Anda di halaman 1dari 6

Perbedaan Katarak Matur dan Katarak Imatur

Dibuat oleh: Sigit Ari Prabowo,Modifikasi terakhir pada Tue 24 of Aug, 2010 [14:34]

Abstrak Katarak didefinisikan sebagai perubahan lensa mata yang sebelumnya jernih dan tembus cahaya menjadi keruh, sehingga menyebabkan penderita tidak bisa melihat dengan jelas karena dengan lensa yang keruh cahaya sulit mencapai retina dan akan menghasilkan bayangan yang kabur pada retina. Disebut sebagai katarak matur jika dengan pemeriksaan shadow tes hasilnya negatif. Sedangkan jika dengan pemeriksaaan shadow tes hasilnya positif maka didefinisikan sebagai katarak imatur. Pasien pada kasus ini didiagnosis sebagai katarak matur dengan terapi operasi yaitu dengan teknik EKEK(Ekstraksi Katarak Ekstra Kapsuler) dan dilanjutkan pengobatan berupa tetes mata yaitu cendomycos dan cendocitrol dan cefimixe sebagai antibiotik sistemik. Keywords: katarak matur,katarak imatur History Seorang wanita, usia 64 tahun, datang ke rumah sakit dengan keluhan kedua matanya kabur untuk melihat. Kedua matanya kabur seperti timbul awan putih yang berawal sejak 1 tahun yang lalu. Awan putih di penglihatanya awalnya sedikit lama-kelamaan menjadi banyak dan akhirnya pasien susah untuk melihat, nyeri tidak ada, nrocos tidak ada, mata merah tidak ada, riwayat trauma tidak ada. Pasien belum pernah berobat ke dokter. Tidak terdapat riwayat penyakit dahulu. Tidak terdapat riwayat penyakit keluarga. Pemeriksaan fisik ditemukan KU baik, tanda vital normal. Pemeriksaan visus OD 6/300 dan OS 5/300, pemeriksaan slitlamp didapatkan kgambaran kabut puih di kedua lensa mata. Pemeriksaan subyektif mata ditemukan shadow tes negatif, dengan funduskopi didapatkan fundus tidak terlihat karena tertutupi awan putih di lensa. Dilakukan pemeriksaan penunjang berupa laboratorium darah lengkap dengan hasil dalam batas

normal. Diagnosis ODS Katarak Matur Terapi Dilakukan operasi EKEK (Ektraksi Katarak Ekstra Kapsuler) dan dilanjutkan obat tetes mata cendocytrol tiap 6 jam 2 tetes pada kedua mata dan cendomycos tiap 4 jam 2 tetes pada kedua mata. Cefixime tablet 100 mg per 12 jam selama 5 hari. Pemberian edukasi pada keluarga agar kontrol jika obata tetes habis. Diskusi Pasien ini memenuhi kriteria katarak matur dari keluhan yang ada, dengan gejala berupa keluhan tidak bisa melihat karena tertutupi bayangan awan putih yang semakin lama semakin tebal. Hal ini meyakinkan diagnosis ke arah katarak matur, ditambah dari pemeriksaan fisik pada mata yang semakin mendukung ke arah katarak matur, yaitu shadow tes kedua mata negatif. Katarak didefinisikan sebagai perubahan lensa mata yang sebelumnya jernih dan tembus cahaya menjadi keruh, sehingga menyebabkan penderita tidak bisa melihat dengan jelas karena dengan lensa yang keruh cahaya sulit mencapai retina dan akan menghasilkan bayangan yang kabur pada retina. Katarak berkembang karena berbagai sebab, seperti kontak dalam waktu lama dengan cahaya ultra violet, radiasi, efek sekunder dari penyakit seperti diabetes dan hipertensi, usia lanjut, atau trauma(dapat terjadi lebih awal), mereka biasanya akibat denaturasi dari lensa protein. faktor-faktor genetik sering menjadi penyebab katarak kongenital dan sejarah keluarga yang positif juga mungkin berperan dalam predisposisi seseorang untuk katarak pada usia lebih dini, fenomena "antisipasi" dalam katarak pra-senilis. Katarak juga dapat diakibatkan oleh cedera pada mata atau trauma fisik. Sebuah studi menunjukan katarak berkembang diantara pilot-pilot pesawat komersial tiga kali lebih besar dari pada orang-orang dengan pekerjaan selain pilot. Hal ini diduga disebabkan oleh radiasi berlebihan yang berasal dari luar angkasa. Katarak juga biasanya sering

