Anda di halaman 1dari 35

CASE REPORT

KISTA BARTHOLINI
Pembimbing : dr. Batara Sirait, Sp OG
Oleh : Ruriyandini P (030.05.198)

PENDAHULUAN

Kista bartolini ini merupakan masalah pada wanita usia subur, kebanyakan kasus terjadi pada usia 20 - 30 Th. 1 : 50 wanita terkena. Kista bartolini bisa tumbuh dari ukuran seperti kacang polong menjadi besar dengan ukuran seperti telur. Kista bartolini tidak menular secara seksual.

KISTA BARTHOLINI
Kist a
Setiap rongga atau kantong dalam tubuh yang tertutup, dilapisi epitel yang mengandung cairan atau bahan semisolid

Kista berisi musin akibat obstruksi duktus glandulae vestibulae major atau kelenjar Bartholin

Epidemiologi

Wanita berkulit putih dan hitam > kista bartolini atau abses bartolini daripada wanita hispanik. Perempuan dengan paritas yang tinggi memiliki risiko terendah. Paling umum terjadi pada labia majora

Anatomi

Posterolateral dari vestibulum arah jam 5&7 Diperdarahi oleh a. bulbi vestibuli dipersarafi oleh n. Pudendus, n. hemoroidal inferior

Fungsinya : mengeluarkan sekresi untuk membasahi atau melicinkan permukaan vagina di bagian caudal. Homolog dengan glandula bulbourethralis pada pria.

Patofisiologi
Obstruksi saluran keluar

Tanaka dan teman (2005) : Mayoritas disebabkan oleh bakteri aerob, dengan E Coli pada umumnya. Teori lain : Perubahan konsistensi mukus, trauma mekanik dari penjahitan episiotomi yang buruk, atau kelainan kongenital.

Ukuran dan kecepatan pertumbuhan dipengaruhi oleh stimulasi seksual Karsinoma kelenjar Bartholini jarang dijumpai, insidensinya 0,1 per 100.000 wanita (Visco, 1996). Mayoritas lesi bersifat karsinoma skuamosa atau adenokarsinoma.

Gejala Klinis

asimptomatik Ketidak nyamanan saat melakukan hubungan seksual. Bisa rekurrens.

Akut
rasa sakit, nyeri, dan dispareunia, jaringan sekitarnya menjadi membengkak dan meradang.

Diagnosis

Anamnesis Pemeriksaan Fisik

Disekeliling abses secara khas ada eritem dan sakit pada palpasi. Massa biasanya terlokalisasi di labia mayor posterior atau vestibula bawah.

Penatalaksanaan

Kista yang kecil, tanpa keluhan tidak perlu ditangani. Antibiotik meringankan infeksinya tindakan marsupialisasi. Teknik multiple penanganan kista yang menyebabkan gejala/menjadi infeksi. (incisi dan drainasi, marsupialisasi)

Kateter word dipasang, kateter word ini dibiarkan selama 4 minggu, kemudian dilepas akan terbentuk saluran drainase baru dari kista bartholin.

Marsupialisasi atau pembentukan kantong, membentuk kantong yang sebelumnya merupakan kista tertutup.

Eksisi

KASUS

IDENTITAS
Nama : Ny. SR Umur : 31 tH Pendidikan : SMA Pekerjaan : Ibu RT Agama : Islam Suku/bangsa : Indonesia Alamat :Jl. Mesjid kampung dua, Bekasi Tgl. Kunjungan RSUD : 18-02-2012; jam 17.15 SUAMI Nama S Umur : Pendidikan : Pekerjaan : Agama : Suku/bangsa Indonesia : Tn. 34 tahun SMA Pedagang Islam :

Keluhan utama
Terdapat benjolan keras di bibir kemaluan kiri sejak 4 minggu SMRS

RPS
Benjolan yang keras bibir kemaluannya sebelah kiri sebesar kacang,darah -, nanah -. Nyeri saat berhubungan dgn suami. 4 mgg yll sebesar kacang, kemudian membesar sebesar kelereng dan kempes setelah minum antibiotik. Benjolan semakin mengeras. Demam (-)

RPD
Penyakit seperti ini -, HT -, DM -, Asma -, Alergi obat -

RPK
HT -, DM -, Asma -, Alergi obat -

R. Mens
14 th, teratur, 7 hari, 2 x ganti softex.

R. Pernikahan
Menikah pertama, usia menikah 26 tahun, sudah menikah selama 4 tahun.

R. Kehamilan
Belum pernah hamil

R. KB

R. Operasi
-

Kebiasaan
Merokok (-), Alkohol (-), minum obat obatan, jamu & narkoba (-)

