PENGENALAN BAHAN BAKU
SEGAR DAN BERMUTU BAIK
UNTUK JAMU
Ns. Arif Munandar, S.Kep.,M.Kep
www.balittro.litbang.deptan.go.id
JAMU
• Jamu merupakan warisan turun temurun dari nenek moyang
bangsa Indonesia yang sampai saat ini masih digunakan
• Perkembangan jamu semakin pesat – termasuk jamu gendong
maupun jamu racikan
• Bahan baku - menentukan kualitas, keamanan dan khasiat jamu
• Perlu diketahui mutu bahan baku segar yang baik untuk jamu
www.balittro.litbang.deptan.go.id
Bahan baku jamu
• Jamu gendong, bahan baku yang umum:
– Kencur
– Jahe
– Kunyit
– Temulawak
– Lempuyang
– Sambiloto
– Sirih
– Cabe jawa
• ACUAN MUTU BAHAN BAKU SEGAR: STANDAR NASIONAL INDONESIA (SNI)
–
www.balittro.litbang.deptan.go.id
Syarat bahan baku SEGAR
Syarat disesuaikan dengan jenis tanaman
Dipanen sesuai dengan bagian tanaman yang
diperlukan
Dipanen sesuai dengan tingkat kemasakan/ketuaan
fisiologis
Dipanen sesuai dengan waktu panen yang tepat
Utuh
Tidak rusak
Tidak terkena hama dan penyakit
www.balittro.litbang.deptan.go.id
Bagian yang dipanen dari tanaman obat
• Tergantung jenis tanaman
• Akar (Akar wangi, purwoceng)
• Rimpang (temu temuan)
• Batang (secang)
• Kulit batang (kayu manis)
• Daun (sambiloto, sirih)
• Bunga (cengkeh)
• Buah (cabe jawa, jeruk nipis)
• Biji (pala)
• Seluruh bagian tanaman (Pegagan)
www.balittro.litbang.deptan.go.id
SNI Tanaman Obat
SNI 01-3179-1992 Jahe Segar
SNI 01-3180-1992 Kapolaga lokal
SNI 01-3393-1994 Jahe kering
SNI 01-6994-2004 Kencur segar
SNI 01-7084-2005 Simplisia Jahe
SNI 01-7085-2005 Simplisia Kencur
SNI 01-7087-2005 Jahe untuk bahan baku obat
SNI 01-7086-2005 Kencur Untuk bahan baku obat
SNI 06-1312-1998 Minyak Jahe
Sumber: Direktorat Mutu dan Standarisasi,BSN
www.balittro.litbang.deptan.go.id
SNI Kencur Segar: Umum
No Parameter
Persyaratan
1. Kesegaran Kencur Segar
2. Rimpang bertunas Tidak ada
3. Kenampakan irisan melintang Cerah
4. Bentuk rimpang Utuh
Serangga hidup dan hama
5. Bebas
lain
www.balittro.litbang.deptan.go.id
Syarat UMUM (1)
• Kencur dipanen tua (daun sudah luruh), dengan ciri-ciri:
– bentuk utuh, tidak rusak, tidak ada luka/kulit tidak terkelupas
– kulit tipis putih kecoklatan,
– bagian dalamnya putih kekuningan
– beraroma khas kencur,
– Bersih
• Segar, cirinya : kulit kencur tampak halus/tidak keriput, kaku,
dan mengkilat
• Rimpang utuh: rimpang kencur dinyatakan utuh apabila
maksimal 2 anak rimpang patah pada pangkalnya
www.balittro.litbang.deptan.go.id
Rimpang kencur segar dan utuh, Rimpang kencur segar dan utuh,
belum bertunas kulit terkelupas
www.balittro.litbang.deptan.go.id
Syarat umum (2)
• rimpang belum bertunas
kencur segar dinyatakan bertunas, apabila salah satu atau
beberapa ujung dari rimpang telah bertunas
• kenampakan irisan melintang cerah
bila diiris melintang pada rimpangnya penampangnya berwarna cerah
khas kencur segar
• Tidak ada serangga hidup hama dan penyakit lain
semua organisme yang dapat dilihat dengan mata tanpa
pembesaran
• Rimpang tidak terluka
rimpang yang luka pada jaringan endodermis
www.balittro.litbang.deptan.go.id
Syarat umum (3)
• Rimpang tidak busuk
rimpang dinyatakan busuk bila terdapat bagian yang lebih
lunak yang disebabkan jamur atau bakteri dari rimpang yang
masih segar
• Tidak terdapat telur nematoda
jumlah telur nematoda yang ditemukan dalam tiap gram
cuplikan kering
www.balittro.litbang.deptan.go.id
Irisan melintang rimpang cerah Rimpang kencur segar dan
utuh, sudah bertunas
www.balittro.litbang.deptan.go.id
Jahe sebagai bahan baku obat
• Jahe Putih Kecil/Emprit: Acuan SNI 01-7087-2005
• Rimpang dipanen dari tanaman yang sudah tua/masak
fisiologis- daun sudah gugur.
