Anda di halaman 1dari 5

PEMELIHARAAN HUBUNGAN DENGAN KARYAWAN

1. Pengertian Pemeliharaan Hubungan Kerja Pemeliharaan adalah kegiatan untuk memelihara atau meningkatkan kondisi fisik, mental dan loyalitas karyawan agar mereka tetap mau bekerja sama sampai pension. Pemeliharaan (maintenance) adalah usaha mempertahankan dan meningkatkan kondisi fisik, mental dan sikap karyawan agar mereka tetap loyal bekerja produktif untuk menunjang tercapainya tujuan perusahaan. Pemeliharaan yang baik dilakukan dengan program kesejahteraan yang berdasarkan kebutuhan sebagian besar karyawan serta berpedoman kepada internal dan eksternal konsistensi. Hubungan kerja adalah merupakan suatu hubungan yang timbul antara pekerja dan pengusaha setelah diadakan perjanjian sebelumnya oleh pihak yang bersangkutan. Pekerja menyatakan kesanggupan untuk bekerja pada

pengusaha dengan menerima upah dan sebaliknya pengusaha menyatakan pula kesanggupan untuk mempekerjakan pekerja dengan membayar upah. Dengan demikian, hubungan kerja yang terjadi antara pekerja dan pengusaha adalah merupakan bentuk perjanjian kerja yang pada dasarnya memuat hak dan kewajiban masing-masing pihak.

2. Unsur-Unsur Pemeliharaan Hubungan Kerja a. Kerja Dalam hubungan kerja harus ada pekerja tertentu sesuai perjanjian karena itulah hubungan ini dinamakan hubungan kerja. b. Upah Setiap hubungan kerja selalu menimbulkan hak dan kewajiban diantara kedua belah pihak dengan berimbang. Dalam hubungan kerja, upah adalah merupakan salah satu unsur pokok yang menandai adanya hubungan kerja. Pengusaha berkewajiban membayar upah dan pekerja berhak atas upah dari pekerjaan yang diakukannya. c. Perintah Didalam hubungan kerja harus ada unsur perintah yang artinya yang satu pihak berhak memberikan perintah dan pihak lain berkewajiban melaksanakan

perintah.

Dalam hal ini pengusaha berhak memberikan perintah kepada

pekerja dan pekerja wajib menaati perintah tersebut.

3. Tujuan Pemeliharaan Hubungan Kerja a. Untuk meingkatkan produktivitas kerja karyawan b. Meningkatkan disiplin dan menurunkan absensi karyawan c. Meningkatkan loyalitas dan menurunkan turn-over karyawan d. Memberikan ketenangan, keamanan, dan kesehatan karyawan e. Meningkatkan kesejahteraan karyawan dan keluarganya f. Memperbaiki kondisi fisik, mental dan sikap karyawan g. Mengurangi konflik serta menciptakan suasana yang harmonis h. Mengefektifkan pengadaan karyawan

4. Pengaturan Pemeliharaan Hubungan Kerja Hubungan kerja diatur dalam suatu perjanjian kerja yang disetujui oleh kedua belah pihak. Perjanjian kerja tidak harus secara tertulis, artinya perjanjian juga dapat dibuat secara lisan. Namun demikian, untuk perjanjian kerja tertentu, diharuskan membuat secara tertulis. Contoh : a. Perjanjian Kerja Laut (PKL) Perjanjian ini dibuat diantara awak kapal dengan perusahaan atau dengan nakhoda yang mewakili pengusaha. Perjanjian ini harus tertulis dan tidak sah apabila secara lisan. b. Perjanjian Kerja Antar Kerja Antar Negara (AKAN) Perjanjian kerja antar Negara dibuat antar perusahaan pengerah tenaga kerja yang dikirim ke luar negeri. c. Perjanjian Kerja Antar Kerja Antar Daerah (AKAD) Perjanjian ini dibuat antara pekerja dengan perusahaan pemakai yang memuat persyaratan baik dalam pengerahan maupun yang berlaku sewaktu pekerja sudah bekerja dan wajib dibuat secara tertulis. d. Perjanjian Kerja Untuk Waktu Tertentu (Kontrak) Perjanjian ini dibuat antara pekerja dengan perusahaan yang memuat persyaratan dalam kondisi didalam bekerja.

