Anda di halaman 1dari 19

(delapan)

Pelaksana hari Pattidana di hari bulan vassa selama tiga


bulan masa penghujan

Dimana Tirokuddakanda suttam untuk pelimpahan jasa kepada arwah-arwah


yang telah meningal dunia jadi untuk pelaksananya tentunya dari anggota
keluargga dari umat yang mempunyai niat dan tujuan yang baik untuk
menanam buah karma baik yang dimana karma-karma buruk yang ditanam
masa-masa lampau atau karma buruk yang sebelumnya secara sengaja
ditanam baik tidak sengaja tidak diketahui, maka dari perbuatan sekarang
yang ada sangat baik untuk ikut andil dalam turut serta didalam untuk
berbuat karma baik untuk dirinya sendiri baik untuk keluarganya baik sanak
sekeluarga yang masih hidup,baik sanak keluarga yang telah meninggal
dunia .

Hingga sampai dengan perbuatan-perbuatan dimana dari sendiri baik dari


orang tua ,baik dari sanak keluarga sangat membantu uluran tangan dari
sendiri dan sanak keluarga untuk menanam buah karma baik yang tentunya
dibulan-bulan ini antara bulan 7 sampai bulan 9 yang dikatakan sebagai
bulan untuk pelimpahan jasa kepada manusia dan makhluk hidup dialam
semesta ini.
(Sembilan)

Tuntunan upacara Pattidana

Aradahana Devata:
Samantacakkavalesu atragacchantu Devata,Saddammam munirajassa
sunantu Saggamokkhandam.Sagge kame ca game ca rupegirisikharatate
cantalikkhe vimane.Dipe ratthe ca game taruvanagahane gehavatthumhi
khette.Bhumma cayantu deva jalathala visame
yakkhagandhabbanaga,titthanta santike yam munivaravacanam sadhavo me
sunantu.

Buddhadassanakalo ayam bhadanta


Dhammassavanakalo ayam bhadanta
Sanghapayirupasanakalo ayam bhadanta

Semoga semua deva dialam semesta hadir disini,mendengarkan Dhamma


nana gung dari sang Bhijaksana,yang membimbing(umat)ke surga dan
kebebasan.dialam surga dan di alam brahma,di puncak-puncak
gunung,diangkasa raya,di pulau-pulau,di desa-desa dan dikota-kota,dihutan
belukar,disekeliling rumah dan ladang.Semoga deva bumi
mendekat(datang)melalui air,daratan atau pun angkasa,bersama-sama
dengan yakkha,gandhaba dan naga.dan semoga dimana pun mereka
berada,mereka dapat mendengarkan sabda sang Bhijaksana,seperti berikut
ini.

Sekarang tiba saatnya melihat sang Buddha


Sekarang tiba saatnya mendengarkan sang Dhamma
Sekarang tuba saatnya menghormat sang sangha

2 Namakara Gatha
Araham sammasambuddho Bhagava
Buddham bhagavantam abhivademi

Sang bhagava; yang Maha Suci,yang telah mencapai penerangan


Sempurna;aku bersujut dhadapan sang Buddha,sang bhagava (namakara)

Svakkhato bhagavata Dhammo Dhammam namassami


Dhamma telah sempurna dibabarkan oleh sang bhagava;aku bersujud
dihadapan Dhamma.(namakara)

3 Puja Gatha
Pemimpin kebaktian;
Yamamha kho mayam bhagavantam saranam gata,yo no bhagava
sattha,yassa ca mayam bhagavato dhamma rocema,imehi sakkarehi tam
bhagavantam sasaddhammam sasavakasangham abhipujayama.

Kami berlindung kepada sang bhagava,sang bhagava guru jujungan


kita.dalam dhamma sang bhagava kami berbahagia.dengan persembahan ini
kami melakukan puja kepada sang bhagava,dhamma sejati serta sangha para
siswa.

4 Pubbabhaganamakara
Namo tassa bhagavato Arahato Sammasambuddhassa
Namo tassa bhagavato Arahato Sammasambuddhassa
Namo tassa bhagavato Arahato Sammasambuddhassa

Terpujilah sang bhagava ,yang Maha suci,yang telah mencapai penerangan


Sempurna.(3x)

5 Aradhana Tisarana Pancasila

Pemimpin Pujabhatti dan umat :


Mayam bhante,
Tisaranena saha panca silani yacama.
Dutiyampi mayam bhante,
Tisaranena saha panca silani yacama.
Tatiyampi mayam bhante,
Tisaranena saha panca silani yacama.

