Anda di halaman 1dari 13

- DOTS : directly observ treatment short course, program penanganan dari program rumah sakit, khususnya pada penyakit2

yang masih banyak pada masyarakat - Komponen input : adanya sub elemen yang diperlukan sbgai masukan utk berfungsinya sistem, yaitu : sumber ( bidan, perawat), tata cara, kesanggupan - Proses management: proses : kegiatan yg berfungsi untuk mengubah masukan shingga menghasilkan suatu keluaran yang direncanakan - Managemen : rangkaian tindakan untuk mencapai tujuan dengan kebijaksanaan yang telah ditetapkan - MDGs : Milenium development goals

Kegiatan utama yang dilakukan pada administrasi tidak lain adalah melaksanakan fungsi administrasi itu sendiri, mulai dari fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan sampai dengan fungsi pengawasan (Terry). Jadi jelas pula bahwa tidak sama dengan melaksanakan pekerjaan tata usaha. Seseorang yang mengerjakan administrasi berarti adalah seorang administrator atau manajer, karena dalam mengerjakan administrasi, ia melakukan perenacanaan, pelaksanaan, penilaian untuk kemudian perencanaan berikutnya. Objek dan Subjek Administrasi Objek dan subyek administrasi kesehatan adalah sistem kesehatan. Batasan sistem kesehatan WHO (1984) adalah suatu kumpulan dari berbagai faktor yang komplek dan saling berhubungan yang terdapat pada suatu negara dan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan kesehatan perorangan, keluarga, kelompok serta pada masyarakat pada setiap saat yang dibutuhkan.

Perangkat / unsur
1. Input : segala sesuatu yang dibutuhkan untuk pelaksanaan (man , money, material ,metod, machine, market) 2. Proses : Perencanaan , pengorganisasian, pelaksanaan , penilaian 3. Output : hasil langsung dari suatu proses 4. Outcome : hasil olahan output, kesimpulan 5. Dampak: akibat yang ditimbulkan oleh output

ADMINISTRASI KESEHATAN
Suatu proses yg menyangkut perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan, pengkordinasian dan penilaian terhadap sumber, tata cara kesanggupan yg tersedia utk memenuhi kebutuhan dan tuntutan terhadap kesehatan perawatan, kedokteran serta lingkungan yg sehat dgn jalan menyediakan dan menyelenggarakan berbagai upaya kesehatan yg ditujukan kepada perseorangan, keluarga, kelompok dan ataupun masyarakat (Komisi Pendidikan Administrasi Kesehatan Amerika Serikat pada tahun 1974).

Ruang lingkup dan batasan


Luther gulick dalam bukunya menyebutkan bahwa administrasi berkaitan dengan pelaksanaan kerja untuk pencapaian tujuan yang telah ditentukan Wiiliam h. newman dalam bukunya menyebutkan bahwa administrasi adalah pembimbingan, kepemimpinan, dan pengawasan usaha2 suatu kelompok orang2 kearah pencapaian tujuan bersama John m. pfiffner dalam bukunya menyebutkan administrasi dapat didefinisikan sebagai pengorganisasian dan pengarahan sumber daya manusia dan materi untuk mencapai tujuan yang diinginkan Leonard d. white dalam bukunya menyebutkan bahwa administrasi adalah suatu proses yang umum dalam semua usaha umum atau pribadi, sipil, maupun militer, dalam skala besar atau kecil Ruang Lingkup a) Mencakup semua fungsi administrasi Melaksanakan pekerjaan administrasi samalah artinya dengan melaksanakan semua fungsi administrasi yang dikenal, mulai dari perencanaan, pengoganisasian, pelaksanaan serta penilaian b) Mencakup semua bentuk dan macam pelayanan kesehatan Administrasi kesehatan diperlukan untuk mengelola semua pelayanan kesehatan yang mencakup promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Selain itu, administrasi kesehatan juga diperlukan pada pengelolaan pelayanan kesehatan yang dibagi menurut sasaran pemakainya. Ruang lingkup administrasi kesehatan mencakup bidang yang amat luas, yang jika disederhanakan dapat dibedakan atas dua macam yakni : Kegiatan Administrasi

I.

INPUT: Segala sesuatu yang dibutuhkan untuk dapat melaksanakan pekerjaan 1. Sumber a. Sumber tenaga (Labor Source) - Skilled : dokter, perawat - Unskilled : pesuruh, dll b. Sumber modal - Bergerak - Tidak bergerak c. Sumber Alamiah

2. Tata cara (Procedures) adalah berbagai kemajuan ilmu dan teknologi kedokteran yang dimiliki dan yang diterapkan. 3. Kesanggupan (capacity) adalah keadaan fisik, mental, dan biologis tenaga pelaksana. Menurut Koontz dan Donnells masukan dibagi 4 macam yakni manusia, modal, manajerial, teknologi. Pembagian lain a. 4 M (untuk organisasi yang tidak mencari keuntungan) - Man (manusia) - Money (uang) - Material (sarana) - Method (metode) b. 6 M (untuk organisasi yang mencari keuntungan) - Man (manusia) - Money (uang) - Material (sarana) - Method (metode) - Market (pasar) - Machinery (mesin) II. PROSES : FUNGSI ADMINISTRASI Pengertian : langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Proses dan atauoun fungsi administrasi merupakan tanggung jawab pimpinan. Pembagian o Menurut Komisi Pendidikan Administrasi Kesehatan Amerika Serikat membedakan fungsi administrasi menjadi 6 macam yakni perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan, pengkoordinasian, dan penilaian. o Menurut Freeman membedakan fungsi administrasi menjadi 6 macam yakni perencanaan, penggerakan, pengkoordinasian, bimbingan, membebaskan, dan pertanggungjawaban. o Menurut George R. Terry membedakan fungsi administrasi menjadi 4 macam yakni Planning (perencanaan), Organizing (pengorganisasian), Actuating (penggerakan), dan Controlling (pengawasan). Terkenal dengan singkatan POAC. o Menurut Barton membedakan fungsi administrasi menjadi 6 macam yakni perencanaan, pengorganisasian, penyusunan staf, penyusunan anggaran belanja, pelaksanaan, pengkoordinasian, pelaporan, penilaian. VI.

o Menurut Luther M. Gullick membedakan fungsi administrasi menjadi 7 macam yakni Planning (perencanaan), Organizing (pengorganisasian), Staffing (penyusunan staf), Directing (pengarahan), Coordinating (pengkoordinasian), Reporting (pelaporan), Budgeting (penyusunan anggaran belanja). Dikenal dengan singkatan POSDCRB. o Menurut Hendry Fayol membedakan fungsi administrasi menjadi 5 macam yakni perencanaan, pengorganisasian, perintah, pengkoordinasian, pengawasan. Dalam praktik sehari-hari untuk memudahkan pelaksanaannya, berbagai fungsi administrasi ini sering disederhanakan menjadi 4 macam saja yakni : Perencanaan (planning) yang di dalamnya termasuk penyusunan anggran belanja. Pengorganisasian (organizing) yang di dalamnya termasuk penyusunan staf. Pelaksanaan (implementing) yang di dalamnya termasuk pengarahan, pengkoordinasian, bimbingan, penggerakan, dan pengawasan. Penilaian (evaluation) yang di dalamnya termasuk penyusunan laporan.