terjadi pada orang yang terkena radiasi inframerah, seperti para tukang (meniup)kaca yang menderita "sindrom Pengelupasan". Eksposur terhadap radiasi gelombang mikro juga dapat menyebabkan katarak. Kondisi atopik atau alergi yang juga dikenal untuk mempercepat perkembangan katarak, terutama pada anak-anak. Katarak yang terjadi akibat usia lanjut bertanggung jawab atas 48% kebutaan yang terjadi di dunia, yang mewakili 18 juta jiwa, menurut WHO. kelayakan bedah katarak di beberapa negara belum memadahi sehingga katarak tetap menjadi penyebab utama kebutaan. Bahkan di mana ada layanan bedah yang tersedia, pengelihatan rendah yang terkait dengan katarak masih dapat dijumpai, sebagai hasil dari lamanya menunggu untuk operasi dan hambatan untuk dioperasi, seperti biaya, kurangnya informasi dan masalah transportasi. Di Amerika Serikat, katarak yang terjadi akibat usia lanjut dilaporkan mencapai 42% dari orang-orang antara usia 52 sampai 64, 60% dari orang-orang antara usia 65 dan 74, dan 91% dari mereka antara usia 75 dan 85. Katarak imatur sebagian lensa keruh atau katarak yang belum mengenai seluruh lapis lensa. Pada katarak imatur akan dapat bertambah volume lensa akibat meningkatnya tekanan osmotik bahan lensa yang degenerative. Pada keadaan lensa mencembung akan dapat menimbulkan hambatan pupil, sehingga terjadi glaucoma sekunder. Pada katarak matur kekeruhan telah mengenai seluruh masa lensa. Kekeruhan ini bias terjadi akibat deposisi ion Ca yang menyeluruh. Bila katarak imatur atau intumessen tidak dikeluarkan maka cairan lensa akan keluar sehingga lensa kembali pada ukuran yang normal. Akan terjadi kekeruhan seluruh lensa yang bila lama akan mengakibatkan kelsifikasi lensa. Bilik mata depan akan berukuran kedalaman normal kembali, tidak terdapat bayangan iris pada lensa yang keruh, sehingga uji bayangan iris negative.

Adapun klasifikasi katarak berdasarkan usia, yaitu: Katarak congenital, katarak yang sudah terlihat pada usia dibawah 1 tahun Katarak Katarak juvenile, senilis, katarak katarak yang yang terjadi terjadi sesudah setelah usia usia 1 50 tahun tahun

Pemeriksaan yang dilakukan pada pasien katarak adalah pemeriksaan sinar celah (slitlamp), funduskopi, pada kedua mata bila mungkin, tonometer selain daripada pemeriksaan prabedah yang diperlukan lainnya seperti adanya infeksi pada kelopak mata, konjungtiva, karena dapat menjadi penyulit yang berat berupa panoftalmitis pasca bedah dan fisik umum. Pada katarak sebaiknya dilakukan pemeriksaan tajam penglihatan sebelum dilakukan pembedahan untuk melihat apakah kekeruhan sebanding dengan turunnya tajam penglihatan. Pada katarak nuclear tipis dengan myopia tinggi akan terlihat tajam penglihatan yang tidak sesuai, sehingga mungkin penglihatan yang turun akibat kelainan pada retina dan bila dilakukan pembedahan maka akan memberikan hasil tajam pengllihatan yang tidak memuaskan. Sebaliknya pada katarak kortikal posterior yang kecil akan mengakibatkan penurunan tajam penglihatan yang sangat berat pada penerangan yang sedang ataupun keras akantetapi bila pasien berada ditempat gelap maka tajam penglihatan akan memperlihatkan banyak kemajuan. Prinsip penanganan terapi katarak adalah tindakan pembedahan. Setelah pembedahan lensa diganti dengan kacamata afakia, lensa kontak atau lensa tanam intraokuler. Pembedahan diindikasikan bagi mereka yang memerlukan penglihatan akut untuk bekerja ataupun keamanan. Biasanya diindikasikan bila koreksi tajam penglihatan yang terbaik yang dapat dicapai adalah 20/50 atau lebih buruk lagi bila ketajaman pandang mempengaruhi keamanan atau kualitas hidup, atau bila visualisasi segmen posterior sangat perlu untuk mengevaluasi perkembangan berbagai penyakit retina atau saraf optikus, seperti diabetes dan glaukoma. Pembedahan katarak terdiri dari pengangkatan lensa dan menggantinya dengan lensa buatan. 1) Pengangkatan lensa Ada dua macam teknik pembedahan ynag bias digunakan untuk mengangkat lensa: Pembedahan ekstrakapsuler : lensa diangkat dengan meninggalkan kapsulnya. Pembedahan intrakapsuler : pengangkatan lensa beserta kapsulnya. Namun, saat ini pembedahan intrakapsuler sudah jarang dilakukan. 2) Penggantian lensa

