Anda di halaman 1dari 47

STRATEGI PENCEGAHAN STUNTING DARI HULU:

SKRINING, EDUKASI KESPRO DAN GIZI, SERTA PENDAMPINGAN


CALON PENGANTIN/CALON PUS MELALUI APLIKASI “ELSIMIL”
VISI INDONESIA 2045

SDM UNGGUL, INDONESIA MAJU


PEMBANGUNAN YANG
MERATA DAN INKLUSIF

MEMILIKI KECERDASAN
SEHAT
YANG KOMPEREHENSIF,
MENYEHATKAN DALAM
NEGARA YANG (PRODUKTIF DAN
INTERAKSI ALAMNYA
INOVATIF)
DEMOKRATIS, KUAT
DAN BERSIH
DAMAI DALAM
BERPERADABAN
INTERAKSI SOSIALNYA
UNGGUL
EKONOMI YANG DAN BERKARAKTER
KUAT
MAJU DAN
BERKELANJUTAN

B e re n c a n a It u Ke re n @bkkbnmaluku
A R A H A N P R E S I D E N P A D A R AT A S
P E R C E P AT A N P E N U R U N A N S T U N T I N G
1 1 J A N U A R I TA H U N 2 0 2 2
Pertama, pastikan di tahun 2022 penurunan stunting lebih dari 3% atau
paling sedikit 3%. Oleh karena intervensi spesifik dan intevensi sensitif
harus benar-benar dijalankan dengan baik.
Kedua, jangan hanya terbentuknya Tim sampai tingkat desa, tetapi jadikan
upaya pengentasan stunting menjadi sebuah gerakan bersama yang
melibatkan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Tokoh
Agama, Ibu-Ibu di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan lainnya.
Ketiga, pastikan percepatan penurunan stunting di tahun 2022 sudah
dianggarkan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dan jangan terkena
kebijakan realokasi.

Sumber : Kompas.com tanggal 11 Januari 2022.

B e re n c a n a It u Ke re n @bkkbnmaluku
P E R P R E S 7 2 TA H U N 2 0 2 1
T E N TA N G P E R C E PATA N P E N U R U N A N
STUNTING

B e re n c a n a It u Ke re n @bkkbnmaluku
A PA I T U S T U N T I N G ?
D A N A P A P E N Y E B A B N YA ?

Stunting atau sering disebut kerdil atau Pengasuhan Yang Kurangnya akses terhadap air bersih
pendek adalah kondisi gagal tumbuh Kurang Baik dan sanitasi
pada anak berusia di bawah lima tahun •Kurangnya pengetahuan ibu mengenai
•1 dari 5 rumah tangga di Indonesia masih
(balita) akibat kekurangan gizi kronis kesehatan dan gizi sebelum dan pada masa
buang air besar di ruang terbuka.
dan infeksi berulang terutama pada kehamilan,serta melahirkan.
•1 dari 3 rumah tangga belum memiliki akses
periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan •60% anak usia 0-6 bulan tidak terhadap air bersih.
(HPK), yaitu dari janin hingga anak mendapatkan ASI Eksklusif.
berusia 23 bulan. Anak tergolong TerbatasnyaLayanankesehatan untuk ibu
stunting apabila panjang atau tinggi selama masa kehamilan
badannya berada di bawah minus dua
Kurangnya akses rumah tangga/keluarga
standar deviasi panjang atau tinggi anak
terhadap makanan bergizi
seumurnya.
•Makanan bergizi di Indonesia masih tergolong mahal.
(sumber: Stranas)
•Komoditas makanan di Jakarta 94% lebih mahal dibandingkan dengan di New Delhi, India
(RISKESDAS 2013, SDKI 2012, SUSENAS).

B e re n c a n a It u Ke re n @bkkbnmaluku
STUNTING MENGANCAM
B O N U S D E M O G R A F I TA H U N 2 0 4 5
Bonus demografi merupakan suatu keadaan di mana penduduk yang masuk ke
dalam usia produktif jumlahnya lebih banyak dibandingkan dengan penduduk
usia tidak produktif. Usia produktif yang dimaksud adalah berkisar antara 15
hingga 64 tahun.
Puncak bonus demografi di Indonesia pada 2045 terancam terbuang sia-sia
karena stunting.
Menurut World Health Organization (WHO), masalah kesehatan masyarakat
dapat dianggap buruk jika prevalensi stunting lebih dari 20 persen. Artinya,
secara nasional masalah stunting di Indonesia tergolong kronis.