• Bentuknya utuh
• Tidak rusak
• Segar
• Belum bertunas
• Bersih
www.balittro.litbang.deptan.go.id
Syarat Mutu Rimpang
untuk bahan baku obat :Umum
No Parameter
Persyaratan
1. Kesegaran Segar
2. Rimpang bertunas Tidak ada
Kenampakan irisan
3. Cerah
melintang
4. Bentuk rimpang Utuh
Serangga hidup dan
5. Bebas
hama lain
Jahe segar (1)
Jahe segar, utuh, dipanen tua Jahe segar, utuh, dipanen muda
www.balittro.litbang.deptan.go.id
Jahe segar
• segar
jahe dinyatakan segar apabila kulit jahe tampak
halus/tidak mengkerut, kaku, dan mengkilat
• bentuk rimpang utuh
rimpang jahe dinyatakan utuh apabila maksimal 2 anak
rimpang patah pada pangkalnya
• rimpang tidak bertunas
apabila salah satu atau beberapa ujung dari rimpang
telah bertunas
• kenampakan irisan melintang cerah
bila diiris melintang pada salah satu rimpangnya
dinyatakan cerah apabila penampangnya berwarna
cerah khas jahe segar
www.balittro.litbang.deptan.go.id
• Tidak ada serangga hidup, hama atau penyakit lain
semua organisme yang dapat dilihat dengan mata tanpa
pembesaran
• Tidak ada rimpang yang terluka/terkelupas
rimpang yang luka pada jaringan endodermis
• Tidak ada rimpang busuk
rimpang dinyatakan busuk bila terdapat bagian yang
lebih lunak yang disebabkan jamur atau bakteri dari
rimpang yang masih segar (umumnya berbau)
• Tidak ada telur nematoda
jumlah telur nematoda yang ditemukan dalam tiap gram
cuplikan kering
www.balittro.litbang.deptan.go.id
Jahe (2)
Rimpang jahe bertunas
Rimpang jahe berkualitas:
bernas, kulit mengkilat,
irisan melintang cerah
Rimpang jahe kisut
www.balittro.litbang.deptan.go.id
Jahe (3)
Rimpang jahe mengandung telur nematoda Jahe segar, namun ada
bagian rimpang yang luka
Bagian yang luka-tempat masuknya mikroba (bakteri, jamur) – bakteri E.coli
atau jamur yang menghasilkan aflatoksin
www.balittro.litbang.deptan.go.id
Temulawak (1)
Rimppang dipanen muda-daun belum luruh Rimpang dipanen tua- daun luruh
www.balittro.litbang.deptan.go.id
Temulawak (2)
Rimpang yang luka di bagian kulit Rimpang temulawak yang utuh
Rimpang temulawak berkualitas:
bernas, kulit mengkilat, warna irisan
melintang cerah
www.balittro.litbang.deptan.go.id
Kunyit segar
Rimpang segar dan utuh Anak rimpang kunyit yang kurang segar
www.balittro.litbang.deptan.go.id
Lempuyang
Syarat mutu rimoang segar sama dengan temu temuan lainnya
Rimoang segar, utuh, belum bertunas Rimpang segar, utuh, sudah bertunas
www.balittro.litbang.deptan.go.id
Herba sambiloto
• Dipanen pada umur panen yang tepat (sebelum berbunga
atau sudah berbunga)
• Dipanen daun dengan ranting muda (dipangkas)
• Daun masih segar, warna daun hijau tua
• Tidak mengandung buah dan biji
• Tidak terserang hama dan penyakit
• Dipanen pada waktu yang tepat (musim kemarau, 2-3 hari
sebelum panen tidak hujan)
Pengaruh umur panen dan bagian yang dipanen
terhadap mutu bahan baku
Umur
Sebelum berbunga (70 hari) – 2.75 % (daun)
Saat 50 % berbunga (100 hari) – 3.5 % (daun)
Saat 50 % berbuah (130 hari) – 4.32 % (daun)
Bagian tanaman
Seluruh bagian tanaman < 1 % (serbuk)
Daun dengan batang/ranting 1-2 % (serbuk)
Daun 3-4.8 % (serbuk)
Sambiloto
Sambiloto dipanen umur 3-4
bulan, saat menjelang berbunga
atau saat 50 persen berbunga,
daun hijau tua, segar. Dipangkas
15-20 cm dari permukaan tanah
Cabe jawa
Kualitas yang tepat – masak
tetapi masih keras/tidak lunak Buah yang luka/
terrserang jamur
Cabe Jawa, buah berwarna merah,
masih keras, tidak lunak
Sirih
Daun sirih yang bermutu baik
Daun sirih yang terkena penyakit
Jeruk nipis
• Buah masak petik – buah agak lunak/tidak
keras – airnya banyak
• Kulit buah hijau, mengkilat
• Buah tidak busuk/terkena hama atau penyakit
• Irisan melintang cerah
Jeruk nipis
Buah yang masih segar
Buah segar
Buah yang terserang hama
Buah yang sudah tidak segar
Mengkudu
Buah yang baik - berwarna putih
tetapi masih keras, tidak lunak
Terlalu muda
Terlalu masak
Pegagan/Antanan
Pegagan Pegagan beurit Pegagan liar
Pegagan, daun hijau, segar, bersih, tidak ada hama dan penyakit
TERIMA KASIH