tersebut
berbeda-beda pada setiap individu.
 Penilaian
Individu berkedudukan sebagai penilai terhadap dirinya sendiri
setiap hari. Pengukuran individu tentang keadaannya saat ini.
Konsep diri bukan merupakan bawaan lahir, tidak muncul begitu
saja, melainkan berkembang secara perlahan-lahan selama
rentang kehidupan individu melalui interaksi dengan lingkungannya
seperti keluarga dan masyarakat. (Calhoun dan Acocella, 1990. 78)
Menurut Adler, Rosenfeld dan Towne (dalam Heidemans, 2009) ada
dua teori tentang terbentuknya konsep diri;
Reflected Appraisal
Konsep diri seseorang terbentuk atas pengaruh lingkungan
sekitar, bagaimana orang lain memberi respon dan menilai individu
tersebut.
Social comaration
Konsep diri berkembang melalui proses interaksi seseorang
dengan lingkungan sepanjang rentang kehidupan, membentuk nilai
yang ia alami dan pelajari bersama orang lain di lingkungannya,
segala hal tentang dirinya akan dipersepsi ke dalam diri dan
membentuk citra diri (gambaran diri) individu.
Faktor-faktor yang mempengaruhi konsep diri menurut
(Calhoun dan Acocella, 1990. 77):
Orang tua

Apa yang dikomunikasikan oleh orang tua pada lebih


menancap daripada informasi lain yang diterima.
Teman sebaya

Penerimaan anak dari kelompok teman sebaya, jika


penerimaan ini tidak datang, dibentak atau dijauhi, maka
konsep diri akan terganggu.
Masyarakat

Masyarakat menganggap penting fakta-fakta yang


ada pada seorang anak, seperti siapa bapaknya, ras dll.
Menurut Sanford dan Donovan (Kozier dan Erb, 1987),
pengaruh konsep diri dalam kehidupan individu berupa :
Dapat mempengatuhi cara berpikir dan berbicara individu

Dapat mempengaruhi cara individu melihat ke dunia luar

Dapat mempengaruhi individu dalam memperlakukan


orang lain
Dapat mempengaruhi pilihan individu

Dapat mempengaruhi kemampuan individu untuk


menerima dan memberikan kasih saying
Dapat mempengaruhi kemampuan individu untuk
melakukan sesuatu.
Montana (2001) memeberikan ciri-ciri tingkah laku
individu yang mempunyai konsep diri positif:
Akan bercita-cita menjadi pemimpin
(menginginkan kepemimpinan).
Mau menerima kritikan yang bersifat membangun.
Mau mengambil resiko lebih sering
Bersifat mandiri terhadap orang lain…
keyakinan bahwa keberhasilan dan kegagalan
tergantung usaha, tindakan dan kemampuan
seseorang.
bertanggung jawab atas tindakan yang
dilakukannya.
 Percaya bahwa mereka mempunyai kontrol
terhadap peristiwa atau kejadian dalam hidup
mereka.
 Menerima tanggung jawab atas tindakannya
sendiri.
 Sabar dalam menghadapi kegagalan atau frustasi,
tahu bagaimana cara menangani kerugian dengan
cara positif.
 Dapat menangani keadaan yang ambisius.
 Merasa mampu menangani atau mempengaruhi
lingkungan mereka dan bangga terhadap perilaku
dan tindakan mereka.
 Dapat menangani persoalan dengan keyakinan
dan kepercayaan.
Montana (2001) memberikan ciri-ciri tingkah laku
individu yang memiliki konsep diri negatif sebagai
berikut :
Menghindari kepemimpinan.

Menghindari kritikan dan tidak mau mengambil


resiko.
Tidak mempunyai atau kurang mempunyai
kemampuan untuk bertahan terhadap tekanan.
Kurang memiliki motivasi untuk belajar, bekerja
dan umunya mereka mempunyai kesehatan emosi
dan psikologi yang kurang baik.
Mudah terpegaruh pada penyalahgunaan obat-
obatan terlarang, mengandung di luar nikah, keluar
dari sekolah atau terlibat kejahatan pada orang lain.
 Lebih merasa perlu untuk dicintai dan
diperhatikan sehingga mereka lebih mudah untuk
dipengaruhi orang lain.
 Mereka akan berbuat apa saja untuk
menyesuaikan diri dan menyenangkan orang lain.
Orang dewasa berpikir mereka adalah anak-anak
yang baik karena mereka adalah orang-orang
yang menyenangan. Tetapi keperluan untuk
menyenangkan orang lain dapat menimbulkan
masalah bagi mereka.
 Mudah frustasi dan menyalahkan orang lain atas
kekurangannya.
 Menghindar dari keadaan-keadaan sulit untuk
tidak gagal dan bergantung pada orang lain.
Pembagian konsep diri menurut (Stuart dan Sudden, 1991) :
Gambaran diri (Bodi Image)

