Anda di halaman 1dari 81

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

BAB IV ANALISA
4.1 ANALISA STRUKTUR WILAYAH PERENCANAAN
Analisa struktur wilayah perencanaan dilakukan dengan meninjau orientasi lokasi Kelurahan Kali Rungkut dan juga dilihat dari potensi dan masalah yang ditimbulkannya. Analisa ini dilakukan untuk menentukan karakteristik sistem perwilayahan dan sebaran pusat-pusat pelayanan serta fungsi-fungsi kegiatan di Kelurahan Kali Rungkut. 4.1.1 Analisa Sistem Perwilayahan dan Pusat Pelayanan Analisa sistem perwilayahan adalah penilaian karakteristik wilayah berdasarkan letak wilayah dan pengaruh wilayah di sekitarnya. Ditinjau dari sistem perwilayahannya, Kelurahan Kali Rungkut memiliki karakteristik sebagai kawasan penghubung pusat Kota Surabaya menuju SIER (Surabaya Industrial Estate Rungkut) dan kawasan konservasi mangrove di Kelurahan Wonorejo dan Medokan Ayu. Analisa pusat pelayanan adalah penilaian karakteristik wilayah berdasarkan letak pusat-pusat pelayanan publik di wilayah tersebut dari segi aksesibilitasnya. Ditinjau dari letak pusat-pusat pelayanannya, Kelurahan Kali Rungkut memiliki kawasan pelayan publik utama pada Jalan Raya Rungkut yang selain menghubungkan wilayah utara Kota Surabaya dengan SIER, juga memiliki pusat pelayanan lain berupa perdagangan dan jasa terpadu serta kawasan pergudangan. Analisa Fungsi Kegiatan Analisa fungsi kegiatan adalah penilaian karakteristik wilayah berdasarkan jenis-jenis kegiatan yang menjadi fungsi utama wilayah tersebut. Ditinjau dari jenis-jenis kegiatan utama di Kelurahan Kali Rungkut, diketahui bahwa Kelurahan Kali Rungkut memiliki fungsi utama sebagai kawasan permukiman, perdagangan dan jasa, serta perindustrian (SIER). Kegiatan-kegiatan tersebut didukung oleh akses-akses utama berupa Jalan Raya Rungkut, Jalan Tenggilis Mejoyo dan Jalan Soekarno Hatta (MERR).

4.2
4.2.1

ANALISA KONDISI FISIK DASAR


Analisa Topografi

Kondisi topografi ini akan menjadi pertimbangan penentuan kelayakan penggunaan lahan dan penempatan fasilitas dan utilitas perkotaan. Kelurahan Kali Rungkut ini terletak pada ketinggian 4,2 meter dari permukaan laut (Profil Monografi Kelurahan Kali Rungkut 2012). Kelurahan Kali Rungkut ini termasuk golongan daerah yang memiliki ketinggian rendah terhadap permukaan air laut (dataran rendah berkisar antara 0-500 mdpl). Ada beberapa analisa yang bisa dilakukan mengenai topografi Kelurahan Kali Rungkut ini yaitu sebagai berikut: 1. 2. Dengan kondisi topografi 4,2 mdpl bisa diperuntukan sebagai lahan perumahan. Model topografi 4,2 meter diatas permukaan laut sangat cocok jika dijadikan sebagai lahan pertanian sawah dan sayur-sayuran. Karena pada umumnya topografi yang dibutuhkan untuk menanam sayuran dan padi berkisar antara 1 20 meter. Selain itu, dengan ketinggian 4,2 mdpl ini jenis bangunan yang sebaiknya dibangun di daerah ini adalah bangunan rumah model

4.1.2

3.

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

panggung. Namun, karena letak Kelurahan Kali Rungkut yang jauh dari bibir pantai, maka bisa dibangun dengan bangunan yang memiliki pondasi bersentuhan langsung dengan tanah. 4.2.2 Analisa Geologi dan Jenis Tanah

4.2.3

Analisa Hidrologi

Kelurahan Kali Rungkut ini memiliki kemiringan antara 0-2% dan termasuk dalam kategori rendah (RDTRK UP Rungkut 2010). sehingga dengan begitu pembangunan sebaiknya dilaksanakan dengan treatment khusus terutama pada jaringan drainase dan air limbah. Tipe tanah yang dimiliki adalah Aluvial kelabu (Profil Monografi Kelurahan Kali Rungkut 2012). Jenis tanah alluvial merupakan jenis tanah yang berkerikil, berpasir dan lempung. Jenis tanah alluvial memiliki keuntungan sebagai berikut: 1. Tanah alluvial merupakan tanah yang sangat baik untuk usaha pertanian, karena tersedia cukup mineral yang diperlukan untuk tumbuh-tumbuhan. Tanah alluvial ini juga sangat baik jika digunakan untuk mendirikan bangunan. Hal ini dikarenakan jenis tanah ini mempunyai daya tahan yang kuat dan berasal dari endapan tanah liat yang bercampur pasir halus. Tanah alluvial kelabu merupakan tanah yang memiliki kemampuan penyerapan air cukup baik

Kelurahan Kali Rungkut memiliki beberapa sungai pematusan sekunder yang berfungsi sebagai median jalan, yaitu pada jalan Rungkut Alang Alang, jalan Tenggilis Mendoyoan, jalan Rungkut Asri serta jalan Tenggilis Mejoyo. Saluran ini sebagai saluran utama aliran limbah-limbah dari rumah tangga dan sebagian industri. Kondisinya terawat karena sering dilakukan pengerukan oleh Dinas Cipta Karya dan Pematusan. Jika ditinjau dari lebar dan kedalaman sungai yang seragam, yaitu 4 dan 2 meter disertai perawatan yang memadai, merupakan suatu potensi pencegahan masalah banjir pada musim hujan. namun Kelurahan Kali Rungkut tetap merupakan kawasan yang rentan terjadinya genangan kecuali pada kawasan SIER. Bahkan pada musim hujan bisa terjadi genangan lebih dari 6 jam di kawasan permukiman pada Jalan Tenggilis Mejoyo (RDTRK UP Rungkut 2010). Selain itu, kondisi air tanah yang cukup memprihatinkan jika ditinjau dari besarnya intensitas intrusi air laut menyebabkan air bersih harus dipasok keseluruhan oleh PDAM Surabaya. Besarnya intrusi air laut di Kelurahan Kali Rungkut dapat dikelompokkan berdasarkan pendataan lapisan bawah permukaan, yaitu: Daerah asin dengan Cl lebih dari 650 mg/ltr. Daerah ini tersebar hampir di seluruh wilayah Kelurahan Kali Rungkut Daerah payau dengan Cl 250-650 mg/ltr. Daerah ini tersebar di sebagian SIER

2.

3.

Selain memiliki tanah yang baik untuk pembangunan, Kelurahan Kali Rungkut juga memiliki potensi yang besar terkait dengan pembangunan yang berkelanjutan dan ketahanan eksistensi bangunan terhadap faktor eksternal. Hal ini dikarenakan Kelurahan Kali Rungkut ini tidak memiliki potensi untuk terjadinya erosi yang berasal dari jenis dan kemiringan tanah, serta abrasi dikarenakan letaknya yang jauh dari bibir pantai.

(Sumber : RDTRK UP Rungkut 2010) Untuk itu perlu adanya penanggulangan mulai dari yang pertama yaitu pencegahan dengan cara mengurangi dan menghilangkan faktor-

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

faktor terjadinya pencemaran air tanah, kedua menanggulangi pengaruh intrusi dengan mengoptimalkan daerah resapan air. 4.2.4 Analisa Klimatologi

Keadaan klimatologi akan mempengaruhi banyak aspek dalam kehidupan diantaranya vegetasi, arah bangunan, kekuatan bangunan dan lain-lainnya. Adapun kaitan dengan perencanaan adalah sebagai berikut: a. b. Dalam perencanaan tata ruang wilayah dan kota, data curah hujan dibutuhkan untuk memperhitungkan dimensi saluran drainase. Data arah angin dan kecepatan angin dibutuhkan untuk menentukan perletakan kawasan, tapak atau bangunan, dari suatu kegiatan yang menimbulkan dampak pencemaran udara. Data temperatur dibutuhkan sebagai salah satu kriteria untuk menentukan kesesuaian jenis tanaman tertentu (tanaman pegunungan, dataran rendah, pantai), kegiatan tertentu (pembibitan, rumah sakit khusus). Analisa: a. Kelurahan Kali Rungkut memiliki curah hujan 1789 mm/tahun (Profil Monografi Kelurahan Kali Rungkut). Dengan curah hujan sebesar ini, Kelurahan Kali Rungkut termasuk ke dalam kelompok daerah yang memiliki curah hujan yang sedang. Namun, jika dibandingkan dengan saluran sekunder yang dimiliki Kelurahan Kali Rungkut yaitu memiliki kedalaman 2 meter dengan lebar 4 meter, menjadi sebuah permasalahan yang besar untuk mengalirkan air hujan. Suhu terendah yang ada di Kelurahan Kali Rungkut yaitu 200 C pada bulan Agustus (Rungkut dalam Angka 2012). Untuk suhu rendah ini bisa dimanfaatkan untuk menyimpan benih-benih sayuran seperti c.

c.

bawang putih, bawang merah, umbi dan lainnya. Hal ini disebabkan suhu yang rendah sangat cocok untuk menyimpan bibit tanaman sebelum ditanam. Sedangkan suhu tertinggi dapat ditemukan pada bulan Oktober hingga Nopember yang mencapai 34.70 C (Rungkut dalam Angka 2012). Suhu yang tinggi ini biasanya terjadi pada musim penghujan dan sangat baik jika dilakukan penyemaian bibit tanaman setelah dilakukan penyimpanan bibit tanaman pada bulan September. Orientasi bangunan sebaiknya tegak lurus terhadap angin, hal ini berarti diperlukan perlindungan yang tepat karena hujan yang dibawa masuk oleh angin bisa menyusup ke dalam bangunan, sehingga prinsip utama konstruksi yang melindungi dinding, jendela dan pintu terhadap radiasi matahari harus pula berfungsi sebagai pelindung terhadap hujan. Selain itu pada pagi dan siang hari, angin bertiup dari Utara ke Selatan dengan kecepatan rata-rata 0.7 km/jam. Sedangkan pada malam hari, angin bertiup dari Selatan ke Utara dengan kecepatan rata-rata 0.81 km/jam (Stasiun BMKG Juanda). Artinya jika ditinjau berdasarkan kecepatan angin pada waktu pagi, siang, dan malam maka daerah ini memiliki tingkat kenyamanan rata-rata baik.

4.2.5 1.

Analisa Flora dan Fauna Flora Vegetasi merupakan tumbuh-tumbuhan yang ada disuatu daerah. Vegetasi memiliki fungsi tertentu diantaranya : a. Pengatur iklim mikro. yaitu sebagai sabuk hijau. Contohnya : berbagai tanaman pohon (angsana, bungur, kiara paying, trembesi, mahoni. dan lainnya). Penyeimbang tata air, antara lain berbagai jenis tanaman pantai, Pencegah longsor, penahan air yaitu

b.

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

b.

c.

d. e.

tanaman yang perakarannya mampu menyerap air (lamtoro, Sengon, Cemara, Akasia, pinus). Penahan polusi udara yaitu tanaman yang berdaun lebar, permukaan daun luas, daun berbentuk jarum. Contoh : angsana, mangga, cemara angina, gelodogan). Ekonomi. yaitu tanaman yang bisa mendatangkan manfaat eknomi bagi masyarakat. Misalnya : mangga, jambu, jeruk, srikaya, belimbing, cerme, kedondong, toga. Fisik sebagai : Peneduh dan penahan kesilauan. menggunakan jenis tanaman yang memiliki bentuk mahkota lebar. Contoh : angsana, trembesi, bungur, tanjung, sawo kecik. Pembatas dan pengarah; pada umumnya adalah tanaman yang berbatang lurus. Contoh: palem raja, pinang jambe, gelodogan. Pemutus pandangan; menggunakan tanaman yang daun atau batangnya rapat. Contoh : kembang sepatu, bambu cina, teh-tehan.

2.

padat lalu lintasnya terutama di jalan Raya Rungkut, namun minim keberadaan pohon-pohon tertentu sebagai peredam suara sehingga sering terjadi polusi suara. Fauna

Fauna akan berpengaruh terhadap peruntukan di daerah perencanaan. Habitat fauna harus tetap terpelihara agar tetap lestari. Berdasarkan identifikasi jenis-jenis fauna yang ada di Kelurahan Kali Rungkut tergolong hewan peliharaan seperti ayam, bebek, anjing, kucing dan hewan liar seperti tikus rumah, burung gereja. Jadi, tidak ada faunafauna langka yang harus dilindungi dan mendapatkan perlakuan khusus. 4.2.6 Analisa Orbitrasi

Jika dilihat berdasarkan jenis tanaman yang ada di Kelurahan Kali Rungkut dapat dianalisa sebagai berikut: a. Tanaman toga memiliki peran mendatangkan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus memberikan efek estetika pada pekarangan rumah. Sebagai penghasil utama Kelurahan Kali Rungkut dibidang vegatasi adalah tanaman mangga. Tanaman mangga ini memiliki beberapa fungsi, selain fungsi ekonomi (dijual atau diolah) juga memiliki fungsi untuk pengatur iklim mikro. Tanaman mangga akan mempengaruhi iklim dan suhu bangunan tersebut. Jika ditinjau dari jumlah tanaman yang ada di Kelurahan Kali Rungkut masih tergolong minim jika dikelompokkan dalam fungsi tertentu. Misalnya Kelurahan Kali Rungkut termasuk kelurahan yang cukup

Orbitrasi akan menjadi pertimbangan dalam menentukan lokasilokasi failitas umum, utilitas dan arah perkembangan wilayah. Jika dilihat jarak tempuh Kelurahan Kali Rungkut ke pusat-pusat kota tidak mengalami kesulitan karena didukung oleh ruas-ruas jalan yang memadai.

b.

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

4.3

ANALISA KEPENDUDUKAN

Data Kependudukan termasuk data yang sangat penting dan paling dominan dalam melakukan proses Perencanaan Wilayah dan Kota. Data Kependudukan ini diperlukan untuk mengembangkan aspek-aspek pembangunan seperti penyediaan fasilitas dan utilitas. Akan tetapi dalam proses perencanaan di masa mendatang kita harus mengetahui dan menimbang beberapa aspek seperti perkiraan jumlah penduduk, perkiraan distribusi penduduk, maupun perkiraaan kepadatan penduduk. Selain itu, data kependudukan yang digunakan untuk perencanaan adalah data yang sudah terolah, sehingga bisa dijadikan pertimbangan untuk mengembangkan pembangunan. 4.3.1 Perkiraan Jumlah Penduduk

1) Arithematical Rate Of Growth Pertumbuhan penduduk dengan jumlah sama setiap tahun. Rumus : Pn = P0 (1+rn) Keterangan: Pn = Jumlah penduduk pada tahun n P0 = Jumlah penduduk pada tahun awal R = Angka pertumbuhan penduduk N = Periode waktu dalam tahun 2) Geomatric Rate Of Growth Pertumbuhan penduduk yang menggunakan dasar bunga berganda (bunga majemuk) dimana angka pertumbuhan sama setiap tahun. Rumus tersebut dapat dilihat di bawah ini: Pn = P0 (1+r) n Keterangan: Pn P0 r n = jumlah penduduk pada tahun n = jumlah penduduk pada tahun awal = angka pertumbuhan penduduk = periode waktu dalam tahun

Perkiraan jumlah penduduk adalah perhitungan yang menunjukkan keadaan fertilitas, mortalitas dan migrasi di masa yang akan datang. Sehingga kita bisa mengetahui seberapa besar penambahan berbagai fasilitas dan utilitas yang harus dilakukan. Dengan teknik perhitungan ini kita bisa mengetahui jumlah penduduk untuk beberapa tahun ke depan. Dalam teknik perhitungan jumlah penduduk, bisa digunakan beberapa cara seperti proyeksi, estimasi dan cohort. Akan tetapi metode proyeksi adalah metode yang paling tepat dan cukup akurat dalam perhitungannya. Ada beberapa macam cara proyeksi yaitu mathematical method dan component method. Dalam mathematical method dapat digunakan beberapa perumusan, antara lain: a. Arithmetical Rate of Growth b. Geometric Rate of Growth c. Exponential Rate of Growth

3)

Exponential Rate Of Growth Pertumbuhan penduduk secara terus-menerus setiap hari

dengan angka pertumbuhan yang konstan.

