Anda di halaman 1dari 2

BAB IV. LINGKUNGAN LEGAL DAN PERATURAN 1.

Hukum internasional Merupakan peraturan dan prinsip-prinsip yang dipandang mengikat oleh berbagai Negara dan bangsa. 2. Negara Kebangsaan dan kedaulatan Kedaulatan suatu Negara berarti bahwa pemerintah Negara tersebut memegang pengawasan kegiatan ekonomi dalam batas-batas Negara. Generalisasi ini ditempatkan menurut dua kriteria penting:
a. b.

Tahap perkembangan Negara bersangkutan, yaitu: Negara maju, Negara berkembang.

Sistem politik dan ekonomi yang diterapkan dalam Negara tersebut, yaitu: ekonomi yang diperintah atau direncanakan secara sentral dengan system politik sosialis atau komunis, kapitalistik demokrasi berorientasi pasar, atau sistim ekonomi dan politik campuran. Jadi berbagai Negara menguasai perkembangan industry atau ekonomi mereka sendiri termasuk menjalankan praktek hambatan untuk mempromosikan maupun melindungi sector ekonomi Negara sendiri.
- Konflik hukum: dalam transaksi perekonomian antar bangsa sering terjadi konflik tentang penggunaan

hukum Negara mana. Untuk itu semua pihak harus menetapkan didalam kontrak mengenai hukum mana yang akan digunakan. Bila kedua pihak tidak mencapai kesapakatan maka dapat menggunakan pengadilan arbitrasi. Kriteria penetapan biasanya menggunakan pertimbangan domisili kedua pihak, dan tempat pelaksanaan kontrak.
- Jangkauan ekstrateritorial: merupakan kondisi dimana suatu negara memberlakukan kendali atas warga

negara dan perusahaannya yang terjadi di negara lain. Sebuah perusahaan internasional harus menjalankan bisnis dalam sebuah negara berdaulat dengan tunduk pada hukum yang berlaku. 3. Pemecahan konflik, penyelesaian perselisihan, dan proses pengadilan Setiap negara memiliki cara dan aturan berbeda untuk menyelesaikan konflik. Biasanya hukum negara yang digunakan disesuaikan dengan tempat atau negara terjadinya konflik. Tentunya hal tersebut cukup kompleks karena berbagia perbedan mulai dari bahasa, system, mata uang serta pola bisnis. 4. Isu bisnis yang relevan Kebanyakan isu dan permasalahan berpusat pada hal dan pertanyaan berikut: a.Pendirian Dengan kondisi seperti apa diperbolehkan mendirikan usaha dagang? Untuk menjalankan bisnis, warga negara lain harus mendapatkan jaminan perlakuan secara adil di negara tersebut. b. Paten dan merek dagang Apakah paten dan merek dagang saya akan dilindungi? Tidak ada hak paten internasional. Jadi setiap perusahaan harus memastikan bahwa setiap produknya didaftarkan disetiap negara tempat mereka ingin berdagang. c.Perlindungan diri Proses pengadilan disetiap negara mungkin berbeda dan rentan dengan pungli. Karena itu banyak perusahaan internasional menggunakan arbitrasi perselisihan. Apakah hukum internasional ada? Hukum internasional hanya ada dalam arti kumpulan persetujuan yang dibuat melalui serangkaian pertemuan dan usaha dari organisasi ekonomi internasional d. Pajak Pajak apa saja yang harus dibayar oleh perusahaan diluar negara asal? Pajak merupakan hak negara. Tidak ada hukum internasional yang mengatur secara universal tentang pungutan pajak atas perusahaan yang melukan bisnis melintasi batas-batas nasional. Bagaimanapun siapa dan apa yang terkena pajak di berbagai negara tidak dapat dihindarkan.

12

e.Menyebar control atas modal dasar Hal ini terkadang menyebabkan pemerintah negara tuan rumah berusaha mengendalikan kepemilikan dari perusahaan milik orang asing yang beroperasi secara domestic. Dalam pengaturan control ini ada beberapa tindakan yang dilakukan perusahaan: - Mengikuti peraturan yang berlaku - Meninggalkan negara tersebut - Melakukan negosiasi peraturan - Melakukan tindakan pendahuluan. f. Penyitaan: mengacu pada tindakan pemerintah untuk menghapuskan sebuah perusahaan atau investor dari harta kekayaan, dengan memberikan kompensasi. Jika kompensasi tidak diberikan, maka tindakan ini disebut konfiskasi. Kebanyakan yang melakukan penyitaan adalah negara komunis. 5. Memberi lisensi: Pertimbangan meliputi analisa aset kepemilikan, harga aset yang akan diberi lisensi, pengaturan luas teritori penerima lisensi, bidang penggunaan produk atau pengolahan, dan berbagai unsur lainnya. Hal tersebut membutuhkan persetujuan dan kesepakatan bersama. 6. Anti trust Undang-undang antitrust (anti monopoli) berfungsi untuk melawan praktik bisnis terbatas di berbagai negara. Praktik bisnis terbatas meliputi penetapan harga, membatasi produksi, alokasi pasar, pengekangan teknologi, atau berbagai skema lain yang diberlakukan dengan tujuan khusus untuk menghindari persaingan. 7. Lembaga pengatur: Berbentuk organisasi ekonomi internasional, yang mengawasi pengendalian harga, penetapan nilai impor dan ekspor, praktik perdagangan, pemberian label, pengaturan makanan dan obat, kondisi tenaga kerja, tawar menawar kolektif, isi iklan, praktik persaingan, dan lainnya.

13