Artikel ini telah tayang di Katadata.co.id dengan judul "Stunting Ancam Bonus Demografi " ,
https://katadata.co.id/ariemega/infografik/5e9a55d49af04/stunting-ancam-bonus-demografi
Penulis: Widya Nandini
Editor: Arie Mega Prastiwi

B e re n c a n a It u Ke re n @bkkbnmaluku
I N T E R V E N S I I N D I K AT O R C A K U P A N L A YA N A N
(LAMPIRAN A. PERPRES 72/2021)
INTERVENSI SPESIFIK INTERVENSI SENSITIF

Persentase ibu hamil Kurang Persentase anak usia 6-23 bulan Cakupan Bantuan Jaminan
Persentase pelayanan
Energi Kronik (KEK) yang yang mendapat Makanan Nasional. Penerima Iuran (PBI)
KeluargaBerencana (KB) pasca
mendapatkan tambahan Pendamping Air Kesehatan
persalinan
asupan gizi Susu Ibu (MP-ASI)
Cakupan keluarga berisiko
Persentase anak berusia dibawah Stunting yang memperoleh
Persentase ibu hamil yang Cakupan calon memperoleh
lima tahun (balita) gizi buruk yang pendampingan
mengonsumsi Tablet Tambah pemeriksaan kesehatan sebagai
Darah (TTD) minimal 90 tablet mendapat pelayanan tata laksana bagian dari pelayanan nikah
selama masa kehamilan gizi buruk Jumlah keluarga miskin dan
rentan yang memperoleh
Persentase ibu hamil yang
bantuan tunai bersyarat.
Persentase remaja putri yang Persentase anak berusia di mengonsumsi Tablet Tambah
mengkonsumsi TabletTambah bawah lima tahun (balita) yang Darah (TTD) minimal 90 tablet
dipantau pertumbuhan dan Persentase target sasaran yang
Darah (TTD) selama masa kehamilan
perkembangannya. memiliki pemahaman yang
baik tentang Stunting di lokasi
Persentase rumah tangga
prioritas
Persentase anak berusia di yangmendapatkan akses air
Persentase bayi usia kurang
bawah lima tahun (balita) gizi minum layak di kabupaten/kota Persentase desa/kelurahan stop
dari 6 bulan mendapat Air Susu
kurang yang mendapat lokasi prioritas Buang Air Besar Sembarangan
Ibu (ASI) eksklusif
tambahan asupan gizi (BABS) atau Open Defecation
Persentase rumah tangga yang Free (ODF)
Persentase anak berusia di mendapatkan akses sanitasi
bawah lima tahun (balita) yang (air limbah domestik) layak di
Jumlah keluarga miskin dan
memperoleh imunisasi dasar kabupaten/kota lokasi prioritas
rentan yang menerima bantuan
lengkap
sosial pangan

B e re n c a n a It u Ke re n @bkkbnmaluku
S T R AT E G I P E N U R U N A N
STUNTING
TUJUAN STRANAS KELOMPOK
SASARAN
1.Menurunkan prevalensi Stunting;
2.Meningkatkan kualitas penyiapan CALON
REMAJA
kehidupan berkeluarga; PENGANTIN
3.Menjamin pemenuhan asupan gizi;
4.Memperbaiki pola asuh;
5.Meningkatkan akses dan mutu pelayanan IBU IBU
kesehatan; dan HAMIL MENYUSUI
6.Meningkatkan akses air minum dan
sanitasi.

Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting Dilaksanakan Dengan 5 (Lima) Pilar ANAK BERUSIA 0 -59 BULAN
Untuk Mencapai Target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan pada tahun 2O3O.

B e re n c a n a It u Ke re n @bkkbnmaluku
Mencegah Stunting Sejak Catin

Menyiapkan 1.9 – 2 Juta Catin Per tahun

(1.6 Juta Kehamilan dari Pasangan Baru)

322.000 stunting Baru

B e re n c a n a It u Ke re n @bkkbnmaluku
Latar Belakang

 Indonesia masih memiliki angka prevalensi


stunting di atas standar yang ditoleransi WHO
Stunting merupakan (di bawah 20 persen): 27,67 persen (SSGBI,
ancaman pembangunan di 2019), menurun menjadi 24,4 persen (SSGI,
masa yang akan datang 2021). Maluku 26,1 (2022)
karena berpengaruh pada  Percepatan penurunan stunting menjadi
rendahnya kualitas SDM:
prioritas pembangunan: prevalensinya
(1) rendahnya kemampuan
kognitif; (2) meningkatnya ditargetkan dapat duturunkan menjadi 14
risiko penyakit tidak persen di tahun 2024.
menular; dan (3) stunting  Strategi Pencegahan Stunting dari Hulu
pada usia dewasa. merupakan upaya preventif untuk memastikan
setiap Catin berada dalam kondisi ideal untuk
menikah dan hamil.
B e re n c a n a It u Ke re n @bkkbnmaluku
Remaja, Catin/Calon PUS, dan Stunting

