Anda di halaman 1dari 14

Amiloidosis Ginjal

Muhammad Zuhdan Fannani

Sumber: Buku Ajar IPD


Pendahuluan
• Amiloidosis dan kelompok disproteinemi terdiri dari spektrum
beberapa penyakit dan secara patogenesis berhubungan
dengan penimbunan material derivat imunoglobulin dalam
ginjal.
• Amiloidosis adalah suatu penimbunan hasil metabolism yang
unik, dan yang ditimbun merupakan protein fibriler yang tidak
larut dalam jaringan tubuh.
Definisi
• Amiloidosis ginjal adalah penyakit dengan karakteristik
penimbun polimer protein di ekstra seluler, dan gambaran dapat
diketahui dengan histokimia dan gambaran ultrastruktur yang
khas.
• Polimer protein merupakan struktur teriser dan mempunyai ciri
yang khas dan pewarnaan serta stabil dalam keadaan
patologis.
• Penimbunan intertisial yang progresif akan menyebabkan
disfungsi organ dan menimbulkan gejala.
Klasifikasi
• Terdapat 2 tipe sistemik yang paling
banyak yaitu
• AL (Amiloidosis primer atau mieloma
terkait amyloidosis )
• AA (sekunder atau amiloidosis reaktif)
• Struktur amiloid dapat dipelajari
dengan melihat morfologi. Setelah
pengecatan congo-red ternyata
amiloid memiliki struktur polaroid dan
terlihat khas bentuk dikelilingi seperti
apel hijau.
ETIOLOGI DAN INSIDENS
• Berdasarkan data suatu RS di AS, amiolidosis terdapat hanya
0.7% dari 11.586 otopsi pada 1961-1970.
• Etiologi amiolidosis berhubungan dengan klinis: multiple
myeloma, penyakit infalamasi menahun, tetapi kebanyakan tipe
primer.
• Insidensi amiloidosis berhubungan dengan plasma cell
dyscrasias, tetapi etiologi amiloidosis sekunder bergeser dari
infeksi supuratif menahun ke penyakit rematik
Patogenesis
• Terdapat beberapa macam mekanisme :
• 1) protein dengan tendensi melipat secara tidak normal sesuai umur
(transtiretin pada sistemik amyloidosis senilis)
• 2) mutasi sehingga penggantian asam amino tunggal pada protein
precursor, sehingga keadaan tidak stabil (herediter)
• 3) preteolitik parsial dari protein precursor sehingga tidak terdapat
protein fibriler (precursor protein β – amiloid (APP) pada penyakit
alzheimer)
• 4) kehilangan mekanisme penghilangan peptida amiloidogenik dengan
konsentrasi lokal yang tinggi
• Mekanisme dan tempat penimbunan :
• 1) penurunan fungsi organ disebabkan selain oleh perubahan fisis,
arsitektur, dan fungsi karena adanya fibril amiloid; juga oleh secara
pengaruh local toksin fibril.
• 2) dapat pula disebabkan oxidatif stress dan aktivasi apoptosis , seperti
terjadi pada amiloidosis AL.
• 3) sampai 25% kelainan hanya terjadi pada satu organ. Deposit
mungkin spesifik organ, seperti pada amiloidosis : mikroglobulin
terdapat pada sendi, Aa (A fib) amiloid pada parenkim ginjal.
Manifestasi Klinis
• Gejala dan tanda yang sudah diketahui pada amiloidosis sistemik adalah :
• Makroglosia
• Sindrom nefrotik
• Gagal ginjal
• Sindrom carpal tunel
• Neuropati sensorik dan motorik
• Gagal jantung atau aritmia
• Hepatosplenomegali
• Diare
• Malabsorpsi
• Ulkus
• Limfadenopati
• Gangguan pembekuan darah
• Fragilitas kapiler dan gangguan agregasi trombosis
Diagnosis
• Langkah pertama adalah kecurigaan secara klinis, selanjutnya
dilakukan pendekatan oleh beberapa disiplin ilmu dan termasuk
dalam pendekatan ini adalah riwayat keluarga, pemeriksaan
klinis dan mempelajari jaringan.
• Teknik biokimia dan molekuler merupakan pilihan pemeriksaan
diagnostik dan bila imunohistokimia gagal menemukan deposit
protein hal yang mendukung pada organ yang terkena.
• Teknik yang lebih akurat adalah pemeriksaan dengan skintigrafi
untuk mendeteksi deposit pada organ dan noninvasif
Terapi
• Penggunaan melfalan, deksamethasone, kolkisin atau kombinasinya dapat
digunakan untuk amiloidosis AL dan dapat memperbaiki fungsi organ yang
terkena.
• Dosis tinggi kemoterapi diikuti oleh transplantasi sumsum tulang atau stem
cell mungkin akan meningkatkan survival rates.
• Pada amiloidosis AA diberikan yang agresif untuk penyakit dasarnya,
umpamanya pada rheumatoid artritis diberikan imunosupresif. Kolkisin
dapat mencegah terjadi amiloid, demam mediterania, dan memperbaiki
fungsi organ.
• Transplantasi ginjal akan memperbaiki β2 mikroglobulin , precursor
amiloidosis AH dan high flux hemodialysis mungkin mencegah HD-related
amyloidosis.
SOAL BOARD
• Seorang wanita 62 tahun datang dengan keluhan lidah
membesar, kesemutan di tangan dan kaki, serta bengkak
seluruh tubuh. Diketahui pasien memiliki riwayat multiple
myeloma. Pemeriksaan noninvansif yang dapat dilakukan untuk
menegakkan diagnosis amiloidosis adalah
A. Biopsi dengan pengecatan congo-red
B. MRI
C. Skintigrafi
D. MSCT Scan Whole Abdomen
E. Imunohistokimia
SOAL BOARD
• Seorang wanita 62 tahun datang dengan keluhan lidah
membesar, kesemutan di tangan dan kaki, serta bengkak
seluruh tubuh. Diketahui pasien memiliki riwayat multiple
myeloma. Pemeriksaan noninvansif yang dapat dilakukan untuk
menegakkan diagnosis amiloidosis adalah
A. Biopsi dengan pengecatan congo-red
B. MRI
C. Skintigrafi
D. MSCT Scan Whole Abdomen
E. Imunohistokimia
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai