Anda di halaman 1dari 15

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan rahmat-Nya kami dapat membuat makalah tentang Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Komunikasi. Makalah ini kami buat, bertujuan agar Mahasiswa/i dapat mengetahui lebih dalam materi tentang Komunikasi. Dan makalah kami buat untuk mengambil nilai individu maupun kelompok pada materi yang akan kami bahas ini. Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak H. Sarwono,SKM selaku dosen pembimbing, teman-teman, dan rekan-rekan yang telah mendukung kami dalam membuat makalah ini yang tidak dapat kami sebutkan satu-persatu. Dalam pembuatan makalah ini kami mengalami sedikit hambatan. Seperti sulitnya mendapat informasi akurat dan terpercaya dari sumber-sumber yang terkait. Kami harap setelah anda membaca makalah ini, anda dapat mengetahui tentang FaktorFaktor yang Mempengaruhi Komunikasi,yang akan kami bahas dalam makalah ini, serta dapat memberikan wawasan yang luas kepada pembaca . Kami menyadari bahwa makalah ini tidak luput dari kekurangan.Oleh karena itu ,kritik dan saran yang membangun dari para pembaca sangat kami harapkan demi penyempurnaan dan perbaikan makalah ini.

Kebumen, 17 February 2013

Penyusun

DAFTAR ISI
Kata Pengantar Daftar Isi Pendahuluan Latar Belakang Rumusan Masalah Tujuan Pembahasan Penutup Kesimpulan Saran Daftar Pustaka 1 2 3 3 3 4 5 14 14 14 15

PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Komunikasi berasal dari kata to commune yang berarti menjadikan milik bersama. Wilbur Scrahman : berasal dari kata latin COMMUNICARE atau COMUNIS berarti milik bersama komunikasi harus dinikmati bersama Definisi komunikasi adalah : 1. Pertukaran informasi antara dua atau lebih manusia atau dengan kata lain pertukaran ide dan pikiran (Kozier & Erb, 1995) 2. Proses pengoperan lambang yang memiliki arti di antara individu (William Ablig) 3. Proses ketika seseorang individu (komunikator) mengoper perangsang (biasanya lambang bahasa) untuk mengubah tingkah laku individu yang lain (komunikan) (Carl I. Hovland) 4. Proses berbagi (sharing) informasi atau proses pembangkitan dan pengoperan arti (Taylor, Lilis, Le Mone) 5. Kegiatan / proses pengoperan lambang yang mengandung arti / makna yang perlu dipahami bersama oleh pihak-pihak yang terlibat (Dr. Phill Astrid Susanto) 6. Proses lewatnya informasi dan pengertian seseorang ke orang lain (Keith Davis) 7. Pengiriman atau tukar menukar informasi, ide dan sebagainya (Oxford dictionary, 1956) 8. Komunikasi mencakup expresi wajah, sikap dan gerak-gerik suara, kata-kata tertulis, percetakan, kereta api, telegraf, telephone dll. (Drs. Onong Uchyana Effendy, MA) 9. Pemindahan informasi dari satu orang ke orang lain terlepas percaya atau tidak, tetapi informasi yang di transfer tentulah harus dimengerti oleh penerima (Harold Koont & Cyril ODonell) Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan komunikasi : a. merupakan kegiatan yang melibatkan dua orang atau lebih b. merupakan bentuk pembagian ide, pikiran, fakta, pendapat c. melalaui lambang-lambang yang dimengerti oleh yang melakukan komunikasi d. memiliki tujuan terjadi perubahan pada orang lain e. penyampaiannya sendiri melalui suatu proses B.Rumusan Masalah 1.Faktor-faktor dalam komunikasi. 2.Faktor social budayadalam komunikasi 3.Faktor lingkungan dalam komunikasi