PENYEBAB
LANGSUNG*
Faktor Anak
PREVENTIF 1
PREVENTIF 2 Skrining, Edukasi, dan Anak Stunting
Edukasi kespro, gizi, Pendampingan Catin/
dan penyiapan kehidu- Calon PUS
pan berkeluarga
Faktor Ibu**
Calon pengantin  Usia saat hamil terlalu muda
 Usia saat hamil terlalu tua
Remaja  Jarak antarkehamilan terlalu rapat
 Frekuensi kehamilan/paritas
 Anemia
 Indeks massa tubuh rendah/kurus
 Tinggi badan kurang
* Conceptual framework showing distal intermediate and proximate determinant of  Orangtua yg merokok (dlm bbrp penelitian)
stunting, UNICEF
***UNICEF, 1990; Kramer, 1987; Kramer, 1998; Achadi, 2021
SKRINING
Mendeteksi risiko melahirkan anak stunting sejak Catin/Calon
PUS yang dilakukan dengan melakukan skrining kesiapan
menikah dan hamil

Strategi EDUKASI KESPRO DAN GIZI


Pencegahan Hasil skrining merupakan potret kondisi kesiapan menikah dan
hamil yang harus difahami oleh setiap Catin/Calon PUS sehingga
Stunting dari menjadi input dalam melakukan edukasi kesehatan reproduksi
Hulu dan gizi

PENDAMPINGAN
Pendampingan Catin/Calon PUS untuk memastikan kondisi risiko
stunting teridentifikasi, dipahami, dan ditindaklanjuti dengan
upaya-upaya kesehatan dan peningkatan status gizi sehingga
pada saat menikah berada dalam kondisi ideal
Aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil)
sebagai Tools Skrining, Edukasi, dan Pendampingan Catin

Strategi Pencegahan Stunting dari


Hulu diimplementasikan dalam
bentuk “Aplikasi Elsimil” yang
berfungsi sebagai:
1. Alat skrining untuk mendeteksi
faktor risiko pada Catin
2. Menghubungkan Catin dengan
Pendamping
3. Media edukasi tentang kesiapan
menikah dan hamil, terutama
yang terkait faktor risiko
stunting,
4. Alat pantau kepatuhan Catin
dalam melakukan treatment
untuk mempersiapkan
kehamilan yang sehat.
Variabel dan Indikator Skrining Catin Perempuan

NO VARIABEL INDIKATOR KATEGORI


1 Usia Usia Catin/Calon PUS saat a. Ideal 21 - 35 tahun
menikah dan hamil b. Terlalu muda (<21 tahun) dan Terlalu
tua (>35 tahun)
2 Badan ideal Indeks massa tubuh (IMT) a. Normal (18,5 - 25,0)
Catin/Calon PUS b. Kurus (≤18,4) dan berlebih (>25,0)
3 Status gizi a. Lingkar lengan atas (LiLA) a. Normal (≥ 23,5 cm)
Catin/Calon PUS b. KEK (<23,5 cm)
b. Kadar hemoglobin (Hb) a. Normal (12 - 16 gram per desiliter)
Catin/Calon PUS b. Anemia (<12 gram per desiliter)

4 Perilaku merokok Catin/Calon PUS yang merokok a. Merokok/terpapar asap rokok


dan keterpaparan dan terpapar asap rokok b. Tidak merokok/tidak terpapar asap
asap rokok rokok

Hasil akhir skrining terhadap Catin/Calon PUS perempuan dapat dikategorikan “Ideal” jika seluruh variabel berada
dalam kondisi ideal/normal serta tidak merokok/tidak terpapar asap rokok. Sebaliknya, dikategorikan “Berisiko” jika
ada salah satu variabel yang tidak ideal/tidak normal serta merokok/terpapar asap rokok.
Variabel dan Indikator Skrining Catin Laki-laki

NO VARIABEL INDIKATOR KATEGORI


1 Usia Usia Catin/Calon PUS pada a. Ideal ≥ 25 tahun
saat menikah b. Terlalu muda (<25 tahun)

2 Perilaku merokok Catin/Calon PUS yang merokok a. Merokok/terpapar asap rokok


dan keterpaparan dan terpapar asap rokok b. Tidak merokok/tidak terpapar asap
asap rokok rokok