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

Rumus : Pn = P 0 e r Keterangan: Pn atau Pt P0 r n atau t e = jumlah penduduk pada tahun n atau t = jumlah penduduk pada tahun awal = angka pertumbuhan penduduk = periode waktu dalam tahun = bilangan pokok dalam sistem logaritma natural yang besarnya 2,7182818 Beberapa metode diatas merupakan metode yang biasa digunakan untuk memperkirakan jumlah penduduk pada sepuluh tahun yang akan datang. Pada wilayah studi diterapkan model proyeksi Geometric Grow of Growth dengan menggunakan metode dasar bunga berganda (bunga majemuk). Alasan pemilihannya dikarenakan kami memprediksi bahwa beberapa tahun kemudian wilayah Kali Rungkut akan mengalami pertumbuhan yang tinggi, hal itu disebabkan oleh kebijakan Tata Ruang Kali Rungkut sebagai daerah industri yang banyak menyerap tenaga kerja. Berdasarkan hal itu, maka sangat relevan jika kami menggunakan metode Geometric Grow of Growth agar perhitungannya tidak underestimate, dibandingkan dengan menggunakan rumus Arithmetical Rate of Growth yang memiliki kecendrungan perkembangan secara linier ataupun menggunakan rumus Exponential Rate of Growth yang identik dengan perkembangan berkali-kali lipat. Dengan
n

menggunakan rumus Geometric Grow of Growth, didapatkan angka proyeksi penduduk Kelurahan Kali Rungkut sebagai berikut:
Tabel 4.1 Proyeksi Penduduk Kelurahan Kali Rungkut No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Tahun Proyeksi Jumlah Penduduk (jiwa)

2012 23.592 2013 23.943 2014 24.229 2015 24.590 2016 24.956 2017 25.327 2018 25.704 2019 26.086 2020 26.474 2021 26.868 2022 27.268 Sumber : Hasil Analisis, 2012

Untuk menghitung jumlah proyeksi penduduk di Kelurahan Kali Rungkut pada beberapa tahun kedepan menggunakan rumus Geometric Grow of Growth, maka diperlukan r yaitu angka pertumbuhan penduduk. Berdasarkan perhitungan rata-rata angka pertumbuhan penduduk di Kelurahan Kali Rungkut dari tahun 2008-2012 didapat angka r sebesar 1,495 % atau 0,0149.

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

Tabel 4.2 Angka Pertumbuhan Penduduk Tahun 2008-2012 No 1 2 3 4 Tahun 2008-2009 2009-2010 2010-2011 2011-2012 Rata-rata Sumber : Hasil Analisis, 2012 Persentase Pertumbuhan Penduduk

P2016 P2016

= P2015 (1 + r)n = 24.590 (1+0,0149)1 = 24.590 x 1,0149 = 24.956

P2017 P2017

= P2016 (1 + r)n = 24.956 (1+0,0149)1 = 24.956 x 1,0149 = 25.327

1,80 % 1,18 % 0,73 % 2,27 % 1,495 %

P2018 P2018

= P2017 (1 + r)n = 25.327 (1+0,0149)1 = 25.327 x 1,0149 = 25.704

P2019 P2019

= P2018 (1 + r)n = 25.704 (1+0,0149)1 = 25.704 x 1,0149 = 26.086

P2012 = P2011 (1 + r)n P2012 = 23.246 (1+0,0149)1 = 23.246 x 1,0149 = 23.592

P2013 = P2012 (1 + r)n P2013 = 23.592 (1+0,0149)1 = 23.592 x 1,0149 = 23.943

P2020 P2020

= P2019 (1 + r)n = 26.086 (1+1,0149)1 = 26.086 x 1,0149 = 26.474

P2021 P2021

= P2020 (1 + r)n = 26.474 (1+0,0149)1 = 26.474 x 1,0149 = 26.868

P2014 = P2013 (1 + r)n P2014 = 23.943 (1+0,0149)1 = 23.943 x 1,0149 = 24.229

P2015 = P2014 (1 + r)n P2015 = 24.229 (1+0,0149)1 = 24.229 x 1,0149 = 24.590

P2022 P2022

= P2021 (1 + r)n = 26.868 (1+0,0149)1 = 26.868 x 1,0149 = 27.268

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

28.000 27.000 26.000 25.000 24.000 23.000 22.000 21.000 1 2012 2 2013 3 2014 4 2015 5 2016 6 2017 7 2018 8 2019 9 2020 102021 11 2022 Gambar 4.1 Grafik Perkiraan Jumlah Penduduk Tahun 2012-2022 Sumber : Hasil Analisis, 2012

Dari hasil analisa proyeksi penduduk Kelurahan Kali Rungkut hingga sepuluh tahun ke depan, didapatkan perkiraan jumlah penduduk di tahun 2022 akan mencapai angka 27.268 jiwa dan mengalami pertambahan sebesar 3493 jiwa bila dibandingkan dengan tahun 2012. 4.3.2 Perkiraan Distribusi dan Kepadatan Penduduk
Tabel 4.3 Proyeksi Kepadatan Penduduk Kelurahan Kali Rungkut Tahun 2012-2022 No 1 2 3 4 5 6 Tahun 2012 2013 2014 2015 2016 2017 Jumlah Penduduk 23.592 23.943 24.229 24.590 24.956 25.327 Luas Wilayah (Ha) 258,43 258,43 258,43 258,43 258,43 258,43 Proyeksi Kepadatan Penduduk (jiwa/Ha) 91,28 92,64 93,75 95,15 96,56 98,00

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

No 7 8 9 10 11

Tahun 2018 2019 2020 2021 2022

Jumlah Penduduk 25.704 26.086 26.474 26.868 27.268

Luas Wilayah (Ha) 258,43 258,43 258,43 258,43 258,43

Proyeksi Kepadatan Penduduk (jiwa/Ha) 99,46 100,94 102,44 103,96 105,51

Sumber : Hasil Analisis, 2012

Dari data di atas dapat diketahui angka proyeksi kepadatan penduduk hingga sepuluh tahun ke depan. Dengan luas lahan Kelurahan Kali Rungkut sebesar 258,43 Ha. Maka Kepadatan penduduk di tahun 2022 diperkirakan mencapai angka 105,51 jiwa/Ha, mengalami peningkatan sebesar 14,23 dari kepadatan pada tahun 2012. Berdasarkan Data Rencana Teknik Tata Ruang Kota (RTRK) Unit Distrik Rungkut Kelurahan Kali Rungkut, kepadatan penduduk di Kelurahan Kali Rungkut yang didapatkan dibawah standar proyeksi dari hasil analisa yaitu sebesar 16 Jiwa/Ha. Maka dapat dilihat dari hasil analisa proyeksi kepadatan penduduk di atas dapat dikatakan bahwa Kelurahan Kali Rungkut memiliki tingkat kepadatan penduduk yang tinggi hal ini juga dapat dilihat dari tingkat kepadatan bangunan yang cukup tinggi.
105 100 95 90

85
80 1 2013 22014 32015 4 2016 5 2017 6 2018 7 8 2019 2020 9 2021 10 2022

Gambar 4.2 Proyeksi Kepadatan Penduduk Kali Rungkut Sumber : Hasil Analisis, 2012

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

Selanjutnya persebaran penduduk berdasarakan tingkat RW di Kelurahan Kali Rungkut, kami menganalisis jumlah penduduk pada tahun 2022 berdasarkan jumlah proporsi penduduk per-RW pada tahun 2012. Sehingga jumlah penduduk per-RW pada tahun 2022 mempunyai proporsi jumlah yang sama dengan jumlah penduduk per-RW pada tahun 2012 dari jumlah keseluruhan.
Tabel 4.4 Perkiraan Kepadatan Penduduk Kelurahan Kali Rungkut Tiap RW Tahun 2022

No

Keterangan

Luas Wilayah 12,4 ha

Jumlah Penduduk (Jiwa) 269 jiwa

Kepadatan Penduduk 21,6 jiwa/ha

13

RW 15

Sumber : Hasil Analisis, 2012

No

Keterangan

Luas Wilayah 24,0 ha 12,2 ha 11,7 ha 23,7 ha 11,4 ha 16,2 ha 14,7 ha 15,6 ha 19,7 ha 13,5 ha 12,1 ha 13,6 ha

Jumlah Penduduk (Jiwa) 4195 jiwa 1573 jiwa 260 jiwa 5243 jiwa 2621 jiwa 3408 jiwa 524 jiwa 4195 jiwa 2097 jiwa 272 jiwa 2359 jiwa 252 jiwa

Kepadatan Penduduk 174,7 jiwa/ha 128,9 jiwa/ha 22,2 jiwa/ha 191 jiwa/ha 221,2 jiwa/ha 210,3 jiwa/ha 35,6 jiwa/ha 268,9 jiwa/ha 106,4 jiwa/ha 20,1 jiwa/ha 194,9 jiwa/ha 18,5 jiwa/ha

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

RW 1 RW 2 RW 3 RW 4 RW 5 RW 6 RW 7 RW 8 RW 9 RW 10 RW 11 RW 14

Dapat dilihat dari tabel di atas, bahwa pada perkiraan 10 tahun mendatang tepatnya pada tahun 2022. Kepadatan penduduk di RW 8 yaitu 268,9 jiwa/ha dengan jumlah penduduk sebesar 4195 jiwa dan luas wilayah sebesar 15,6 ha. Kepadatan terbebut meningkat 34,1 jiwa/ha dibandingkan pada tahun 2012. Pada RW 5 diperkirakan kepadatan penduduk tahun 2022 mencapai 221,2 jiwa/ha dengan jumlah penduduk sebesar 2621 jiwa dan luas wilayah sebesar 11,4 ha. Kepadatan tersebut meningkat 20,7 jiwa/ha dibandingkan pada tahun 2012. Pada RW 6 diperkirakan kepadatan penduduk tahun 2022 sebesar 210,3 jiwa/ha dengan jumlah penduduk sekitar 3408 jiwa, kepadatan tersebut meningkat sebesar 26,9 jiwa/ha dibandingkan pada tahun 2012. Sementara di RW 14 diperkirakan kepadatan penduduk tahun 2022 sebesar 18,5 jiwa/ha dengan jumlah penduduk 252 jiwa, hal tersebut meningkat sebesar 1,8 jiwa/ha dibandingkan pada tahun 2012. Kemudian pada RW 10 diperkirakan kepadatan penduduk tahun 2022 sebesar 20,1 jiwa/ha dengan jumlah penduduk sekitar 272 jiwa. Kepadatan tersebut meningkat sekitar 3,2 jiwa/ha dibandingkan dengan tahun 2012.

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

4.3.3

Karakteristik Penduduk Analisa Rasio Jenis Kelamin

12.000 11.800

Jenis Kelamin Laki-laki Jenis Kelamin Perempuan

Sex ratio atau rasio jenis kelamin adalah perbandingan banyaknya penduduk laki-laki dengan banyaknya penduduk perempuan pada suatu daerah dan waktu tertentu. Biasanya dinyatakan dalam banyaknya lakilaki per 100 perempuaan Rumus: Sex Ratio : Jumlah Penduduk Laki-Laki * K Jumlah Penduduk Perempuan Dengan k = 100 Dengan menggunakan rumus ini, didapatkan nilai rasio jenis kelamin penduduk Kelurahan Kali Rungkut sebagai berikut:

11.600
11.400 11.200 11.000 10.800 10.600 1 2008 2 2009 3 2010 4 2011 5 2012

Gambar 4.3 Grafik Perbandingan Jumlah Laki laki dan Perempuan Sumber : Hasil Analisis, 2012

Tabel 4.5 Sex Ratio penduduk Kelurahan Kali Rungkut tahun 2012-2022 No 1 2 3 4 5 Tahun 2008 2009 2010 2011 2012 Jenis Kelamin Laki-laki 11.340 11.500 11.649 11.713 11.932 Perempuan 11.062 11.307 11.428 11.533 11.843 Sex Ratio

102

101,5 102 102 102 102 101 Gambar 4.4 Grafik Sex Ratio Kelurahan Kali Rungkut Sumber : Hasil Analisis, 2012 100,5 101

2008 1

2009 2

2010 3

2011 4

2012 5

Sumber : Hasil Analisis, 2012

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

Tabel 4.6 Dependency Ratio Penduduk Kelurahan Kali Rungkut Tahun 20082012

90 80

No 1 2 3 4 5

Tahun 2008 2009 2010 2011 2012

Dependency Ratio 30 47 32 69 80

70 60 50 40 30 20 10

Sumber : Hasil Analisa, 2012

0
2008 1 2009 2 2010 3 2011 4 2012 5

Berdasarkan data dependency ratio di atas, dapat diketahui bahwa angka ketergantungan terbesar di Kelurahan Kali Rungkut pada tahun 2012 sebesar 80. Hal ini berarti bahwa setiap 100 orang yang produktif harus menanggung 80 orang yang tidak produktif. Sedangkan angka ketergantungan terkecil pada tahun 2008 yaitu sebesar 30, yang berarti bahwa tiap 100 orang yang produktif harus menanggung 30 orang yang tidak produktif.

Gambar 4.5 Grafik Dependency Ratio Sumber : Hasil Analisa, 2012

Analisa Umur Median ( Median Age ) Umur median adalah umur yang membagi penduduk menjadi dua bagian yang sama. Bagian yang pertama lebih muda dan bagian yang kedua lebih tua daripada median age. Umur median ini ditentukan berdasarkan umur dari sebagian penduduk yang lebih tua dan umur bagian penduduk yang lebih muda. Kegunaan umur median adalah untuk mengukur tingkat pemusatan penduduk pada kelompok umur tertentu. Rumus :

Md = 1MD +
Keterangan:

N/2 + fx * i

f MD

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

1 MD : batas bawah kelompok umur yang mengandung jumlah N/2 N : jumlah penduduk fx : jumlah penduduk kumulatif sampai dengan kelompok umur yang mengandung jumlah N/2 f MD : jumlah penduduk dengan kelompok umur dimana terdapat nilai N/2 i : interval kelas umur Dengan menggunakan rumus ini, didapatkan angka umur median penduduk Kelurahan Kali Rungkut sebagai berikut:
Tabel 4.7 Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur Kelurahan Kali Rungkut Tahun 2012 Kelompok Umur 0-5 6-9 10-17 18-25 26-40 41-59 > 60 Jumlah Penduduk 1498 1520 2922 2940 6861 6130 1904 Jumlah Kumulatif 1498 3018 5940 8880 15741 21871 23775

Md= 1 MD +

N/2 + fx * i f MD 23.775/2 + 8.880 15.741

= 25,5 +

*7

= 25,5 + f MD = 25,5 + 33.134

11887,5 + 8.880 15.741 20767,5 15.741

*7

*7

33.134
25000 20000 15000 10000 5000 0 0-5

= 25,5 + 1,3193 X 7 = 25,5 + 9,2352 = 34,73 = 35 Tahun

33.134
Jumlah Penduduk Jumlah Kumulatif

Sumber : Hasil Analisa Kependudukan Kelurahan Kali Rungkut 2012

6_9 10_17 18-25 26-40 41-59 > 60

Berdasarkan data di atas, dapat diketahui bahwa rata-rata umur median di Kelurahan Kali Rungkut adalah sebesar 35 tahun. Dari hasil perhitungan berikut ini :

Gambar 4.6 Grafik Jumlah Penduduk Terhadap Jumlah Kumulatif Penduduk Tahun 2012 Sumber : Hasil Analisa, 2012

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

Berdasarkan penyajian data diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa penduduk di Kelurahan Kali Rungkut yang berusia di bawah 35 tahun termasuk kelompok penduduk usia muda, sedangkan penduduk yang berusia di atas 35 tahun termasuk kelompok penduduk usia tua. 4.3.4 Piramida Penduduk Piramida kependudukan berfungsi untuk menggambarkan pembagian jumlah penduduk dalam satu wilayah berdasarkan pembagian kelompok umur. Berdasarkan piramida tersebut, dapat dilihat suatu wilayah dapat dikatakan produktif atau tidak. Berikut adalah gambar piramida penduduk untuk wilayah Kelurahan Kali Rungkut Kecamatan Rungkut pada tahun 2012 :
Gambar 4.7 Grafik Piramida Penduduk Kelurahan Kali Rungkut Tahun 2012

Berdasarkan penyajian grafik piramida penduduk Kelurahan Kali Rungkut diatas dapat dilihat bahwa piramida tersebut berbentuk seperti model ke-5 dalam penggolongan bentuk piramida berdasarakan teori-teori kependudukan, dimana model ke-5 disini berarti kelompok umur bawah yaitu kelompok umur 0-3 dan 4-6 berjumlah lebih sedikit dibandingkan dengan kelompok umur tengah yaitu kelompok umur 7-12 sampai kelompok umur 27-33. Akan tetapi kelompok umur atas yaitu kelompok umur 34-40 sampai 48-56 kembali mengalami penyusutan jumlah penduduk, namun pengkhususan bentuk piramida guci kali ini yaitu umur kelompok usia paling atas (umur 57+) mengalami pengembangan jumlah penduduk setelah kelompok umur sebelumnya yaitu kelompok umur 41-47 dan kelompok umur 48-56 mengalami penyusutan. Piramida model ke-5 biasanya dikarenakan oleh tingkat kelahiran dan kematian yang rendah. Berdasarkan hal tersebut penduduk di wilayah Kali Rungkut bercirikan Constructive dimana sebagian penduduk berada di usia muda (7-26 tahun), hal ini berakibat positif bagi Kelurahan Kali Rungkut karena jumlah penduduknya didominasi oleh penduduk usia produktif. Dengan banyaknya usia produktif dibandingkan dengan kelompok usia balita dan kelompok usia tua diharapkan dapat mengurangi angka beban tanggungan hidup penduduk Kelurahan Kali Rungkut kedepannya.