Sikap seseorag terhadap tubuhnya secara sadar dan


tidak sadar, mencakup persepsi dan perasaan tentang
ukuran, bentuk, fungsi penampilan dan potensi tubuh saat
ini dan masa lalu yang secara berkesiambungan dimodifikasi
dengan pengalaman baru setiap individu.
Ideal diri

Persepsi individu tentang bagaimana ia harus


berperilaku berdasarkan standar, aspirasi, tujuan dan
penilaian personal tertentu. Standar dapat berhubungan
dengan tipe orang, sejumlah aspirasi, cita-cita, nilai-nilai
yang ingin dicapai.
 Harga diri
Penilaian pribadi terhadap hasil yang dicapai dengan
menganalisa seberapa jauh perilaku memenuhi ideal diri, jika
individu sering gagal maka cenderung harga diri rendah. Aspek
utama harga diri adalah dicintai dan menerima penghargaan
dari orang lain (keluat, 1992).
 Peran
Sikap dan perilaku nilai serta tujuan yang diharapkan dari
seseorang berdasarkan posisinya di masyarakat. Posisi
dibutuhkan individu sebagai aktualisasi diri, harga diri yang
tinggi hasil dari peran yang memenuhi kebutuhan dan cocok
dengan ideal diri.
 Identitas
Kesadaran akan diri sendiri yang bersumber dari observasi dan
penilaian yang merupakan sintesa dari semua
Konsep diri seseorang terletak pada suatu rentang
respons antara ujung adaptif dan ujung maladaptif,
yaitu aktualisasi diri, konsep diri positif, harga diri
rendah, kekacauan identitas, dan depersonalisasi.
Rentang respons konsep diri yang paling adaptif adalah
aktualisasi diri. Menurut Maslow karakteristik
aktualisasi diri meliputi:
Realistik,
Cepat menyesuaikan diri dengan orang lain,
Persepsi yang akurat dan tegas,
Dugaan yang benar terhadap kebenaran/kesalahan,
Akurat dalam memperbaiki masa yang akan datang,
Mengerti seni, musik, politik, filosofi,
Rendah hati,
Mempunyai dedikasi untuk bekerja,
 Mempunyai dedikasi untuk bekerja,
 Kreatif, fleksibel, spontan, dan mengakui kesalahan,
 terbuka dengan ide-ide baru,
 percaya diri dan menghargai diri,
 kepribadian yang dewasa,
 dapat mengambil keputusan,
 berfokus pada masalah,
 menerima diri seperti apa adanya,
 memiliki etika yang kuat,
 mampu memperbaiki kegagalan.
Kepribadian Menurut Sigmund Freud

Menurut teori psikoanalitik Sigmund Freud,


kepribadian terdiri dari tiga elemen. Ketiga
unsur kepribadian itu dikenal sebagai ID, EGO
dan SUPEREGO yang bekerja sama untuk
menciptakan perilaku manusia yang kompleks.
 ID
Adalah satu-satunya komponen kepribadian yang
hadir sejak lahir. Aspek kepribadian sepenuhnya
atas kesadaran dan termasuk dari perilaku
naluriah dan primitif.

Sebagai contoh: Jika bayi lapar atau tidak nyaman,


ia akan menangis sampai tuntutan id terpenuhi.
 Ego
Komponen kepribadian yang realitas. Menurut
Freud, ego berkembang dari id dan memastikan
bahwa dorongan dari id dapat dinyatakan dalam
cara yang dapat diterima di dunia nyata. Fungsi
ego baik di pikiran sadar, prasadar, dan tidak
sadar.
 Superego

Adalah aspek kepribadian yang menampung semua


standar internalisasi moral dan cita-cita yang kita
peroleh dari kedua orang tua dan masyarakat –
kami rasa benar dan salah. Superego memberikan
pedoman untuk membuat penilaian
Interaksi dari Id, Ego dan superego
Dengan kekuatan bersaing begitu banyak, mudah
untuk melihat bagaimana konflik mungkin timbul
antara ego, id dan superego.

Seseorang dengan kekuatan ego yang baik dapat


secara efektif mengelola tekanan ini, sedangkan
mereka dengan kekuatan ego terlalu banyak atau
terlalu sedikit dapat menjadi terlalu keras hati
atau terlalu mengganggu.
ola_mjn@ymail.com

Anda mungkin juga menyukai