III.
IV. V.

OUTPUT hasil dari suatu pekerjaan administrasi. Macam : pelayanan kedokteran dan pelayanan kesehatan masyarakat. OUTCOME: Hasil akhir dari serangkaian kegiatan / proses (Indikator2 keberhasilan) SASARAN (TARGET GROUP): kepada siapa keluaran yang dihasilkan, yakni upaya kesehatan tersebut ditujukan. Macam : perseorangan, keluarga, kelompok, masyarakat. Sifat : sasaran langsung, sasaran tidak langsung. IMPACT: Akibat yang ditimbulkan oleh keluaran. Dampak yang diharapkan adalah peningkatan derajat kesehatan. Peningkatan derajat kesehatan dapat dicapai bila kebutuhan ( needs) dan tuntutan (demands) perseorangan, keluarga, kelompok, dan atau masyarakat terhadap kesehatan, pelayanan kedokteran serta lingkungan yang sehat dapat terpenuhi. Kebutuhan kesehatan Bersifat objektif, munculnya kebutuhan kesehatan ditentukan oleh masalah kesehatan nyata yang ditemukan dalam masyarakat. Yang dimaksud masalah kesehatan nyata adalah sebagai berikut : Untuk perseorangan / keluarga : penyakit yang sedang diderita. - Untuk kelompok / masyarakat : gambaran pola penyakit yang ditemukan dalam kelompok dan atau masyarakat. Munculnya penyakit ditentukan oleh 3 faktor yakni : pejamu, penyebab penyakit, lingkungan. Maka dalam upaya menemukan kebutuhan kesehatan perhatian ditujukan kepada 3 faktor di atas. o o Tuntutan kesehatan Bersifat subjektif. Munculnya tuntutan kesehatan tergantung pada tingkat pendidikan dan tingkat sosial ekonomi. Yang sering menjadi masalah dalam kehidupan sehari-hari adalah kebutuhan kesehatan seseorang tidak sama dengan tuntutan kesehatan karena menyamakan kebutuhan kesehatan dengan tuntutan kesehatan memang tidak mudah.Penerapan administrasi kesehatan tidak bermaksud mencari keuntungan. Administrasi kesehatan tidak termasuk kelompok ilmu administrasi niaga, melainkan kelompok ilmu administrasi publik.

VII.

FEED BACKbagian dari elemen/system yang merupakan hasil antara dan hasil akhir dari system sekaligus sebagai masukan bagi system tersebut serta informasi yang diterima dari lingkungan.

Manfaat
o Dapat dikelola sumber, tatacara dan kesanggupan secara efektif dan efisien. o Sumber, tata cara dan kesanggupan yg tersedia pada dasarnya bersifat terbatas dan karena itulah perlu dikelola dengan sebaik-baiknya. o Dapat dipenuhi kebutuhan dan tuntutan akan kesehatan secara tepat dan sesuai o Mengenal kebutuhan dan tuntutan adalah penting dalam melaksanakan administrasi kesehatan. Seyogyanyalah setiap upaya kesehatan yg dilaksanakan ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan dan tuntutan yg dimaksud. o Dapat disediakan dan diselengarakan pelayanan kesehatan yg sebaik-baiknya

- Perencanaan adalah proses menetapkan pengarahan yang resmi dan pelbagai hambatan yang diperkirakan ada dalam menjalankan. suatu program guna dipakai sebagai pedoman dalam suatu organisasi (Ansorf dan Brendenburci). - Perencanaan adalah proses kerja yang terus menerus yang meliputi pengambilan keputusan yang bersifat pokok dan penting yang akan dilaksanakan secara sistematik oleh suatu organisasi, melakukan perkiraan-perkiraan dengan mempergunakan segala pengetahuan yang ada tentang masa depan, mengorganisir secara sistematik segala usaha yang perlu untuk melaksanakan segala keputusan yang telah ditetapkan dan mengukur keberhasilan dari dilaksanakannya keputusan tersebut dengan jalan membandingkan hasil dengan target yang telah ditetapkan, melalui pmanfaatan umpan balik yang diterima dan yang telah disusun sehingga berada dalam keadaan yang teratur dan baik (Drucker). - Perencanaan adalah proses penganalisaan dan pemahaman sistem, merumuskan tujuan umum dan tujuan khusus, memperkirakan segala kemampuan yang dimiliki, menguraikan segala kemungkinan yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan, menganalisa efektifitas pelbagai kemungkinan tersebut, menyusun perincian selengkapnya dari kemungkinan yang terpilih dan mengikatnya dalam suatu sistem pengawasan yang terus menerus sehingga dapat dicapai hubungan yang optimal antara rencana dengan sistem yang dianut (Levey dan Loomba).

Tujuan
Tujuan utama diterapkannya administrasi kesehatan adalah agar kebutuhan dan tuntutan masyarakat terhadap kesehatan, perawatan kedokteran dan lingkungan yang sehat dapat tercapai sebaik-baiknya Kebutuhan kesehatan Ialah sesuatu yang secara obyektiv diperlukan oleh seseorang untuk meningkatkan kesehatannya. Terpenuhi atau tidaknya kebuthan tsb amat menetukan berhasil atau tidaknya suatu upaya kesehatan Tuntutan kesehatan Adalah sesuatu yang secara subjektif diperlkan oleh seseorang untuk meningkatkan kesehatannya. Karena sifatnya yang subjektif, maka terpenuhi atau tidaknya tuntutan tsb tidak menentukan keberhasilan suatu upaya kesehatan

Manfaat
membantu administrator mengenal kegiatan yang dilakukan membantu administrator mengetahui waktu yang diperlukan membantu administrator mengawasi pelaksanaan rencana (kegiatan, waktu dan biaya) Administrator akan mengetahui tujuan yang akan dicapai organisasi dan cara mencapainya Administrator mengetahui jenis dan struktur yang dibutuhkan Jenis dan jumlah staf yang diinginkan dan uraian tugasnya i. Dapat mengetahui tujuan yang ingin dicapai dan cara mencapainya ii. Dapat mengetahui jenis dan struktur organisasi yang digunakan iii. Dpt mengetahui jenis dan jumlah anggota iv. Dapat mengetahui efektifitas kepemimpinan v. Mengetahui pengawasan yang dilakukan dikelolanya sumber secara efektif dan efisien terpenuhinya kebutuhan dan tuntutan kesehatan secara tepat pelayanan kesehatan dapat diselenggarakan dengan baik

PERENCANAAN PROGRAM KESEHATAN


Definisi
- Perencanaan adalah kemampuan memilih satu kemungkinan dari pelbagai kemungkinan yang tersedia dan yang dipandang paling tepat untuk mencapai tujuan (Billy E. Goetz). - Perencanaan adalah pekerjaan yang menyangkut penyusunan konsep serta kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan demi masa depan yang lebih baik (Le Breton). - Perencanaan adalah upaya menyusun pelbagai keputusan yang bersifat pokok yang dipandang paling penting dan yang akan dilaksanakan menurut urutannya guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Maloch dan Deacon).

Tujuan: Agar rencana yang disusun sesuai target yang diinginkan

Perangkat / unsure
a. rumusan misi uraian yang tercantum dalam misi mencakup ruang lingkup yang sangat luas, antara lain latar belakang, cita-cita, tujuan pokok, tugas pokok, serta ruang lingkup kegiatan organisasi. Dalam praktek sehari-hari, uraian tentang misi ini sering tercantum dalam latar belakang. b. rumusan masalah syarat rumusan masalah yang baik: - harus mempunyai tolak ukur, mencakup apa masalahnya, siapa yang terkena masalah, dimana masalah ditemukan, bilamana masalah terjadi, berapa besar masalahnya - bersifat netral dalam arti tidak mengandung uraian yang dapat diartikan sebagai menyalahkan orang lain, menggambarkan penyebab timbulnya masalah, dan ataupun cara mengatasi masalah. c. Rumusan tujuan umum dan tujuan khusus Tujuan umum Syaratnya : Jelas keterkaitannya dengan misi organisasi Jelas keterkaitannya dengan masalah yang ingin diatasi Menggambarkan keadaan yang ingin dicapai Tujuan khusus Syaratnya: Jelas keterkaitannya dengan misi organisasi Jelas keterkaitannya dengan masalah yang ingin diatasi Menggambarkan keadaan yang ingin dicapai Mempunyai tolak ukur (apa masalah yang ingin diatasi oleh rencana kerja yang akan dilaksanakan, siapa yang akan memperoleh manfaat bila rencana kerja dilaksanakan, dimana rencana kerja akan dilaksanakan, berapa besarnya target yang akan dicapai, berapa lama rencana kerja akan dilaksanakan) d. Rumusan kegiatan Kegiatan yang dimaksudkan adalah kegiatan yang dapat mengatasi masalah yang dihadapi, serta dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Ditinjau dari peranannya dalam mengatasi masalah serta mencapai tujuan dibedakan atas: Kegiatan pokok Bila kegiatan tersebut bersifat mutlak dan merupakan kunci bagi keberhasilan rencana Kegiatan tambahan Bila kegiatan tersebut bersifat fakultatif, artinya bila kegiatan tersebut tidak dilaksanakan tidak akan menentukan keberhasilan suatu rencana, namun bila dilaksanakan maka pelaksanaan rencana akan lebih sempurna. Pembagian secara praktis: Kegiatan persiapan (preparation activities) Kegiatan pelaksanaan (implementation activities) Kegiatan penilaian (evaluation activities) e. Asumsi perencanaan Dibedakan atas 2 macam: - Asumsi perencanaan yang bersifat positif adalah uraian tentang berbagai faktor penunjang yang diperkirakan ada dan yang berperanan dalam memperlancar pelaksanaan rencana. Contohnya:

Adanya kerjasama yang baik dengan berbagai instansi pemerintah dan institusi masyarakat. Tersedianya tenaga pelaksana yang terampil dengan jumlah yang cukup Tingginya kemampuan masyarakat membiayai pelayanan kesehatan. - Asumsi perencanaan yang bersifat negatif adalah uraian tentang berbagai faktor penghambat yang diperkirakan ada dan yang berperan sebagai kendala pelaksanaan rencana. Contohnya: Keadaan alam dan lingkungan yang sulit Dedikasi tenaga pelaksana yang kurang Tingkat pendidikan penduduk yang rendah. f. Strategi pendekatan Secara umum, strategi pendekatan berkisar antara 2 kutub utama yaitu - Pendekatan institusi Pada strategi ini, pendekatan yang dilakukan sangat memerlukan dukungan legalitas, dan karena itu kelazimannya sering menerapkan prinsip-prinsip kekuasaan dan kewenangan. Keuntungan dari strategi ini adalah dapat mempercepat pelaksanaan program. Kekurangannya adalah hasil yang dicapai tidak langgeng, karena seolah-olah ada pemaksaan. - Pendekatan komunitas Pada strategi ini , pendekatan yang dilakukan bertujuan untuk menimbulkan kesadaran dalam diri masyarakat sendiri melalui program komunikasi, informasi dan edukasi supaya masyarakat mau melaksanakan berbagai kegiatan yang telah direncanakan secara mandiri. Keuntungannya: perubahan yang akan dicapai bertahan lama, karena berasal dari kesadaran sendiri. Kerugiannya: waktu untuk melaksanakan program lebih lama. Strategi pendekatan yang dipandang sesuai adalah kombinasi dari keduanya secara serasi dan seimbang. g. Kelompok sasaran - Kelompok sasaran langsung anggota masyarakat yang memanfaatkan langsung program kesehatan, contoh : bayi untuk program imunisasi dasar, atau ANC untuk ibu hamil - Kelompok sasaran tidak langsung kelompok sasaran antara contoh: ibu-ibu untuk program imunisasi dasar bayi. Program ini tidak akan berhasil jika ibu-ibu tidak diikutsertakan. h. Waktu Faktor yang mempengaruhi jangka waktu : - kemampuan organisasi dalam mencapai target jika kemampuan organisasi dalam mencapai target cukup, waktu yang dibutuhkan akan lebih singkat - strategi pendekatan yang akan diterapkan jika strategi yang digunakan strategi pendekatan komunitas, waktu yang dibutuhkan lama. Bila strategi pendekatan institusi, akan lebih singkat. Uraian tentang jangka waktu tersebut dalam disusun dalam diagram GANTT CHART i. Organisasi dan tenaga pelaksana j. Biaya k. Metoda penelitian dan kriteria keberhasilan Metoda yang digunakan sebaiknya yang berdasarkan data. Untuk itu uraian metoda pengumpulan data, pengolahan data, penyajian data, serta interpretasi data yang akan dipergunakan. Pengelompokkan kriteria keberhasilan: - Kriteria keberhasilan unsur masukan misalnya tersedianya tenaga, dana, dan sarana sesuai dengan rencana - Kriteria keberhasilan unsur proses terselenggaranya penyuluhan kesehatan sesuai dengan rencana, terselenggaranya pertemuan dengan masyarakat sesuai rencana

- Kriteria keberhasilan unsur keluaran berhasil menurunkan angka komplikasi sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Ciri-ciri
Bagian dari sistem administrasi Dilaksanakan secara terus menerus dan berkesinambungan Berorientasi pada masa depan Mampu menyelesaikan masalah Mempunyai tujuan Bersifat mampu kelola

Langkah
1. Menetapkan prioritas masalah a) Melakukan pengumpulan data Jenis data yang dikumpulkan Sumber data : primer, sekunder dan tetrsier Jumlah responden Cara mengambil sampel : random dan non random Cara mengumpulkan data : wawancara, pemeriksaan, pengamatan, peran serta b) Pengolahan data : manual, elektrik dan mekanik c) Penyajian data : teks, tabel dan grafik d) Pemilihan prioritas masalah 2. Menetapkan prioritas jalan keluar a) Menyusun alternatif jalan keluar Menentukan berbagai penyebab timbulnya masalah Memeriksa kebenaran penyebab Ubahlah penyebab kedalam bentuk kegiatan b) Memilih prioritas jalan keluar Menentukan efektivitas setiap alternatif jalan keluar Menentukan efisiensi setiap alternatif jalan keluar c) Uji lapangan d) Memperbaiki prioritas jalan keluar e) Menyusun uraian rencana kerja

Jenis
- ditinjau dari jangka waktu berlakunya rencana a. perencanaan jangka panjang 12-20 tahun b. perencanaan jangka menengah 5-7 tahun c. perencanaan jangka pendek 1 tahun - ditinjau dari frekuensi penggunaan a. digunakan 1 kali bila rencana yang dihasilkan hanya dapat dipergunakan 1 kali saja, bisa sengaja dilakukan atau karena memang sudah tidak dapat digunakan lagi, misal oleh karena perubahan keadaan lingkungan

b. digunakan berulang kali/perencanaan standar bila rencana yang dihasilkan dapat digunakan lebih dari 1 kali. Menurut Newman, perencanaan seperti ini dapat digunakan bila situasi dan kondisi lingkungan normal serta tidak terjadi perubahan yang terlalu mencolok - ditinjau dari tingkatan rencana a. perencanaan induk bila rencana yang dihasilkan lebih menitikberatkan pada aspek kebijakan, punya ruang lingkup yang amat luas serta berlaku untuk jangka waktu yang panjang. b. perencanaan operasional bila rencana yang dihasilkan lebih menitikberatkan pada aspek pedoman pelaksanaan yang akan dipakai sebagai petunjuk pada waktu melaksanakan kegiatan. c. perencanaan harian bila rencana yang dihasilkan telah disusun secara rinci, biasanya disusun untuk program yang telah bersifat rutin. - ditinjau dari filosofi perencanaan a. perencanaan memuaskan bila filosofi yang dianut pada waktu melakukan perencanaan tidak terlalu mementingkan kepentingan golongan, melainkan kepuasan semua pihak yang terlibat b. perencanaan optimal bila filosofi yang dianut pada waktu melakukan perencanaan sangat mementingkan pencapaian tujuan. Perhatian lebih diutamakan pada bagian-bagian yang produktif. c. perencanaan adaptasi bila filosofi yang dianut pada waktu melakukan perencanaan cenderung berupaya untuk selalu menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi yang dihadapi. - ditinjau dari orientasi waktu a. perencanaan berorientasi masa lalu-kini/ameliorative planning bila rencana yang dihasilkan semata-mata bertitk tolak dari pengalaman yang pernah diperoleh pada masa lalu saja, biasanya dilakukan apabila menghadapi keadaan darurat serta waktu yang dimiliki sangat singkat, misal:dalam keadaan wabah. b. perencanaan berorientasi masa depan bila rencana yang dihasilkan memperhitungkan perkiraanperkiraan yang akan terjadi pada masa yang akan datang perencanaan redistributif sekalipun orientasinya masa depan, tetapi rencana yang disusun tidak atas kajian masa depan yang terlalu mendalam. Perencanaan spekulatif sifat spekulasi sangat dirasakan. Kajian tentang masa depan, sekalipun mungkin dilakukan dengan mempergunakan data, tetapi terlalu berani. Perencanaan kebijakan perencanaan yang sangat berorientasi pada masa depan, serta disusun atas kajian yang seksama dan mendalam terhadap berbagai data yang tersedia. - ditinjau dari ruang lingkup a. perencanaan strategik bila rencana yang dihasilkan menguraikan dengan lengkap kebijakan jangka panjang yang ingin diterapkan, tujuan jangka panjang yang dicapai, serta rangkaian dan pentahapan kegiatan yang akan dilakikan. Umumnya sulit diubah. b. perencanaan taktis bila rencana yang dihasilkan hanya mengandung uraian tentang kebijakan, tujuan, serta kegitan jangka pendek saja. Perencanaan ini mudah menyesuaikan diri dengan perkembangan situasi dan kondisi. c. perencanaan menyeluruh bila rencana yang dihasilkan mengandung uraian yang bersifat menyeluruh mencakup seluruh aspek dan ruang lingkup berbagai kegiatan yang akan dilakukan. d. perencanaan terpadu bila rencana yang dihasilkan jelas menggambarkan keterpaduan antar kegiatan yang akan dilakukan, dan atau dengan kegiatan lain yang telah ada