Hasil akhir skrining terhadap Catin/Calon PUS laki-laki dapat dikategorikan “Ideal” jika seluruh variabel
berada dalam kondisi ideal serta tidak merokok/tidak terpapar asap rokok. Sebaliknya, dikategorikan
“Berisiko” jika ada salah satu variabel yang tidak ideal serta merokok/terpapar asap rokok.
Tim Pendamping Bidan
 minimal memiliki Ijazah
Catin/Calon PUS pendidikan bidan
 mampu berkomunikasi yang baik
 mampu menggunakan gadget

Kader KB
Kader PKK  merupakan PPKBD/Sub PPKBD/Kader
 memiliki SK/ Surat Tugas sbg Poktan/Tenaga Penggerak Desa/Kader KB
pengurus/anggota PKK di Desa/Kelurahan
 berdomisili di desa yang  memiliki SK atau Surat Tugas sbg
bersangkutan pengurus/anggota IMP/kader KB
 mampu berkomunikasi yang baik  berdomisili di desa yang bersangkutan
 mampu menggunakan gadget  mampu berkomunikasi yang baik
 mampu menggunakan gadget.

Sumber: Panduan Pelaksanaan Pendampingan Keluarga dalam


Upaya Percepatan Penurunan Stunting di Tingkat Desa/Kelurahan
Calon Pengantin sasaran
pendampingan adalah laki-
laki dan perempuan yang
Catin/Calon PUS akan melakukan
Sasaran pernikahan.
Pendampingan Pendampingan
diharapkan dilakukan
tiga bulan sebelum
menikah.
B e re n c a n a It u Ke re n @bkkbnmaluku
MAKNA 1000 HPK

B e re n c a n a It u Ke re n @bkkbnmaluku
Semua Kemampuan Dasar Manusia
dibentuk saat 1000 HPK

Organogenesis

• Penglihatan
• Pendengaran
• Bicara-Bahasa
• Emosi

• Logika
• Kemandirian-interaksi
• Motorik

B e re n c a n a It u Ke re n @bkkbnmaluku
Akibat Stunting pada 1000 Hari
Pertama Kehidupan

P E N G E RT I A N SASARAN

B e re n c a n a It u Ke re n @bkkbnmaluku
B e re n c a n a It u Ke re n @bkkbnmaluku
Warga mencuci pakaian dekat Anak Berak Sembarangan
jamban di kali (sungai) yang
tercemar limbah di Kawasan Teluk
Naga, Tangerang, Banten. Foto
dokumen TEMPO/Marifka/Wahyu
Hidayat (13 April 2014)

Demam menyebabkan peningkatan


kebutuhan kalori anak

B e re n c a n a It u Ke re n @bkkbnmaluku
APA ITU PKBR ?
• PKBR : Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja
• PKBR adalah salah satu output prioritas yang dilaksanakan
oleh BKKBN untuk mendukung Prioritas Nasional (Pro
PN)“Pembangunan Manusia melalui Pengurangan
Kemiskinan dan Peningkatan Pelayanan Dasar” melalui
proyek prioritas “Peningkatan pelayanan keluarga
berencana dan kesehatan reproduksi”.
• Dilaksanakan melalui “Penguatan peran PIK Remaja dan
BKR dalam edukasi Kespro dan Gizi bagi remaja putri
sebagai calon ibu.
• Edukasi tentang perencanaan berkeluarga dan kesehatan
remaja.
 Remaja sebagai calon orangtua agar mampu membangun
KENAPA REMAJA keluarga berkualitas sehingga melahirkan generasi yang
juga berkualitas;
PERLU DIEDUKASI  Remaja sebagai calon penduduk usia produktif agar
PKBR (PENYIAPAN mampu menjadi aktor/pelaku pembangunan.

KEHIDUPAN  Menghindarkan remaja dari resiko nikah muda.


 Remaja mampu merencanakan masa depannya.