Bhikkhu ; yamaham vandami tam vadetha


Hadirin ; Ama bhante
Bhikkhu ; Namo tassa Bhagavato Arahato Sammasambuddhassa(3x)

Namo tassa Bhagavato Arahato Sammasambuddhassa


Namo tassa Bhagavato Arahato Sammasambuddhassa
Namo tassa Bhagavato Arahato Sammasambuddhassa

Hadirin ; Mengulangi sebanyak tiga kali


Bhikkhu; Mengucapkan Tisarana kalimat perkalimat dan diulang oleh umat
kalimat perkalimat.

Buddham Saranam Gacchami


Dhamma Saranam Gacchami
Sanghang Saranam Gacchami

Dutiyampi Buddham Saranam Gacchami


Dutiyampi Dhamma Saranam Gacchami
Dutiyampi Sanghang Saranam Gacchami

Tatiyampi Buddham Saranam Gacchami


Tatiyampi Dhamma Saranam Gacchami
Tatiyampi Sanghang Saranam Gacchami

Bhikkhu;Tisarana Gamanam Paripunam


Hadirin ; Ama Bhante
Bhikkhu;Mengucapkan Pancasila kalimat perkalimat dan diulangi oleh umat
kalimat perkalimat.

Panatipata Veramani Sikkhapadam Samadiyami


Adinnadana Veramani Sikkhapadam Samadiyami
Kamesu Miccahacara Veramani Sikkhapadam Samadiyami
Musavada Veremani Sikkhapadam Samadiyami
Surameraya Majjapamadatthana Veramani Sikkhapadam Samadiyami

Bhikkhu ; Imani Pancasikkhapadani


Silena Sugatim yanti
Silena Bhogasampada
Silena Nibbutim Yanti
Tasma Silam Visodhaye
Hadirin : Ama Bhante,Sadhu!Sadhu!Sadhu!

6 Namokaratthaka Gatha

Namo Arahato Sammasambuddhassa Mahesino


Namo uttamadhammassa Svakkhatassevatenidha
Namo Mahasanghassapi visuddhasiladitthino
Namo Omatyaraddhassa Ratanattayassa Sadhukam
Namo Omakatitassa Tassa vatthuttayassapi
Namo Karappabhavena vigacchantu Upaddava
Namo Karanubhavena Suvatthi Hotu Sabbada
Namo Karassa Tejena Vidhimhi homi Tejava

Sujudku pada Maha Pertapa,Buddha nan suci tampa noda


Sujudku pada Dhamma nan Mulia,yang telah dibabarkan dengan sempurna
Sujudku pada Mahasangha nana gung yang ber-sila dan berpandangan suci
Sujudku pada sang Tiratana ,yang Mulia berkahnya
dengan”aum”[a(rahato)u(ttama)m(ahasanghassapi)]
Sujudku pada Tiratana Yang telah bebas dari kekejaman.
Dengan kekuatan sujudku ini,semoga semua gangguan lenyap
Dengan kekuatan sujudju ini,semoga semuanya sejahtera
Dengan sujudku yang lengkap ini,semoga saya sukses adanya

7. Buddhanussati

Iti pi so bhagava araham Sammasambuddho,Vijjacarana-sampanno sugato


Lokavido,Anuttaro purisadhammasarathi sattha devamanussanam,Buddho
bhagava`ti.

Demikianlah Sang Bhagava,Yang Maha Suci,Yang Telah mencapai


Penerangan Sempurna:Sempurna pengetahuan serta tindak-
tanduknya.Sempurna menempuh Sang jalan (ke nibbana).Pengenal segenap
alam.Pembimbing manusia yang tiada taranya.guru para dewa dan
manusia.yang sadar(bangun),yang patut Dimuliakan

8. Dhammanussati
Svakkhato Bhagavata Dhammo,
Sanditthiko Akaliko Ehipassiko,
Opanayiko Paccattam Veditabbo Vinnuhi’ti

Dhamma Sang bhagava telah sempurna dibabarkan;berada sangat dekat,tak


lapuk oleh waktu,mengundang untuk dibuktikan;menuntun kedalam
batin,dapat diselami oleh para bijaksana dalam batin masing-masing.

9.Sanghanussatti
Supatipanno bhagavato Savakasangho
Ujupatipanno bhagavato Savakasangho
Nayapatipanno bhagavato Savakasangho
Samicipatipanno bhagavato Savakasangho
Yadidam cattari purisayugani atthapurisapuggala,Esa bhagavato
Svakasangho,Ahuneyyo Pahuneyyo Dakkhineyyo Anjalikaraniyo,Anuttaram
Punnakettam lokassa`ti.

Sangha siswa Sang Bhagava telah bertindak baik;


Sangha siswa Sang Bhagava telah bertindak lurus;
Sangha siswa Sang Bhagava telah bertindak benar;
Sangha siswa Sang Bhagava telah bertindak patut.
Mereka,merupakan empat pasang makhluk,terdiri dari delapan jenis
makhluk suci),itulah Sangha siswa sang bhagava;patut menerima
pemberian,tempat bernaung,persembahan serta penghormatan;lapangan
untuk menanam jasa,yang tiada taranya dialam semesta.