PENGORGANISASIAN
Definisi

- Pengorganisasian adalah pengelompokan berbagai kegiatan yang diperlukan untuk melaksanakan suatu rencana sedemikian rupa sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan memuaskan. - Pengorganisasian adalah pengaturan sejumlah personil yang dimiliki untuk memungkinkan tercapainya suatu tujuan yang telah disepakati dengan jalan mengalokasikan masing-masing fungsi dan tanggung jawabnya. - Pengorganisasian adalah pengkoordinasian secara rasional berbagai kegiatan dari sejumlah orang tertentu untuk mencapai tujuan bersama, melalui pengaturan pembagian kerja dan fungsi menurut perjenjangannya secara bertanggung jawab.

- Sebenarnya yang perlu diorganisasikan dari suatu rencana banyak macamnya. Disesuaikan dengan pengertian pengorganisasian sebagaimana dikemukakan di atas yang terpenting hanya dua macam saja yakni : o kegiatan. Pengorganisasian kegiatan yang dimaksudkan di sini ialah pengaturan pelbagai kegiatan yang ada dalam rencana sedemikian rupa sehingga membentuk satu kesatuan yang terpadu yang secara keseluruhan diarahkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. o tenaga pelaksana Pengorganisasian tenaga pelaksana yang dimaksudkan di sini mencakup pengaturan hak dan wewenang setiap tenaga pelaksana sedemikian rupa sehingga setiap kegiatan ada penanggung jawabnya. Proses pengorganisasian

Manfaat
o langkah untuk menetapkan, menggolong-golongkan dan mengatur berbagai macam kegiatan, menetapkan tugas2 pokok dan wewenang, dan pendelegasian wewenang oleh pimpinan kepada staf dalam rangka mencapai tujuan organisasi. o Merupakan alat untuk memadukan dan mengatur semua kegiatan yang ada kaitannya dengan personil,finansial, material dan tata cara unutk mencapai tujuan organisasi yang telah disepakati bersama o Sebagai wadah kerjasama sekelompok orang organisasi bersifat statis o Organisasi juga dapat dikaji dari sisi proses kerjasama. Dalam hal ini organisasi dilihat dari kerjasama staf yang berisi uraian tugas untuk mencapai tujuan-oranisasi bersifat dinamis.

- Karena pengorganisasian mengandung pengertian pengaturan maka pekerjaan pengorganisasian pada dasarnya merupakan suatu proses (process). Proses yang dimaksudkan di sini ialah yang menyangkut langkah-langkah yang harus dilakukan sedemikian rupa sehingga segala kegiatan dan tenaga pelaksana mendapatkan pengaturan yang sebaik-baiknya serta setiap kegiatan ada penanggung jawabnya. Hasil yang dicapai - Sebagai hasil pengorganisasian terbentuklah wadah (entity) yakni yang merupakan perpaduan antara kegiatan dan tenaga pelaksana. Wadah yang seperti ini dikenal dengan nama organisasi (organization).

Tujuan
- Dengan mengelompokkan dan membagi2 berbagai jenis tugas yang telah direncanakan,maka pelaksanaannya diharapkan menjadi lebih mudah dan lancar - Pengorganisasian juga mengatur wadah atau organisasi sedemikian rupa sehingga pimpinan/atasan dapat membimbing,membina,mengawasi dan mengendaikan bawahannya dengan lebih mudah - Dengan mengelompokan berbagai jenis tugas den membagikannya kepada anggota organisasi sesuai dengan kedudukan dan kemampuan atau kapasitasnya masing2 diharapkan berfungsinya the right man on the right place - Dapat mengarahkan upaya organisasi secara keseluruhan untuk secara terkoordinasi berupaya mencaai tujuan organisasi yang telah direncanakan secara efektif dan efisien sebagaimana yang diinginkan dengan adanya proses pengadministrasian yang baik

Prinsip

Perangkat / unsure
Hal yang diorganisasikan

o Mempunyai pendukung (follower, member) Maksudnya setiap orang per orang yang bersepakat untuk membentuk organisasi. Misal suatu rumah sakit (badan usaha), pendukungnya adalah dokter, paramedis serta tenaga non medis lainnya yang terdaftar sebagai karyawan rumah sakit. o Mempunyai tujuan Setiap organisasi harus mempunyai tujuan, baik yang bersifat umum ( goal) dan ataupun yang bersifat khusus (objectives). Tujuan disini pada dasarnya adalah sesuatu yang mengikat para pendukung yakni orang-orang yang bersekutu dalam organisasi. Dan tujuan ini haruslah dipahami oleh semua pihak yang berada dalam organisasi agar dapat berfungsi secara semestinya. o Mempunyai kegiatan

o o o o

Kegiatan berfungsi agar tujuan organisasi tercapai, dan suatu organisasi yang baik adalah apabila organisasi tersebut memiliki kegiatan (activities) yang jelas dan terarah. Mempunyai pembagian tugas Agar kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik, perlulah diatur pembagian tugas antar para pendukung (jobs description). Mempunyai perangkat organisasi Agar tugas-tugas yang dipercayakan kepada pendukung dapat terlaksana, diperlukalah adanya perangkat organisasi. Mempunyai pembagian dan pendegelasian wewenang Karena peranan yang dimiliki oleh setiap satuan organisasi tidak sama, perlu di atur pembagian dan pendegelasian wewenang (delegation of authority) untuk setiap satuan organisasi. Mempunyai kesinambungan kegiatan, kesatuan perintah dan arah Agar tujuan yang ditetapkan dapat tercapai, kegiatan yang dilaksanakan oleh suatu organisasi harus bersifat continue, fleksibel serta sederhana. Serta untuk menjamin kegiatan yang dilaksanakan, perlu ada prinsip kesatuan perintah (unity of command) serta kesatuan arah (unity of direction) yang kesemuanya harus dapat membentuk satu hubungan mata rantai yang tak terputus ( chain of command).

