Klasifikasi, Morfologi, dan
Epidemiologi
Hymenolepis nana dan
Hymenolepis diminuta
KELOMPOK 5
Muhammad Luthfi Ramadhani AK1119016
Rosidah AK1119048
Hymenolepis nana
- Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Filum : Platyhelminthes
Class : Cestoda
Ordo : Cyclophyllidea
Family : Hymenolepididiae
Genus : Hymenolepis
Spesies : Hymenolepis nana
Nama penyakit : Hymenolepiasis
- Morfologi
●Hymenolepis nana berbentuk seperti benang dan mempunyai ukuran terkecil
jika dibandingkan dari golongan cestode yang ditemukan pada manusia.
Panjangnya kira-kira 25-40 mm dan lebarnya 1mm. Terbagi atas kepala (skoleks),
leher dan sederet segmen-segmen yang membentuk rantai (strobila)
●Skoleks berbentuk bulat kecil, mempunyai 4 batil isap dan rostelum yang
pendek dilengkapi dengan satu deret kait berjumlah 20-30 kait yang berfungsi
untuk melekatkan diri pada mukosa intesin inang. Dibelakang kepala terdapat
leher yang merupakan bagian yang bersifat poliferatif untuk membentuk segmen-
segmen baru. Strobila terdiri atas proglottid-proglotid immature (segmen muda) –
mature (segmen dewasa) – dan gravid, sendiri. Lubang genital terletak unilateral,
terdapat 3 testis dan 1 ovarium
● Telur Hymenolepis nana ● Cacing Hymenolepis nana
- Epidemiologi
Hymenolepis nana tidak memerlukan hospes perantara. Infeksi
kebanyakan terjadi secara langsung dari tangan ke mulut. Hal ini sering
terjadi pada anak – anak umur 15 tahun kebawah. Kontaminasi dengan
tinja tikus perlu mendapat perhatian.
Infeksi pada manusia selalu disebabkan oleh telur yang tertelan dari
benda-benda yang terkena tanah, dari tempat buang air atau langsung
dari anus ke mulut. Kebersihan perorangan teruama pada keluarha besar
dan di perumahan panti asuhan harus diutamakan.
Hymenolepis diminuta
- Klasifikasi
Filum : Platyhelminthes
Kelas : Cestoidea
Sub kelas : Cestoda
Ordo : Cyclophylidea
Family : Hymenoplepididae
Genus : Hymenolepis
Spesies : Hymenolepis diminuta
- Morfologi
●Cacing dewasa ini berukuran 10-60 cm, lebarnya 3-5 mm, lebih besar dari
Hymenolepis nana, mempunyai 800 – 1000 proglotid. Skoleksnya bulat
mempunyai rostellum dipuncaknya tanpa kait-kait dan ada 4 batil isap kecil.
Proglottid lebarnya jauh lebih besar dari panjangnya. Panjangnya 0,8 mm,
lebarnya 2,5 mm. proglottid gravid mengandung uterus yang berbentuk kantong,
berisi telur yang berkelompok – kelompok.
●Telur berukuran 58 x 86 mikron, dinding luar tebal, dinding dalam terdapat
penebalan tanpa filamen, berbeda dengan Hymenolepis nana karena tidak ada
filamen pada kedua kutubnya. Hospes perantaranya larva pinjal ikus dan kumbang
tepung dewasa. Dalam serangga ini embrio yang keluar dari telurnya berkembang
menjadi cysticercoid. Manusia terinfeksi bila termakan larva pinjal atau kumbang
tepung yang mengandung cysticercoid.
● Telur Hymenolepis diminuta ● Cacing Hymenolepis diminuta
- Epidemiologi
• Penyebaran cacing ini kosmopolit, tetapi lebih suka daerah beriklim panas
daripada dingin termasuk Indonesia. Hospes definitive mendapat infeksi bila
hospes perantara yang mengandung parasite tertelan secara kebetulan.
• Permasalahan utama dari penyebaran infeksi ini adalah higiene yang kurang.
Cacing ini merupakan cacing Cestoda yang umum ditemukan pada tikus dan
mencit. Infeksi parasit ini biasanya tanpa gejala tetapi dapat juga
menyebabkan sakit perut, diare, anoreksia, pusing dan iritabilitas. Infeksi ini
biasanya dapat ditemukan pada anak-anak kecil yang kontak dekat dengan
anjing atau hewan pengerat. Telur yang ditemukan dalam kotoran tikus dan
mencit memerlukan hospes perantara. Anak-anak dan hewan pengerat tidak
sengaja menelan arthropoda terinfeksi dan berkembang menjadi cacing
dewasa.
THANK YOU