Status generalis
Keadaan umum : Tampak sakit ringan Kesadaran : Compos menti Tanda Vital : TD : 120/80 mmHg N : 78 x/menit, reguler, isi cukup RR : 16 x/menit S : 36,8 0C TB : 157 cm BB : 55 kg

Kepala : Normocephali, rambut hitam, tidak mudah rontok Mata : Pupil bulat isokor, konjungtiva tidak pucat, sklera tidak ikterik THT : Sekret telinga -/-, sekret hidung -/-, tonsil tidak hiperemis, T1 T1 Leher : Kelenjar tiroid tidak teraba membesar,

Thoraks

Abdomen

Cor : S1-S2 normal reguler, murmur tidak ada, gallop tidak ada

Inspeksi : perut tampak datar Palpasi : supel, NT (-), hepar dan lien tidak teraba Pulmo: Suara nafas membesar vesikuler, ronchi tidak Perkusi : timpani ada, wheezing tidak Auskultasi : BU ada (+) normal Ekstremitas : Akral hangat, tidak ada oedem, CRT < 2

Status Genitalis
Pemeriksaan Luar
Pemeriksaan Dalam

Distribusi rambut pubis : Merata Fluksus :Flour albus: -

a. Inspekulo Tidak dilakukan b. Vagina toucher Tidak dilakukan

Vulva Inspeksi : Tampak benjolan di bibir vagina kiri, sewarna dengan kulit sekitar Palpasi : Benjolan(+) konsistensi keras, immobile, nyeri tekan (+), diameter 1,5 cm, pus (-)

Laboratorium

Hb Ht LED Leukosit Trombosit GDS Eritrosit

: 10,5 g/dl : 31,9 % : 42 mm : 8,2 ribu/uL : 410.000/uL : 93 mg/dL : 3,85 juta/uL

DIAGNOSIS

PROGNOSI S

P0A0 dengan kista bartholini sinistra

ad vitam :bonam ad functionam : bonam ad sanationam : dubia

TATA LAKSANA

PRO EKSTIRPASI

19/02/12

01/02/11

02/02/11

S Nyeri pada paha kiri Nyeri pada bekas operasi, Keluar flek coklat kental keluar darah dari dari kemaluan bau amis kemaluan
O TD: 110/70
TD: 110/80 N : 80x/m N : 86x/m RR :20x/m RR :20x/m S : 36,3o C S : 36,8 St.Ginekologi: St.Ginekologi: Abd : Abd : I : perut tampajk datar I : perut tampajk datar P : supel, NT (-) P : supel, NT (-) Per : tympani Per : tympani Aus : BU (+) N Aus : BU (+) N St. Genitalia : St. Genitalia : Fluksus (-), fluor (-) Fluksus (+), fluor (-) Luka bekas operasi Luka bekas operasi tertutup tertutup verban, darah (- verban, darah (-), pus (-), nyeri ), pus (-) sekitar luka, jahitan kering.
TD: 120/80

N : 88x/m RR :19x/m S : 36,5 St.Ginekologi: Abd : I : perut tampajk datar P : supel, NT (-) Per : tympani Aus : BU (+) N St. Genitalia : Fluksus (+), fluor (+) Luka bekas operasi tertutup verban, darah (-), pus (-), nyeri sekitar luka, jahitan kering.

A P2A0 post op ekstirpasi Kista Bartholini hari 1 P Observasi TTV Meiac 2 x 1 As. Mefenamat 3x1

P2A0 post op ekstirpasi Kista P2A0 post op ekstirpasi Kista Bartholini hari 2 Bartholini hari 3 Meiac 2 x 1 As. Mefenamat 3x1 Meiac 2 x 1 As. Mefenamat 3x1 Ganti verban

ANALISA KASUS
Wanita 31 th d/ kista Bartholini sinistra.
Benjolan keras di bibir vagina. Nyeri saat berhubungan Berdasar Anamnesis dan pemeriksaan fisik Nanah (-), Darah ()

Dengan Antibiotik benjolan mengempis

PF : ins benjolan di vagina kiri bawah, konsistensi keras, immobile, NT +

Tindakan yang dilakukan : ekstirpasi

Pemberian antibiotik dan as.mefenamat.

Edukasi pada pasien