Gambar 4.7 Grafik Piramida Penduduk Kelurahan Kali Rungkut Tahun 2012

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

4.4
4.4.1

ANALISA PEMANFAATAN RUANG


Analisa Kondisi Eksisting Pemanfaatan Ruang

Penggunaan lahan di Kelurahan Kali Rungkut dibagi menjadi 5 jenis penggunaan lahan, yaitu perumahan, industri dan pergudangan, perdagangan dan jasa, fasilitas umum, dan RTH. Data monografi Kelurahan Kali Rungkut tahun 2009 hingga tahun 2012 menunjukkan bahwa kecenderungan penggunaan lahan di Kelurahan Kali Rungkut terarah ke perdagangan dan jasa. Peruntukan lahan sebagai perdagangan dan jasa pada tahun 2009 adalah sebesar 29,6 Ha sehingga berdasarkan kondisi eksisting tahun 2012, ditemukan perubahan lahan sebesar 1,4 Ha. Sedangkan lahan untuk jenis lainnya sebagian besar mengalami penurunan luas, contohnya adalah lahan untuk industri dan pergudangan yang berkurang 0,8 Ha. Hal ini disebabkan industri tersebut mengalami alih fungsi lahan. Berikut merupakan analisa terhadap tiap jenis penggunaan lahan di Kelurahan Kali Rungkut: a. Perumahan Pada Kelurahan Kali Rungkut, dapat ditemukan perumahan informal, salah satunya perkampungan dengan tingkat kepadatan tinggi di bagian tengah kelurahan. Dikarenakan perkampungan tersebut terletak di Jalan Raya Kali Rungkut yang merupakan salah satu jalan arteri sekunder, maka ditemukan juga adanya alih fungsi lahan. Pada awalnya kawasan tersebut adalah kawasan perkampungan, kemudian karena letaknya yang strategis yakni terletak pada pinggir jalan arteri sekunder dan kolektor sekunder, maka beberapa rumah berubah peruntukan lahannya menjadi kawasan perdagangan dan jasa. Selain itu, Universitas Surabaya dan kawasan industri yang terdapat di Kelurahan Kali Rungkut juga mempengaruhi keadaan perumahannya. Jarak perkampungan dengan industri yang berkisar

antara 50 150 m merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya alih fungsi lahan perumahan menjadi jasa tempat usaha kos. Dengan reputasi Universitas Surabaya sebagai salah satu universitas swasta terbaik di Surabaya dan mayoritas mahasiswanya yang tergolong dalam masyarakat kalangan menengah keatas, maka rata-rata tempat usaha kos untuk mahasiswa yang terletak di Kelurahan Kali Rungkut memiliki fasilitas yang memadai dengan harga yang cukup tinggi. Sedangkan tempat usaha kos untuk buruh pabrik memiliki harga sedang. Dari kaidah umum dan kriteria batasan teknis untuk kawasan peruntukan permukiman berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 41/Prt/M/2007, kawasan permukiman di Kelurahan Kali Rungkut sudah memenuhi kriteria tersebut. Contohnya, kriteria yang menyatakan bahwa pengggunaan lahan untuk pengembangan perumahan adalah 40%-60% dari luas lahan yang ada, dengan penggunaan lahan perumahan di Kelurahan Kali Rungkut adalah sebesar 63%. Hal ini turut dipengaruhi oleh lokasi wilayah yang strategis, sehingga menyebabkan laju pertumbuhan kawasan permukiman semakin pesat. Arahan rencana pola ruang untuk permukiman menurut RDTRK UP Rungkut 2010 adalah pengembangan perumahan real estate berkewajiban menyediakan lahan untuk tempat pemakaman umum seluas 2% dari luas lahan keseluruhan yang digunakan untuk pembangunan perumahan. Arahan ini belum diterapkan oleh perumahan real estate yang ada di Kelurahan Kali Rungkut. Selain itu, pengembangan perumahan juga perlu ditingkatkan pada peningkatan kualitas lingkungan, perbaikan kampung, dan pembenahan prasarana dan sarana perumahan sesuai dengan rencana tata ruang.

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

b.

Industri dan Pergudangan

Salah satu fungsi penetapan UP Rungkut adalah sebagai kawasan industri dan pergudangan, termasuk di Kelurahan Kali Rungkut dengan persentase penggunaan lahan terbesar kedua. Kawasan peruntukan industri dan pergudangan di Kelurahan Kali Rungkut terdapat pada kawasan industri SIER dan kawasan industri di Jalan Raya Rungkut. Kawasan industri dan pergudangan berfungsi untuk memfasilitasi kegiatan industri dan mempermudah koordinasi antar industri dan pengelolaan dampak lingkungan yang akan ditimbulkan. Saat ini, untuk kawasan industri di Jalan Raya Rungkut, beberapa industri mengalami alih fungsi lahan menjadi kawasan perdagangan dan jasa. Hal ini dikarenakan hak sewa yang dimiliki oleh industri tersebut sudah habis dan tidak diperpanjang, sehingga ada pihak swasta yang kemudian menyewa atau membeli tanah tersebut untuk digunakan sebagai perdagangan dan jasa. Penggunaan lahan sebagai kawasan industri SIER belum memenuhi kriteria teknis Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 41/Prt/M/2007 untuk kawasan peruntukan industri dan pergudangan. Salah satu kriteria teknis yang diharuskan adalah kawasan industri harus memperhatikan penataan kawasan perumahan di sekitarnya dengan minimal jarak 2 km. Sedangkan letak kawasan industri SIER terlalu dekat dengan perumahan Rungkut Mejoyo Selatan. Namun, kawasan SIER juga telah memenuhi persyaratan yang menyatakan bahwa 30% dari total kawasan digunakan untuk fasilitas umum. Fasilitas umum tersebut berupa pembuangan sampah, pemadam kebakaran, gas, dan lain-lain. Perencanaan dan pengembangan kawasan SIER menurut RDTRK UP Rungkut Tahun 2010 diharuskan memenuhi persyaratan teknis pelayanan umum sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum,

khususnya pengadaan perumahan murah yang terjangkau untuk buruh pabrik yang belum terlaksana. c. Perdagangan dan Jasa Kondisi perdagangan dan jasa di Kelurahan Kali Rungkut cenderung makin meluas dan berkembang dengan skala pelayanan dari skala lokal unit lingkungan menjadi skala distrik. Lokasi kawasan perdagangan dan jasa yang mudah dicapai sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.41/Prt/M/2007 tentang kriteria dan kaidah umum perencanaan kawasan perdagangan dan jasa. Kawasan perdagangan dan jasa di Kelurahan Kali Rungkut berkembang di jalanjalan strategis seperti Jalan Raya Kali Rungkut dan banyak terjadi perubahan tata guna lahan di sepanjang jalan tersebut menjadi tata guna perdagangan dan jasa. Fasilitas perdagangan dan jasa yang terdapat di kawasan perumahan seperti Rungkut Mejoyo Utara dan Rungkut Mejoyo Selatan sudah menyediakan lahan parkir yang memadai sehingga tidak menimbulkan hambatan samping. Sedangkan fasilitas perdagangan dan jasa yang berlokasi di sepanjang Jalan Raya Kali Rungkut tidak mempunyai lahan untuk parkir dan menyebabkan banyak kendaraan yang parkir onstreet dan kemudian mengganggu arus lalu lintas di jalan tersebut terutama saat peak hour. Hal tersebut diatas menyebabkan perlunya arahan pola penataan kawasan perdagangan dan jasa di Kelurahan Kali Rungkut yang khususnya mengatur lahan parkir pada kawasan perdagangan dan jasa terutama bagi perdagangan dan jasa yang berada di sepanjang jalan poros utama. Selain itu, perlu diadakan arahan penetapan pengembangan pada jenis perdagangan dan jasa yang banyak menimbulkan bangkitan dan tarikan yang signifikan dan harus disertai lahan parkir yang memadai terutama

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

sistem parkir off-street. Contoh dari fasilitas perdagangan dan jasa sebagai tarikan yang sudah menerapkan sistem parkir off-street adalah ruko di sepanjang Jalan Raya Rungkut dan Carrefour. d. Fasilitas Umum Klasifikasi fasilitas umum di Kelurahan Kali Rungkut terbagi menjadi fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, fasilitas peribadatan, serta bangunan umum dan perkantoran. Standar pelayanan minimal fasilitas pendidikan mengharuskan bahwa penempatan fasilitas pendidikan hendaknya berada dalam lokasi yang tepat dan disesuaikan dengan skala pelayannya, contohnya penempatan fasilitas pendidikan dasar yang seharusnya berada di tengah kelompok keluarga dan tidak menyebrang jalan raya. Hal ini cukup sesuai dengan distribusi fasilitas pendidikan di Kelurahan Kali Rungkut, meskipun masih ditemukan adanya fasilitas pendidikan dengan lokasi yang tidak strategis, yakni lebar jalan didepan fasilitas pendidikan yang hanya cukup untuk 1 atau 2 motor. Untuk fasilitas kesehatan dan fasilitas peribadatan, sama halnya dengan fasilitas pendidikan, kedua fasilitas ini harus dapat menjangkau kebutuhan masyarakat berdasarkan standar yang diterapkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Standar Pelayanan Minimal tiap fasilitas. Penempatan fasilitas kesehatan dasar dan fasilitas peribadatan sudah cukup memenuhi kuantitas yang ada. Namun dengan semakin meningkatnya kepadatan penduduk tiap tahunnya di Kelurahan Kali Rungkut, maka diperlukan adanya penambahan unit fasilitas khususnya untuk fasilitas kesehatan juga diperlukan penambahan unit dengan skala pelayanan yang lebih besar. Fasilitas umum di Kelurahan Kali Rungkut memiliki kecenderungan tetap atau tidak mengalami alih fungsi lahan. Oleh karena itu, pengembangan fasilitas umum berupa fasilitas pendidikan, fasilitas

kesehatan, dan fasilitas peribadatan di Kelurahan Kali Rungkut antara lain menambah fasilitas tersebut sesuai dengan proyeksi kebutuhan fasilitasnya juga optimalisasi kualitas masing-masing fasilitas. Sedangkan untuk bangunan umum dan perkantoran, dibutuhkan adanya optimalisasi kualitas kantor pemerintahan dan bangunan umum yang sudah ada. e. RTH Penambahan jumlah RTH sangat dibutuhkan oleh Kelurahan Kali Rungkut, karena berdasar kondisi eksistingnya, hanya ditemukan RTH seluas 3% dari total wilayah. Menurut RDTRK UP Rungkut 2010, seharusnya penyediaan RTH privat dapat menambah kuantitas RTH di kelurahan tersebut. Penyediaan RTH privat yaitu berupa penyediaan lahan pekarangan pada bangunan rumah seluas minimum 10% dari luas persil, penggunaan RTH dengan konsep taman atap bangunan (roof garden), dan pengadaan RTH melalui pot dan tanaman rambat. Pada perkampungan di Kelurahan Kali Rungkut, penyediaan RTH privat hanya melalui media pot, karena luas bangunan yang mendekati luas persilnya sehingga tidak tersedia 10% lahan yang dapat ditanami. Sedangkan untuk perumahan sudah sesuai dengan kebijakan RDTRK tersebut diatas. Median jalan, sebagai salah satu bentuk RTH non alami adalah berupa jalur pemisah yang membagi jalan menjadi dua lajur atau lebih. Median jalan di Kelurahan Kali Rungkut salah satunya terdapat Jalan Raya Tenggilis Mejoyo. Median di jalan tersebut berbentuk jalur hijau dan memiliki jenis tanaman yang sesuai dengan arahan RDTRK UP Rungkut yaitu tanaman yang seharusnya tidak mengganggu pandangan pengguna jalan dan dapat mengurangi polusi dan kebisingan. Penggunaan lahan sebagai RTH di Kelurahan Kali Rungkut juga mengalami alih fungsi lahan menjadi kawasan dengan peruntukan perdagangan dan jasa. Alih fungsi lahan tersebut terdapat pada Jalan

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

Raya Rungkut, yang merupakan salah satu jalan arteri sekunder sehingga mempunyai lokasi yang strategis untuk dibangun sebagai kawasan perdagangan dan jasa yang berupa rumah toko (ruko). Selain itu, terdapat masalah lain terkait penyediaan RTH di Kelurahan Kali Rungkut yakni ditemukannya lahan kosong dan terlantar (vacant land) yang dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah ilegal oleh masyarakat sekitar. Hal ini disebabkan oleh jumlah TPS yang sebenarnya sudah memadai namun tidak disertai dengan distribusi yang merata, oleh karena itu masyarakat cenderung memilih untuk membuang sampah di lahan kosong tersebut. 4.4.2 Analisa Status Tanah Status tanah di Kelurahan Kali Rungkut dari sumber data pokok tahun 1988 sebagian besar merupakan tanah adat/ Petok D, namun selama lebih dari 20 tahun status tanah di Kelurahan Kali Rungkut pasti mengalami perubahan yang cukup signifikan. Informasi mengenai status tanah sangat terbatas mengingat status tanah tersebut mempunyai tingkat perlindungan yang berbeda untuk diketahui oleh umum (RDTRK UP Rungkut 2010). Oleh karena itu untuk memberikan gambaran mengenai status tanah di Kelurahan Kali Rungkut, maka pengklasifikasiannya dibagi menjadi 3 macam status tanah, yakni tanah hak milik, tanah negara, dan tanah Petok D. a. Hak Milik Tanah hak milik merupakan hak untuk menikmati kegunaan suatu lahan dengan leluasa dan untuk berbuat bebas terhadap lahan tersebut dan fungsinya dengan kedaulatan sepenuhnya. Tanah hak milik biasanya ditemukan di kawasan perumahan formal RW I, RW II, RW IV, RW IX, RW X, dan RW XI. Serta beberapa rumah dikawasan perkampungan juga ada yang memiliki status tanah hak milik.

b. Tanah Negara Tanah negara merupakan tanah dengan kepemilikan atas lahan yang dikuasai oleh pemerintah/ negara. Tanah negara dapat ditemukan di kantor pemerintahan, fasilitas umum, RTH, dan lain sebagainya. c. Tanah Petok D Tanah Petok D merupakan tanah milik perseorangan sebelum berlakunya UUPA Tahun 1960 dengan penentuan batas tanah didasarkan pada hukum adat. Tanah dengan status ini banyak dimiliki masyarakat di perkampungan RW V, RW VI, RW VIII, RW XIV, dan RW XV. Peralihan tanah Petok D tersebut biasanya dilakukan dari tangan ke tangan berdasarkan kepercayaan dari para pihak saja, sehingga tidak ada surat-surat apapun yang dapat digunakan untuk menelusuri kepemilikannya. Namun, terdapat pula masyarakat yang sudah mendaftarkan tanahnya menjadi tanah hak milik dengan SHM (Sertifikat Hak Milik). Pendaftaran tersebut dilakukan bila pemilik tanah memiliki bukti asli hak sebelum tahun 1960, maka sertifikasi tanah dilakukan dengan prosedur konversi hak (tanpa pemeriksaan tanah, tanpa diumumkan dua bulan). Sedangkan apabila pemilik tanah tidak memiliki bukti lengkap, sertifikasi tanah dilakukan melalui penegasan/ pengakuan hak (dilakukan pemeriksaan tanah dan dimumkan dua bulan). 4.4.3 Proyeksi Kebutuhan Lahan

Peningkatan penduduk Kelurahan Kali Rungkut tiap tahunnya mencerminkan semakin tingginya kebutuhan masyarakat akan lahan. Proyeksi ini dimaksudkan untuk mendapatkan keterpaduan ruang agar lebih efektif dalam operasional pelaksanaan kedepannya. Proyeksi