adanya tujuan yang jelas pembagian tugas pekerjaan pendelegasian kekuasaan rentangan pengendalian jenjang pengawasan

jenis
dominan pemimpin utamakan wewenang dan pemerintah keuntungan: pengambilan keputusan cepat, kesatuan arah dan pemerintah lebih terjamin serta pengawasan dan koordinasi lebih mudah kerugian : keputuasan kurang sempurna Organisasi staff keuntungan : keputusan dapat lebih baik kerugian : pengambilan keputusan perlu waktu lama staff berperan memberi nasehat Organisasi lini dan staff peran staff nasehat dan tanggung jawab melaksanakan kegiatan keuntungan keputusan lebih baik tanggung jawab pimpinan kurang pengembangan bakat dapat dilakukan mendorong disiplin dan tanggung jawab kerja yang tinggi kelemahan waktu lebih lama kebingungan pelaksanaan bila staff tidakmengetahui batas wewenang

Langkah
memahami tujuan agar jelas tolak ukurnya memahami kegiatan sehingga jelas arah dan sasarannya mengelompokan kegiatan Dalam melakukan pengelompokkan kegiatan ini ada beberapa prinsip pokok yang harus ditempuh yakni : a. Jenis Kegiatan b. Jumlah Kegiatan mengubah kelompok kegiatan kedalam bentuk jabatan (position clasification) untuk itu dilakuakan beberapa kegiatan a. analisis tugas untuk memperjelas tugas setiap kelomok kegiatan b. uraian kegiatan tugas agar lebih jelas c. penilaian tugas untuk mengkaji ulang tugas yang telah diperinci ada yang berlebihan dan atau kurang. o melakukan pengelompokan jabatan o mengubah kelompok jabatan kedalam bentuk satuan organisasi Cara membentuk satuan organisasi banyak macamnya. Beberapa diantaranya yang penting ialah : a. atas dasar kesamaan fungsi dan jabatan b. atas dasar kesamaan proses cara kerja dari jabatan c. atas dasar kesamaan hasil (produksi) dari jabatan d. atas dasar kesamaan kelompok masyarakat yang memanfaatkan e. atas dasar kesamaan lokasi jabatan membentuk struktur organisasi (bagan) dengan membagi tugas dan wewenang serta kemampuan pengawasan yang dimiliki (span of control)

PELAKSANAAN
Definisi
Setelah perencanaan ( planning ) dan pengorganisasian selesai dilakukan, maka selanjutnya yang perlu ditempuh dalam pekerjaan administrasi adalah mewujudkan rencana tersebut dengan mempergunakan organisasi yang terbentuk menjadi kenyataan. Ini berarti rencana tersebut dilaksanakan dan atau diaktuasikan. Pekerjaan pelaksanaan dan atau aktuasi tersebut bukanlah merupakan pekerjaan yang mudah, karena dalam melaksanakan suatu rencana terkandung berbagai aktifitas yang bukan saja satu sama lain saling berhubungan, tetapi juga bersifat kompleks dan majemuk kesemuanya aktifitas ini harus dipadukan sedemikian rupa sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan memuaskan. Memadukan berbagai aktifitas yang seperti ini dan apalagi menugaskan semua orang yang terlibat dalam organisasi untuk melaksanakan aktifitas yang dimaksud, memerlukan suatu ketrampilan khusus. Tugas seorang administrator dan ataupun manager, pada dasarnya adalah melakukan upaya sedemikian rupa sehingga dapat memotivasi bawahan untuk secara bertabggung jawab melaksanakan berbagai aktivitas yang telah disusun. Agar pekerjaan motivasi ini dapat terlaksana dengan baik, seorang administrator dan ataupun manager harus mampu mengkomunikasikan ide dan ataupun gagasan yang ada padanya kepada bawahan. Untuk kemudian

dengan kepemimpinan yang dimilikinya mampu mengarahkan, mengawasi dan mensupervisi bawaha sedemikian rupa sehingga semua aktivitas yang telah disusun dapat dilaksanakan dengan baik. Dari uraian yang seperti ini jelaslah untuk dapat melaksanakan suatu rencana, seorang administrator dan atupun manager, perlu menguasai berbagai pengetahuan dan ketrampilan, yang jika disederhanakan dapat dibedakan atas 6 macam : Pengetahuan dan ketrampilan motivasi Pengetahuan dan ketrampilan komunikasi Pengetahuan dan ketrampilan kepemimpinan Pengetahuan dan ketrampilan pengarahan Pengetahuan dan ketrampilan pengawasan Pengetahuan dan ketrampilan supervisi Untuk mengetahui program kesehatan, pengetahuan dan ketrampilan yang seperti ini juga amat diperlukan. Apalagi jika yang ingin dilaksanakan tersebut adalah program kesehatan masyarakat. Mudah dipahami karena memanglah ruang lingkup program kesehatan masyarakat, tidak hanya menyangkut pengaturan bawahan yang dimiliki, tetapi juga masyarakat banyak, kepada siapa program kesehatan masyarakat tersebut ditujukan. Pelaksanaan merupakn : perpaduan kesemua aktivitas sedemikian rupa sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan memuaskan. Pelaksanaan biasanya memerlukan seorang menajer atau administrator ynag bertugas untuk melakukan upaya sehingga bawahan bisa termotivasi untuk melaksanakan tanggung jawabnya. Komponen penting: 1. Motivasi adalah upaya untuk menimbulkan rangsangan, dorongan dan ataupun pembangkit tenaga pada seseorang dan ataupun sekelompok masyarakat sehingga mau berbuat dan bekerjasama optimal melaksanakan sesuatu yang telah direncanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.Motivasi akan berhasil sempurna jika dapat : a. diusahakan agar tujuan organisasi yang telah ditetapkan juga menjadi tujuan perorangan ataupun kelompok masyarakat yang akan melaksanakan kegiatan b. diusahakan agar perbuatan yang diharapkan untuk dilakukan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki seseorang ataupun kelompok masyarakat Macam kebutuhan manusia menurut A.H.Maslow : 1. 2. 3. 4. 5. Kebutuhan pokok faali : untuk melangsungkan kehidupan, mis makanan, istirahat, dll Kebutuhan keamanan : dari ancaman dan bahaya, mis kemiskinan, kecelakaan Kebutuhan sosial : mis perkawanan, simpati, dicintai, dll Kebutuhan dihargai dan dihormati : kebutuhan akan status, kehormatan, gengsi, dll Kebutuhan penampilan diri : kebutuhan untuk melakukan sesuatu sesuai dengan bakatnya, ingin berprakarsa, mengeluarkan ide dan gagasan. Pendekatan pada motivasi, menurut Strauss dan Sayles ada 5 : 1. Pendekatan yang keras: Adalah pendekatan dimana kekuasaan dan wewenang yang dimiliki dipergunakan dalam melakukan motivasi

2. Pendekatan untuk memperbaiki: Adalah pendekatan yang dilakukan oleh administrator untuk memperbaiki karyawan melalui pemenuhan kebutuhan yang dimiliki 3. Pendekatan dengan tawar menawar: Adalah pendekatan yang dilakukan oleh administrator melalui tawar menawar dengan karyawan tentang kebutuhan yang akan dipenuhi 4. Pendekatan melalui persaingan efektif: Adalah pendekatan yang dilakukan oleh administrator dengan memberikan kesempatan timbulnya persaingan yang sehat antar karyawan untuk mencapai kemajuan 5. Pendekatan dengan proses internalisasi: Adalah pendekatan yang dilakukan oleh administrator dengan jalan menimbulkan kesadaran pada diri masing2 karyawan Perangsang motivasi 1. Perangsang positif : imbalan yang menyenangkan yang disediakan untuk karyawan yang berprestasi 2. Perangsang negatif : imbalan yang tidak menyenangkan berupa hukuman bagi karyawan yang tidak berprestasi / tidak seperti yang diharapkan 2.Komunikasi Komunikasi adalah pertukaran pikiran atau keterangan dalam rangka menciptakan rasa saling mengerti serta saling percaya demi terwujudnya hubungan yg baik antara seseorang dg orang lain. Peranan komunikasi: 1. Menyempurnakan pekerjaan administrasi 2. Menimbulkan suasana kerja yg menguntungkan Unsur komunikasi : 1. Sumber adalah tempat asalnya pesan 2. Pesan adalah rangsangan/stimulasi yg disampaikan oleh sumber kepada sasaran 3. Media adalah alat atau saluran yg dipilih oleh sumber untuk menyampaikan pesan kepada sasaran 4. Sasaran adalah yg menerima pesan 5. Umpan balik adalah reaksi dari sasaran terhadap pesan yg disampaikan 6. Akibat adalah hasil dari suatu komunikasi Proses komunikasi 1. Model linier a. Tersedianya pesan dan orang yang akan menyampaikan pesan b. Adanya upaya menterjemahkan pesan kedalam bentuk yang dapat disampaikan c. Adanya media yang akan dipergunakan untuk menyampaikan pesan d. Adanya upaya untuk menterjemahkan pesan yang diterima kedalam bentuk yang mudah dimengerti e. Adanya orang yang akan menerima pesan serta timbulnya pengertian terhadap pesan yang disampaikan 2. Model sistem a. Menempatkan kedudukan dan peranan sumber sama dengan kedudukan dan peranan sasaran