)Mereka disebut Ariya Sangha: makhluk-makhluk yang telah mencapai


Sotapatti Magga dan Phala,Sakadagami Magga dan phala

10.Saccakiriya Gatha
Natthi me Saranam Annam
Buddho Me Saranam Varam

Sotthi te hoto sabbada

Natthi me saranam Annam

Sotthi te hoto sabbada

Natthi me saranam Annam


Sangho me Saranam Varam

Sotthi te hotu Sabbada

Tiada pelindung lain bagiku sang Buddha-lah sesungguhnya pelindungku


berkat kesungguhan peryataan ini semoga anda selamat sejahtera.
Tiada perlindungan lain bagiku sang Dhamma-lah sesungguhnya
pelindungku berkat kesungguhan pernyataan ini semoga anda selamat
sejahtera.

Tiada perlindungan lain bagiku sang sangha-lah sesungguhnya pelindungku


berkat kesungguhan pernyataan ini semoga anda selamat sejahtera.

11.Tirokuddakanda Suttam

Tirokuddesu Titthanti
Sandhisinghatakesu ca
Dvarabahasu Titthanti
Agantvana Sakam Gharam

Pahute Annapanamhi
Khajjabojje upatthite
Na tesam koci sarati
Sattanam Kammapaccaya

Evam Dadanti Natinam


Ye Honti Anukampaka
Sucim Panitam Kalena
Kappiyam Panabhojanam

Idam Vo Natinam Hotu


Sukhita Hontu Natayo

Natipeta Samagata

Pahute Annapanamhi
Sakkaccam Anumodare
Ciram jivantu No Nati

Amhakanca kata Puja


Dayaka Ca Anipphala
Na Hi Tattha Kasi Atthi
Gorakkhettha Na Vijjati

Vanijja Tadisi Natthi


Hirannena Kayakayam
Ito Dinnena Yapenti
Peta Kalakata Tahim
Unnate udakam vuttham
Yatthaninnam Pavattati
Evameva Ito Dinnam
Petanam upakappati

Yatha Varivaha Puja


Paripurenti Sagaram
Evameva Ito Dinnam
Petanam Upakappati

Adasi Me Akasi Me
Natimitta Sakha Ca me
Petanam Dakkhinam Dajja
Pubbe Katamanussaram

Na Hi Runnam Va Soko Va
Ya Vanna Paridevana
Na Tam Petanamtthaya
Evam Titthanti Natayo

Ayam kho Dakkhina Dinna


Sanghamhi Supattitthita
Digharattam Hitayassa
Thanaso Upakappati

So Natidhammo ca Ayam Nidassito


Petana Puja ca Kata Ulara
Balanca Bhikkhunamanuppadinnam
Tumheni Punnam Pasutam Anappakanti.

Walaupun diluar dinding-dinding,mereka berdiri dan menanti,ada juga yang


dipersimpangan-persimpangan jalan atau.kembali kerumah-kerumah mereka
yang dahulu serta menanti di samping tiang-tiang pintu.

Tetapi pada saat diadakan pesta keluarga yang meriah,dengan makanan dan
minuman yang beraneka ragam,ternyata tiada seorang pun anggota keluarga
mereka yang ingat kepada mahkluk-makhluk menderita ini,yang berasal dari
perbuatan-perbuatan jahat mereka yang lampau.hanya keluarga baik yang
hatinya penuh welas asih dan mengerti Dhamma,bisa mau memberikan
makanan,minuman,untuk sanak keluarganya yang telah meninggal dengan
baik,dari jenis yang disukai pada waktu hidupnya.

Semoga persembahan ini buah jasa-jasa baiknya bermanfaat untuk sanak


keluarga yang telah meninggal dunia,sanak keluarga kita yang telah
meninggal yang sedang berkumpul disini,Semoga mereka berbahagia.

Dengan rasa simpati,mereka akan memberikan doa,setelah menerima


pemberian jasa-jasa makanan dan minuman yang melimpah-limpah dari
kita,Semoga sanak keluarga kita panjang umur karena perbuatan baik kita
kepada mereka sehingga kita mendapat keberuntungan ini. Perbuatan
penghormatan diberikan kepada kami,pemberi tidak akan pernah kosong
dari buah perbuatan baiknya.

Karena disina tidak ada pertanian ataupun perternakan,juga tidak ada


perdagangan,tidak ada pertukaran uang/emas,sehingga,sanak keluarga kita
yang telah meninggal dunia,disana hidup dengan bergantung pada
pemberian dari kita disini.