5. Asas-asas Pemeliharaan Hubungan Kerja

a. Asas Manfaat dan Efisiensi Pemeliharaan yang dilakukan harus efisien dan memberikan manfaat yang optimal bagi perusahaan dan karyawan. Pemeliharaan ini hendaknya

meningkatkan prestasi kerja, keamanan dan kesehatan, dan loyalitas karyawan dalam mencapai tujuan. Asas ini harus di program baik-baik agar b. Asas Kebutuhan dan Kepuasan Pemenuhan kebutuhan dan kepuasan harus menjadi dasar program pemeliharaan karyawan. Asas ini penting supaya tujuan pemeliharaan, kesehatan, dan sikap karyawan baik, sehingga mereka mau bekerja secara efektif dan efesien menunjuang tercapainya tujuan perusahaan. c. Asas Keadilan dan Kelayakan Keadilan dan kelayakan hendaknya dijadikan asas program pemeliharaan karyawan. Karena keadilan dan kelayakan akan menciptakan ketenangan dan konsentrasi karyawan terhadap tugas-tugasnya, sehingga disiplin, kerja sama, dan semangat kerjanya meningkat. Dengan asas ini diharapkan tujuan pemberian pemeliharaan akan tercapai. d. Asas Peraturan Legal Peraturan-peraturan legal yang bersumber dari undang-undang, Keppres, dan keputusan mentri harus dijadikan asas program pemeliharaan karyawan. Hal ini penting untuk menghindari konflik dan intervensi serikat buruh dan pemerintah. e. Asas Kemampuan Perusahaan Kemampuan perusahaan menjadi pedoman dan asas program

pemeliharaan kesejahteraan karyawan. Jangan sampai terjadi pelaksanaan pemeliharaan karyawan yang mengakibatkan hancurnya perusahaan.

6. Metode Pemeliharaan Hubungan Kerja a. Komunikasi Dalam melaksanakan Program Pemeliharaan Pegawai mutlak diperlukan suatu hubungan yang dibangun terlebih dahulu diantara individu-individu dalam suatu kelompok dan organisasi. Hubungan yang dibangun didasarkan kepada suatu hubungan pekerjaan yang baik, didasarkan pada struktur organisasinya sehingga tercipta hubungan secara vertikal maupun horizontal.

Kunci tercipta suatu hubungan yang baik tersebut dimulai terlebih dahulu dengan suatu Komunikasi. Untuk terbentuk suatu hubungan yang baik dalam organisasi, maka salah satunya mutlak dilakukan suatu Komunikasi yang baik pula diantara setiap individu organisasi perusahaan. Sehingga dengan demikian diharapkan kemampuan dan kehandalan individu dalam organisasi tetap terpelihara dengan baik. b. Insentif Insentif merupakan daya perangsang yang diberikan pada pegawai tertentu berdasarkan prestasi kerja pegawai. Lebih jauh untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan insentif, dikutif definisi insentif dari GR Terry : Laterally incentive means that which incitas or a tendency to incite action. c. Kesejahteraan Merupakan salah satu metode pemeliharaan yang senantiasa digunakan untuk mengembangkan, memotivasi prestasi kerja pegawai perusahaan sampai pegawai pensiun. Metode ini di implementasikan dari suatu Program Kesejahteraan yang sistematis, terencana dan terukur. Setelah para pegawai diterima, dikembangkan , mereka perlu diberikan motivasi agar tetap mau bekerja pada perusahaan sampai pensiun. Untuk mempertahankan pegawai ini kepadanya diberikan kesejahteraan/kompensasi pelengkap (fringe benefit) gaji tersembunyi(indirect compensation/employee welfare). Kesejahteraan yang diberikan sangat berarti dan bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan fisik dan mental pegawai. Pemberian kesejahteraan akan menciptakan ketenangan, semangat kerja, dedikasi, disiplin dan sikap loyal pegawai terhadap perusahaan sehingga labour turn over(LTO) relatif rendah. d. Keselamatan dan Kesehatan Kerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja(K3) akan menciptakan terwujudnya pemeliharaan pegawai yang baik. K3 harus dapat ditanamkan pada diri masing-masing individu pegawai perusahaan, dengan penyuluhan dan pembinaan yang baik agar disadari pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja bagi dirinya maupun untuk perusahaan. Apabila terjadi banyak kecelakaan, pegawai banyak yang menderita, absensi meningkat, produksi menurun dan biaya pengobatan semakin besar. Ini semua akan mengakibatkan kerugian bagi pegawai maupun perusahaan

bersangkutan, karena lebih jauh pegawai mungkin dapat terpaksa berhenti bekerja karena cacat dan perusahan kehilangan pegawainya. e. Hubungan Industrial Pancasila Hubungan Industrial Pancasila atau disingkat HIP adalah hubungan antara pelaku dalam proses produksi barang dan jasa (buruh, pengusaha dan pemerintah) didasarkan atas nilai yang merupakan manifestasi dari keseluruhan sila-sila Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, yang tumbuh dan berkembang di atas kepribadian bangsa dan kebudayaan Nasional Indonesia. HIP sebagai wahana menuju ketenangan kerja dan stabilitas sosial ekonomi untuk pembangunan nasional.