C.Tujuan 1.Menyebutkan factor-faktor yang berhubungan dengan komunikasi perawat saat melaksanakan asuhan keperawatan diRumah Sakit. 2.menjelaskan mengapa factor social budaya mempengaruhi komunikasi 3.Menyebutkan contoh factor social budaya yang mempengaruhi komunikasi 4.Menjelaskan mengapa factor lingkungan mempengaruhi komunikasi 5.Menyebutkan contoh factor lingkungan yang mempengaruhi komunikasi

PEMBAHASAN

A.Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Komunikasi Ada 5 faktor yang berperan dalam komunikasi antara lain : 1. Komunikator (Pembawa berita) - Disebut juga sender / pembawa pesan, bisa individu, keluarga maupun kelompok yang mengambil inisiatif dalam menyelenggarakan komunikasi dengan individu atau kelompok lain yang menjadi sasarannya. - Komunikator bisa juga berarti tempat berasalnya sumber pengertian yang dikomunikasikan. - Dalam mengirimkan pesan dimulai dengan pikiran dan perasaan komunikator yaitu dunia intra psikis dan pengetahuan bahwa pikiran dan perasaan ini harus diubah menjadi sandi ke dalam bentuk perilaku (pesan) jika mereka ingin dikeluarkan dari dunia internal dan dikomunikasikan kepada orang lain (komunikan). - Syarat komunikator yang baik : -memiliki tujuan dalam melakukan komunikasi -memiliki pengetahuan yang memadai tentang pesan yang disampaikan -memiliki ketrampilan yang memadai untuk membangun hubungan / relasi. 2. Message (Pesan atau berita) - Message atau pesan adalah berita yang disampaikan oleh komunikator melalui sandi, lambang, pembicaraan, gerakan dan sebagainya. - Message bisa berupa gerakan, sinar, suara, lambaian tangan, kibaran bendera, tanda-tanda lain, dengan interpretasi yang tepat akan memberikan arti dan makna tertentu. - Di Rumah Sakit message ini dapat berupa nasehat perawat, hasil konsultasi pada status pasien, laporan dll. - Message mengandung arti ganda : pesan dikirim untuk menciptakan arti tetapi bisa juga di gunakan secara defensif. - Syarat pesan yang baik : -sesuai konteks (situasi komunikasi) -singkat dan jelas -menggunakan saluran yang mudah dipahami oleh komunikator dan komunikan -memungkinkan pengulangan dan penegasan pesan 3. Channel (Media atau sarana) - Channel atau saluran adalah sarana tempat berlakunya lambang-lambang. - Meliputi : -Pendengaran (lambang berupa suara) -Penglihatan (lambang berupa sinar, pantulan sinar atau gambar) -Penciuman (lambang berupa bau-bauan) -Rabaan ( lambang berupa rangsangan sensasi / taktil) -Perasa (rasa) - Jadi saluran ini dapat berupa : radio, televisi, majalah, aroma makanan dll. - Syarat saluran yang baik : 5

-dipahami / dimengerti oleh komunikator dan komunikan -meminimalkan kesalahan persepsi - menggunakan teknik yang merangsang lebih dari satu indra ; misalnya, mengajar dengan menggunakan suara, gambar dan gerakan tubuh. 4. Komunikan (Penerima berita) - Komunikan adalah obyek sasaran dari kegiatan komunikasi atau orang yang menerima berita atau lambang. - Bisa berupa pasien, individu, keluarga atau masyarakat. - Syarat komunikan yang baik : -memiliki pengetahuan dan ketrampilan untuk menangkap dan menerjemahkan pesan -memiliki cukup atensi untuk menerima pesan yang disampaikan oleh komunikator -memiliki ketrampilan untuk merespons pesan yang disampaikan 5. Feed back (Umpan balik atau tanggapan) - Yaitu arus umpan balik dalam rangka proses berlangsungnya komunikasi. - Dapat dijadikan patokan sejauh mana pencapaian dari pesan yang telah disampaikan. PROSES KOMUNIKASI Proses komunikasi dapat di gambarkan sebagai berikut : a. Komunikator 1. Mengembangkan ide atau pikiran yang ingin disampaikan 2. Mengkode ide atau pikiran dalam bentuk lambang verbal atau non verbal. 3. Menyampaikan pesan melalaui saluran komunikasi dan menggunakan metode tertentu 4. Menunggu umpan balik dari komunikan untuk mengetahui keberhasilan komunikasi. b. Komunikan 1. Menerima lambang-lambang yang disampaikan oleh komunikator. 2. Membaca atau menyandi lambang verbal atau non verbal yang di sampaikan oleh komunikator. 3. Menggunakan pesan yang telah di sampaikan. 4. Memberikan umpan balik kepada komunikator.