b. Fungsi setiap unsur komunikasi, terutama unsur sumber dan sasaran idaklah hanya tunggal tetapi bersifat ganda Faktor yg mempengaruhi komunikasi : 1. Credibility (sumber) : terdapat dan berperanan pada sumber 2. Content (pesan) : pesan yg disampaikan harus berisi hal yg bermanfaat bagi sasaran 3. Context (pesan) : agar pesan yg disampaikan ada hubungannya dengan kepentingan dan ataupun kehidupan serta realita sehari-hari 4. Clarity (pesan) : memilih pesan komunikasi sedemikian rupa sehingga pesan mudah diterima secara jelas 5. Continuity dan consistensi (pesan) : pesan yang akan dikomunikasikan harus sering dan terusmenerus disampaikan serta sifatnya menetap 6. Channels (media) : dipilih media penyampaian pesan yg sesuai dengan sasaran yg ingin dicapai 7. Capability of the audience (sasaran) : pesan harus diperhitungkan kemampuan sasaran dalam menerima pesan Proses penerimaan pesan yang baru, menurut Biel dan Bohlen ada 5 tahap: 1. Awareness : seseorang menyadari adanya pesan yang disampaikan 2. Interest : seseorang yang telah menyadari adanya pesan yang disampaikan mulai merasa tertarik 3. Evaluation : seseorang setelah memiliki keterangan yang lengkap mulai melakukan penilaian terhadap pesan yang disampaikan 4. Trial : setelah menimbang2 untung rugi dari pesan yang diterima mulai melaksanakan pesan tersebut 5. Adoption : melakukan ujicoba timbul kepuasan dalam dirinya sehingga dapat menerima pesan yang dapat dilihat dari wujud perilaku sehari2 Penyebaran pesan 1. Vertical : dari lapisan yang tidak tahu (sumber) kepada lapisan yang tidak tahu (sasaran) 2. Vertical dan horizontal : berlangsung dalam satu lapisan masyarakat yang sama 3. Lingkaran konsentris : dari lapisan luar (sumber) yakni mereka yang memiliki pengetahuan dan pengalaman kelapisan dalam (sasaran) yg tdk memiliki pengetahuan dan pengalaman Macam komunikasi : 1. Ditinjau dari media yg digunakan : Komunikasi visual Komunikasi audio Komunikasi audiovisual 2. Ditinjau dari sumber dan sasaran Komunikasi langsung Komunikasi tidak langsung 3. Ditinjau dari umpan balik yg diperoleh Komunikasi dua arah Komunikasi satu arah

4. Ditinjau dari simbol yg dipergunakan Komunikasi lisan Komunikasi tulisan Komunikasi isyarat 5. Ditinjau dari suasana berlangsungnya komunikasi Komunikasi formal Komunikasi informal 3.Kepemimpinan Kepemimpinan adalah perpaduan berbagai perilaku yg dimiliki seseorang sehingga orang tsb memiliki kemampan untuk mendorong orang lain bersedia dan dapat melakukan tugas-tugas tertentu yg diberikan kepadanya (Ordway Tead) Unsur kepemimpinan: 1. Adanya pemimpin 2. Adanya pengikut 3. Adanya sifat dan ataupun perilaku tertentu 4. Adanya situasi dan kondisi tertentu 4.Pengarahan Pengarahan adalah upaya pengambilan keputusan secara berkesinambungan dan terus-menerus yg terwujud dalam bentuk adanya perintah atau petunjuk guna dipakai sebagai pedoman dalam organisasi (Luther Gullick) Manfaat pengarahan 1. Para pekerja mendapat informasi yg tepat tentang segala sesuatu yg akan dikerjakannya 2. Para pekerja akan terhindar dari kemungkinan berbuat salah dengan demikian tujuan akan lebih mudah tercapai 3. Para pekerja akan selalu berhadapan dengan proses belajar sehingga pengetahuan, ketrampilan dan keaktifitas serta kualitasnya meningkat 4. Para pekerja akan berada dalam suasana yg menguntungkan yakni terciptanya hubungan pimpinan dan bawahan yang baik Syarat pengarahan 1. 2. 3. 4. Kesatuan perintah Informasi yg lengkap Hubungan langsung dengan karyawan Suasana informal

Teknik pengarahan 1. Teknik konsultasi 2. Teknik demokratis

3. Teknik otokrastis 4. Teknik bebas teratur Proses pengarahan 1. Menyusun perintah dan ataupun petunjuk 2. Melaksanakan latihan 3. Melakukan motivasi 4. Memlihara ketertiban dan kepatuhan 5.Pengawasan Pengawasan ialah melakukan penilaian dan sekaligus koreksi terhadap penampilan karyawan untuk mencapai tujuan yg telah ditetapkan dalam rencana. Hal2 yang perlu diperhatikan dalam pengawasan 1. Objek pengawasan 2. Metode pengawasan 3. Proses pengawasan Manfaat pengawasan : 1. Memacu karyawan berprestasi dan berkreasi sesuai dengan kemampuan 2. Pembiayaan seefisien mungkin 3. Pencapaian kulitas dan kuantitas tertinggi sesuai rencana Syarat pengawasan: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Bersifat khas Mampu melaporkan setiap penyimpangan Fleksibel dan berorientasi pada masa depan Mencerminkan keadaan organisasi Mudah dilaksanakan Hasil pengawasan mudah dimengerti

3. 4.

Bandingkan hasil yang didapat dengan standar yang telah ditetapkan Tarik kesimpulan dan laksanakan tindak lanjut

PENILAIAN
Batasan
Penilaian adalah suatu cara belajar yang sistematis dari pengalaman yang dimiliki untuk meningkatkan pencapaian pelaksanaan dan perancananan suatu program melalui pemilihan secara seksama berbagai kemungkinan tersedia guna penerapan selanjutnya (the world health organization) Penilaian adalah suatu proses untuk menentukan nilai atau jumlah keberhasilan dari pelaksanaan suatu program dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan (the american public asociation) Penialian adalah suatu proses yang teratur dan sistematis dalam membandingkan hasil yang dicapai dengan tolak ukur atau kriteria yang telah ditetapkan ,dilanjutkan dengan pengambilah kesimpulan serta penyusunan saran-saran ,yang dapat dilakukan pada setiap tahap dari pelaksanaan program (the international clearing house on adolescent fertility control for population options) Penilaian dalah pengukuran terhadap akibat yang ditimbulkan dari dilaksanakan suatu program dalam mencapai tujuan yang telah di tetapkan (riecken)

Ruang lingkup
D E NI S TO N kelayaka n program kecukupa n program efektivita s program efisiensi program RO E ME R BLUM Status Pelaksanaa kesehatan n Kualitas Pemenuhan program kriteria Kuantitas Efektifitas program program Sikap Efisiensi masyarakat program Sumber Keabsahan program hasil sistem Biaya program Untuk kepentingan praktis, ruang lingkup penilaian tersebut secara sederhana dapat dibedakan atas empat kelompok saja yakni. 1. Penilaian terhadap masukan (input) Termasuk kedalam penilaian terhadap masukan ini ialah yang menyangkut pemanfaatkan pelbagai sumber daya, baik sumber dana, tenaga ataupun sumber sarana. Penilaian terhadap proses (process) Penilaian terhadap proses lebih dititik beratkan pada pelaksanaan program, apakah sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan atau tidak. Proses yang dimaksudkan di sini mencakup semua tahap administrasi, mulai dari tahap perencanaan, pengorganisasian, dan pelaksanaan program. G E O RG E JA ME S Upaya program Penampilan program Ketepatan penampilan Efisiensi program

Obyek pengawasan: 1. 2. 3. 4. Kualitas dan kuantitas program : barang /jasa yang dihasilkan, bersifat fisik Biaya : modal yang dipakai, pendapatan yang diperoleh dan harga dari program Pelaksanaan program : Hal-hal yg bersifat khusus

Proses pengawasan 1. Merumuskan rencana, tujuan dan standart pengawasan 2. Mengukur penampilan

2.

