Anda di halaman 1dari 25

PENGARUH VARIASI TEMPERATUR DAN WAKTU AUSTEMPERING TERHADAP SIFAT MEKANIK PADA BAJA AISI 4140

Ramdika Nur H. 2613091035 M Irvan Maulana. 2613091036

Tujuan

Mengetahui pengaruh parameter austempering terhadap sifat mekanik yang

Mengetahui pengaruh holding time austempering terhadap sifat mekanik Mengetahui pengaruh temperature austempering terhadap sifat mekanik

Ramdika. N. H & M. Irvan. M

KEUNTUNGAN AUSTEMPERING

Kekuatan impak meningkat

Batas lelah dan keuletannya meningkat

Ketangguhan lebih tinggi, mengurangi distorsi, lebih ekonomis

Atas dasar hal ini, biasanya austempering menggantikan proses quench dan tempering konvensional agar diperoleh sifat-sifat mekanik yang lebih baik dan lebih ekonomis.
Ramdika. N. H & M. Irvan. M

PROSES AUSTEMPERING

1. Panaskan sampai Temperatur Austenisasi

3. Quench di dalam salth bath sampai temperatur sedikit diatas Ms

2. Tahan pada temperatur tersebut 4. Lakukan Penahanan dengan dengan waktu penahanan tertentu waktu penahanan tertentu 5. Dinginkan di udara
Ramdika. N. H & M. Irvan. M

SKEMA PROSES

Material AISI 4140 Pengujian Awal Spektrometer Kekerasan Kekuatan Tarik Impak

Proses Austempering

T1 320oC Ht1 30 menit Ht2 60 menit

T2 340oC Ht1 30 menit Ht2 60 menit

T3 360oC Ht1 30 menit Ht2 60 menit

T4 380oC Ht1 30 menit Ht2 60 menit

T5 400oC Ht1 30 menit Ht2 60 menit

Pengujian Lab Uji kekerasan Uji Tarik Uji Impak

Data dan Pembahasan

Penarikan Kesimpulan

Ramdika. N. H & M. Irvan. M

Baja AISI 4140


Baja AISI 4140 (American Iron and Steel Institute) merupakan baja paduan dengan unsur paduan utamanya adalah molibdenum dan chrom. Baja AISI 4140 ini banyak diaplikasikan pada bidang otomotif, seperti untuk rangka sepeda motor, pin piston juga aplikasi di bidang migas untuk poros pengeboran minyak, juga digunakan sebagai poros hidrolik, bearing dan gear.

Ramdika. N. H & M. Irvan. M

Spesimen untuk Pengujian


Pada Penelitian ini spesimen baja AISI 4140, yang digunakan untuk pengujian menggunakan spetrometer memiliki dimensi 2cm x 2cm x 1cm dan untuk pengujian tarik menggunakan standar ASTM E 8 Sedangkan untuk pengujian Impak menggunakan metoda charpy dengan standar ASTM - E 23.

ASTM- E 8

ASTM E 23
Ramdika. N. H & M. Irvan. M

Ramdika. N. H & M. Irvan. M

Ramdika. N. H & M. Irvan. M

Data & Pembahasan

Dibawah ini merupakan data komposisi kimia dari spesimen baja AISI 4140 yang diuji menggunakan alat spektrometer emisi hampa.

Unsur

Pengujian (%)

Standar AISI 4140 (%)

C Cr Mo Mn Si

0.43 0.90 0.20 0.80 0.28

0.38 0.43 0.80 1.00 0.15 0.25 0.75 1.00 0.20 0.35

Dan dari data yang diperoleh dapat dipastikan bahwa spesimen ini merupakan baja AISI 4140
Ramdika. N. H & M. Irvan. M

Dan tabel dibawah ini merupakan hasil dari pengujian kekerasan sebelum dilakukan proses Austemper

Pengujian ke 1 2 3 Rata - rata

Harga kekerasan (HRc) 31,5 32,5 32,5 32,16

Ramdika. N. H & M. Irvan. M

Kode Spesimen Waktu Penahanan Temperatur (oC)