SYARAT KOMUNIKASI EFEKTIF Syarat komunikasi yang efektif, yang selanjutnya di kenal dengan Tujuh C dalam komunikasi (The Seven Cs of Communication) yaitu : 1. Credibility (kredibilitas) Adalah pengakuan komunikan terhadap keberadaan komunikator. Posisi dan kedudukan dalam strata sosiokultural tertentu mempengaruhi pengakuan dan kredibilitas seseorang. 2. Context (konteks) Situasi dan kondisi relevan dengan keadaan si penerima pesan. Situasi dan kondisi dapat meliputi konsentrasi dan perhatian (atensi) individu yang terlibat dalam komunikasi maupun situasi dan kondisi lingkungan tempat penyelenggaraan komunikasi. 6

3. Content (isi) Merupakan materi yang akan disampaikan sebagai pesan oleh komunikator, yang berpengaruh bagi penerima pesan. 4. Clarity (kejelasan) Pesan yang disampaikan oleh komunikator diterima dan dimengerti oleh penerima. 5. Continuity dan consistency (kontinuitas dan konsistensi) Pesan yang disampaikan konsisten dan berkesinambungan dan tidak menyimpang dari topik yang telah ditetapkan. 6. Channel (saluran) Saluran yang digunakan dalam komunikasi sesuai dan memungkinkan penerimaan yang baik oleh komunikan. 7. Capability of audience ( kemampuan komunikan) Materi (isi pesan) dan teknik penyampaian pesan disesuaikan dengan kemampuan penerimaan sasaran, sedangkan pesan itu sendiri mudah diterima dan tidak membingungkan. KARAKTERISTIK DASAR KOMUNIKASI : 1. Komunikasi memerlukan sedikitnya dua orang. 2. Hubungan yang terbentuk merupakan hasil kegiatan komunikasi 3. Komunikasi terjadi secara kontinu dan berulang-ulang 4. Seseorang yang melakukan komunikasi, melakukan pertukaran pesan secara verbal dan non verbal. 5. Komunikasi verbal dan non verbal berlangsung simultan 6. Seseorang yang melakukan komunikasi berespons terhadap pesan yang mereka dapat. 7. Pesan yang diterima (oleh komunikan) tidak selalu sama dengan arti pesan yang di maksud sebelumnya (oleh komunikator) atau seperti yang diharapkan komunikator. 8. Pertukaran pesan memerlukan pengetahuan 9. Pengalaman masa lalu mempengaruhi pengiriman pesan dan interpretasi pesan oleh penerima pesan dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu. 10. Komunikasi dipengaruhi oleh cara seseorang menilai dirinya sendiri dan oleh materi yang dikomunikasikan. 11. Posisi seseorang dalam suatu sistem sosiokultural dapat mempengaruhi proses komunikasi. PERSIAPAN DALAM KOMUNIKASI Persiapan ini meliputi : 1. Persiapan situasi dari komunikator yang berisi : Kapan, dimana, siapa sasarannya, apakah topiknya, cara penyampaiannya, alasan ? 2. Seleksi materi atau bahan Wawasan pengetahuan yang luas sangat besar peranannya. Harus selektif menentukan materi yang akan diberikan dan tidak. Semakin banyak materi akan semakin baik, tetapi selektif terhadap materi akan lebih memberikan nilai tambah terhadap hasilnya nanti. 3. Membuat garis besar Menyusun secara sistematis, mengoreksi, dan membuat garis besar dari pokok-pokok yang hendak disampaikan berupa ringkasan. 7