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

kebutuhan lahan yang akan diuraikan lebih lanjut merupakan proyeksi kebutuhan lahan di Kelurahan Kali Rungkut sampai dengan tahun 2022 yang mengacu pada Pedoman Penentuan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Penataan Ruang, Perumahan dan Permukiman dan Pekerjaan Umum (Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah No. 534/KPTS/M/2001) san Standar Nasional Indonesia (SNI) 031733-2004 tentang Tata Cara Perencanaan Lingkungan Perumahan di Perkotaan. Untuk proyeksi jumlah penduduk sebagai dasar perhitungan proyeksi kebutuhan lahan dapat dilihat pada Tabel 4.8.
Tabel 4.8Proyeksi Jumlah Penduduk di Kelurahan Kali Rungkut No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Tahun 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 Jumlah Penduduk (jiwa) 23.943 24.229 24.590 24.956 25.327 25.704 26.086 26.474 26.868 27.268

pasal 34 menyebutkan bahwa setiap badan hukum yang melakukan pembangunan harus mewujudkan perumahan dengan hunian berimbang. Hunian berimbang lebih lanjut dibahas pada Peraturan Menteri Perumahan Rakyat (Permenpera) Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman dengan Hunian Berimbang. Konsep ini mempunyai komposisi 1:2:3 yaitu 1 rumah mewah berbanding 2 rumah menengah berbanding 3 atau lebih rumah sederhana. Luas kavling untuk rumah sederhana diasumsikan 72 m2, rumah menengah 135 m2, dan rumah mewah 200 m2. Diasumsikan 1 keluarga terdiri dari 5 orang. Proyeksi kebutuhan lahan perumahan dapat dilihat sebagai berikut:
Tabel 4.9 Proyeksi Kebutuhan Lahan untuk Perumahan Mewah di Kelurahan Kali Rungkut No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Tahun 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 Luas (Ha) 15 15 16 16 16 16 17 17 17 17

Sumber: Hasil Analisa Survei Primer 2012

a. Perumahan Penyediaan perumahan dalam lingkup Kelurahan Kali Rungkut sangat penting untuk menampung penduduk yang jumlahnya terus bertambah tiap tahunnya. Dalam UU No. 1 Tahun 2011 Tentang Perumahan dan Kawasan Pemukiman,

Sumber: Hasil Analisa Survei Primer 2012

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

Tabel 4.10 Proyeksi Kebutuhan Lahan untuk Perumahan Menengah di Kelurahan Kali Rungkut No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Tahun 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 Luas (Ha) 21 21 22 22 22 23 23 23 24 24

b. Perdagangan dan Jasa Berdasarkan Standar Pelayanan Minimal, SPM untuk pasar adalah minimal tersedia 1 unit pasar untuk 30.000 jiwa penduduk. Jadi proyeksi kebutuhan lahan untuk pasar sampai dengan tahun 2022 adalah sebesar 1 unit dengan asumsi luas lahan 0,35 Ha. Selain itu, untuk toko atau warung dengan skala pelayanan unit 250 jiwa penduduk, proyeksi kebutuhan lahan nya adalah sebesar 70 unit dengan luas lahan sebesar 0,7 Ha berdasarkan ketentuan luas lahan minimal untuk toko atau warung sebesar 100 m2 per unit. c. RTH RTH dibutuhkan dalam pengembangan suatu wilayah sebagai penyeimbang pembangunan yang berjalan. Standar yang digunakan dalam memproyeksikan kebutuhan lahan untuk RTH adalah 1 RTH unit kelurahan dengan skala pelayanan 30.000 jiwa penduduk dengan luas lahan minimal 0,9 Ha. Hingga tahun 2022, didapat proyeksi kebutuhan lahan untuk RTH unit kelurahan adalah sebesar 1 unit atau seluas 0,9 Ha. Selain itu, standar lainnya adalah 1 RTH unit RW yang harus dapat melayani 2500 jiwa penduduk dengan luas yang dibutuhkan yaitu 0,0125 Ha. Proyeksinya dapat dilihat pada Tabel 4.12.

Sumber: Hasil Analisa Survei Primer 2012. Tabel 4.11 Proyeksi Kebutuhan Lahan untuk Perumahan Sederhana di Kelurahan Kali Rungkut No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Tahun 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 Luas (Ha) 17 17 18 18 18 18 19 19 19 20

Sumber : Hasil Analisa Survei Primer 2012

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

Tabel 4.12 Proyeksi Kebutuhan Lahan untuk RTH Unit RW di Kelurahan Kali Rungkut No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Tahun 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 Luas (Ha) 0,12 0,12 0,12 0,12 0,13 0,13 0,13 0,13 0,14 0,14

Tabel 4.13 Proyeksi Kebutuhan Lahan untuk Taman Kanak-Kanak di Kelurahan Kali Rungkut No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Tahun 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 Luas (Ha) 2,76 2,88 2,88 2,88 3 3 3,12 3,12 3,12 3,24

Sumber: Hasil Analisa Survei Primer 2012

Sumber: Hasil Analisa Survei Primer 2012 Tabel 4.14 Proyeksi Kebutuhan Lahan untuk Sekolah Dasar di Kelurahan Kali Rungkut No 1 2 3 4 Tahun 2013 2014 2015 2016 Luas (Ha) 2,8 3 3 3

d. Fasilitas Pendidikan Dalam pemenuhan fasilitas pendidikan 10 tahun kedepan hingga tahun 2022, diperlukan perhitungan untuk memenuhi kebutuhan lahan termasuk peruntukan fasilitas pendidikan. Berikut merupakan tabel proyeksi kebutuhan lahan untuk fasilitas pendidikan berdasarkan tiap jenisnya yakni TK, SD, SMP, dan SMA.

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

No 5 6 7 8 9 10

Tahun 2017 2018 2019 2020 2021 2022

Luas (Ha) 3,2 3,2 3,2 3,2 3,2 3,4

Tabel 4.16 Proyeksi Kebutuhan Lahan untuk Sekolah Menengah Atas di Kelurahan Kali Rungkut No Tahun Luas (Ha) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 6,25 6,25 6,25 6,25 6,25 6,25 6,25 6,25 7,5 7,5

Sumber: Hasil Analisa Survei Primer 2012 Tabel 4.15 Proyeksi Kebutuhan Lahan untuk Sekolah Menengah Pertama di Kelurahan Kali Rungkut No 1 2 3 4 5 6 7 Tahun 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 Luas (Ha) 4,5 4,5 4,5 4,5 4,5 4,5 4,5

Sumber: Hasil Analisa Survei Primer 2012

e. Fasilitas Kesehatan Fasilitas kesehatan di Kelurahan Kali Rungkut sebagian besar sudah memenuhi proyeksi kebutuhan berdasarkan unitnya, contohnya kebutuhan poliklinik sampai tahun 2022 adalah sebesar 1 unit dan menurut kondisi eksistingnya, Kelurahan Kali Rungkut sudah menyediakan 1 unit poliklinik. Sedangkan untuk kebutuhan lahan posyandu, 1 unit posyandu harus melayani 1250 jiwa penduduk, dengan luas lahan tiap unit adalah sebesar 0,006 Ha.

8 9 10

2020 2021 2022

4,5 5,4 5,4

Sumber : Hasil Analisa Survei Primer 2012

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

Tabel 4.17 Proyeksi Kebutuhan Lahan untuk Posyandu di Kelurahan Kali


Rungkut No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Tahun 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 Luas (Ha) 0,11 0,12 0,12 0,12 0,12 0,12 0,12 0,13 0,13 0,13

No 4 5 6 7 8 9 10

Tahun 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022

Luas (Ha) 0,6 0,6 0,6 0,6 0,6 0,66 0,66

Sumber: Hasil Analisa Survei Primer 2012

Sumber: Hasil Analisa Survei Primer 2012

f. Fasilitas Peribadatan Perhitungan standar luas lahan untuk fasilitas peribadatan adalah 1 unit tempat ibadah untuk melayani 2500 jiwa penduduk dengan asumsi luas lahan untuk 1 tempat ibadah adalah 0,06 Ha. Tabel berikut merupakan proyeksi kebutuhan lahan fasilitas peribadatan hingga tahun 2022.
Tabel 4.18 Proyeksi Kebutuhan Lahan untuk Tempat Ibadah di Kelurahan Kali Rungkut No 1 2 3 Tahun 2013 2014 2015 Luas (Ha) 0,54 0,6 0,6

Perkembangan Kelurahan Kali Rungkut dari tahun ke tahun akan mengubah penggunaan lahan yang ada sesuai dengan kebutuhan dan pola kegiatan serta jumlah penduduk yang terus meningkat. Berdasarkan hasil proyeksi diatas, total kebutuhan penggunaan lahan di Kelurahan Kali Rungkut pada tahun 2022 adalah seluas 83,42 Ha dengan persentase kebutuhan lahan Kelurahan Kali Rungkut adalah sebesar 32% dan uraian secara keseluruhan hasil perbandingan dapat dilihat pada Tabel 4.19.

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

Tabel 4.19 Perbandingan Kondisi Eksisting dengan Proyeksi Tahun 2022 No. 1 2 3 4 Penggunaan Lahan Perumahan Perdagangan dan Jasa Fasilitas Umum RTH Total Kondisi Eksisting (Ha) 160 31 19 8 253 Total Kebutuhan Lahan (Ha) 61 1,05 20,33 1,04 83,42 Proyeksi Tahun 2022 (Ha) 221 32,05 39,33 9,04 336,42

persyaratan teknis yang ditentukan dalam peraturan perundangundangan. Analisa karakteristik bangunan terdiri dari analisa kepadatan bangunan, kondisi bangunan, ketinggian bangunan, koefisien lantai bangunan, garis sempadan bangunan, dan koefisien dasar bangunan. 4.5.1 Analisa Kepadatan Bangunan

Sumber : Hasil Analisa Survei Primer 2012

Kepadatan bangunan merupakan sebuah alat preventif untuk mencegah terjadinya kerapatan bangunan di suatu kawasan. Menurut RTRW Surabaya, kepadatan bangunan merupakan sistem pengaturan dan pengendalian kepadatan perumahan yang diterapkan dengan memperhatikan kondisi sosial ekonomi masyarakat, kondisi kawasan terbangun serta diorientasikan pada upaya peningkatan kualitas lingkungan setempat. Kepadatan bangunan tiap RW yang terdapat di Kelurahan Kali Rungkut dapat dikategorikan sebagai berikut: Kepadatan 0-40 bangunan/Ha, terdapat pada kawasan perdagangan jasa dan industri di Jalan Raya Rungkut dan kawasan SIER. 2. Kepadatan 41-80 bangunan/Ha, terdapat pada kawasan permukiman RW 1, 2, 3, 4, 6, 7, 8, 10, dan 11. 3. Kepadatan 81-150 bangunan/Ha, terdapat pada kawasan permukiman RW 5, 9, 14 dan 15. Pada wilayah perencanaan, sebagian besar memiliki kepadatan bangunan sebanyak 41-80 bangunan tiap 1 hektarnya. Sehingga dapat dikatakan kepadatan bangunan di Kelurahan Kali Rungkut tidak terlalu padat sehingga perlu dipertahankan. Akan tetapi ada beberapa daerah yang memiliki kepadatan bangunan sebanyak 81-150 bangunan/Ha, yaitu RW 5, 9, 14 dan 15. RW 5, 14 dan 15 merupakan daerah perkampungan 1.

4.5

ANALISA KARAKTERISTIK BANGUNAN

Dalam suatu wilayah perlu dilakukan penataan bangunan. Tanpa adanya penataan bangunan, suatu wilayah akan terlihat kurang tertata secara estetika dan juga akan mengurangi tingkat kesehatan dalam hal sirkulasi udara serta pencahayaan di daerah tersebut, selain itu juga dapat menurunkan kualitas lingkungan. Oleh karena itu penataan bangunan merupakan suatu upaya yang sangat penting dalam perencanaan suatu wilayah. Penataan bangunan dapat dijadikan sebagai pedoman dan arahan dalam pendirian, penggunaan, perubahan dan pembongkaran bangunan. Penataan bangunan harus mengarah pada terpenuhinya kebutuhan akan bangunan-bangunan beserta sarana prasarananya, peningkatan kualitas lingkungan yang sehat, serasi dan selaras dengan lingkungannya, serta peningkatan mutu bangunan sesuai dengan standar

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

yang kepadatan bangunannya sangat padat sehingga dikhawatirkan akan memperbesar resiko terjadinya kebakaran serta kurangnya daerah resapan air yang akan memperbesar resiko terjadinya banjir. Penataan bangunan di kawasan UP. Rungkut untuk arahan kepadatan bangunan perlu didesain untuk bangunan yang cenderung horizontal dapat dijadikan menjadi bangunan vertikal, misalnya bangunan kumuh dapat dijadikan bangunan rumah susun atau apartemen sehingga tanah yang tersisa dapat dimanfaatkan untuk guna lahan yang lain dan juga untuk memperbanyak daerah resapan. 4.5.2 Analisa Kondisi Bangunan

Kondisi bangunan yang teridentifikasi di wilayah perencanaan berdasarkan survey lapangan di wilayah perencanaan adalah bangunan permanen dan semi permanen. 1. Permanen Bangunan permanen adalah bangunan yang jika ditinjau dari segi konstruksi dan umur bangunan lebih dari 15 tahun. Bangunan permanen merupakan bangunan yang diperkeras seluruh bagian bangunannya. Bangunan permanen terletak di RW 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, dan 12. 2. Semi Permanen Bangunan semi permanen adalah bangunan yang dari segi konstruksi dan umur bangunannya sekitar 5-15 tahun. Bangunan semi permanen di wilayah perencanaan bercirikan tidak seluruh permukaannya diperkeras, tetapi hanya sebagian yang dilakukan pengerasan, sedangkan bagian lainnya dibangun dengan

menggunakan bahan lainnya seperti seng ataupun triplek. Pada Kelurahan Kali Rungkut bangunan semi permanen dapat ditemui di daerah perkampungan sepanjang Jl. Raya Rungkut Lor RW 5 dan RW 14. Pada kawasan perencanaan diketahui bahwa masih ada permukiman berupa bangunan semi permanen seperti yang terdapat pada beberapa rumah di RW 5 dan RW 14. Berdasarkan RTRW Surabaya 2013, upaya penanganan kawasan perumahan adalah dengan perbaikan atau pemugaran pada kawasan perkampungan serta melakukan peremajaan. Penanganan kawasan perkampungan kumuh dilakukan dengan memperhatikan kondisi sosial ekonomi kawasan tersebut secara persuasif dan bertahap. Selain itu upaya lain untuk menangani permukiman yang bangunannya masih belum permanen adalah dengan mengadakan program revitalisasi perkampungan seperti Kampung Improvement Program (KIP) yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. 4.5.3 Analisa Ketinggian Bangunan

Ketinggian bangunan di suatu lingkungan merupakan akibat dari pemberlakuan Koefisien Lantai Bangunan. Koefisien Lantai Bangunan adalah perbandingan antara jumlah luas lantai efektif yang boleh dibangun (total) terhadap luas kavling. Untuk menentukan ketinggian bangunan pada wilayah perencanaan yaitu dengan mencermati setiap bangunan. Ketinggian bangunan dihitung mulai dari lantai dasar sampai dengan lantai tertinggi. Di Keluarah Kali Rungkut ketinggian bangunan dapat dikategorikan menjadi 3 yaitu:

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

1.

2.

3.

Bangunan dengan ketinggian kurang dari 8 meter Bangunan kategori ini setara dengan 1-2 lantai, dapat dijumpai pada perumahan non formal yang terletak di Jl. Bakung, Jl. Rungkut Kidul Industri, serta Jl. Panduk Bangunan dengan ketinggian 8 hingga 12 meter Bangunan kategori ini, yang setara dengan 2-3 lantai, terdapat pada ruko-ruko di sepanjang Jl. Raya Rungkut dan perumahan formal di RW 2 dan 9. Bangunan dengan ketinggian lebih dari 12 meter Bangunan kategori ini setara dengan lebih dari 3 lantai, dapat ditemukan pada perkantoran di Jl. Rungkut Alang-Alang, Jl. Rungkut Asri Utara, kawasan industri, Universitas dan hyper market Carrefour yang terdapat di Jl. Raya Rungkut.

lahan/kavling dimana bangunan tersebut berdiri. Fungsi dari pemberlakuan KLB adalah untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman. Penetapan KLB perlu secara cermat memperhitungkan: posisi, situasi kondisi wilayah secara internal serta implikasinya terhadap wilayah eksternal di sekitarnya. Rumus untuk menghitung KLB adalah sebagai berikut: Luas Keseluruhan Lantai Bangunan Luas Lahan/kavling

KLB =

X 100 %

Penentuan ketinggian bangunan dihitung secara paralel dengan perencanaan daya dukung jalan suatu ruang kawasan. Selain itu juga memperhatikan aspek kesehatan, keamanan, keselamatan publik dan estetika. Dalam penentuan ketinggian bangunan perlu memperhitungkan posisi, situasi kondisi wilayah secara internal serta implikasinya terhadap wilayah eksternal di sekitarnya yang berdekatan. Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain kondisi eksisting penggunaan lahan kawasan perencanaan serta kondisi tanah di Kelurahan Kali Rungkut yang cukup stabil. Ketinggian bangunan di Kelurahan Kali Rungkut sesuai dengan RDTRK UP. Rungkut, sehingga tetap dipertahankan. 4.5.4 Analisa Koefisien Lantai Bangunan

Koefisien Lantai Bangunan (KLB) atau Floor Area Ratio (FAR) adalah perbandingan antara luas seluruh lantai bangunan dengan luas

Koefisien Lantai Bangunan (KLB) di wilayah perencanaan diklasifikasikan menjadi tiga, yakni sebagai berikut: 1. Koefisien Lantai Bangunan < 140 % Dapat dijumpai pada perumahan dan permukiman/perkampungan yang terdapat pada RW 1, 2, 4, 5, 10, 14, dan 15. 2. Koefisien Lantai Bangunan 150 200% Bangunan kategori ini dapat dijumpai pada sebagian perdagangan dan jasa di Jalan Raya Rungkut serta pada ruko di Jalan Rungkut Asri. 3. Koefisien Lantai Bangunan > 200% Bangunan kategori ini terdapat pada SIER, Carrefour juga Universitas Surabaya. Pada kategori ini fungsi peruntukkannya untuk perdagangan dan jasa, perkantoran, fungsi campuran (rumah-toko) serta fasilitas pendidikan setingkat kampus. Secara umum KLB pada bangunan-bangunan yang terdapat di Kelurahan Kali Rungkut telah memenuhi ketentuan zonasi UL. Kali Rungkut Rungkut Kidul, sehingga kondisi seperti ini sebaiknya

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

dipertahankan sehingga fungsi dari pemberlakuan KLB yakni untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman dapat terus terpenuhi. 4.5.5 Analisa Garis Sempadan Bangunan

5.