Bagaikan air yang tercurah dari bukit, kebawah menggenangi dataran-


dataran rendah,demikian persembahan yang kita berikan disini,dapat
menolong sanak keluarga kita yang telah meninggal

Bagaikan Sungai,jika airnya penuh dapat mengalir kelautan,demikian pula


pemberian yang telah diberikan disini.Dapat menolong sanak keluarga kita
yang telah maninggal.

Ia akan memberikan kepadaku,bekerja untukku,apakah ia sanak


keluarga,sahabat atau kerabatku yang memberikan sesaji kepada yang telah
meninggal,dan merenungkan kembali perbuatan baik yang pernah dilakukan.

Bukan ratap tangis,bukan pula kesedihan hati,bukan perkabungan apapun


juga,yang dapat menolong mereka yang telah meninggal perbuatan itu tidak
akan membawa manfaat bagi mereka yang telah meninggal.

Hanya apabila persembahan ini dilakukan dengan penuh bakti,dan


sipersembahkan kepada Bhikkhu Sangha,jasa ini akan memberikan manfaat
yang sangat lama kepada mereka yang telah meninggal untuk masa sekarang
dan masa yang akan datang.

Ajaran kebenaran telah ditunjukkan kepada keluarga.Dan juga bagaimana


cara penghormatan yang bernilai kepada sanak keluarga yang telah
meninggal,serta bagaimana cara menyokong untuk kekuatan para
Bhikkhu.Dengan demikian kita dapat menimbun jasa kebaikan dan
keberuntungan buah jasa yang sangat besar sekali dari berbuat seperti ini.

12.Karaniya Metta Sutta


Karaniyamatthakusalena
Yantam santam Padam Abhisamecca
Sakko Uju ca Suhuju Ca
Suvaco cassa Mudu Anatimani

Santussako ca subharo ca
Appakicco ca sallahukavutti
Santindriyo ca nipako ca
Appagabbho kulesu ananugiddho

Na ca khuddam samacare kinci


Yena vinnu pare upavadeyyum
Sukhino va khemino hontu
Sabbe satta bhavantu sukkhitatta

Ye keci panabhutatthi
Tasa va thavara va anavasesa
Digha va ye Mahanta va
Majjhima Rassaka Aukathula

Dittha va ye ca adittha
Ye ca dure vasanti avidure
Bhuta va sambhavesi va
Sabbe satta bhavantu sukhitatta

Na paro param nikubbetha


Natimannetha katthaci nam kanci
Byarosana patighasanna
Nannamannassa Dukkhamiccheyya
Mata yatha niyam puttam
Ayusa ekaputtamanurakkhe
Evampi sabbabhutesu
Manasambhavaye aparimanam

Mettanca sabbalokasmim
Manasambhavaye aparimanam
Uddham adho ca tiriyanca
Asambhadham averam asapattam

Titthancaram nisinno va
Sayano va yavatassa vigatamiddho
Etam satim adhittheyya
Brahmametam viharam idhamahu

Ditthinca aupagamma
Silava dassanena sampanno
Kamesu vineyya gedham
Na hi jatu gabbhaseyyam punareti`ti

Inilah yang harus dikerjakan oleh mereka yang tangkas dalam


kebaikan.untuk mencapai ketenangan,ia harus mampu,jujur,sungguh
jujur,rendah hati,lemah lembut,tiada sombong.

Merasa puas,mudah disokong/dilayani,tiada sibuk,sederhana hidupnya


tenang inderanya,berhati-hati tahu malu,tak melekat pada keluarga

Tiada berbuat kesalahan walaupun kecil yang dapat dicela oleh para
bijaksana,hendaklah ia berpikir;
Semoga semua mahkluk berbahagia dan tentram,
Semoga semua mahkluk berbahagia

Mahkluk hidup apa pun juga,yang lemah dan kuat tanpa kecuali,yang
panjang atau besar,yang sedang,pendek,kecil atau gemuk.

Yang tampak atau tak tampak,yang jauh atau pun dekat,yang terlahir atau
yang akan lahir,semoga semua mahkluk berbahagia.

Jangan menipu orang lain,atau menghina siapa saja.jangan karena marah dan
benci mengharapkan orang lain celaka.
Bagaikan seorang ibu yang mempertaruhkan jiwanya melindungi
Anaknya yang tunggal,demikianlah terhadap semua
mahkluk,dipancarkannya pikiran (kasih sayang)tanpa batas.

Kasih sayangnya kesegenap alam semesta dipancarkannya pikirannya itu


Tanpa batas,keatas,kebawah,dan kesekeliling,tampa rintangan,tampa benci
dan permusuhan.

Selagi berdiri,berjalan atau duduk,atau berbaring,selagi tiada lelap ia tekun


mengembangkan kesadaran ini yang dikatakan;berdiam dalam brahma.