4. Latihan yang intensif Dengan latihan yang intensif akan bisa memberikan penyuluhan dengan baik. TIPE KOMUNIKASI Berbagai macam komunikasi menurut jenisnya dapat dibagi menjadi : 1. Pelaksanaan Dalam pelaksanaannya komunikasi dibagi menjadi : - Komunikasi formal Komunikasi formal adalah komunikasi yang terjadi antara bawahan dan atasan dalam lingkup pekerjaan yang secara hirarkis berbeda. Komunikasi ini terjadi dalam situasi formal. - Komunikasi informal Komunikasi informal adalah komunikasi yang dalam pelaksanaannya tidak mengenal hirarki dan komunikasi informal tidak ada sangsinya. 2. Proses Berdasarkan proses komunikasi dibagi menjadi : - Komunikasi primer Komunikasi tanpa menggunakan media (hanya berbentuk bahasa dan gerak tubuh) - Komunikasi sekunder Menggunakan media untuk melipat gandakan jumlah penerima pesan (alasan geografis, waktu dan jarak) 3. Umpan balik Berdasarkan umpan balik komunikasi dibagi menjadi : - Komunikasi satu arah Komunikasi satu arah maksudnya komunikator tidak memberi kesempatan kepada komunikan untuk meminta penjelasan, pembenaran dll. Komunikasi satu arah hanya menjamin penyampaian pesan. - Komunikasi dua arah Komunikasi dua arah mempunyai sistem umpan balik yang melekat. Komunikasi ini menjamin bahwa informasi jelas dan terbuka untuk pertanyaan yang belum jelas. - Komunikasi berantai Komunikator menyampaikan pesan kepada komunikan 1, diteruskan pada komunikan 2, 3, 4 dst. Kelemahan pesan yang disampaikan sudah tidak murni dan mengalami distorsi informasi sehingga pesan menyimpang dari yang sebenarnya. 4. Bentuknya Menurut bentuk komunikasi di bagi menjadi : - Komunikasi verbal Komunikasi verbal adalah komunikasi yang mempergunakan lambang bahasa dalam penyampaian pesan kepada penerima. Komunikasi ini di bagi menjadi dua yaitu verbal tulis dan lisan. 8

- Komunikasi non verbal Komunikasi non verbal adalah komunikasi yang menggunakan lambang bukan bahasa, dapat berwujud gambar, isyarat dll. Berhubungan dengan bahasa tubuh (body language) yaitu gerak tubuh, ekspresi wajah, pandangan, postur, jarak tubuh dan kedekatan, sentuhan dan pakaian. BODY LANGUAGE Bahasa tubuh telah menjadi topik yang populer baik dalam percakapan sehari-hari maupun dalam penelitian ilmiah yang serius tentang interaksi hewan dan manusia Tanda-tanda visual juga membawa arti yang penting dan dapat menggantikan, menambah atau membalikkan arti sebuah pesan verbal Contoh : Seorang bayi mengkomunikasikan kebutuhannya yang mendesak dan kepuasannya secara efektif dan menarik melalui gerakan tubuh dan tangisan serta suara-suara non verbal. BEBERAPA MACAM BODY LANGUAGE : 1. Gerak Tubuh Ketika berbicara orang mengadakan gerakan dengan tangan mereka. Dengan gerakan tangan ini orang menggambarkan bentuk dengan dan tanpa diikuti gerakan tangan (Argyle,1992) Contoh : Meluruskan tangan untuk mengungkapkan kepercayaan diri Menganggukkan kepala kecil untuk menunjukkan perhatian, anggukan yang lebih besar menunjukkan setuju 2. Ekspresi wajah Mungkin karena sangat bernilai dalam daya tahan hidup dimasa bayi, variasi yang samar dari senyuman atau pandangan sudah kita kenali, terutama dari lokasi sekitar mata dan mulut. Apakah seorang pendengar merasa senang, bingung atau terganggu dapat kita kenali dengan mengamati sekitar mata dan mulut 3. Pandangan Masih berhubungan dengan hal diatas, pandangan adalah hal yang penting dalam menilai tandatanda non verbal. Pandangan terkoordinasi erat dengan bicara: Pembicara biasanya memandang pendengar sebelum memutuskan tata bahasa dan terutama sebelum berakhirnya perkataan. Pembicara sering menatap ke kejauhan ketika mereka mulai bicara atau sedang berpikir tentang apa yang mereka katakan 4. Postur Cara tubuh ditopang memberi petunjuk umum ttg kepercayaan diri, perhatian, kebosanan, konfrontasi dan reaksi spesifik lainnya. Normalnya orang berdiri dengan tubuh sedikit menjauh dari satu sama lainnya ketika sedang berbicara untuk menunjukkan keramahan yang sopan atau kenetralan. Suatu budaya dapat menimbulkan ketidaksesuaian yang menjurus ke salah-pengertian dan bahkan pelanggaran 9