Kemunduran bangunan lebih dari 20 meter Kemunduruan bangunan lebih dari 20 meter di kawasan perencanaan terdapat di Carrefour dan kawasan industri dan pergudangan.

Kemunduran bangunan di suatu lingkungan dapat dilihat sebagai adanya jarak dari bangunan terhadap objek lainnya, yang lazim dikenal sebagai Garis Sempadan Bangunan (GSB). Kemunduran bangunan secara teoritits dan normatif biasanya dinyatakan dalam satuan meter. Penetapan garis sempadan bangunan ditujukan untuk mengatur jarak antara satu bangunan dengan yang lainnya dalam satu kavling/blok yang berbeda guna mencapai keseimbangan lingkungan, keamanan, keselamatan dan kesehatan publik, serta keberlanjutan kehidupan. Penentuan GSB pada wilayah perencanaan ditentukan dengan cara mengamati jarak antara batas persil terdepan atau batas pagar dengan dinding bangunan terdepan. GSB yang terdapat di wilayah perencanaan diklasifikasikan menjadi: 1. Kemunduran bangunan 0-3 meter Kemunduruan bangunan 0-3 meter meter di kawasan perencanaan salah satunya terdapat pada daerah perkampungan dengan akses masuk ke gang-gang kecil di Jalan Kali Rungkut Lor Gang 1-7. Kemunduran bangunan 4-6 meter Kemunduruan bangunan 4-6meter di kawasan perencanaan terdapat di perumahan-perumahan. Kemunduran bangunan 7-10 meter Kemunduruan bangunan 7-10 meter di kawasan perencanaan terdapat di ruko dan perkantoran di Jalan Raya Kali Rungkut. Kemunduran bangunan 10-20 meter Kemunduruan bangunan 10-20 meter di kawasan perencanaan dapat dijumpai di Kampus Ubaya (Universitas Surabaya).

Kemunduran bangunan 0-1 meter terdapat di sepanjang Jalan Raya Rungkut Lor, yang merupakan kawasan perdagangan dan jasa skala lingkungan. Dengan kemunduran bangunan 0-1 meter serta lebar jalan yang sempit, kemudian dengan banyaknya kendaraan bermotor yang parkir di sepanjang jalan tersebut jelas mengganggu pejalan kaki dan menimbulkan kemacetan serta rawan akan terjadinya kecelakaan. Selain itu dengan kondisi GSB yang hanya 0-1 meter mengakibatkan semakin berkurangnya daerah resapan yang mengakibatkan daerah tersebut beresiko terkena banjir. Sehingga, garis sempadan antara bangunan dengan jalan seharusnya disesuaikan dengan standar perencanaan jalan perkotaan Direktorat Jenderal Bina Marga. 4.5.6 Analisa Koefisien Dasar Bangunan (KDB)

2.

KDB di wilayah perencanaan ditentukan oleh kemampuan lahan yang semakin tinggi nilai lahannya serta intensitas pemanfaatan ruang atau guna lahan yang juga semakin tinggi. Agar tidak terjadi pemanfaatan ruang secara berlebihan maka harus dilakukan pengendalian dalam pemanfaatan ruang untuk penggunaan lahan yang leih bermanfaat. Koefisien Dasar Bangunan berfungsi untuk mengidentifikasi kesesuaian pemanfaatan lahan untuk bangunan dan lahan yang tersedia. Rumus untuk menghitung KDB adalah sebagai berikut: KDB= x 100%

3.

4.

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

Koefisien Dasar Bangunan (KDB) pada wilayah perencanaan diklasifikasikan menjadi: 1. KDB 0-10% Wilayah yang memiliki KDB 0-10% terdapat pada kawasan RTH, tanah kosong yang terdapat di Jalan Raya Rungkut. KDB 50 % Wilayah yang memiliki KDB 50 % dapat dijumpai di kawasan industri dan pergudangan yaitu SIER serta Carrefour Rungkut yang terletak di Jalan Raya Rungkut. KDB 60-70% Wilayah yang memiliki KDB 60-70% di wilayah perencanaan seperti di perumahan di Jalan Rungkut Alang-alang, Perumahan Rungkut Harapan dan Perumahan Rungkut Asri. KDB > 75% Wilayah yang memiliki KDB lebih dari 75% di wilayah perencanaan terletak di perkampungan yang padat penduduk yang jalan aksesnya cenderung masuk ke gang-gang kecil seperti perkampungan yang terletak di Jalan Kali Rungkut Lor.

udara segar. Berdasarkan RDTRK Rungkut, KDB > 75% tersebut tetap dipertahankan, namun untuk mendukung penghawaan serta estetika maka diarahkan setiap bangunan/rumah harus menyediakan tanaman pot dan minimal 1 rumah memiliki 1 pohon. Sedangkan untuk perkembangan ke depannya diusulkan memiliki KDB antara 70-85%.

2.

3.

4.

Berdasarkan RDTRK UP. Rungkut, arahan untuk KDB adalah dengan tetap menjaga keberadaan ruang terbuka yang dibutuhkan sebagai resapan, produktor oksigen dan juga sebagai filter udara. Dalam lingkup mikro, KDB berperan dalam mencegah terjadinya kebakaran, bencana gempa, juga terhalangnya sirkulasi matahari dan udara segar. Pada kawasan perencanaan, terdapat beberapa daerah yang memiliki KDB > 75% seperti yang terdapat pada perkampungan di Jalan Rungkut Kidul yang dapat memperbesar resiko kebakaran, mengurangi keberadaan ruang terbuka serta menghalangi sirkulasi matahari dan

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

4.6 ANALISA POLA LINGKUNGAN LUAR 4.6.1 Analisa Identitas Lingkungan


4.6.1.1 Jaringan Sirkulasi atau Pathways Kawasan yang berpotensi menjadi pathways di Kelurahan Kali Rungkut berdasarkan RDTRK UP Rungkut 2010 adalah Jalan Raya Rungkut, Jalan Raya Kali Rungkut, dan Jalan Rungkut Alang-Alang. Jalan Raya Rungkut dan Jalan Raya Kali Rungkut berpotensi sebagai pathways mayor karena jalan tersebut termasuk jalan arteri sekunder sehingga dapat menampung lebih banyak volume kendaraan. Sedangkan Jalan Rungkut termasuk jalan kolektor sekunder sehingga mempunyai kapasitas yang lebih rendah daripada Jalan Raya Kali Rungkut dan Jalan Raya Rungkut. Jalan Rungkut Alang-Alang masih menjadi rute sirkulasi yang padat karena terdapat pasar, sehingga dikatakan berpotensi sebagai pathways minor. Selain jalan-jalan yang disebutkan dalam RDTRK UP Rungkut 2010 berpotensi sebagai pathways, terdapat jalan lain yang juga memiliki potensi yang sama. Seperti jalan Tenggilis Mejoyo yang berpotensi sebagai pathways minor. Kawasan tersebut banyak dilalui kendaraan karena dekat dengan Universitas Surabaya. Namun daya tampung dari Jalan Tenggilis Mejoyo ini tidak sebesar daya tampung Jalan Raya Rungkut dan Jalan Raya Kali Rungkut yang berfungsi sebagai pathways mayor. Letak-letak pathways eksisting serta jalan yang berpotensi sebaga pathways dapat dilihat pada Peta 4.2.

Gambar 4.8 Jalan Tenggilis Mejoyo yang Berpotensi sebagai Pathways Sumber: Survei lapangan, 27 Desember 2012

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

Gambar Jalan Tenggilis Mejoyo yang berpotensi sebagai pathways minor Sumber: survei lapangan, Desember 2012 Sumber: Survei lapangan, 2727 Desember 2012

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

4.6.1.2

Pembatas Lingkungan atau Edges

Kawasan yang berpotensi sebagai edge berdasarkan RDTRK UP Rungkut 2010 adalah Jalan Raya Rungkut dan Jalan Raya Kali Rungkut. Kedua jalan ini merupakan jalan arteri sekunder yang membentang dari utara hingga selatan Kelurahan Kali Rungkut, sehingga terlihat seperti membagi kelurahan menjadi dua. Selain itu terdapat sungai Avor di Jalan Rungkut Asri yang juga berpotensi sebagai Edge. Sungai ini berada di dalam kawasan permukiman masyarakat dan sebagai median jalan, sehingga dikatakan berpotensi sebagai edge. Selain Jalan Raya Rungkut dan Jalan Raya Kali Rungkut, serta sungai Avor, di Kelurahan Kali Rungkut terdapat kawasan lain yang juga berpotensi sebagai edge, seperti Jalan Raya Tenggilis Mejoyo Utara dan Jalan Raya Tenggilis Mejoyo Selatan yang juga merupakan batas barat kelurahan. Di bagian selatan Kelurahan Kali Rungkut terdapat Jalan Raya Rungkut Industri yang juga berpotensi sebagai edge karena memang merupakan jalan paling selatan dari kelurahan dan merupakan batas kelurahan. letak edges ini dapat dilhat pada Peta 4.3.

Gambar 4.9 (atas) Jalan Raya Tenggilis Mejoyo Utara, (bawah) Jalan Raya Rungkut Industri yang Berpotensi sebagai Edge Sumber: Survei lapangan, 27 Desember 2012

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

4.6.1.3 Titik Kegiatan atau Simpul Kegiatan (Nodes) Nodes merupakan titik kegiatan yang menjadi pusat kegiatan masyarakat sekitar. Karena aspek yang mendominasi di Kelurahan Kali Rungkut adalah perdagangan dan jasa, maka ruko yang ada di Jalan Raya Kali Rungkut dan Jalan Raya Rungkut dapat dikatakan sebagai titik kegiatan atau node. Adanya node di Jalan Kali Rungkut dan Jalan Raya Rungkut menyebabkan kawasan ini menjadi kawasan padat, mengingat kedua jalan ini merupakan jalan utama di Kelurahan Kali Rungkut. Selain itu Pasar Soponyono, Pasar Rungkut Baru, dan swalayan di Jalan Kali Rungkut juga merupakan titik kegiatan karena aktivitas masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya sehari-hari terjadi pada lokasi ini. Sementara itu Universitas Surabaya yang merupakan salah satu kampus ternama juga menjadi titik kegiatan bagi mahasiswa yang sehari-hari tinggal di sekitar kampus, juga bagi penduduk yang memiliki pekerjaan di lokasi tersebut. Letak-letak nodes dalam Kelurahan Kali Rungkut dapat dilihat pada Peta 4.4. 4.6.1.4 Distrik Kawasan Surabaya Industrial Estate Rungkut atau SIER merupakan suatu kawasan yang memiliki ciri khas yang sama dan membentuk suatu pola yaitu sebagai kawasan industri dan pergudangan, sehingga dapat dikatakan sebagai distrik. Begitu juga dengan kawasan perniagaan dan jasa di Jalan Raya Rungkut dan Jalan Raya Kali Rungkut yang sepanjang jalan digunakan sebagai fasilitas perniagaan dan jasa sehingga dapat dikatakan memiliki ciri khas dan pola yang sama. Lokasi distrik industri dan pergudangan serta distrik perniagaan dan jasa dapat dilihat pada Peta 4.5.

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

4.6.1.5

Tanda Lingkungan atau Landmarks

Landmark merupakan suatu tempat atau icon dari suatu kawasan yang menonjol sehingga dapat menjadi ciri khas dari kawasan tersebut. Seperti yang telah disebutkan bahwa di Kelurahan Kali Rungkut terdapat dua distrik yaitu distrik perniagaan dan jasa serta distrik industri dan pergudangan. Kedua distrik ini sudah cukup dikenal masyarakat sekitar, namun masih belum ada suatu titik yang menjadi ciri khas dari kelurahan itu sendiri, atau landmark. Berdasarkan kegiatan masyarakat, terdapat beberapa titik yang berpotensi sebagai landmark, yaitu titik-titik yang padat oleh aktivitas masyarakat atau nodes. Padatnya aktivitas di titik kegiatan tersebut juga dapat menyebabkan lokasi tersebut dikenal masyarakat dan menjadi ciri khas dari Kelurahan Kali Rungkut. Jadi nodes di Kelurahan Kali Rungkut selain sebagai titik kegiatan masyarakat sekitar juga berpotensi sebagai landmark. Titik-titik yang berpotensi sebagai landmark antara lain swalayan di Jalan Kali Rungkut, Universitas Surabaya di Jalan Tenggilis Mejoyo, serta Pasar Soponyono dan Pasar Rungkut Baru di Jalan Rungkut Alang-Alang. Letak titik-titik yang berpotensi sebgai landmarks dapat dilihat pada peta 4.6.

Gambar 4.10 (atas) Universitas Surabaya dan (bawah) Pasar Rungkut Baru yang Berpotensi sebagai Landmark Sumber: survei lapangan, 27 Desember 2012

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

4.6.2

Analisis Pola Jaringan Jalan

Berdasarkan RDTRK UP Rungkut 2010, jaringan jalan pada Kelurahan Kali Rungkut berpola grid dengan jalan utama berpola linier yaitu pada Jalan Raya Kali Rungkut. Pola jaringan grid memiliki bentuk kisi-kisi yang mempunyai aksesibilitas yang tinggi, sehingga alternatif pilihan jalan banyak yang dapat dilalui. Bagian-bagian kota dibagi sedemikian rupa menjadi blok-blok empat persegi panjang dan membentuk sudut siku-siku. Pola seperti ini dapat menghemat penggunaan lahan. Namun pada kenyataannya kondisi jalan di Kelurahan Kali Rungkut masih sering terjadi kemacetan. Bentuk-bentuk jaringan jalan tidak membentuk blok-blok persegi panjang sempurna dan bahkan tidak membentuk pola yang jelas terutama pada Jalan Rungkut Lor yang digunakan masyarakat sebagai tempat tinggal. Untuk karakteristik bangunan yang melingkupi jaringan jalan, di beberapa ruas jalan terdapat ketinggian bangunan yang tidak merata seperti pada Jalan Raya Kali Rungkut dan Jalan Raya Rungkut. Selain itu kepadatan yang tinggi juga terjadi pada sisi barat ruas jalan tersebut, sehingga tidak ada jarak antar bangunan. Hal ini juga terjadi pada permukiman warga di Jalan Rungkut Lor. Keadaan seperti ini dapat membahayakan apabila terjadi bencana kebakaran sehingga api mudah merembet, dan tidak sesuai dengan standar perumahan yang tertulis pada UU Nomor 1 tahun 2011. Selain itu banyak bangunan dengan kemunduran 0 meter di Jalan Kali Rungkut dan Jalan Raya Kali Rungkut. Ruas jalan ini merupakan jalan utama yang padat oleh kendaraan bermotor sehingga bangunan yang padat dan terlalu dekat dengan jalan akan membahayakan pengguna jalan, karena dapat membatasi jarak pandang. Kondisi bangunan yang terlalu padat dan ketinggian yang tidak merata dapat mengganggu pencahayaan terhadap bangunan yang lebih

rendah, serta mengganggu estetika lingkungan. Selain itu kondisi seperti ini tidak tidak sesuai dengan ketentuan zonasi Unit Lingkungan Kelurahan Kali Rungkut bahwa setiap bangunan rumah harus memiliki garis sempadan bangunan setidaknya satu meter. Beberapa ruko juga terlihat memiliki ketinggian bangunan lebih dari tiga lantai,seperti bangunan kantor yang mencapai tinggi kira-kira enam lantai. Walau secara fisik bangunan-bangunan tinggi tersebut tidak mengganggu karena kondisinya yang rata-rata sangat baik, namun tidak sesuai dengan ketentuan zonasi Unit Lingkungan Kali Rungkut-Rungkut Kidul, yaitu ketinggian bangunan di Kelurahan Kali Rungkut maksimal tiga lantai. 4.6.3 Analisa Ruang Terbuka Non Hijau

Ruang Terbuka Non Hijau di Kelurahan Kali Rungkut berupa lapangan dan lahan parkir. Terdapat tiga lapangan di Jalan Rungkut Lor, dan lahan parkir terdapat pada pertokoan di Jalan Raya Kali Rungkut dan Jalan Raya Rungkut, serta di kawasan perindustrian di Jalan Raya Rungkut Industri. Di Jalan Tenggilis Mejoyo juga terdapat lapangan parkir Universitas Surabaya (UBAYA). Letak-letak dari Ruang Terbuka non Hijau ini tidak membentuk pola tertentu, dan hanya terdapat di beberapa titik di kawasan studi. Lapangan yang terdapat di Kelurahan Kali Rungkut berfungsi sebagai sarana olahraga masyarakat sekitar, dan dilingkupi oleh bangunan tempat tinggal masyarakat. Untuk lahan parkir dilingkupi oleh bangunan yang lebih tinggi seperti ruko tiga lantai, ataupun bangunan kampus yang tingginya lebih dari empat lantai. Namun masih banyak sarana perniagaan dan jasa yang tidak memiliki lahan parkir yang memadai sehingga memakan badan jalan dan menyebabkan kemacetan.