Tiada berpegang pada pandangan salah(tentang atta/aku),dengan sila dan


penglihatan yang sempurna hingga bersih dari nafsu indera ia tak lahir dalam
rahim manapun juga.

13.Pattidana
Punnassidani katassa
Yanannani katani me
Tesanca bhagino hontu
Sattanantappamanaka
Ye piya gunavanta ca
Mayhem matapitadayo
Dittha me capyadittha va
Anne majjhattaverino

Satta titthanti lokasmim


Te bhumma catuyonika
Pancekacatuvokara
Samsaranta bhavabhave

Natam ye pattidanamme
Anumodantu te sayam
Ye cimam nappajananti
Deva tesam nivedayum

Maya dinnanapunnanam
Anumodanahetuna
Sabbe satta sada hontu
Avera sukkhajivino
Khemappadanca pappontu
Tesasa sijjhatam subha

Semoga jasa-jasa yang kuperbuat kini diwaktu lain diterima oleh semua
makhluk disini tak terbatas tak ternilai;mereka yang kukasihi serta berbudi
luhur seperti ayah dan ibu ,yang terlihat dan tak terlihat yang bersikap netral
atau bermusuhan;makhluk-makhluk yang berada dialam semesta di tiga
alam,empat jenis kelahiran,terdiri dari satu atau empat bagian mengembara
dialam-alam besar kecil;semoga dengan persembahan jasaku ini,setelah
mengetahui mereka bergembira,dan kepada mereka yang tidak mengetahui
semoga para dewa memberitahukanya;berkat jasa-jasa yang
kupersembahkan ini yang membawa kegembiraan,semoga semu mahkluk
selamanya hidup bahagia,bebas dari kebencian,semoga mereka mendapatkan
jalan kedamaian,semoga cita-cita luhur mereka tercapai.

Kemudian sampai pelaksanaan dengan sprituality dengan acara kotbha


dhammadesana dari bhante Candasilo dengan topic mengenai masalah
pattidana dari kehidupan sehari-hari dari setiap manusia tentunya hidup
berumah_tangga dari umat Buddha yang ada,akan tetapi dari semua
kehidupan yang sering dijumpai adalah: Permasalahan yang timbul dari
akibat persaingan hidup sesama dari lingkungan baik yang sama baik yang
tidak sama dari setiap kehidupan contonya : kalau menjumpai satu
kehidupan dari perumah_tangga dengan masalah antara anak dan ibu,antara
ayah dan saudarahnya banyak dijumpai dengan permasalah kalau dari anak
yang tidak sekolah dan bolos sekolah sedangkan ayah bekerja ditoko dan
sibuk kemudian siibu sibuk memasak dan menjaga baik kemudian Abang
yang sibuk bersama ayah lagi bekerja sedangkan adik tidak masuk sekolah
dan bolos pulang untuk mintak uang atau mencuri uang untuk jajan atau
pergaulan yang kurang baik misalnya berjudi,nakobah,mabuk-
mabukan,kumpul kebo,karoke,diskotik dan berjina sesama teman-temannya,
sehingga sampai dengan perbuatan onar dengan balap-balapan baik sepeda
motor, baik mobil sampai terjadinya onar dan tauran sesama temanya yang
saling “Memperlebutkan teman hidupnya atau pacarnya dari pergaulan itu”.
Jadi kembali dari kehidupan itu cuman hanya sementara saja dari setiap
lingkungan dimana manusia itu hidup berdampingan sesamanya dari yang
miskin dan orang kaya yang saling mengembangkan kehidupan moral dan
etika masing-masing,akan tetapi itu tidak luput dari permasalahan yang
timbul yang mengakibatkan tejadinya pertikaian dari loba.moha,irsia,tanha
yang artinya jalan yang salah dengan pandangan yang salah dari kehidupan
dimana lingkungan hidup sesama manusia yang moral dan etika dari
perkembangan jaman dan hasil karya manusia itu setiap saat sehingga
terjadinya pertikaian,pertengkaran dari nafsu keinginan,sehingga terjadinya
mabuk akan nafsu keinginan dan emosional amarah dari pikiran yang salah
dan tujuan yang salah sampai dengan timbulnya irihati dengan apa yang ada
dari keinginan kesenjangan sosial yang saling membutukan dan saling
merebut hasilnya timbul pertikaian dari emosional dan irihati sampai
terjadinya perampokan dan pencurian yang diakibatkan oleh tanha,dengan
keadaan yang (free) bebas untuk merai sesuatu,tetapi itu adalah hal yang
salah karena dari jaman dahulu kalah alat pertukaran bukan uang akan tetapi
beras tukar dengan garam,jadi disini sudah Nampak jelas untuk merai
sesuatu atau menimbun barang sesuatu harus bekerja.