3.

Penilaian terhadap keluaran (out-put) Yang dimaksud dengan penilaian terhadap keluaran ialah penilaian terhadap hasil yang dicapai dari dilaksanakannya suatu program. Penilaian terhadap dampak (impact) Penilaian terhadap dampak program mencakup pengaruh yang ditimbulkan dari dilaksanakannya suatu program.

rencana atau tidak, atau apakah terjadi penyimpangan-penyimpangan yang dapat merugikan pencapaian tujuan dari program tersebut. o Penilaian pada tahap akhir program (summative evaluation) Penilaian yang dilakukan di sini ialah pada saat program telah selesai dilaksanakan. Tujuan utamanya secara umum dapat dibedakan atas dua macam yakni untuk mengukir keluaran (out-put) serta untuk mengukur dampak (impact) yang dihasilkan. Dari kedua macam penilaian akhir ini, diketahui bahwa penilaian keluaran lebih mudah dari pada penilaian dampak, karena pada penilaian dampak diperlukan waktu yang lama.

4.

Cara melakukan penilaian


Cost-effectiveness analysis Cost-effectiveness analysis berbeda dengan cost-benefit analysis. Pada cost-benefit analysis yang dihitung hanyalah keuntungan saja, sedangkan pada cost-effectiveness analysis sekaligus pula dihitung efektifitas program. Adapun prinsip dari cost-effectiveness analysis ialah sebagai berikut : Tentukan dahulu bagian yang dipandang paling efektif dari suatu program, artinya yang mempunyai peranan besar dalam menentukan keberhasilan dan atau kegagalan program. Hitunglah biaya yang diperlukan untuk melaksanakan bagian yang paling efektif tersebut. Bandingkanlah keuntungan yang diperoleh apabila bagian tersebut dilaksanakan dengan apabila bagian tersebut tidak dilaksanakan. tarik kesimpulan dan susunlah saran-saran yang sesuai Ragpie Program Matrix (RPM) Teknik penelitian lain yang Bering dipergunakan ialah Ragpie Program Matrix (RPM). Adapun prinsip sari HPM tersebut ialah sebagai berikut : Sederhanakan dan kelompokkanlah program kedalam tiga pentahapan yakni tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap penilaian (akhir) program;. Tuliskan ketiga tahap tersebut pada kolom paling kiri. Sederhanakan dan kelompokkanlah program kedalam tiga komponen yakni komponen sumber, komponen kegiatan dan komponen tujuan. Tuliskan ketiga komponen program ini pada baris yang paling atas. Isilah kotak yang terbentuk dengan keterangan yang sesuai, dan lakukan perbandingan. Setelah itu tarik kesimpulan dan susunlah saran.

MANAJEMEN
Kegiatan untuk mengatur para petugas kesehatan dan non kesehatan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui program2 kesehatan. Dalam hal ini tidak perlu diperdebatkan mana yang benar "manajemen" atau "administrasi"menurut pendapat penulis melihat dari proses atau kegiatannya sama maka kedua hal tersebutsama. Sedangkan pemakaiannya, apakah menggunakan "manajemen" atau "administrasi"terserah kepada kita masing-masing yang memakainya (tergantung selera). Dalam uraian ini penulis lebih cenderung menggunakan "manajemen" daripada "administrasi".Banyak ahli yang telah membuat batasan tentang manajemen ini antara lain : a. The accomplishing of a predetermined objectives through the effort other peopleatau manajemen adalah pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukan denganmenggunakan orang lain. (Robert D. Terry) b. Manajemen adalah "the process, by which the excution of given purpose is put into operation and supervised atau manajemen adalah proses dimanapelaksanaan dari suatu tujuan diselenggarakan dan diawasi. (Encyclopedia of social sciences) c. Manajemen adalah membuat tujuan tercapai melalui kegiatan-kegiatan orang laindan fungsifungsinya dapat dipecah sekurang-kurangnya 2 tanggung jawabutama, yakni perencanaan dan pengawasan. d. Management is the process under taken by one or more persons to coordinatethe activities of other persons to achieve results not attainable by any one personacting alone atau manajemen adalah suatu proses yang dilakukan oleh satuorang atau lebih untuk mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan orang lain gunamencapai hasil (tujuan) yang tidak dapat dicapai oleh hanya 1 orang saja. (Evancovich, 1989)

Macam2
o Penilaian pada tahap awal program (formative evaluation) Penilaian yang dilakukan di sini adalah pada saat merencanakan suatu program. Tujuan utamanya ialah untuk meyakinkan bahwa rencana yang akan disusun benar-benar telah sesuai dengan ma salah yang ditemukan, dalam arti dapat menyelesaikan masalah tersebut. o Penilaian pada tahap pelaksanaan program 'promotive evaluation) Penilaian yang dilakukan di sini ialah pada saat program sedang dilaksanakan. Tujuan utamanya ialah untuk mengukur apakah program yang sedang dilaksanakan tersebut telah sesuai dengan

Fungsi
- P1 fungsi perencanaan, yang pada hakekatnya mencakup unsur-unsur fungsi administrasi lainnya yang melengkapi proses perencanaan yang sebenarnya, seperti fungsi-fungsi pengambilan keputusan, pemahaman masalah, penetapan prioritas, peramalan, penganggaran, dll. - P2 penggerakan pelaksanaan. Fungsi-fungsi lainnya dapat dimasukkan dalam kelompok P2 antara lain pengorganisasian, staffing, pengkoordinasian, panggajian, komunikasi, kepemimpinan, dll.

- P3 pengarahan, pengendalian, dan penilaian. Fungsi-fungsi lainnya dapat dimasukkan dalam kelompok P3 antara lain pengawasan, pencatatan-pelaporan, supervisi, dan mungkin ada beberapa hak lagi lainnya, yang intinya bermaksud sebagai pemantauan pelaksanan upaya yang sedang dikerjakan agar tidak menyimpang dari tujuan yang telah ditetapkan.

Ruang lingkup manajemen


kegiatan administrasi kegiatan utama yang dilakukan pada administrasi tidak lain adalah melaksanakan fungsi administrasi itu sendiri, mulai dari fungsi perencanaan,pengorganisasian, pelaksanaan sampai dengan fungsi pengawasan. objek dan subjek administrasi objek dan subjek administrasi adalah sistem kesehatan yang menurut WHO (1984) berarti suatu kumpulan dari berbagai faktor yang komplek dan saling berhubungan yang terdapat pada suatu negara dan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan kesehatan perorangan, keluarga, kelompok, serta masyarakat pada setiap saat yang dibutuhkan. Sistem kesehatan dibedakan menjadi 2 subsistem yaitu subsistem pelayanan kesehatan dan subsistem pembiayaan kesehatan.