5. Jarak tubuh dan kedekatan Orang membutuhkan ruang tertentu disekeliling mereka agar mereka merasa nyaman dan kebutuhan ini berbeda-beda, tergantung pada : usia. jenis kelamin dan budaya. Terhimpit dengan orang lain dalam ruang yang kecil di lift atau bis yang penuh pada umumnya menimbulkan perasaan kaku dan tidak nyaman dan akan reda jika ruang pribadi telah didapatkan kembali Orang dewasa akan menjaga jarak sekitar satu lengan dengan orang lain 6. Sentuhan Sentuhan menunjukkan banyak hal tentang sifat hubungan dan derajat persahabatan diantara dua orang. Dapat digunakan sebagai tanda kedudukan Orang yang kedudukannya lebih tinggi dapat menyentuh bawahannya Sentuhan membawa pesan yang ampuh seperti yang diketahui oleh para : kekasih, teman, saudara, korban pelecehan/kekerasan seksual 7. Pakaian Cara dan jenis pakaian, rambut, perhiasan dan rias wajah berbicara banyak tentang kepribadian, peran, pekerjaan, status, dan suasana hati seseorang. FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT KOMUNIKASI : 1. Kecakapan yang kurang dalam berkomunikasi. Kurang cakap berbicara (terutama di depan umum), berbicara tersendat-sendat, menyebabkan pendengar menjadi jengkel dan tidak sabar. 2. Sikap yang kurang tepat. Seorang guru yang sedang mengajar di depan kelas sambil duduk di atas meja akan memberi kesan yang kurang baik bagi siswanya. 3. Kurang pengetahuan. Seseoarang yang kurang pengetahuannya, jarang membaca atau mendengarkan radio dan televisi akan mengalami kesulitan dalam mengikuti pembicaraan orang lain. 4. Kurang memahami sistem sosial. 5. Prasangka yang tidak beralasan. 6. Jarak fisik, komunikasi menjadi kurang lancar bila jarak antara komunikator dengan reseptor berjauahan. 7. Tidak ada persamaan persepsi. 8. Indera yang rusak. 9. Berbicara yang berlebihan. Berbicara berlebihan seringkali akan mengakibatkan penyimpangan dari pokok pembicaraan. 10. Mendominir pembicaraan dll.

10

B.Faktor Komunikasi dalam Sosial Budaya Komunikasi sosial-budaya adalah proses menafsirkan perilaku pihak lain sebagai landasan berinteraksi dalam tindak komunikasi dan sosial.