BERKELUARGA BAGI  Keluarga yang memiliki remaja juga mampu


mengedukasi anak remajanya.
 Mencegah anak stunting akibat Ibu menikah diusia
REMAJA) ? muda dan kekurangan gizi.
Sumber: World Bank, 2007
Pembagian Peran Tim Pendamping Catin/Calon PUS
BIDAN DESA KADER PKK KADER KB
a. Menjelaskan resume skrining a. Menginformasikan dan memastikan a. Melaksanakan KIE dan KAP/konseling, fasilitasi
kondisi risiko stunting pada catin catin melakukan registrasi di Aplikasi Pelayanan Program Bangga Kencana dan
berdasarkan output Aplikasi Elsimil. Elsimil pembinaan keluarga.
b. Menjelaskan treatment untuk b. Menghubungkan catin kepada fasilitas b. Melakukan KIE dan KAP/konseling dan
menurunkan faktor risiko stunting dan memastikan untuk mendapatkan memastikan catin mendapat informasi
berdasarkan kondisi catin. fasilitasi treatment pencegahan pencegahan stunting secara menyeluruh.
c. Menjelaskan treatment pencegahan stunting untuk meningkatkan status c. Menginformasikan dan memastikan catin
stunting yang harus dilakukan oleh gizi dalam mempersiapkan kehamilan melakukan pemeriksaan kesehatan ke faskes.
catin sesuai rekomendasi Aplikasi yang sehat. d. Memfasilitasi dan memastikan catin meng-input
Elsimil . c. Menginformasikan dan memastikan hasil pemeriksaan kesehatan di Aplikasi Elsimil
d. Memantau dan memastikan calon pengantin mendapatkan materi secara benar.
kepatuhan catin dalam bimbingan perkawinan di institusi e. Mengecek dan memastikan catin mengetahui
mengkonsumsi suplemen agamanya masing-masing. kondisi risiko stunting pada dirinya.
peningkatan status gizi sesuai d. Melakukan KIE dan KAP/konseling f. Melakukan pengecekan dan memastikan calon
anjuran (jadwal konsumsi). kepada PUS baru yang belum layak pengantin/calon PUS mengetahui treatment
e. Melakukan KIE dan Komunikasi hamil (perawatan/penanganan) yang harus dilakukan
Antar Pribadi/Konseling terhadap untuk menurunkan faktor risiko stunting pada
PUS baru yang belum layak hamil dirinya sesuai rekomendasi Aplikasi Elsimil .
untuk menunda kehamilan dengan g. Melaporkan pelaksanaan pendampingan catin
menggunakan kontrasepsi (Pil atau melalui aplikasi (status kesehatan, pelaksanaan
Kondom). rekomendasi, dan KIE berkala min. 2 kali atau
sesuai kebutuhan).

Sumber: Panduan Pelaksanaan Pendampingan Keluarga dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting di Tingkat Desa/Kelurahan
(1)
NO

(2)
NAMA CATIN PEREMPUAN

(3)
NIK

Catin/Calon PUS
(4)

menikah dan hamil Catin/Calon PUS


Log Book Pendampingan
PERNIKAHAN
RENCANA WAKTU

Ideal 21-35 Tahun


(5)

Buku catatan kegiatan yang dilakukan oleh


Tim Pendamping kepada Catin/Calon PUS,
Usia

Terlalu muda (<21 tahun)


(6)

& Terlalu tua (>35 tahun)

serta rekaman perkembangan kondisi kesiapan


Normal (18,5 - 25,0)
(7)
IMT

Kurus (≤18,4)
(8)

dan berlebih (>25,0)


Normal (12 - 16 gram
(9)

per desiliter)
HB

Anemia (<12 gram


(10)

per desiliter)

Normal (≥ 23,5 cm)


KONDISI SEBELUM INTERVENSI

LiLA

(11) (12)

KEK (<23,5 cm)


Merokok/ terpapar
(13)

asap rokok
Tidak merokok/
(14)
Asap Rokok

tidak terpapar asap rokok


Keterpaparan

KIE

(15)

Suplemen
(16)

Penambah Darah

Suplemen Makanan
FASILITASI

(17)
INTERVENSI

Rujukan (Faskes/Nakes)
(18)

Ideal 21-35 Tahun


(19)
Usia

Terlalu muda (<21 tahun)


(20)

& Terlalu tua (>35 tahun)

Normal (18,5 - 25,0)


(21)
IMT

Kurus (≤18,4) dan


(22)

berlebih (>25,0)
Normal (12 - 16 gram
(23)

per desiliter)
HB

Anemia (<12 gram


(24)

per desiliter)

Normal (≥ 23,5 cm)


KONDISI SESUDAH INTERVENSI

LiLA

KEK (<23,5 cm)


(25) (26)

Merokok/ terpapar
(27)

asap rokok
Tidak merokok/
(28)
Asap Rokok

tidak terpapar asap rokok


Keterpaparan
CATIN BERISIKO
PROSES
Salah satu dari lima PENDAMPINGAN:
indikator ada yang 1. KIE (tatap muka, chat, dll)
tidak ideal/berisiko 2. Fasilitasi Suplemen
Penambah Darah dan
Suplemen Makanan
3. Fasilitasi rujukan

CATIN TERINPUT CATIN MELAKUKAN CATIN SKRINING


CATIN
DI ELSIMIL SKRINING I II/III …

Keberhasilan Pendampingan
Catin Semua indikator
dalam kondisi ideal/
tidak berisiko

CATIN TIDAK BERISIKO

Indikator Keberhasilan Pendampingan Catin:


Catin yang terinput di Elsimil dan melakukan skrining yang
semula Berisiko menjadi Tidak Berisiko
EDUKASI
KESPRO
DAN GIZI

Buku Saku Edukasi Stunting


bagi Catin/Calon PUS
Chat/konsultasi melalui
Aplikasi Elsimil, HP, email
Flayer Edukasi di
Aplikasi Elsimil

Tatap muka
Materi Edukasi Kespro, Gizi, dan Penyiapan
Kehidupan Berkeluarga
 Hai, Catin! Pernah dengar
tentang Stunting?
 Terus, Kenapa saya harus
tau tentang Stunting?
 Apakah anak yang pendek
pasti Stunting?
 Siapa saja Catin yang
beresiko melahirkan anak
Stunting?
 Indeks massa tubuh (IMT)
 Lingkar lengan atas (LILA)
 Rujukan LILA dan IMT Catin
 Anemia
 Siapkah fisik mu, Catin ?
 Hindari terlalu (MUDA,TUA,
BANYAK, DEKAT)
 Hindari rokok
 Kenali dan jaga alat
Reproduksimu
 Periksa kesehatan lebih
lengkap, yuk
 Pastikan makan dengan gizi
seimbang
Chat/Konsultasi melalui
Aplikasi Elsimil, HP, Email, Tatap muka, dll

Aplikasi Elsimil menghadirkan fitur


Chat agar Catin/Calon PUS bisa
berkomunikasi/ berkonsultasi
dengan Petugas Pendamping
secara online.

Catin/Calon PUS juga dapat


berkonsultasi dengan Petugas
Pendamping melalui nomor telepon
masing-masing, atau bisa juga
melakukan konsultasi tatap muka
dengan tetap menjaga protokol
kesehatan.
Flayer Edukasi

Cek Hb,
Flayer Edukasi merupakan media edukasi pastikan
yang secara otomatis terkirim ke tidak anemia
Catin/Calon PUS yang hasil skriningnya
“berisiko/belum ideal”. Substansi pada
Flayer Edukasi tentang variabel yang Pastikan
Hindari
Indeks
digunakan saat skrining, yaitu: (1) Kadar Hb; merokok,
Massa
dan terpapar
(2) Indeks Massa Tubuh/IMT; (3) Lingkar asap rokok Siap Tubuh dalam
kondisi ideal
Lengan Atas/LiLA; (4) Usia; dan (5) Nikah
Merokok/Keterpaparan asap rokok. dan
Substansi pada Flayer Edukasi didisain Hamil
untuk dapat membantu Catin/Calon PUS
dalam melakukan treatment/upaya-upaya
perbaikan atas kondisinya yang masih Ukur Lingkar
Hindari
Lengan Atas,
berisiko/belum ideal untuk menikah dan menikah di
pastikan
usia muda.
hamil. Menikah di
tidak
kekurangan
usia ideal
energi kronis
Implementasi Strategi Pencegahan Stunting
dari Hulu dengan Aplikasi Elsimil

TAHAP 1 TAHAP 2 TAHAP 3 TAHAP 4


DESA/KEL PUSKESMAS PETUGAS KUA DAN
PENDAMPING DINAS
DUKCAPIL

Surat Pengantar Pemeriksaan Pengisian Elsimil oleh Pendaftaran nikah


Nikah (N1). kesehatan: tinggi + Catin. Pendamping dan Rekomendasi
Petugas berat badan, LiLA, memastikan data yg
menikah.
menginformasikan diinput sesuai dg hasil
Hb, merokok/ tidak pemeriksaan kesehatan di
Petugas meminta
tentang keharusan merokok. Petugas Catin melampirkan
faskes. Pendamping
melakukan mencatat dan Sertifikat/Kartu
menjelaskan hasil Elsimil,
registrasi di Elsimil memberikan hasil Kewaspadaan
edukasi, konsultasi, akses
dan mengisi pemeriksaannya untuk meningkatkan status Stunting yang dapat
kuesioner skrining kepada Catin kesehatan dan gizi, serta didownload setelah
berdasarkan hasil rujukan. Pendampingan Catin mengisi
pemeriksaan dilakukan selama 3 bulan Kuesioner di Elsimil
kesehatan sebelum menikah
IMPLEMENTASI PENCEGAHAN STUNTING DARI HULU
PADA CATIN/CALON PUS YANG BERAGAMA ISLAM