SISTEM KESEHATAN NASIONAL


Sistem Kesehatan adalah kumpulan dari berbagai faktor yang komplek dan saling berhubungan dalam suatu negara, yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan kesehatan perseorangan, keluarga, kelompok dan ataupun masyarakat pada setiap saat yang dibutuhkan. (WHO) Tujuan SKN Terselenggaranya pembangungan kesehatan oleh semua potensi bangsa secara sinergis, berhasil guna dan berdaya guna, sehingga tercapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya Unsur Sistem 1) Masukan (input) Kumpulan elemen/bagian yg terdapat dalam sistem dan yang diperlukan untuk dapat berfungsinya sistem tsb. Yaitu: kependudukan, perilaku penduduk, lingkungan, sumber daya dari segi pengadaannya serta kesepakatan kebijakan. 2) Proses (process) Kumpulan elemen/bagian yg terdapat dalam sistem dan yang berfungsi untuk mengubah masukan menjadi keluaran yang direncanakan. Yaitu: upaya kesehatan, organisasi kemasyarakatan, dan sumber daya dari segi pemanfaatannya. 3) Keluaran (output) Kumpulan elemen/bagian yg dihasilkan dari berlangsungnya proses dalam sistem. Yaitu: status kesehatan dan status lingkungan. 4) Umpan balik (feed back) Kumpulan elemen/bagian yg merupakan keluaran dari sistem dan sekaligus sebagai masukan bagi sistem tsb 5) Dampak (impact) Akibat yang dihasilkan oleh keluaran sistem 6) Lingkungan (environment) Dunia diluar sistem yg tidak dikelola oleh sistem tetapi mempunyai pengaruh besar thd sistem

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Sistem Kesehatan : 1) Peranan Unsur Pembentuk Sistem Kesehatan. Terbentuknya sistem kesehatan pada dasarnya ditentukan oleh 3 unsur sbb: a. Pemerintah Yang bertanggung jawab dalam merumuskan pelbagai kebijakan pemerintah, termasuk kebijakan kesehatan. b. Masyarakat Mereka yang memanfaatkan jasa pelayanan kesehatan c. Penyedia pelayanan kesehatan Yang bertanggung jawab secara langsung dalam menyelenggarakan pelbagai jasa pelayanan kesehatan 2) Pemanfaatan sumber, tatacara dan kesanggupan yg dimiliki Pemanfaatan kemajuan ilmu dan teknologi, sistem kesehatan dibagi mjd : a. Sistem kesehatan yang telah memanfaatkan kemajuan ilmu dan teknologi secara optimal. Bentuk seperti ini biasanya ditemukan pada negara-negara maju b. Sistem kesehatan yang baru saja disentuh oleh kemajuan ilmu dan teknologi. Bentuk ini ada pada negara berkembang c. Sistem kesehatan yang sama sekali belum disentuh oleh kemajuan ilmu dan teknologi. Bentuk seperti ini, mungkin masih ditemukan pada negara2 terbelakang. 3) Unsur pokok sistem kesehatan a. Organisasi pelayanan b. Organisasi pembiayaan c. Mutu pelayanan dan pembiayaan 4) Sub sistem dalam sistem kesehatan a. Sub sistem Pelayanan Kesehatan Ialah yang menunjuk kepada kesatuan yg utuh dan terpadu dari pelbagai upaya kesehatan yg diselenggarakan dalam satu negara b. Sub sistem Pembiayaan Kesehatan Ialah yang menunjuk kepada kesatuan yang utuh dan terpadu dari pembiayaan upaya kesehatan dalam suatu negara. Sub Sistem AS Indonesia Pelayanan Jenis,bentuk,jmlh n penyebarannya tdk Jenis,bentk,jmlh, & penyebarannya diatur Kesehata diatur sec jelas Pembagian tugas & hub antara satu dng lainnya jelas n Pembagian tugas & hub antara satu dng Mutu pelayanan belum memuaskan lainnya tidak jelas Mutu pelayanan memuaskan Pembiayaa Jmlh,penyebaran& pemanfaatan dana telah Jmlh,penyebaran & pemanfaatan dana belum memuask n memuaskan Belum terdapat mekanisme pembiayaan Kesehata Telah terdapat mekanisme pembiayaan, n yaitu mell sistem asuransi Ciri-ciri Sistem Terdapat elemen/bagian yang satu sama lain saling berhubungan dan mempengaruhi yang kesemuanya membentuk satu kesatuan, dalam arti semuany berfungsi untuk mencapai tujuan yang sama yang telah diterapkan Fungsi yang diperankan oleh masing2 elemen/bagian yang membentuk satu kesatuan tersebut, adalah dalam rangka mengubah masukan menjadi keluaran yang direncanakan

Dalam melaksanakan fungsi ini, semuanya bekerjasama secara bebas namun terkait, dalam arti terdapat mekanisme pengendalian yang mengarahkannya agar tetap berfungsi sebagaimana yang telah direncanakan Tidak tertutup terhadap lingkungan Perjenjangan Sistem 1) Supra system Ialah Lingkungan dimana system tsb berada. Lingkungan yg dimaksud juga berbentuk suatu sistem tersendiri, yang kedudukan dan peranannya lebih luas dan mempengaruhi sistem, tetapi tidak dikelola oleh sistem. 2) Sistem Ialah Sesuatu yang sedang diamati yang menjadi obyek dan subyek pengamatan. 3) Sub Sistem Ialah Bagian dari system yang secara mandiri berbentuk system pula. Sistem yang mandiri ini kedudukan dan peranannya lebih kecil daripada sistem. Contoh: Sistem : Rumah Sakit Supra sistemnya adl Sistem Kesehatan Nasional Sub sistemnya adl pencatatan, pelaporan dsb Pendekatan Sistem Adalah Penterapan dari cara berpikir yang sistematis dan logis dalam membahas dan mencari pemecahan suatu masalah/ keadaan yang dihadapi. Keuntungan Pendekatan Sistem a) Jenis dan jumlah masukan dapat diatur dan disesuaikan dengan kebutuhan, shg penghamburan sumber, tatacara dan kesanggupan yg sifatnya terbatas dapat dihindari b) Proses yan dilaksanakan dapat diarahkan untuk mencapai keluaran shg dapat dihindari pelaksanaan kegiatan yang tidak diperlukan c) Keluaran yang dihasilkan dapat lebih optimal serta dapat dikur secara lebih tepat dan objektif d) Umpan balik dapat diperoleh pada setiap pelaksanaan program Kelemahan Pendekatan sistem Terjebak dalam perhitungan yang terinci, sehingga menyulitkan pengambilan keputusan shg masalah yang dihadapi tidak akan dapat diselesaikan. Analisa Sistem Analisa Sistem ialah Pelukisan atau Penguraian operasional suatu system yang meliputi upaya pengidentifikasian tujuan, kegiatan, pelaksanaan kegiatan, situasi yg dihadapi serta informasi yg dibutuhkan oleh system pada setiap tahap pelaksanaannya. Analisa system ialah Suatu cara kerja dengan mempergunakan fasilitas yg ada, dilakukan pengumpulan pelbagai masalah yg dihadapi untuk kemudian dicarikan pelbagai jalan keluarnya, lengkap denga uraiannya, sehingga membantu administrator dalam mengambil keputusan yg tepat untuk mencapai tujuan yg telah ditetapkan. Langkah langkah Analisa Sistem 1) Penguraian system shg menjadi jelas bagian2 yg dimiliki serta hubungannya satu dengan yang lain 2) Merumuskan masalah yang dihadapi oleh bagian2 tsb / sistem secara keseluruhan 3) Lakukan pengumpulan data /informasi untuk lebih menjelaskan masalah yg ditemukan serta untuk merumuskan kemungkinan jalan keluar yg dapat dilakukan 4) Berdasarkan data/informasi yg dimiliki, kembangkan model2 sistem yg baru yg menyelesaikan masalah yg ditemukan

5) Lalukan uji oba, jika perlu lakukan perbaikan dan catatlan setiap hasil yg diperoleh. Atas dasar catatan tsb, pilihlah model yg paling menguntungkan. 6) Terapkan model sistem yg terpilih dan lakukanlah pemantauan dan penilaian berkala sesuai dng yang diperlukan