Balang tentunya semuanya tidak mau terjadi hal seperti yang diatas sampai
terjadinya pertikaian antara ayah dan ibu kemudian Abang dan adik sampai
dengan yang berbuat suatu kesalah sampai ayah kapada ibu dan Abang
bertikai, marah,emosional,kepada adik yang berbuat salah sampai terjadinya
permusuhan antara saudarah,sehingga yang walau pun ibu yang penuh kasih
sayang kepada anak-anaknya dari (Metta)cinta kasih menjadi memudar,akan
tetapi kasih sayang dari ibu akan kembali untuk anak-anaknya karena
seorang ibu kasih sayangnya sangat besar sekali kepada anak-anaknya
karena anaknya di rawat sejak kecil sampai dewasa dan jadi orang yang
berguna dan selalu melindungi anak baik dan jangan bebuat jahat atau
barbuat baik sehingga memanjakan anaknya sampai mungkin
Parkembangan lingkungan setempat sampai terpengaru dari pergaulan dari
perbuatan jahat dan buruk dan “salah jalan”,sampai dengan terjadinya
pencurian,perampokan dan sebagainya sampai dengan terjadinya pelangaran
hukum keluarga sampai dengan hukum masyarakat setempat sampai dengan
hukum perundang-undangan kepolisian.

Jadi sampai kembali dengan masalah yang timbul dari dalam lingkungan
sendiri atau diluar lingkungan itu sendiri tentunya dari diri sendiri yang
memperbaiki dimana jalan kehidupan sangat banyak yang harus dijalankan
dari setiap sisi kehidupan demi kehidupan baik yang buruk, baik yang baik
itu tergantung anda sendiri yang mau kembali dari kehidupan awal atau
kembali kehidupan yang baru,oleh karena itu dari semua ajaran sang Buddha
yang mengajarkan kita supaya hindari perbuatan jahat berbuat baik sucikan
hati tambakan amal kebijaksanaan menolong dirinya sendiri dan menolong
orang yang membutukan pertolongan,sehingga sampai dengan timbulnya
dari diri sendiri dari rubuk hati yang timbul rasa kasih sayang(Metta)untuk
sesamanya tentunya manusia disini karena manusia sudah pasti hidup
dengan sesama manusia baik yang ada dilingkungan dimana manusia itu
hidup berada.

Kalau ingin hidup yang lebih baik tentunya pilihan berada ditangan anda
baik yang buruk baik yang baik itu tergantung dari kehidupan anda atau
(saudarah) yang ingin mempunyai satu kehidupan yang baik dari lingkungan
baik yang di dalam baik yang diluar,sehingga sampai dengan rasa ingin
untuk penuh belas kasihan (karuna)untuk menolong dirinya sendiri dan
orang lain,yang tentunya kembali dari dimana kehidupan itu berada sampai
dengan menyadarkan dirinya dari perbuatan yang kurang baik sampai
dengan mengendalikan dirinya untuk sempurna dalam kehidupan demi
kehidupan,tentunya belas kasihan (karuna)untuk membantu orang tuanya
dan menyokong kehidupan sanak keluarganya yang tentunya orang tua kita
yang merawat,mengajarkan sejak dari kecil sampai dewasa jadi belas
kasihan jasa yang harus kita balas dan membantu untuk kehidupan mereka
dengan baik istilanya (take and give ) setelah orang tua kita marawat kita
kembali kita setelah dewasa kita merawat orang tua kita itu perbuatan baik
dan bijaksana dan benar.Disamping itu kalau kehidupan telah sempurna dan
lengkap belas kasihan dapat disalurkan atau dikembangkan membantu
sesama sanak-keluarga yang membutukan uluran tangan dari perbuatan baik
untuk menolong sesamanya dari hal kekurangan sampai dengan menolong
kehidupan sesaman teman,kerabat,saudarah,dan manusia masyarakat
luasnya seperti membatu orang yang kekurang dari panti-panti jompo,panti-
panti Asuhan,panti-panti sosial dan masyarakat umunya.

Sampai dengan kembali dengan kehidupan dimana awal dari kehidupan itu
bermulah dari lingkungan hidup manusia itu untuk saling menciptakan
kehidupan baik yang lama baik buruk tentunya dari terciptanya yang tidak
luput dari hasil karya manusia itu sendiri baik yang buruk baik yang
baik,seperti karya kehidupan manusia dari kebutuhan hidup baik sandang
dan pangan kemudian hiburan untuk manusia itu sendiri,akan tetapi
semuanya tidak luput dari kehidupan dirinya sendiri tentunya seperti dengan
halnya hidup dilingkungan yang baik pasti hidupnya baik,dan hidup
dilingkungan yang jahat pasti hidupnyan jahat,tetapi mungkin saja bisa
terbalik hidup dilingkungan yang baik bergaul dilingkunga kurang baik akan
terpengaru oleh perbuatan yang kurang baik dan akan jahat atau mungkin
kehidupan yang jahat bergaul kelingkungan baik bisa jahat mempengarui
yang baik atau yang baik mempegarui yang yang jahat.kemudian itu tidak
luput dari perbuatan kita untuk memilih supaya kehidupan merasa untuk
mempunyai yang turut simpati untuk menolong(mudita) kehidupannya
sendiri atau turut simpati untuk membantu,menolong sesama yang merai
sesuatu keberuntungan seperti halnya dengan melihat kehidupan sendiri
yang merai suatu keberhasilan baik dibidang
pendidikan,ekonomi,politik,sosial dan masyarakat umunya dan sebagainya.