Komunikasi adalah pertukaran gagasan yang disebut Pesan, melibatkan Sumber (orang, institusi atau kelompok) yang disebut komunikator dan Penerima (orang, kelompok, publik) yang disebut komunikan, baik secara langsung maupun tidak langsung yakni dengan perantara baik saluran komunikasi maupun perantara orang atau kelompok. Akibat-akibat dari proses tersebut, yang disebut efek komunikasi. Dalam dimensi sosial: adalah komunikasi dalam kehidupan sehari-hari, melibatkan faktor-faktor dalam strata sosial yang membangun pola-pola komunikasi tertentu Dalam dimensi budaya: adalah komunikasi yang mendasarkan pada nilai dan norma sosial-budaya masyarakat sebagai pedoman, kaidah dan petunjuk dalam berinterkasi dalam kehidupan sehari-hari.

Prinsip-prinsip Komunikasi Sosial Budaya 1. Proses Transaksional Komunikasi sosial budaya pada prinsipnya adalah sebuah proses transaksional. Dikatakan komunikasi sosial budaya adalah suatu proses,karena komunikasi adalah kegiatan dinamis yang berlangsung secara berkesinambungan. Dalam komunikasi sosial budaya terdapat proses transaksi/tukar menukar sesuatu. Seperti halnya seperti interaksi seorang pedagang dengan pembeli di pasar,sudah jelas bahwa di dalamnya terjadi proses transaksi barang dan jasa. Dalam komunikasi sosial budaya,objek yang ditransaksikan adalah simbol-simbol,gagasan,pesan dari suatu pihak ke pihak lain yang memiliki latar belakang sosial yang berbeda. 2. Komunikasi sosial budaya mempunyai tujuan Ketika orang melakukan komunikasi tentu memiliki tujuan tertentu. Antara pihak-pihak yang terlibat komunikasi,mungkin memiliki tujuan yang sama,namun pula memiliki tujuan yang berbeda. Ada 2 alasan kita berkomunikasi di suatu masyarakat,yakni alasan kepentingan pribadi dan kepentingan sosial. Untuk memperjuangkan dua kepentingan tersebut mutlak harus ditempuh dengan jalan komunikasi dengan pihak-pihak yang relevan. Lebih spesifik lagi dapat diperjelas,bahwa kita berkomunikasi di masyarakat karena dari mengadakan komunikasi itu kita mengharapkan 2 keuntungan/manfaat yakni manfaat individu dan sosial. Pada tataran manfaat individu,kita pribadi yang akan merasakan manfaatnya. Misalnya kita bisa memupuk hubungan baik dengan orang lain,kita mendapatkan informasi,kita belajar nilai-nilai,kita memperoleh kepercayaan,dll. Sedangkan tataran manfaat sosial,berati manfaat itu tidak hanya kita rasakan sendiri melainkan juga oleh warga masyarakat lain. Misalnya dengan berkomunikasi,para warga dapat menyelesaikan program-program kegiatan di masyarakat,dapat mengambil keputusan yang tepat dan menghindari terjadi konflik,dll. 11

3. Komunikasi sosial budaya adalah proses simbolik Manusia adalah animal symbolcum/hewan yang menggunakan lambang-lambang atau simbol adalah sesuatu yang digunakan untuk mengekspresikan gagasan tertentu berdasarkan kesepakatan dalam lingkungan sosial budaya. Misalnya rambu lalu lintas adalah simbol-simbol untuk menginformasikan makna tertentu seperti : jalan menikung,adanya sekolahan,pom bensin,rumah makan, dll. Putri Diana adalah lambang kecantikan, Dasamuka adalah lambang keangkaramurkaan, awan hitam tanda akan turun hujan, tertawa adalah tanda senang sedangkan menangis adalah tanda sedih.