Penderita yang telah menjalani pembedahan katrak biasanya akan mendapatkan lensa buatan sebagai pengganti lensa yang teleh diangkat. Lensa buatan ini merupakan lempengan plastik yang disebut lensa intraokuler dan biasanya lensa intraokuler dimasukkan ke dalam kapsul lensa di dalam mata. Untuk mencegah infeksi, mengurangi peradangan, dan mempercepat penyembuhan selama beberapa minggu setelah pembedahan di berikan tetes mata atau salep. Untuk melindungi mata dari cedera, penderita sebaiknya menggunakan kaca mata atau pelindung mata yang terbuat dari logam sampai luka pembedahan benar-benar sembuh. Adapaun penatalaksanaan pada saat post operasi antara lain : 1. Pembatasan aktivitas, pasien yang telah melaksanakan pembedahan diperbolehkan :

Menonton televisi; membaca bila perlu, tapi jangan terlalu lama. 2. Mengerjakan aktivitas biasa tapi dikurangi (Pada awal mandi waslap selanjutnya menggunakan bak mandi atau pancuran) Tidak boleh membungkuk pada wastafel atau bak mandi; condongkan sedikit kepala kebelakang saat mencuci rambut 3. 4. 5. 6. Tidur dengan perisai pelindung mata logam pada malam hari; mengenakan kacamata Ketika tidur, berbaring terlentang atau miring pada posisi mata yang tidak dioperasi, Aktivitas dengan duduk Mengenakan kacamata hitam untuk kenyamanan Berlutut atau Tidur Menggosok mata, Mengejan Memakai Mengangkat benda sabun yang lebih jongkok (paling pada menekan saat tidak sisi kelopak saat mendekati dari 7 mengambil selama sesuatu 1 yang untuk dari lantai minggu) sakit menutup defekasi mata Kg Dihindari pada siang hari dan tidak boleh telengkup

Berhubungan Mengendarai Batuk, bersin, dan

seks kendaraan muntah dari lantai.

Menundukkan kepala sampai bawah pinggang, melipat lutut saja dan punggung tetap lurus Kesimpulan Katarak seringkali muncul pada orang tua dimana pada orang tua terjadi proses denaturasi protein lensa yang akan berakibat pembentukan bayangan kabut/awan putih yang semakin lama semakin menebal. Terapi pada katarak adalah dengan tindakan pembedahan. Setelah pembedahan lensa diganti dengan kacamata afakia, lensa kontak atau Referensi 1. Ocha Webblog.(2010). Katarak. Http://Katarak Ocha WeBlog.htm 2. Wikipedia.(2010). Bahaya Penyakit Katarak. http://bahaya-penyakit-katarak.html 3. Indonesian Children.(2009). Bahaya Penyakit Katarak. Http://Penyakit Mata KATARAK Yogyakarta. 5.Iliyas,Sidarta.(2009).Ilmu Indonesia.Jakarta Penulis Sigit Ari Prabowo, Bagian Ilmu Mata, RSUD Panembahan Senopati, Kab.Bantul, Yogyakarta. penyakit Mata.Fakultas Kedokteran Universitas KORAN INDONESIA SEHAT.htm 4. Suharjo.(2007).Ilmu Kesehatan Mata. Fakultas Kedokteran Universitas Kedokteran lensa tanam intraokuler. untuk mengambil sesuatu