Anda di halaman 1dari 10

Fungsi Manajemen Menurut Luther Gullick

Essa Rahayuningtyas (D0209031) Alvira Parahita Anita Rohmatur R. Ester Lia Amanda Maharani Krisna H. (D0212011) (D0212015) (D0212041) (D0212065)

Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret Surakarta Tahun 2013

Pendahuluan

I.

Latar belakang
Kata Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno management, yang memiliki arti

seni melaksanakan dan mengatur. Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. G. R Terry, manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksud yang nyata. Ada tiga alasan utama diperlukannya
manejemen, yaitu untuk mencapai tujuan, untuk menjaga keseimbangan diantara tujuan-tujuan yang saling bertentangan, dan untuk mencapai efesiensi dan efektifitas.

Manajemen sangatlah penting bagi kehidupan manusia karena manajemen dapat mempermudah pekerjaan manusia dengan spesialisasi pekerjaan serta berkembangnya skala operasi yang ada di era sekarang ini. Dengan adanya manajemen, suatu pekerjaan akan lebih mudah karena manajemen berkutat dengan pembagian kerja berdasarkan keahlian serta bekerja sama dengan orang lain. Karena hal itu lah manajemen menjadi lebih berkembang karena adanya fungsi-fungsi dari manajemen tersebut. Fungsi dari manajemen sangatlah beragam, termasuk pendapat dari para ahli yang mengungkapkan fungsi manajemen menjadi beberapa bagian. Diantaranya yaitu pendapat dari Luther Gullick yang membagi fungsi manajemen menjadi tujuh bagian.

II.

Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan fungsi manajemen? 2. Bagaimana fungsi manajemen menurut Luther Gullick?

III. Tujuan Pembahasan


1. Mengetahui yang dimaksud dengan fungsi manajemen

2. Mengetahui penjabaran dari fungsi manajemen menurut Luther Gullick

Pembahasan

1. Pengertian Fungsi Manajemen


Fungsi manajemen adalah mutlak bagi semua tingkat aktivitas manajerial mulai dari pengawas/supervisor langsung sampai ke kepala eksekutif. Mereka merupakan inti aktivitas dalam bermacam-macam penerapan seperti pemasaran, manufaktur finansial, dan badan-badan umum. Fungsi manajemen adalah elemenelemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad ke-20. Ketika itu, ia menyebutkan lima fungsi manajemen, yaitu merancang, mengorganisir, memerintah, mengordinasi, dan mengendalikan. Masing-masing otoritas yang berbeda memberikan nama-nama sendiri-sendiri untuk fungsi-fungsi manajemen, namun demikian secara umum telah disepakati bahwa ada beberapa tugas-tugas aktual seorang manajer. Pendapat William H. Nerman mengklasifikasikan fungsi manajemen atas lima kegiatan dengan akronim POASCO, yakni Planning (perencanaan), Organzing (pengorganisasian), Assembling resource (pengumpulan sumber), Survesing (pengendalian), Controlling (pengawasan). H. Koontz & O, Donnell, mengklasifikasikannya atas lima proses dengan akronim PODICO, yakni Planning, Organizing, Staffing, Planning, Organizing, Budgeting. Directing, dan Controling. Menurut Luther Directing, Coordinating, Reporting, Gullick membaginya atas tujuh fungsi dengan akronim POSDCORB, yakni Staffing,