Ikut serta didalam kehidupan itu untuk turut simpati untuk


melihat,mambantu,menyokong,turut berbahagi rasa simpati untuk melihat
keberhasila orang lain tentunya seperti hanya dari masa pendidikan dari awal
SD,SMP,SMA dan sampai dengan falkultas, Universitas, Perguruan tinggi
yang selesai untuk keberhasilan sampai dengan mendapat satu gelar tertentu
sampai dengan turut simpati melihat baik dirinya sendiri,baik orang lain
teman-teman,kerabat,saudarah,handai tolan dan masyarakat umun,sehingga
sampai dengan melihat kalau teman atau kerabat kita berusaha contonya
buka toko dan berhasil ikut simpati dan berbahagia jangan
irihat,kebencian,dendam,yang timbul justru (Mudita) ikut simpati dari
keberhasila orang lain berkat usahannya sendiri atau dukungan dari orang
lain dan masyaraka,kemudian sampai dengan keberhasilan baik sanak-
saudarah,teman-teman,kerabat dekat dan jauh,yang tentunya melaih
keberhasila dibidang politik dan sosial kemasyarakatan seperti keberhasilan
didalam merai suara terbanyak dari pemilihan umum,yang akhirnya
menjabat sesuatu tugas Negara seperti jadi kepala lingkungan,kepala
desa,kepala camat,kepala walikota,kepala gebenur dan wakil gebenur,kepala
DPR,MPR,dan Presiden pemimpin Negara.

Citra dari kehidupan dapat dikembangkan dengan baik dari diri sendiri yang
untuk semua kehidupan yang saling mempertahankan kehidupan demi
kehidupan baik orang kaya dan orang miskin saling mempertahankan
kehidupannya masing-masing sampai dengan munculnya kehidupan-
kehidupan yang baru dan sampai terciptanya kehidupan baru dari tentunya
perkembangan jaman dan perubahan yang terjadi disetiap perkembanga dari
ilmu pengetahuan dari Kebudayaan.suku,bangsa baik Negara cina,Asia
tenggara,Asia timur,Asia barat,technology ipteck, dan sampai dengan
perkembangan dari suku bangsa dunia lain seperti Eropa barat,Eropa
timur,dan Amerika sampai Negara Afrika sampai keseluluh dunia yang
duduk sejajar dengan bangsa lain.

Hubungan dari kehidupan demi kehidupa yang saling bergantungan dengan


sesamanya dari setiap sudut pandang yang berbeda dengan sesamanya disini
mungkin untuk merasa apa yang didalam kehidupan telah sempurna baik
dari pengaru dari luar baik yang dari dalam itu semua adalah suatu ilmu
pengetahuan baik yang diketahui atau tidak diketahui itu semua dapat
bekerja dengan dilingkungan dimana manusia itu hidup, yang kadangkalah
dapat dijumpai dengan hal yang baik dan buruk karena hidup sesama
manusia yang begitu banyakanya sifat,nafsu,keinginan,kebencian,dari semua
suku dan bangsa yang berbeda itu tidak sama itu sudah pasti.

Kalau kembali dengan peradapan dan adaptasi sesama manusia itu tidak
sama dengan yang lain sangat banyak dari sisi kehidupan demi kehidupan
baik yang sama baik yang tidak sama,itu hanya dari perbuatan kehidupan
sehari-hari dari kehidupan manusia itu hidup untuk mendapat satu
Keseimbangan baik jasmani,batin dan rohani yang akhirnya dengan
(upekkha)yang ketenangan hidup,keseimbangan hidup baik dari dirinya
sendiri baik dari luar dirinya sendiri,sampai dengan seimbang dalam
kehidupan bersama dengan kehidupan manusia baik dari teman-
teman,kerabat-kerabat,handai_tolan,handai_tolan,saudarah jauh dan
dekat,sampai dengan masyarakat umunya yang hidup berdampingan sesama
manusia dengan manusia lainya. Hingga mendapatkan kelengkapan hidup
dari semua kehidupan yang akhirnya merasa semua dari
Metta,Karuna,Mudita dan Upekkha itu telah lengkap untuk dilaksanakan
dalam kehidupan sehari-hari yang tentunya tidak luput dari kehidupan
dimana kita berada dan hidup dimana lingkungan kehidupan manusia itu
berada. Sampai dengan kembali dari kehidupan untuk keseimbangan dalam
hidup itu perana sangat penting untuk merasa seimbang didalam segalah
bidang kehidupan manusia dan makhluk hidup yaitu Upekkha keseimbangan
jasmani dan batin yang tenang dan bahagia.