1A 2A 3A 4A 5A 1B 2B 3B 4B 5B
320 340

30 menit

360 380 400 320 340

60 menit

360 380 400

Ramdika. N. H & M. Irvan. M

Setelah proses austempering pada spesimen baja AISI 4140 didapat data harga kekerasan yang berbeda. Mari kita bandingkan dengan harga kekerasan awal yaitu 32,16 HRc
No. Spesimen 1A 2A 3A 4A 5A 1B Parameter T = 320C ; t = 30 menit T = 340C ; t = 30 menit T = 360C ; t = 30 menit T = 380C ; t = 30 menit T = 400C ; t = 30 menit T = 320C ; t = 60 menit Kekerasan Rata - rata 52,33 50 47,83 45,67 43,33 51,17 49,17 46,83 44,83 41,83

2B
3B 4B 5B

T = 340C ; t = 60 menit
T = 360C ; t = 60 menit T = 380C ; t = 60 menit T = 400C ; t = 60 menit

Ramdika. N. H & M. Irvan. M

Perbandingan harga kekerasan dengan temperatur austempering yang dilakukan pada baja AISI 4140 ini dapat dibuat kurva seperti dibawah ini.

Grafik Hubungan Kekerasan dengan Temperatur


60 50

Kekerasan, HRc

40 30 20 10 0 320 340 360 380


0C

t= 30 menit t= 60 menit

400

Temperatur Austemper

Semakin lama waktu penahanannya maka semakin kecil harga kekerasan yang diperoleh Semakin tinggi temperatur pemanasannya maka semakin kecil harga kekerasan yang diperoleh
Ramdika. N. H & M. Irvan. M

Dibawah ini adalah data yang didapat dari hasil uji tarik terhadap spesimen AISI 4140 dengan standar ASTM E 8 yang telah diproses austempering.
Kode Benda Uji Luas (mm2) Titik Luluh (kgf/mm2) Awal A1 A2 A3 A4 A5 B1 30,663 30,681 30,671 30,677 30,657 30,711 30,663 79,121 108,813 107,766 107,177 106,241 104,421 104,021 Titik Max (kgf/mm2) 104,877 134,216 133,763 133,142 132,813 131,522 131,134 Titik Putus (kgf/mm2) 89,818 123,314 120,452 120,215 119,521 116,612 115,322 Perpanjangan (%) 11,171 8,814 8,721 8,757 8,814 8,828 8,871

B2
B3 B4 B5

30,701
30,659 30,609 30,668

100,677
100,215 97,721 98,611

129,147
128,643 126,812 124,811

112,411
109,341 108,255 106,672

8,985
9,022 9,142 9,171

Ramdika. N. H & M. Irvan. M

Grafik dibawah ini menunjukan hubungan antaran harga kekuatan tarik dengan variasi temperatur.

Grafik Hubungan Kekuatan Tarik dengan Temperatur


136,000 Kekuatan Tarik, kgf/mm2

134,000
132,000 130,000 128,000 126,000 124,000 122,000 120,000 320 340 360 380
0C

t= 30 menit

t= 60 menit

400

Temperatur Austemper

Semakin lama waktu penahanannya maka semakin kecil kekuatan tarik yang diperoleh Semakin tinggi temperatur pemanasannya maka semakin kecil kekuatan tarik yang diperoleh
Ramdika. N. H & M. Irvan. M

Data hasil uji impak setelah proses austempering pada baja AISI 4140 dengan standar ASTM E 23
No Kode Spesimen Awal 1 2 3 4
1A 2A 3A 4A 5A 1B 2B 3B 4B

Luas A (mm) 79.95


80,8 80,5 80,2 79,96 80,1 80,1 80,4 80,1 79,96

Energi, E (joule) 76
53 53 54 55 55 54 54 55 56 56

Harga Impak, HI (joule/mm) 0.950


0,656 0,658 0,673 0,687 0,686 0,674 0,684 0,686 0,7 0,7

5
6 7 8 9 10

5 B 80,0 Ramdika. N. H & M. Irvan. M

Perbandingan harga Impak terhadap temperatur austempering yang dilakukan pada baja AISI 4140 ini dapat dibuat kurva seperti dibawah ini.