2. Penjabaran dari Fungsi Manajemen menurut Luther Gullick


Seperti diketahui bahwa fungsi manajemen oleh para ahli (para pakar) dibagi beberapa jenis. Ada yang membagi empat jenis, bahkan ada yang membagi tujuh jenis. George R. Terry didalam Principle of Management membagi fungsi manajemen di dalam perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan. Sebaliknya Luther Gullick mengemukakan tujuh macam fungsi manajemen yaitu : a) Planning b) Organizing c) Staffing d) Coordinating e) Reporting f) Budgeting g) Directing Dari fungsi-fungsi di atas, dapat dijelaskan sebagai berikut : a) Planning (Perencanaan) Perencanaan adalah kegiatan pertama yang harus dilakukan dalam administrasi. Rencana merupakan serangkaian keputusan sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan dimasa akan datang. Rencana yang baik hendaknya diarahkan kepada tujuan (goal oriented). Berbagai batasan tentang planning dari yang sangat sederhana sampai dengan yang sangat rumit. Perencanaan mengacu pada pemikiran dan penentuan apa yang akan dilakukan di masa depan, bagaimana melakukannya, dan apa yang harus disediakan untuk melaksanakan aktivitas tersebut untuk mencapai tujuan secara maksimal.. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.

b) Organizing (Pengorganisasian) Setelah menyusun rencana, selanjutnya diperlukan penyusunan atau pengelompokan kegiatan-kegiatan yang telah ditentukan yang akan dilaksanakan dalam usaha kerja sama tersebut. Perlu pengaturan, ada beberapa macam jenis kegiatan, dikelompok-kelompokan, bagaimana hubungan antara kelompok jenis masing-masing. Pengelompokan kegiatan tersebut berarti juga pengelompokan tanggung jawab, pembagian dan penyususnan tanggung jawab, penyusunan tugas-tugas bagi setiap bagian yang mempunyai tanggung jawab tertentu. Kegiatan dalam hal ini akan lebih mudah dan lebih jelas ditunjukan di dalam suatu organisasi atau struktur organisasi. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, pada tingkatan mana keputusan harus diambil. c) Staffing (Penyusunan Personil) Apabila telah disusun dan diatur susunan pekerjaan, jenis dan macamnya, luas dan bidang pekerjaan, pimpinan akan lebih mudah mengisi dengan tenaga yang sesuai dengan tingkatan dan jenis pekerjaan atau kegiatan. Pimpinan akan memegang prinsip apa yang disebut dengan the right man in the right place. Yang perlu di perhatikan dalam hal ini antara lain adalah sebagai berikut : 1. Pengetahuan dan keterampilan apa yang diperlukan untuk mengisi masing-masing informasi yang di butuhkan dalam kegiatan. 2. Pengadaan tenaga-tenaga yang diperlukan 3. Bagaimana mengadakan seleksi 4. Penempatan ke dalam fungsi dan tunggung jawab yang sesuai dan serasi. 5. Penghargaan bagi tenaga berprestasi untuk merangsang kegairahan dan motivasi, peneguran dan atau penyangsian. 6. Memberikan bimbingan dan penyuluhan, pengarahan yang lebih efisien dan efektif.

d) Coordinating (Pengordinasian) Meliputi tugas-tugas ini adalah : Setiap bagian atau petugas dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, dengan cara dengan waktu yang telah ditentukan atau sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Menghindarkan bagian atau petugas yang menghambat atau merugikan pekerjaan dalam rangka kerjasama, jangan merugikan pekerjaan dalam rangka kerja sama, jangan merugikan bagian atau petugas lain. Menghindarkan tumpang tindih yang dapat menimbulkan kesalah pahaman, kekacauan atau membingungkan. Memupuk dan mengembangkan sikap saling percaya dan kerja sama, baik sesama antar pekerjaan. Menghindarkan dan mnyelesaikan segala macam perbedaan pendapat atau pertentangan yang akan menghambat usaha kerja sama. Menghindarkan kompetisi yang tidak sehat. Memupuk rasa persatuan dan kesatuan dengan pengertian setiap unsur baik petugas maupun pekerjaan tidak terlepas dari usaha sebagai suatu keseluruhan. e) Reporting (Laporan) Dalam pelaporan hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain : Apa yang harus dicatat. Bagaimana cara mencatatnya. Bagaimana menyimpan secara teratur dan sistematis, sehingga mudah di temukan kembali apabila di perlukan. Apa yang harus dilaporkan dan kepada siapa laporan tersebut diisampaikan.