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

4.6.4 Analisa RTH Penghijauan di Kelurahan Kali Rungkut terdiri dari tiga jenis yaitu makam, lahan kosong, dan taman median. Terdapat tiga makam yang ketiganya terdapat di Jalan Raya Rungkut Industri, serta lahan kosong dan taman-taman perumahan yang tersebar di Jalan Raya Rungkut Industri, Jalan Tenggilis Mejoyo, Jalan Rungkut Mejoyo, dan Jalan Rungkut Asri. Pola persebaran penghijauan atau ruang terbuka hijau ini merata di seluruh kawasan studi. Penanaman vegetasi sebagai paru-paru kota dan katalisator polusi juga tersebar hampir di seluruh pola jaringan jalan yang berpola grid terutama dalam perumahan seperti pada Jalan Rungkut Alang-Alang, Jalan Rungkut Asri, Jalan Rungkut Mejoyo, dan Jalan Tenggilis Mejoyo. Namun tidak ditemukan penghijauan atau taman median pada jalan utama yang berpola linier di Jalan Raya Kali Rungkut. Pola seperti ini dapat membantu mengurangi polusi yang banyak terjadi akibat padatnya kendaraan bermotor yang melintas serta aktivitas industri di kawasan SIER. Jumlah Ruang Terbuka Hijau di Kelurahan Kali Rungkut adalah sebesar 3% dari luas kelurahan. Lokasinya, seperti yang telah disebutkan, menyebar di kelurahan ini. Namun terdapat beberapa kawasan yang masih kurang, bahkan tidak terdapat ruang terbuka hijau yaitu di Jalan Rungkut Lor. Di Jalan Rungkut Lor terdapat sekolah sehingga dibutuhkan RTH yang cukup untuk kenyamanan aktivitas pendidikan di kawasan ini.

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

4.7

ANALISA TRANSPORTASI

4.7.1

Analisa Jaringan Jalan

Salah satu permasalahan utama yang terjadi di wilayah perencanaan Kelurahan Kali Rungkut adalah transportasi yang indikator penyebabnya adalah lebar atau dimensi jalan yang kurang untuk menampung volume kendaraan yang melintas. Pada era sekarang, perkembangan jumlah kendaraan terutama kendaraan pribadi sangat pesat namun tidak diikuti oleh perkembangan prasarana jalan yang memadai. Hal tersebut merupakan faktor yang menyebabkan permasalahan tersebut terjadi. Di lain sisi belum maraknya public transportation serta masih adanya fungsi jalan yang dipergunakan untuk kegiatan lain yang bisa disebut alih fungsi lahan sebagai contoh masih adanya parkir on street yang juga turut memperparah keadaan ini. Untuk lebih memahami permasalahan transportasi di wilayah perencanaaan Kelurahan Kali Rungkut, maka dilakukan analisa pada bab ini yang akan membahas tentang analisa jaringan jalan, pola pergerakan, fasilitas transportasi.

Menurut Rencana Detail Tata Ruang Kota UP. Rungkut yang memiliki dasar dari Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan, fungsi jalan dibedakan menjadi : Jalan Arteri Jalan Kolektor Jalan Lokal Jalan Lingkungan

Pada wilayah perencanaan Kelurahan Kali Rungkut, sistem jaringan jalan yang disusun dan digunakan mengikuti Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 Tentang Jalan yaitu sistem jaringan jalan primer dimana menghubungkan fungsi-fungsi kota yang bersifat regional, seperti kawasan industri, kawasan pergudangan, dan pelabuhan. Di lain itu juga, sistem jaringan jalan sekunder juga digunakan untuk menunjang sistem jaringan jalan primer untuk masuk ke kawasan perumahan penduduk.

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

Tabel 4.20. Standar Pengembangan Hierarki dan Fungsi Jalan di Wilayah Perencanaan No 1 2 3 4 5 6 7 Fungsi jalan Arteri Primer Arteri Sekunder Kolektor Primer Kolektor Sekunder Lokal Primer Lokal Sekunder Lingkungan Kecepatan minimal (km/jam) > > > > > > > 60 20 40 20 20 10 10 Lebar badan jalan minimal (m) 8 8 7 7 6 5 4

Sumber : UU No. 38 tahun 2004, PP No. 34 tahun 2006, RDTRK UP. Rungkut

Apabila dilihat berdasarkan standar fungsi jalan, maka sebagian ruas jalan di wilayah perencanaan Kelurahan Kali Rungkut kurang memenuhi kriteria sesuai dengan penetapan rencana fungsi jalannya seperti terlihat pada tabel berikut.
Tabel 4.21. Evaluasi Standar Fungsi Jalan di Kelurahan Kali Rungkut Kondisi Eksisting NO 1 2 3 4 5 NAMA JALAN Fungsi Jalan Jalan Raya Rungkut Mejoyo Jalan Rungkut Mejoyo Selatan 1 Jalan Rungkut Mejoyo Selatan 2 Jalan Rungkut Mejoyo Selatan 3 Jalan Rungkut Mejoyo Selatan 4 Kolektor Sekunder Lingkungan Lingkungan Lingkungan Lingkungan 7m 5m 5m 5,5 m 5,5 m Lebar Jalan 7 4 4 4 4 Standar Lebar Badan Jalan Minimal (m) Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Evaluasi

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

Kondisi Eksisting NO 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 NAMA JALAN Fungsi Jalan Jalan Rungkut Mejoyo Selatan 5 Jalan Rungkut Mejoyo Selatan 6 Jalan Rungkut Mejoyo Selatan 9 Jalan Rungkut Mejoyo Selatan 10 Jalan Rungkut Lor Jalan Rungkut Mejoyo Selatan 1 Jalan Tenggilis Mejoyo Selatan Jalan Raya Tenggilis Jalan Rungkut Industri 1 Jalan Rungkut Industri 2 Jalan Rungkut Harapan Jalan Rungkut Harapan 12 Jalan Rungkut Harapan 13 Jalan Rungkut Harapan 15 Jalan Rungkut Harapan Blok K Jalan Panduk Jalan Panduk 5 Jalan Raya Rungkut Jalan Tenggilis Mejoyo Jalan Rungkut Mejoyo Utara 11 Jalan Rungkut Mejoyo Utara 1 Lingkungan Lingkungan Lokal Lokal Lingkungan Lingkungan Lokal Kolektor Sekunder Lokal Lokal Lokal Lokal Lingkungan Lokal Lokal Lokal Lokal Arteri Sekunder Kolektor Sekunder Lokal Lokal Lebar Jalan 5,5 m 5,5 m 5m 5m 3m 5,5 m 7m 7m 12 m 12 m 5m 4m 4m 4m 3,5 m 2m 2m 11 m 9m 5,5 m 5,5 m 4 4 5 5 4 4 6 7 6 6 5 5 4 5 5 5 5 8 7 5 5

Standar Lebar Badan Jalan Minimal (m) Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai

Evaluasi

Tidak Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Tidak Sesuai Sesuai Tidak Sesuai Tidak Sesuai Tidak Sesuai Tidak Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

Kondisi Eksisting NO 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 NAMA JALAN Fungsi Jalan Jalan Rungkut Mejoyo Utara 2 Jalan Rungkut Mejoyo Utara 3 Jalan Rungkut Mejoyo Utara 4 Jalan Rungkut Mejoyo Utara 5 Jalan Rungkut Mejoyo Utara 6 Jalan Rungkut Mejoyo Utara 7 Jalan Rungkut Alang-alang Jalan Rungkut Lor Gang 6 Jalan Rungkut Lor Gang 9 Jalan Rungkut Lor Gang 10 Jalan Rungkut Lor Gang 1 Jalan Rungkut Lor 3 Jalan Kali Rungkut Jalan Rungkut Mejoyo Gang 2 Jalan Bakung Gang 2 Jalan Kali Waru Jalan Rungkut Asri 15 Jalan Rungkut Asri 16 Jalan Rungkut Asri 20 Jalan Rungkut Asri 6 Jalan Rungkut Asri 7 Lingkungan Lokal Lokal Lokal Lokal Lokal Kolektor Sekunder Lingkungan Lingkungan Lokal Lingkungan Lingkungan Arteri Sekunder Lokal Lingkungan Lingkungan Lingkungan Lingkungan Lingkungan Lokal Lingkungan Lebar Jalan 5,5 m 5,5 m 5m 5m 5m 5m 9,5 m 2m 2m 2m 2m 2m 6m 4m 2m 4m 4m 4m 4m 4m 4m 4 5 5 5 5 5 7 4 4 5 4 4 8 5 4 4 4 4 4 5 4

Standar Lebar Badan Jalan Minimal (m) Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai

Evaluasi

Tidak Sesuai Tidak Sesuai Tidak Sesuai Tidak Sesuai Tidak Sesuai Tidak Sesuai Tidak Sesuai Tidak Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Tidak Sesuai Sesuai

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

Kondisi Eksisting NO 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 NAMA JALAN Fungsi Jalan Jalan Rungkut Asri 8 Jalan Rungkut Asri 9 Jalan Rungkut Asri 10 Jalan Rungkut Asri Tengah Jalan Rungkut Asri Utara 8 Jalan Rungkut Asri Utara 9 Jalan Rungkut Asri Utara 10 Jalan Rungkut Asri Utara 11 Jalan Rungkut Asri 1 Jalan Rungkut Asri 2 Jalan Rungkut Asri 3 Jalan Rungkut Asri 4 Jalan Rungkut Asri 5 Jalan Rungkut Asri Jalan Rungkut Asri Utara Jalan Rungkut Asri Utara 2 Jalan Rungkut Asri Utara 6 Jalan Tenggilis Mejoyo Utara Jalan Rungkut Industri Lor Gang 7 Jalan Rungkut Kidul 8 Jalan Rungkut Lor 11 Lingkungan Lingkungan Lingkungan Lokal Lingkungan Lingkungan Lingkungan Lingkungan Lokal Lingkungan Lingkungan Lingkungan Lingkungan Kolektor Sekunder Lokal Lingkungan Lokal Lokal Lingkungan Lokal Lokal 4m 4m 4m 4,5 m 4m 4m 4m 4m 4,3 m 4m 4m 4m 4m 11,5 m 4m 4m 4m 5,5 m 3m 3m 3m Lebar Jalan 4 4 4 5 4 4 4 4 5 4 4 4 4 7 5 4 5 6 4 5 5

Standar Lebar Badan Jalan Minimal (m) Sesuai Sesuai Sesuai

Evaluasi

Tidak Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Tidak Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Tidak Sesuai Sesuai Tidak Sesuai Tidak Sesuai Tidak Sesuai Tidak Sesuai Tidak Sesuai

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

Kondisi Eksisting NO 69 70 71 72 73 74 NAMA JALAN Fungsi Jalan Jalan Rungkut Industri Lor 7 Jalan Rungkut Kidul 2 Jalan Rungkut Kidul 3 Jalan Rungkut Kidul 5 Jalan Rungkut Kidul Gang 5 Jalan Rungkut Industri Lokal Lokal Lokal Lokal Lingkungan Arteri Sekunder 3m 3m 3m 3m 1,5 m 17 m Sumber : Hasil Analisis 2012 Lebar Jalan 5 5 5 5 4 8

Standar Lebar Badan Jalan Minimal (m)

Evaluasi Tidak Sesuai Tidak Sesuai Tidak Sesuai Tidak Sesuai Tidak Sesuai Sesuai

Tabel 4.22. Pengendalian Jaringan Jalan berdasarkan Standar Pengembangan Hierarki dan Fungsi Jalan Standar Pengembangan Hierarki dan Fungsi Jalan RDTRK UP. Rungkut Fungsi Jalan Arteri Sekunder Kecepatan > 20 km/jam Lebar badan jalan > 8 m

Kondisi Eksisting Jalan Arteri Sekunder terletak di Jalan Rungkut Industri, Jalan Kali Rungkut, Jalan Raya Rungkut Kecepatan alat transportasi yang melalui ruas jalan arteri sekunder sudah memenuhi standar kecepatan yang telah ditentukan Lebar badan jalan pada ruas jalan arteri sekunder ada yang sesuai dan ada yang tidak. Ruas jalan yang sesuai terdapat di Jalan

Evaluasi Optimalisasi Jalan Ruas Jalan Kali Rungkut tidak memenuhi standar lebar badan jalan minimal sehingga perlu diadakannya pelebaran jalan didasarkan pada standar pengembangan hierarki dan fungsi jalan. Selain itu perlu adanya rehabilitasi jalan karena kondisi jalan bergelombang agar sirkulasi lalu lintas berjalan lancar dan mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan.

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

Standar Pengembangan Hierarki dan Fungsi Jalan RDTRK UP. Rungkut

Kondisi Eksisting Rungkut Industri dan Jalan Raya Rungkut. Sedangkan Jalan Kali Rungkut tidak

Evaluasi Optimalisasi Jalan

memenuhi standar lebar badan jalan yang sudah ditentukan Kondisi jalan bergelombang di beberapa tempat di Jalan Raya Rungkut dan Jalan Kali Rungkut Fungsi Jalan Kolektor Sekunder Kecepatan > 20 km/jam Lebar badan jalan > 7 m Jalan Kolektor Sekunder terletak di Jalan Rungkut Asri, Jalan Rungkut Alang-alang, Jalan Tenggilis Mejoyo, Jalan Raya Tenggilis, Jalan Raya Rungkut Mejoyo Kecepatan alat transportasi yang melalui ruas jalan kolektor sekunder ini sudah memenuhi standar kecepatan yang telah ditentukan Lebar badan jalan ruas jalan kolektor sekunder telah memenuhi standar lebar badan jalan yang sudah ditentukan Fungsi Jalan Lokal Kecepatan > 10 km/jam Lebar badan jalan > 5 m Jalan Lokal terletak di Jalan Rungkut Kidul 2, Jalan Rungkut Kidul 3, Jalan Rungkut Kidul 5, Jalan Rungkut Industri Lor 7, Jalan Rungkut Lor 11, Jalan Rungkut Kidul 8, Jalan Tenggilis Mejoyo Utara, Jalan Rungkut Asri Utara 6, Ruas Jalan yang tidak memenuhi standar lebar badan jalan minimal sehingga perlu diadakannya pelebaran jalan didasarkan pada standar pengembangan hierarki dan fungsi jalan. Ruas jalan yang ada telah memenuhi standar. Sehingga diperlukan adanya peningkatan fungsi jalan.