Kemudian didalam pelaksanaan dalam Pattidana dari Tirokuddakanda yang


dilaksanakan dengan undangan dari umat-umat Cetiya Mahasampati dengan
para bhikku disini saya sendiri dari prak atau Bhikkhu candasilo yang
melaksanakan pemimpinan upacara Sprituality dari acara Tirokuddakanda
dari Pattidana untuk sprituality pelimpahan jasa untuk manusia dan makhluk
hidup dimana berada baik yang kelihatan baik yang tidak kelihatan sesama
kehidupan dari semua kehidupan,balang tentunya tidak luput dari kerjasama
Sesama umat dari Cetiya Mahasampati dari romo,upasakah , dan upasikah
dan muda-mudi dari Cetiya baik dari luar cetiya sampai umat dari dalam dan
luar untuk melaksanakan sprituality dari pelimpahan jasa untuk menanam
buah karma baik untuk dirinya sendiri atau untuk kedua orang tuanya atau
untuk sanak-keluarga yang telah meninggal dunia baik juga untuk
pelimpahan jasa kepada teman-teman yang terkena musibah dari bencana
alam baik korban gempa bumi,baik dari bencana kecelakan alam yang
disengaja atau tidak disengaja dan lain-lainnya untuk pelimpahan jasa dan
sebagainya.

Dengan demikian kalau kembali dari permasalahan yang ada sampai dengan
perkembangan dari awal pelaksanaan dari sprituality dari Pattidana dari
Tirokuddakanda suttam yang dibacakan dengan bersama dengan umat
sampai dengan pelimpahan jasa pada waktu itu untuk memberi uluran buah
jasa baik dari berbuat karma baik untuk diniatkan dan disalurkan melalui
pikiran dan ucapan baik secara sprituality pada waktu itu dengan
membacakan paritta-paritta suci dari Tirokuddakanda suttam dan Pattidana
untuk pelimpahan jasa kepada leluhur yang telah meninggal dunia.

Sampai dengan disediakan oleh panitia atau anggota muda-mudi untuk


menuangkan air suci yang telah dibacakan dan dituliskan kedalam air untuk
pelimpahan jasa dengan mengelilingi satu bentuk gunung yang terbuat dari
disaind yang mirip dengan gunung benaran yang kemudian gunung yang
dicat warna keemas-emasan itu dilancang sekian rupa dengan dibawahnya
ada seperti kolam yang mengelilingi gunung dan tentunya di barengi dengan
bunga-bungaan tersebut,sehingga sampai dengan pemimpin acara sprituality
dari Pattidana itu yang tentunya dari anggota shang yaitu prak/Bhante
candasilo yang memimpin upacara dari pelaksanan dari Pattidana untuk
pelimpahan jasa untuk uluran tangan yang membutukan bantuan dari sanak
keluarga yang membutukan pelimpahan jasa itu,sehingga sampai dengan
keluar dari bakti sala membawak sebotol air suci yang dibacakan parita
bersama umat yang ada sambil membacakan paritta suci dari pattidana itu
sambil mengelilingi gunung dan menuangkan air suci itu dengan
mengelilingi gunung yang disiapkan untuk pelimpahan jasa sambil
meniatkan yang dipancarkan dari pikiran dan batin untuk tujuan ada yang
ingin dicapai dari apa yang diniatkan masing-masing untuk pelimpahan jasa
tersebut.tujuan supaya ada sanak keluarga yang telah meniggal dunia baik
yang masih dialam tiga samsarah baik dialam peta seperti setan,setan
kelaparan,setan gentayangan yang dan mungkin arwah leluhur dari nenek
dan kakek yang membutukan uluran tangan dari sanak keluarga untuk
membantu berbuat karma baik untuk terlahir kembali dialam-alam bahagia.

“Sampai dengan kembali kedalam sala untuk kemudian pelaksanaan dari


sprituality dari acara untuk pelaksana membaca paritta suci dari pelimpahan
jasa Anumodana dari Bhante candasilo,” tentunya saya sendiri yang
membaca paritta suci dari paritta suci dan sampai selesainya acara sprituality
pelimpahan jasa dari Tirokuddakanda suttam dan penutupan.

Anda mungkin juga menyukai