4. Komunikasi berkorelasi dengan harmonis interaksi warga masyarakat Banyak ahli komunikasi yang memiliki kesamaan pandangan mengenai hubungan antara proses komunikasi sosial budaya dan keharmonisan interaksi antar warga dalam masyarakat. Mereka bersepakat bahwa komunikasi dan keberhasilan membina hubungan harmonis,berkorelasi secara signifikan. Memperbaiki komunikasi sosial budaya berarti memperbaiki harmonisasi interaksi warga pada masyarakat tertentu. 5. Komunikasi sosial budaya adalah paket isyarat Perilaku komunikasi sosial buadya apakah itu melibatkan pesan verbal, maupun isyarat nonverbal/kombinasi dari keduanya,biasanya terjadi dalam paket. Biasanya,perilaku verbal dan nonverbal saling memperkuat dan mendukung untuk memperjelas makna pesan yang disampaikan. Semua bagian dari sistem pesan biasanya bekerja bersama-sama untuk mengkomunikasikan makna tertentu. 6. Komunikasi sosial budaya adalah proses penyesuaian Sebagian dari seni komunikasi sosial budaya adalah mengidentifikasi sistem isyarat orang lain,mengenali bagaimana isyarat-isyarat tersebut digunakan,memahami maknanya,dan melakukan proses penyesuaian yang memerlukan waktu cukup lama dan seringkali membutuhkan kesabaran. Tapi disinilah prinsip komunikasi sosial budaya,bahwa para pelaku mesti saling menyesuaikan dalam penggunaan isyarat agar komunikasi dapat berlangsung dengan baik. 7. Komunikasi sosial budaya bersifat tak reversibel Anda dapat membalikkan arah proses beberapa sistem tetentu. Sebagai contoh,anda dapat mengubah air menjadi es dan kemudian mengembalikan es menjadi air. Proses seperti ini dinamakan proses reversibel.

12

C.Faktor Lingkungan dalam Komunikasi Komunikasi akan lebih efektif jika dilakukan dalam lingkungan yang menunjang, berikut ini beberapa contoh suasana lingkungan yang tidak menunjang atau mendukung yaitu : Keadaan suhu (terlalu panas atau terlalu dingin) Keadaan ribut atau bising Lingkungan fisik yang tidak mendukung (ruang terlalu sempit/kurang keleluasaan pribadi) Komunikasi dipengaruhi oleh lingkungan.Faktor lingkungan ini adalah: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Faktor ekologis (iklim atau kondisi alam). Faktor rancangan dan arsitektural (penaataan ruang). Faktor temporal, misal keadaan emosi. Suasana perilaku, misal cara berpakaian dan cara berbicara. Teknologi. Faktor sosial, mencakup sistem peran, struktur sosial dan karakteristik sosial individu. Lingkungan psikososial yaitu persepsi seseorang terhadap lingkungannya. Stimuli yang mendorong dan memperteguh perilaku.

13

PENUTUP
A.Kesimpulan Komunikasi sangatlah penting dalam setiap kehidupan manusia. Sebagai perawat, kita sudah semestinya mempelajari dan memahami berbagai macam komunikasi sehingga memudahkan kita dalam melakukan tindakan keperawatan yang benar dan tepat terhadap pasien. Dengan telah mengetahui peran komunikasi secara tidak langsung melalui pembelajaran ini yaitu factor-faktor yang mempengaruhi komunikasi. B.Saran Kita sebagai calon perawat masa depan yang professional hendaklah kita mempraktikkan komunikasi dengan sungguh-sungguh sehingga kita dapat memahami pasien atau klien kita dengan benar dan tepat .Bukan hanya sekedar teori belaka.

14

DAFTAR PUSTAKA

http://pastakyu.wordpress.com/2010/01/22/komunikasi/#more-36 http://sitirochana.blogspot.com/2010/04/komunikasi-dalam-keperawatan.html http://dhinipedia.blogspot.com/2012/10/pengaruh-budaya-dalam-komunikasi.html http://sulur.students-blog.undip.ac.id/2009/06/22/prinsip-dasar-dan-faktor-yang-mempengaruhikomunikasi/ http://www.lusa.web.id/faktor-yang-mempengaruhi-komunikasi/ http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi

15