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

Standar Pengembangan Hierarki dan Fungsi Jalan RDTRK UP. Rungkut

Kondisi Eksisting Jalan Rungkut Asri Utara, Jalan Rungkut Asri 1, Jalan Rungkut Asri Tengah, Jalan Rungkut Asri 6, Jalan Rungkut Mejoyo Gang 2, Jalan Rungkut Lor Gang 10, Jalan Rungkut Mejoyo Utara 2, Jalan Rungkut Mejoyo Utara 3, Jalan Rungkut Mejoyo Utara 4, Jalan Rungkut Mejoyo Utara 5, Jalan Rungkut Mejoyo Utara 6, Jalan Rungkut Mejoyo Utara 7, Jalan Rungkut Mejoyo Utara 11, Jalan Panduk, Jalan Panduk 5, Jalan Rungkut Harapan Blok K, Jalan Rungkut harapan 15, Jalan Rungkut Harapan 12, Jalan Rungkut Harapan, Jalan Rungkut Industri 1, Jalan Rungkut Industri 2, Jalan Tenggilis Mejoyo Selatan, Jalan Rungkut Mejoyo Selatan 9, Jalan Rungkut Mejoyo Selatan 10 Kecepatan alat transportasi yang melalui ruas jalan lokal sudah memenuhi standar

Evaluasi Optimalisasi Jalan

kecepatan yang telah ditentukan Lebar badan jalan pada ruas jalan lokal ada yang sesuai dan ada yang tidak. Jalan Rungkut Harapan 12, Jalan Rungkut Harapan

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

Standar Pengembangan Hierarki dan Fungsi Jalan RDTRK UP. Rungkut

Kondisi Eksisting 13, Jalan Harapan Blok K, Jalan Panduk 5, Jalan Panduk, Jalan Rungkut Lor 3, Jalan Rungkut Lor Gang 10, Jalan Rungkut Mejoyo Gang 2, Jalan Rungkut Asri 6, Jalan Rungkut Asri Tengah, Jalan Rungkut Asri 1, Jalan Rungkut Asri Utara, Jalan Rungkut Asri 6, Jalan Tenggilis Mejoyo Utara, Jalan Rungkut Kidul 8, Jalan Rungkut Lor 11, Jalan Rungkut Industri Lor 7, Jalan Rungkut Kidul 2, Jalan Rungkut Kidul 3, Jalan Rungkut Kidul 5 tidak memenuhi standar lebar badan jalan yang sudah ditentukan

Evaluasi Optimalisasi Jalan

Fungsi Jalan Lingkungan Kecepatan > 10 km/jam Lebar badan jalan > 4 m

Ruas jalan lokal terletak di Jalan Rungkut Kidul Gang 5, Jalan Rungkut Industri Lor Gang 7, Jalan Rungkut Asri Utara 2, Jalan Rungkut Asri 1, Jalan Rungkut Asri 2, Jalan Rungkut Asri 3, Jalan Rungkut Asri 4, Jalan Rungkut Asri 5, Jalan Rungkut Asri 7, Jalan Rungkut Asri 8, Jalan Rungkut Asri 9, Jalan Rungkut Asri 10, Jalan Bakung Gang 2, Jalan Kali Waru, Jalan Rungkut Asri 15,

Ruas Jalan yang tidak memenuhi standar lebar badan jalan minimal sehingga perlu diadakannya pelebaran jalan didasarkan pada standar pengembangan hierarki dan fungsi jalan.

Selain itu perlu adanya rehabilitasi jalan karena kondisi jalan bergelombang agar sirkulasi lalu lintas berjalan lancar dan mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan.

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

Standar Pengembangan Hierarki dan Fungsi Jalan RDTRK UP. Rungkut

Kondisi Eksisting Jalan Rungkut Asri 16, Jalan Rungkut Asri 20, Jalan Rungkut Lor Gang 1, Jalan Rungkut Lor 3, Jalan Rungkut Lor Gang 6, Jalan Rungkut Lor Gang 9, Jalan Rungkut Mejoyo Utara 2, Jalan Rungkut Harapan 13, Jalan Rungkut Lor, Jalan Rungkut Mejoyo Selatan 1, Jalan Rungkut Mejoyo Selatan 1, Jalan Rungkut Mejoyo Selatan 2, Jalan Rungkut Mejoyo Selatan 3, Jalan Rungkut Mejoyo Selatan 4, Jalan Rungkut Mejoyo Selatan 5, Jalan Rungkut Mejoyo Selatan 6 Kecepatan alat transportasi yang melalui ruas jalan lingkungan sudah memenuhi standar kecepatan yang telah ditentukan. Lebar badan jalan ada yang sesuai dan ada yang tidak sesuai. Ruas jalan yang tidak sesuai terletak di Jalan Rungkut Kidul Gang 5, Jalan Rungkut Industri Lor Gang 7, Jalan Bakung Gang 2, Jalan Rungkut Lor Gang 1, Jalan Rungkut Lor 3, Jalan Rungkut Lor Gang 6, Jalan Rungkut Lor

Evaluasi Optimalisasi Jalan

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

Standar Pengembangan Hierarki dan Fungsi Jalan RDTRK UP. Rungkut

Kondisi Eksisting Gang 9, Jalan Rungkut Lor. Sumber : Hasil Analisis 2012

Evaluasi Optimalisasi Jalan

Ada permasalahan-permasalahan yang terjadi di wilayah perencanaan Kelurahan Kali Rungkut seperti jalan-jalan rusak, berlubang, bergelombang yang dapat mengganggu pengguna jalan. Terlebih lagi masalah tersebut berada di akses jalan arteri sekunder yaitu di daerah Jalan Raya Rungkut, Jalan Kali Rungkut, lebih lengkap letaknya dapat dilihat pada peta kerusakan jalan hasil analisis dari peta kondisi jalan di Kelurahan Kali Rungkut berikut ini.

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

Berdasarkan peta analisis kondisi jalan di atas menunjukkan bahwa mayoritas ruas jalan di Kelurahan Kali Rungkut memiliki kondisi aspal baik. Dan sebagian kecil ruas jalan seperti Jalan Panduk yang kondisi aspalnya buruk. 4.7.2 Analisa Pola Pergerakan

4.7.2.1 Pola Pergerakan Orang a) Pola Pergerakan Pekerja Pola pergerakan kerja terjadi di dalam dan keluar wilayah Kelurahan Kali Rungkut. Ada industri SIER di wilayah ini sehingga mengakibatkan pola pergerakan orang tertuju ke pabrik industri, kantorkantor pemerintahan dan swasta serta ke pasar-pasar baik tradisional maupun modern. Intensitas pola pergerakan orang pergi dan pulang kerja meningkat pada waktu pagi (pukul 08.00-09.00 WIB) dan sore (pukul 16.00 17.00 WIB). Moda transportasi yang digunakan antara lain sepeda, sepeda motor, mobil serta angkutan umum. Puncak pergerakan orang ini terjadi pada pagi dan sore hari. Hal tersebut menimbulkan dampak yang dapat dirasakan pada pagi dan sore hari yakni peningkatan kepadatan lalu lintas yang relatif lebih padat daripada waktu lainnya. b) Pola Pergerakan Pelajar Jenis pola pergerakan ini terjadi pada pagi hari, siang, dan sore hari karena terdapat beberapa macam fasilitas pendidikan diantaranya adalah pendidikan formal yakni TK, SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi serta pendidikan non formal yakni pondok pesantren dan sekolah luar biasa yang membuka jam belajarnya pada pagi, siang, dan sore hari. Intensitas pola pergerakan orang pulang pergi dan pulang sekolah meningkat di waktu pagi (07.00 07.30 WIB) dan siang (11.45-13.00 WIB), moda transportasi yang digunakan antara lain sepeda, becak, kendaraan bermotor, mobil, angkutan umum dan juga ditemui siswa sekolah yang memilih untuk berjalan kaki. c) Pola Pergerakan Lainnya Pola pergerakan lainnya yang dimaksud adalah pola pergerakan yang tidak terjadwal. Pola pergerakan ini biasanya menuju ke tempat fasilitas-fasilitas umum dan daerah perdagangan dan jasa seperti

Berdasarkan fakta yang didapat melalui survei primer, di berbagai titiktitik pergerakan masuk wilayah studi terjadi 2 arah pergerakan yaitu masuk-keluar dan di dalam wilayah studi. a) Analisa Pola Pergerakan Masuk Wilayah Studi dan Keluar wilayah Studi

Pola pergerakan masuk dan keluar wilayah studi, pada umumnya titik pola pergerakan wilayah studi terletak di ujung jalan baik main entrance maupun main exit seperti Jalan Raya Rungkut, Jalan Raya Rungkut Industri, Jalan Rungkut Kidul Industri. b) Analisa Pola Pergerakan di dalam Wilayah Studi Pola pergerakan di dalam wilayah studi ini pada umumnya terjadi dikarenakan perpindahan dari suatu tempat ke tempat lain dalam jarak yang dekat. Misalnya, pergerakan dari perumahan satu ke perumahan yang lainnya, pergerakan dari lokasi bangkitan menuju lokasi tarikan. Pola pergerakan dapat diklasifikasikan berdasarkan pelaku pergerakan diantaranya:

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

pergerakkan ke lapangan olahraga, pusat perbelanjaan, dan yang lainnya. Namun hal ini tidak menjadi kendala yang cukup besar, karena pada umumnya pergerakan orang yang pergi ke fasilitas umum dan daerah perdagangan dan jasa memiliki tingkat perekonomian menengah ke atas jika ditinjau dari jenis kendaraan yang dipakai yakni mobil dan sepeda motor. 4.7.2.2 Pola Pergerakan Barang Pola pergerakan barang banyak ditemui di ruas Jalan Rungkut Industri, Jalan Kali Rungkut karena menuju Industri SIER dan ruas Jalan Raya Rungkut dan Jalan Rungkut Asri karena menuju pasar kelurahan/surya. Moda transportasi yang digunakan dalam pola pergerakan ini pun beragam mulai dari sepeda, sepeda motor, mobil bak terbuka (pick up), serta truk. Efek dari pergerakan barang ini khususnya di Jalan Rungkut Kidul Industri yang terjadi pada pagi dan sore hari adalah kemacetan. Ditambah dengan keadaan jalan arteri sekunder Jalan Kali Rungkut yang perlu dilakukannya pelebaran jalan. 4.7.2.3 Pola Pergerakan Moda Angkutan Umum

kuantitas penumpang rata-rata 6 orang. Kuantitas penumpang rata-rata yang tidak memenuhi setengah dari kuota keseluruhan per angkutan mengindikasikan bahwa masyarakat Kelurahan Kali Rungkut tidak begitu menggunakan moda angkutan umum tersebut. Dari ketiga klasifikasi pola pergerakan, permasalahan yang sering ditemui adalah adanya pertemuan antara 2 pola pergerakan pada waktu yang bersamaan dan melewati jalan yang sama menyebabkan kepadatan lalu lintas (kemacetan) di berbagai titik strategis seperti di persimpangan Jalan Raya Rungkut, Jalan Kali Rungkut, dan Jalan Rungkut Alang-alang. Selain itu kepadatan ini juga dipicu oleh kualitas rambu-rambu lalu lintas di titik-titik rawan kemacetan. Untuk lebih jelas mengenai titik-titik mana saja yang mengalami kemacetan, dapat dilihat pada peta berikut ini.

Untuk pola pergerakan moda angkutan umum Kelurahan Kali Rungkut terdiri dari beberapa jenis bemo seperti lyn U, JTK2, RT, GS, RBK, H4. Jenis kendaraan yang digunakan untuk moda transportasi ini adalah jenis suzuki carry. Pada pola pergerakan angkutan umum ini, semua jaringan jalan di wilayah studi perencanaan dilalui oleh angkutan umum terbukti dengan bemo lyn JTK2 yang sudah melewati jalan lingkungan. Meskipun telah ada MPU yang melewati jalan lingkungan, untuk faktual masyarakat Kelurahan Kali Rungkut kurang minat terhadapnya. Dibuktikan dengan headway angkutan umum di Kelurahan Kali Rungkut terjadi dengan rata-rata waktu 7 menit per macam angkutan dengan

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

4.7.3. Analisa Fasilitas Transportasi 4.7.3.1 Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) dan Lampu Lalu Lintas Fasilitas transportasi berupa lampu penerangan jalan terdapat di sepanjang jalan utama (arteri sekunder dan kolektor sekunder) dan lokal. Dari segi fungsi dan kondisi prasarana, fasilitas tersebut cukup memadai, dimana lampu penerangan mulai difungsikan menjelang petang hari pukul 17.00 WIB. Sedangkan untuk penerangan jalan lingkungan menggunakan penerangan dari rumah penduduk. Namun, di beberapa waktu yang tak tentu, terdapat lampu penerangan jalan umum yang mati sehingga mengakibatkan berkurangnya jarak pandang pengendara yang cahaya penerangannya hanya berasal dari lampu sorot kendaraan. Secara tidak langsung, hal tersebut mengakibatkan rawan kecelakaan lau lintas. Sedangkan untuk lampu lalu lintas juga mengalami kesamaan dengan lampu PJU, dimana pada suatu waktu yang tentu mati. Terlebih jika matinya lampu lalu lintas tersebut berada di pertigaan Jalan Raya Rungkut, Jalan Kali Rungkut, dan Jalan Rungkut Alang-alang. Hal tersebut mengakibatkan ketidakjelasan berhenti dan jalannya kendaraan transportasi dan mengganggu arus lalu lintas. 4.7.3.2 Lahan Parkir

Ketersediaan lahan parkir bagi kendaraan secara umum dibedakan menjadi 2 yaitu parkir kendaraan di badan jalan (on street parking) dan parkir di luar badan jalan (off street parking).

a) Parkir tepi jalan (On Street Parking) Parkir tepi jalan ini memanfaatkan lebar bahu jalan sekitar 23 meter pada masing masing ruas jalan. Pada siang hari penggunaan parkir tepi jalan semakin banyak pada titik titik tertentu seperti di depan sekolah sehingga mengurangi fungsi kapasitas jalan. Seperti Jalan Raya Rungkut Asri (area sekolah dan perumahan), Jalan Rungkut Asri Utara (area restoran), serta Jalan Rungkut Alang-alang (area pasar). Berkurangnya kapasitas jalan akan menghalangi kinerja laju kendaraan dari satu arah tertentu dengan melihat lebar badan jalan yang tidak memenuhi persyaratan (menyempit) atau berbentuk bottle neck sehingga menyebabkan kemacetan yang bisa terjadi seperti jamjam makan siang untuk area restoran dan fasilitas pendidikan (sekolah). b) Parkir Halaman (Off Street Parking) Penyediaan sarana parkir halaman banyak jumlahnya dikarenakan area perdagangan dan jasa, industri, bahkan perumahan sudah mengalokasikan lahan untuk parkir. Parkir halaman terdapat di pusat perbelanjaan Carefour, perumahan Rungkut Mejoyo, area perdagangan dan jasa Raya Rungkut, serta pusat industri SIER. 4.7.3.3 Pangkalan Pangkalan yang terdapat pada wilayah studi Kelurahan Kali Rungkut adalah pangkalan angkutan umum, becak, dan ojek. Pangkalan angkot di wilayah perencanaan terdapat Perumahan Rungkut Harapan yang berada di Jalan Rungkut Harapan. Keberadaan Pangkalan angkot yang berupa pangkalan angkot bayangan yang tidak seharusnya ada di lokasi tersebut cukup mengganggu masyarakat karena berada pada permukiman penduduk.

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

Pangkalan becak yang berada di wilayah Kelurahan Kali Rungkut ini banyak dijumpai di sekitar pusat kegiatan. Lokasi pangkalan becak di wilayah studi Kelurahan Kali Rungkut berada di di Jalan Raya Rungkut, Jalan Kali Rungkut khususnya dekat Carefour serta di Jalan Rungkut Asri Utara di depan kantor kelurahan Kali Rungkut. Kondisi dan keberadaan pangkalan becak diatas tidak berpotensi untuk menimbulkan kemacetan karena berada di luat bahu jalan. Pangkalan Ojek yang berada di wilayah Kali Rungkut terletak di Jalan Rungkut Asri Utara berdekatan dengan lokasi pangkalan becak. Hal tersebut dikarenakan adanya pasar krempyeng di dekat kantor kelurahan, sehingga ojek mengakomodir pola pergerakan orang disana 4.7.4 Analisa dan Proyeksi Kebutuhan Jaringan Jalan di Kelurahan Kali Rungkut Tahun 2022.

Analisis ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan penduduk akan jaringan jalan yang ada di Kelurahan Kali Rungkut pada tahun 2022 mendatang. Proyeksi ini didasarkan pada Pedoman Standar Pelayanan Minimal Bidang Penataan Ruang, Permukiman dan Perumahan dan Pekerjaan Umum (Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah No. 534/KPTS/M/2001). Pedoman itu diselenggarakan untuk mendukung penyediaan permukiman, pangan, aksesbilitas dan jaminan peruntukan ruang merupakan kewenangan yang wajib dilaksanakan oleh Daerah Kabupaten/Kota. Berikut ini merupakan tabel yang berisikan standar pelayanan minimal terkait prasarana permukiman perkotaan aspek prasarana lingkungan yakni jalan serta tabel analisis kondisi eksisting pelayanan jaringan jalan di Kelurahan Kali Rungkut.