Bagaimana

menelaah

laporan

tersebut

dalam

rangka

peningkatan

dan

pengembangan. f) Budgeting (Penganggaran) Kegiatan penganggaran meliputi : Perencanaan dan penyusunan anggaran, disusun dengan sesuai mata anggaran atas dasar rencana anggaran. Mencari dan mengusahakan sumber-sumber biaya. Mengatur pemasukan atau pengeluaran. Membuat pencatatan atau pembukuan. Membuat laporan keuangan. g) Directing (Pengarahan) Memberikan perintah atau arahan, selain itu juga termasuk kegiatan

kepemimpinan.Directing atau commanding adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan usaha member bimbingan, saran, perintah-perintah atau instruksi kepada bawahan dalam melaksanakan tugas masing-masing, agar tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan benar-benar tertuju pada tujuan yang telah ditetapkan semula. Fungsi directing bukan saja agar pegawai melaksanakan atau tidak melaksanakan suatu kegiatan, tetapi dapat pula berfungsi mengkoordinasi kegiatan berbagai unsur organisasi agar efektif tertuju kepada realisasi tujuan yang ditetapkan sebelumnya.

Kesimpulan

Menurut penjabaran diatas dapat disimpulkan bahwa fungsi manajemen menurut Luther Gullick adalah: 1. Planing (Perencanaan) yaitu tindakan memilih dan menetapkan segala aktivitas dan sumber daya yang akan dilaksanakan dan digunakan di masa yang akan datang untuk mencapai tujuan tertentu. 2. Organizing (Pengorganisasian) yaitu kegiatan membagi tugas-tugas sesuai dengan proporsi dan tanggung jawab masing-masing orang yang berekrja sama. 3. Staffing (Penyusunan Personil) yaitu kegiatan menentukan, memilih, mengangkat, membina, membimbing sumber daya manusia dengan menggunakan berbagai pendekatan dan atau seni pembinaan sumber daya manusia.

4. Directing (Pengarahan) yaitu penjelasan, petunjuk, serta pertimbangan dan bimbingan terdapat para petugas yang terlibat, baik secara structural maupun fungsional agar pelaksanaan tugas dapat berjalan dengan lancar 5. Coordinating (Pengordinasian) yaitu suatu usaha agar dalam kegiatan mencapai tujuan tidak terjadi kekacauan, percekcokan, kekosongan kegiatan dengan jalan menghubungkan, menyatukan dan menyelaraskan pekerjaan bawahan sehingga terdapat kerja sama yang terarah dalam upaya mencapai tujuan organisasi. 6. Reporting (Laporan) yaitu pemberian informasi kepada manajer, sehingga yang bersangkutan dapat mengikuti perkembangan dan kemajuan kerja. 7. Budgeting (Penganggaran) yaitu kegiatan menetapkan ikhtisar biaya yang diperlukan dan pemasukan uang yang diharapkan akan diperoleh dari rangkaian tindakan yang akan dilakukan.

Daftar Pustaka

http://denisarbiyanto.blogspot.com/2011/09/pengertian-organisasi-manajemen-dan.html, (diakses Sabtu, 4 Mei 2013, pukul 18.00 WIB) http://ranggablack89.wordpress.com/2009/10/19/fungsi-manajemen-menurut-beberapa-ahli/ (diakses Jumat, 3 Mei 2013, pukul 11.00 WIB) http://punya-devita.blogspot.com/2012/09/manajemen-organisasi-pengertian.html (diakses Jumat, 3 Mei 2012, pukul 11.05 WIB) http://tinherniyani.trigunadharma.ac.id/wp-content/uploads/2012/06/CHAPTER-5-fungsi.pdf Masie, Joseph L. Dasar-dasar Manajemen. Edisi Ketiga. 1985. Jakarta : Erlangga.