DESA/KELURAHAN PUSKESMAS PENDAMPINGAN KUA


 Pendaftaran nikah
 Diminta menunjukkan
Sertifikat Elsimil

PERNIKAHAN
IMPLEMENTASI PENCEGAHAN STUNTING DARI HULU
PADA CATIN/CALON PUS YANG BERAGAMA NONMUSLIM

Pelaporan/pencatatan nikah
DESA/KELURAHAN PUSKESMAS PENDAMPINGAN DUKCAPIL

Pendaftaran nikah
 Pendaftaran dan
pelaporan/pencatatan
nikah nikah
 Diminta menunjukkan
Sertifikat Elsimil

PERNIKAHAN
IMPLEMENTASI PENCEGAHAN STUNTING DARI HULU
PADA CATIN/CALON PUS YANG BERAGAMA HINDU

PERTEMUAN DUA
KELUARGA DAN
SEKAA TERUNA PENENTUAN HARI PUSKESMAS PENDAMPINGAN
Sosialisasi “Pencegahan BAIK
Stunting dari Hulu,
termasuk Aplikasi Elsimil
sebagai tool

PINANDITA/
ROHANIAWAN

DINAS DUKCAPIL DESA/KELURAHAN PERNIKAHAN KELIAN ADAT

KELIAN DINAS

 Mengundang sebagai
saksi pada saat
pernikahan
 Diminta menunjukkan
Sertifikat Elsimil
Pemantauan dan Evaluasi
STATUS CAKUPAN
TAHAPAN KEGIATAN KETERANGAN
BELUM SUDAH <25% 25%-50% >50% - 75% >75%
A Persiapan
1 Kebijakan yang mendukung (Perda/Perbup/Perwal/Edaran/dll)

2 Sosialisasi dan koordinasi lintas sektor


a Dinas Pengendalian Penduduk dan KB
b Dinas Kesehatan
c Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil
d Kantor Kementerian Agama Kab/Kota

3 Sosialisasi kepada pelaksana di lapangan


a Petugas Puskesmas (pemeriksaan kesehatan)
b Petugas Kantor Urusan Agama (pendaftaran dan pencatatan nikah)
c Petugas Dinas Dukcapil (pendaftaran dan pencatatan nikah)
d Petugas Desa/Kelurahan (pengantar nikah)

4 Tim Pendamping
a Cakupan Tim Pendamping terhadap desa/kelurahan (1 TPK/350 KK)
b Cakupan Tim Pendamping yang mendapatkan pelatihan

5 Fasilitas/Sarana Pendukung
a Ketersediaan Multiple Micronutrient Supplement/MMS (khusus wilayah ujicoba)
b Ketersedian Purula (Khusus di Kab. Enrekang, Kab. Barru, Kab. Toraja Utara, Kab.
Aceh Timur, Kab. Sukabumi, dan Kota Kupang)
c Buku Materi Edukasi Stunting bagi Catin
d Buku Panduan Pendampingan Catin
e Buku Panduan Penggunaan Aplikasi Elsimil bagi Catin
f Buku Panduan Penggunaan Aplikasi Elsimil bagi Tim Pendamping
STATUS CAKUPAN
TAHAPAN KEGIATAN KETERANGAN
BELUM SUDAH <25% 25%-50% >50% - 75% >75%
B Pelaksanaan
1 Tim Pendamping
a Cakupan Tim Pendamping yang melakukan registrasi di Aplikasi Elsimil
b Cakupan Tim Pendamping yang mengisi Log Book
c Cakupan Tim Pendamping yang melakukan pendampingan
1) Cakupan Tim Pendamping yang terhubung dengan Catin
2) Cakupan Tim Pendamping yang memberikan KIE kepada Catin
3) Cakupan Tim Pendamping yang memberikan Fasilitasi Suplemen Penambah
Darah dan Suplemen Makanan kepada Catin perempuan
4) Cakupan Tim Pendamping yang memberikan Fasilitasi Rujukan kepada Catin
Catin yang memerlukan rujukan

2 Catin
a Cakupan Catin yang melakukan registrasi di Aplikasi Elsimil
b Cakupan Catin yang mendapat pendampingan
1) Cakupan Catin yang terhubung dengan Tim Pendamping
2) Cakupan Catin yang mendapatkan KIE oleh Tim Pendamping
3) Cakupan Catin perempuan KEK yang mendapat Suplemen Makanan
4) Cakupan Catin perempuan yang mendapat Suplemen
Penambah Darah
5) Cakupan Catin harus mendapat rujukan dan terfasilitasi