Grafik Hubungan Harga Impak dengan Temperatur


0.71

0.7
Harga Impak, J/mm2 0.69 0.68 0.67 0.66 0.65 0.64 0.63 320 340 360 Temperatur Austemper 0C 380 400 t= 60 menit t= 30 menit

Semakin lama waktu penahanannya maka semakin besar harga impak yang diperoleh Semakin tinggi temperatur pemanasannya maka semakin besar harga impak yang diperoleh
Ramdika. N. H & M. Irvan. M

Analisa
1. Perubahan harga kekerasan Semakin lama waktu penahanannya maka semakin kecil harga kekerasan yang diperoleh Semakin tinggi temperatur pemanasannya maka semakin kecil harga kekerasan yang diperoleh WHY ???? Karena karbida yang ada pada temperatur austmper yang tinggi adalah karbida yang kasar, sedangkan pada temperatur yang rendah karbida yang terbentuk adalah karbida yang halus. Berdasarkan teori dislokasi, karbida berperan sebagai penghambat dislokasi. Semakin tinggi temperatur pemanasan dan semakin lama waktu penahanan maka karbida yang terbentuk akan menjadi kasar akibatnya gerakkan dislokasi semakin mudah bergerak sehingga menurunkan harga kekerasan material.
Ramdika. N. H & M. Irvan. M

2. Perubahan Nilai Kekuatan Tarik


Semakin lama waktu penahanannya maka semakin semakin kecil kekuatan tarik yang diperoleh Semakin tinggi temperatur pemanasannya maka semakin kecil kekuatan tarik yang diperoleh

WHY ????
Karena fasa yang diperoleh pada temperatur austemper yang rendah adalah bainit bawah (lower bainit) yang strukturnya jarum, mirip Martensit. Pada bainit bawah, pengintian ferit terjadi pada batas butir dan didalam butir austenit. Karena pada temperatur yang tidak terlalu tinggi maka difusi atom pun rendah dan terjadi pengendapan karbon pada permukaan ferit sehingga permukaan feritakan jenuh terhadap karbon. Transformasi pengintian ferit terjadi pada batas butir austenit tumbuh menjadi lath-lath ferit . Pertumbuhan tersebut disertai berdifusinya atom karbon ke austenit sehingga kadar karbon pada austenit akan meningkat. Dan pada temperatur tinggi maka difusi atom c akan cepat dan memungkinkan terjadinya penyekatan antara ferit dan austenit sehingga pengendapan karbida tidak terjadi pada lath tetapi pada batas butir. Karena laju difusi atom C pada temp 320 lebih lambat dibandingkan pada temp 400 maka memungkinkan atom C lebih banyak yang terjebak dan membentuk karbida.
Ramdika. N. H & M. Irvan. M

3. Perubahan Harga Impak


Semakin lama waktu penahanannya maka semakin semakin besar harga impak yang diperoleh Semakin tinggi temperatur pemanasannya maka semakin besar harga impak yang diperoleh

WHY ???? Pada temperatur rendah, difusi atom karbon semakin lambat akibatnya atom karbon banyak yang terjebak dan menyebabkan material menjadi getas. Karena pada temperatur rendah austenit tidak terurai secara normal sehingga pertumbuhan ferit pun akan terhambat, padahal ferit inilah yang akan menyebabkan suatu material menjadi ulet sehingga mampu meredam tumbukan (menyerap energi).

Ramdika. N. H & M. Irvan. M

Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan terhadap data hasil pengujian maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1. Perlakuan panas dengan proses austemper akan menaikkan harga kekerasan dan kekuatan tarik namun menurunkan harga regangan dan juga harga impak.
Nilai kekerasan
Semakin tinggi temperature Austemper Semakin lama waktu penahanan

Kekuatan tarik

Harga impak

HRc HRc

HI HI

2. Semakin tinggi temperatur Austempervdan semakin lama waktu penahanan maka semakin kecil harga kekerasan dan kekuatan tarik yang diperoleh. 3. Harga Impak bertambah seiring dengan lamanya waktu penahanan dan naiknya temperature austempering .
Ramdika. N. H & M. Irvan. M

4. Harga kekerasan dan kuat tarik tertinggi diperoleh pada saat temperature austemper 320oC dan waktu penahanan 30 menit yaitu 52,33 HRc untuk kekerasannya dan 134, 216 kg/mm2 untuk kekuatan tariknya 5. Harga impak tertinggi diperoleh pada temperature austemper 400oC dengan waktu penahanan 60 menit yaitu sebesar 0,7 J/mm2

Ramdika. N. H & M. Irvan. M

- TERIMA KASIH -

Ramdika. N. H & M. Irvan. M

Ramdika. N. H & M. Irvan. M