C Hasil
1 Cakupan Catin yang semula Berisiko menjadi Tidak Berisiko
2 Cakupan Catin yang Tidak Berisiko
Operasional Pendampingan Catin
DAK Non Fisik BOKB TA 2022
Sasaran
Catin/Calon PUS sasaran pendampingan adalah laki-laki dan perem-
puan yang akan melakukan pernikahan, dinajurkan sudah mendaftar-
Operasional Pendam- kan diri untuk menikah ke KUA atau lembaga agama, paling sedikit
pingan Catin di Desa tiga bulan sebelum menikah.
adalah proses fasilitasi
dan edukasi yang ditin-
Lingkup Pembiayaan
daklanjuti dengan treat- Biaya Operasional Pendampingan Calon Pengantin di Desa terdiri
ment dan upaya-upaya dari biaya oprasional pendampingan bagi petugas pendamping Catin/
kesehatan dan pening- Calon PUS dengan bukti visum yang ditandatangani oleh RW/RT/
katan status gizi sebagai setingkat di wilayahnya.
upaya pencegahan Output
stunting bagi catin/calon
PUS. 1. Menginformasikan kepada Catin/Calon PUS untuk melakukan
registrasi di Aplikasi Elsimil sebagai pintu masuk dimulainya
pendampingan;
2. Menginput kondisi Catin/Calon PUS sesuai hasil pemeriksaan
kesehatan dari Puskesmas ke Aplikasi Elsimil;
3. Menindaklanjuti hasil screening untuk selanjutnya mulai dilakukan
pendampingan.
Operasional Pendampingan Catin
DAK Non Fisik BOKB TA 2022
Rincian Kegiatan
Pelaksanaan pendampingan Catin/Calon PUS dilakukan minimal 2 kali pada setiap Catin/
Calon PUS dalam kurun waktu tiga bulan sebelum menikah. Dalam proses pendampingan,
Tim Pendamping mengunakan tools Aplikasi Elsimil.

Setiap kegiatan pendampingan lingkup prosesnya meliputi KIE, Fasilitasi Layanan, dan Fasilitasi
Rujukan dengan rincian kegiatan sebagai berikut:
1. Mengidentifikasi faktor risiko melahirkan anak stunting pada Catin/Calon PUS;
2. Melakukan edukasi faktor risiko melahirkan anak stunting pada Catin/Calon PUS;
3. Memfasilitasi Catin/Calon PUS melakukan upaya (treatment) pencegahan melahirkan anak
stunting;
4. Menginformasikan dan memastikan Catin/Calon PUS mengikuti kelas dan/atau mendapatkan
materi bimbingan perkawinan di institusi agamanya masing-masing (untuk mendapatkan
informasi tentang KB, Pengasuhan 1000 HPK, dll);
5. Melakukan KIE dan memastikan PUS baru yang belum layak hamil untuk menunda
kehamilan dengan kontrasepsi yang sesuai;
6. Melakukan pencatatan dan pelaporan pelaksanaan pendampingan Catin/Calon PUS.
Peran Strategis Lintas Sektor

1. Sinergitas penguatan program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS), Bimbingah Remaja Usia Nikah
(BRUN), Bimbingan Perkawinan/Kursus Pranikah, dll dalam mendukung implementasi upaya pencegahan
stunting dari hulu.
2. Sinergitas penguatan program kesehatan catin (Kescatin) dengan Kementerian Kesehatan RI tentang layanan
pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari layanan pernikahan di Puskesmas dan fasilitas kesehatan
lainnya. Termasuk akses Catin kepada suplemen tambah darah dan zink.

 Sudah ada MoU/Kesepakatan Bersama antara Kementerian Kesehatan RI, Kementerian Agama RI, dan BKKBN tentang
“Pelaksanaan Penguatan Bimbingan Perkawinan bagi Calon Pengantin dalam Rangka Penguatan Ketahanan dan Kesejahteraan
Keluarga”
 MoU antara Kementerian Kesehatan RI, Kementerian Agama RI, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
serta Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional tentang Percepatan Penurunan Stunting di Daerah
 Sudah ada Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Kementerian Kesehatan RI dengan Kementerian Agama RI tentang “Pelaksanaan
Bimbingan Perkawinan dan Pelayanan Kesehatan bagi Calon Pengantin” dan antara Kementerian Agama RI dan BKKBN tentang
“Penguatan Pendampingan bagi Remaja, Calon Pengantin, dan Keluarga Muda dalam Rangka Pencegahan Perkawinan Anak dan
Penurunan Stunting”.

3. Sinergitas penguatan peran bidan dengan Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia dalam penguatan peran
bidan sebagai Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam percepatan penurunan stunting
4. Sinergitas penguatan peran Kader PKK dengan TP PKK Pusat tentang penguatan peran Kader PKK di desa
dan kelurahan sebagai Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam percepatan penurunan stunting
Launching Pendampingan Konseling dan Pemerikasaan Sebelum Menikah

Anda mungkin juga menyukai