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

Tabel 4.23. Standar Pelayanan Minimal Jaringan Jalan No. Bidang Pelayanan Indikator Cakupan 1 PERMUKIMAN PERKOTAAN Standar Pelayanan Kuantitas Tingkat Pelayanan Kualitas

PRASARANA LINGKUNGAN : Jaringan Jalan a. Jalan Kota Panjang jalan/Jumlah penduduk. Kecepatan ratarata. Luas Jalan/Luas Kota. Rasio panjang jalan dengan luas wilayah Panjang jalan 0,6 km/1000 penduduk. Rasio luas jalan 5% dari luas wilayah. Panjang jalan 40-60 m/Ha. Lebar 2-5 m. Kecepatan ratarata 15-20 km/jam. Akses ke semua bagian kota dengan mudah.

b. Jalan Lingkungan

Sumber: Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah No. 534/KPTS/M/2001

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

Tabel 4.24. Proyeksi Kebutuhan Jaringan Jalan Tahun 2022 No. Keterangan Panjang Jalan Jalan Kota 1 RW I 3,4 km Jalan LIngkungan 2,2 km Kondisi Eksisting Kecepatan minimal rata-rata (km/jam) 20 Luas jalan Luas Wilayah Aksesibilitas Proyeksi Jumlah Penduduk tahun 2022 Panjang Jalan Kota/Jumlah Penduduk Ratio Luas Jalan/Luas Wilayah (%) Ratio Panjang Jalan Lingkungan/Luas Wilayah

3,57 ha

24,0 ha

Mudah

4195 jiwa

0,8 km/1000 penduduk 0,8 km/1000 penduduk 6,5 km/1000 penduduk 0,4 km/1000 penduduk 0,5 km/1000 penduduk -/3408 jiwa 2,1 km/1000 penduduk -/4195 jiwa -/2097 jiwa 2,6 km/1000 penduduk

14,8%

91,6 m/Ha

RW II

1,3 km

0,3 km

20

0,66 ha

12,2 ha

Mudah

1573 jiwa

5,4%

24,6 m/Ha

RW III

1,7 km

20

0,85 ha

11,7 ha

Mudah

260 jiwa

7,2%

-/11,7

RW IV

2,4 km

0,3 km

20

1,53 ha

23,7 ha

Mudah

5243 jiwa

6,45%

12,65 m/Ha

RW V

1,5 km

0,7 km

20

0,77 ha

11,4 ha

Mudah

2621 jiwa

6,75%

61,4 m/Ha

6 7

RW VI RW VII

1,1 km

0,3 km -

20 20

0,06 ha 0,55 ha

16,2 ha 14,7 ha

Mudah Mudah

3408 jiwa 524 jiwa

0,37% 3,74%

18,51 m/Ha -/14,7

8 9 10

RW VIII RW IX RW X

0,7 km

0,5 km 0,9 km 2,4 km

20 20 20

0,15 ha 0,36 ha 1,26 ha

15,6 ha 19,7 ha 13,5 ha

Mudah Mudah Mudah

4195 jiwa 2097 jiwa 272 jiwa

0,96% 1,83% 9,33%

32 m/Ha 45,68 m/Ha 178 m/Ha

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

11

RW XI

2,1 km

1,5 km

20

1,77 ha

12,1 ha

Mudah

2359 jiwa

0,9 km/1000 penduduk 2,7 km/1000 penduduk 5,9 km/1000 penduduk

14,62%

124 m/Ha

12

RW XIV

0,7 km

0,1 km

20

0,24 ha

13,6 ha

Mudah

252 jiwa

1,76%

7,35 m/Ha

13

RW XV

1,6 km

0,1 km

20

0,94 ha

12,4 ha

Mudah

269 jiwa

7,58%

8 m/Ha

Sumber: Hasil Analisis 2012 : Kondisi Eksisting yang tidak sesuai dengan SPM

Berdasarkan hasil analisis di atas, menunjukkan bahwa ada beberapa hal yang harus diperbaiki sehingga mencukup standar minimal pelayanan prasarana permukiman perkotaan di Kelurahan Kali Rungkut yaitu : Panjang jalan kota di RW IV, V, VI, VIII, IX harus ditambah panjangnya sehingga bisa mengakomodasi 1000 penduduk tiap 0,6 km. Rasio luas jalan kota dengan luas wilayah yang minimal 5%, eksisting di lapangan ada yang tidak sesuai atau di bawah standar pelayanan minimal yang telah ditetapkan yakni di RW VI, VII, VIII, IX, dan XIV. Sedangkan untuk rasio panjang jalan lingkungan dengan luas wilayah yang minimal 40-60 m/Ha, kondisi eksisting di Kelurahan Kali Rungkut dari analisis di atas menunjukkan bahwa mayoritas jalan lingkungan belum sesuai dengan standar pelayanan minimal. Dibuktikan dengan jalan lingkungan yang sesuai hanya di RW I, V, IX, X, dan XI.

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

4.8

ANALISA FASILITAS PERKOTAAN

Fasilitas merupakan salah satu penunjang dalam proses perencanan. Keberadaan dan kualitas fasilitas berperan penting dalam kelancaran aktivitas masyarakat sehari- hari. Fasilitas perkotaan yang terdapat di Kelurahan Kali Rungkut antara lain fasilitas perdangan dan jasa, fasilitas pendidikan, fasilitas peribadatan, fasilitas kesehatan, fasilitas bangunan pemerintah dan bangunan umum, fasilitas olah raga, fasilitas umum, dan fasilitas Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan makam. Fasilitas perkotaan ini cenderung pada pusat pelayanan masyarakat baik yang berhubungan dengan kebutuhan perekonomian, kesehatan,pemerintah dan kebutuhan-kebitihan lainnya. Pada bab analisa fasilitas perkotaan ini akan dilakukan analisa mengenai proyeksi kebuthan jumlah sarana fasilitas perkotaan untuk tahun 2012 sampai dengan tahun 2022. Analisa ini mencakup analisa fasilitas pendidikan, peribadatan, kesehatan, perdagangan dan jasa, bengunan pemerintahan dan bangunan umum, fasilitas olah raga, serta Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan makam. Analisa ini mengacu pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Standar Nasional Indonesia (SNI) 03-1733-2004 Tentang Tata cara Perencanaan Lingkungan Perumahan di Perkotaan. Jumlah penduduk suatu wilayah sangat berpengaruh dalam penentuan kuantitas serta kapasitas sarana fasilitas perkotaan yang akan disediakan pada proyeksi tahun yang akan datang. Oleh sebab itu, perhitungan proyeksi jumlah kebutuhan sarana fasilitas perkotaan untuk 10 tahun ke depan berdasarkan jenis fasilitas perkotaan adalah sebagai berikut: 4.8.1 Fasilitas Perdagangan dan Jasa

dengan kota diarahkan pada pusat pertumbuhan kegiatan masyarakat dengan mempertimbangkan daya dukung dan daya tampung ruang serta lingkup pelayanan. Menurut skala pelayanan, penggolongan jenis sarana perdagangan dan jasa adalah: a. Toko atau warung (skala pelayan unit RT 250 penduduk), yang menjual barang-barang kebutuha sehari-hari. Luas lantai yang dibutuhkan 50 m2 termasuk gudang kecil. Apabila merupakan bangunan tersendiri (tidak menjadi satu dengan rumah tinggal), maka luas tanah yang dibutuhkan adalah 100 m2. Proyeksi jumlah kebutuhan sarana perdagangan berupa toko atau warung di Kelurahan Kali Rungkut pada tahun 2022 adalah sebagai berikut: Toko/warung2022 = = 108,32 = 109 Unit (pembulatan)

Sumber: Hasil Analisis 2012

Berdasarkan perhitungan di atas maka dapat diketahui jumlah kebutuhan sarana fasilitas perdagangan berupa toko atau warung di Kelurahan Kali Rungkut pada tahun 2022 adalah 109 unit dengan luas lantai 50 m2 dan luas tanah 100 m2. b. Pertokoan (skala pelayanan 6.000 penduduk), yang menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari yang lebih lengkap dan pelayanan jasa seperti wartel, fotocopy, dan sebagainya. Luas lantai yang dibutuhkan 1.200 m2. Sedangkan luas tanah yng dibutuhkan 3.000 m2 dan juga dilengkapi dengan tempat parkir kendaraan umum yang dapat dipakai bersama kegiatan lain pada pusat lingkungan seperti saran-sarana lain yang erat kaitannya dengan kegiatan warga, contohnya pos keamanan.

Kegiatan perdagangan dan jasa di Kelurahan Kali Rungkut berkembang pesat, terutama pada koridor-koridor jalan utama, antara lain pada sepanjang koridor Jalan Raya Rungkut yang telah mamapu memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari. Kawasan perdagangan, perniagaan, dan jasa komersial dengan jasa pelayanan lingkungan sampai

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

Proyeksi jumlah kebutuhan akan sarana fasilitas perdagangan berupa pertokoan di Kelurahan Kali Rungkut pada tahun 2022 adalah sebagai berikut: Pertokoan2022 = = 4, 51 = 5 Unit (pembulatan)

Proyeksi jumlah kebutuhan akan sarana fasilitas jasa berupa bank cabang pembantu di Kelurahan Kali Rungkut pada tahun 2022 adalah sebagai berikut: Bank Cabang Pembantu2022 = = 0,9 = 1 Unit (pembulatan)

Sumber: Hasil Analisis 2012

Sumber: Hasil Analisis 2012

Berdasarkan perhitungan di atas maka dapat diketahui jumlah kebutuhan akan sarana fasilitas perdagangan berupa pertokoan di Kelurahan Kali Rungkut pada tahun 2022 adalah sebanyak 5 (lima) unit dengan luas lantai 1.200 m2 dan luas tanah 3.000 m2. c. Pusat pertokoan atau pasar lingkungan (skala pelayanan unit kelurahan 30.000 penduduk), yang menjual keperluan seharihari termasuk sayur, daging, buah, ikan, beras, tepung, bahanbahan pakaian, barang-barang kelontong, alat-alat pelengkap pendidikan, alat-alat rumah tangga, serta pelayanan jasa seperti warnet, wartel, dan sebagainya. Luas lahan yang dibutuhkan 10.000 m2. Proyeksi jumlah kebutuhan akan sarana fasilitas perdagangan berupa pusat pertokoan atau pasar lingkungan di Kelurahan Kali Rungkut pada tahun 2022 adalah sebagai berikut: Pusat Pertokoan/ Pasar Lingkungan2022 =
Sumber: Hasil Analisis 2012

Berdasarkan perhitungan di atas maka dapat diketahui jumlah kebutuhan akan sarana fasilitas jasa di Kelurahan Kali Rungkut berupa bank cabang pembantu pada tahun 2022 adalah sebanyak 1 (satu) unit dengan luas lahan minimal 100 m2. Perkiraan jumlah fasilitas perdagangan dan jasa yang diperlukan di Kelurahan Kali Rungkut pada tahun 2012 hingga tahun 2022 dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:
Tabel 4.25 Perhitungan Proyeksi Fasilitas Perdagangan dan Jasa Kelurahan Kali Rungkut Tahun 2012-2022 No. Jenis Fasilitas Perdagan gan dan Jasa Kondisi Eksistin g (unit) Jumlah Pendud uk yang Dilayan i (jiwa) Luas Lahan Minima 2 l (m ) Radius Pencap aian 2 (m ) Proyeksi Kebutuhan Tahun 2022 (unit) Jumlah yang Belum Terpenu hi (unit)

= 0,9 = 1 Unit

(pembulatan)

1. 2. 3. 4.

Perdagangan: Toko/ Warung Pertokoa n Pusat Pertokoa n/ Pasar Lingkung an 38 5 3 250 6.000 30.000 100 3.000 10.000 109 5 1 70 -

Berdasarkan perhitungan di atas maka dapat diketahui jumlah kebutuhan akan sarana fasilitas perdagangan di Kelurahan Kali Rungkut berupa pusat pertokoan atau pasar lingkungan pada tahun 2022 adalah sebanyak 1 (satu) unit dengan luas lahan yang dibutuhkan 10.000 m2. d. Bank cabang pembantu dengan skala pelayanan 1 (satu) unit bank tersebut melayani 30.000 penduduk dengan membutuhkan luas lahan minimal 100 m2.

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

No.

Jenis Fasilitas Perdagan gan dan Jasa Jasa: Bank TOTAL

Kondisi Eksistin g (unit)

Jumlah Pendud uk yang Dilayan i (jiwa)

Luas Lahan Minima 2 l (m )

Radius Pencap aian 2 (m )

Proyeksi Kebutuhan Tahun 2022 (unit)

Jumlah yang Belum Terpenu hi (unit)

4.8.2. Fasilitas Pendidikan Fasilitas pendidikan yang dimaksud adalah fasilitas pendidikan formal, antara lain Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Perguruan Tinggi. Fasilitas pendidikan di Kelurahan Kali Rungkut dapat dikatakan lengkap karena telah tersedia fasilitas pendidikan dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) hingga jenjang Perguruan Tinggi. a. Taman Kanak-Kanak (TK) Standar yag digunakan dalam perhitungan proyeksi kebutuhan akan fasilitas pendidikan berupa Taman Kanak-Kanak adalah: Berdasarkan minimum penduduk yang mendukung keberadaan Taman Kanak-Kanak (TK) adalah tiap 1 (satu) unit Taman Kanak-Kanak(TK) dibutuhkan 1.000 jiwa, dengan 2 (dua) kelas dan tiap kelasnya terdiri atas 35 murid dengan jenjang usia 5-6 tahun. Luasan tanah yang dibutuhkan untuk fasilitas ini adalah 1.200 m2. Dengan radius pelayanan 500 meter. Lokasi tingkat sekolah ini sebaiknya derada pada tengah-tengah kelompok keluarga, tidak menyeberang jalan raya, dan bergabung denga taman sehingga terjadi pengelompokan kegiatan. Proyeksi jumlah kebutuhan akan fasilitas pendidikan berupa Taman Kanak-Kanak (TK) adalah sebagai berikut: TK2022 = = 27, 08 = 27 Unit (pembulatan)
Sumber: Hasil Analisis 2012

5. 6.

1 47

30.000

100

1 116

70

Sumber: Hasil Analisis 2012

Berdasarkan tabel 4.20 diketahui bahwa banyak yang perlu ditambahkan pada sarana fasilitas perdagangan dan jasa agar sesuai dengan standar pelayanan minimum yang etlah ditetapkan. Meskipun Kelurahan Kali Rungkut dikenal sebagai lokasi perindustrian dan perdagangan dan jasa, akan tetapi jumlah toko atau warung pada kelurahan tersebut hanya 38 unit dan diproyeksikan pada tahun 2022 memerlukan sebanyak 109 unit sehingga perlu dilakukan penambahan sebanyak 70 unit. Untuk sarana fasilitas perdagangan berupa pertokoan telah mencukupi dan untuk pusat pertokoan atau pasar lingkungan telah lebih dari cukup untuk memnuhi standar yang telah ditetapkan pemerintah. Berdasarkan hasil analisis pada aspek fasilitas perdagangan dan jasa ditemukan bahwa sejumlah jenis fasilitas perdagangan dan jasa perlu dtitngkatkan kuantitasnya terutama pada jumlah toko atau warung . Untuk kedepannya diharapkan pihak swasta berperan banyak dalam pengembangan pembangunan toko dan warung di Kelurahan Kali Rungkut. Hal tersebut didukung karena sebagian besar yang membiayai pembangunan toko dan warung yang ada saat ini berasal dari pihak swasta. Akan tetapi untuk selanjutnya, diharapkan peran koordinatif dari pihak pemerintah untuk mendukung usaha dalam pengembangan pembangunan toko atau warung di Kelurahan Kali Rungkut.

Berdasarkan perhitungan di atas dapat diketahui kebutuhan Taman Kanak-Kanak di Kelurahan Kali Rungkut pada tahun 2022 adalah sebanyak 27 unit, dan luas lahan yang dibutuhkan 1.200m2.

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

b. Sekolah Dasar (SD) Standar yang digunakan dalam perhitungan proyeksi kebutuhan akan fasilitas pendidikan berupa Sekolah Dasar (SD) adalah: Minimum penduduk yang mendukung setiap 1 (satu) unit Sekolah Dasar (SD) adalah 1.600 jiwa, dengan 6 kelas dan tiap kelasnya terdiri atas 40 murid dengan usia 7-12 tahun Radius jangkauan pencapaian pelayanan maksimum 1.000 m dengan luas lahan minimum 2.000 m2. Lokasi tingkat Sekolah Dasar (SD) ini diharapkan berada di tengah-tengah kelompok keluarga, tidak menyeberang jalan raya, dan bergabung dengan taman sehingga terjadi pengelompokkan kegiatan. Proyeksi jumlah kebutuhan akan fasilitas pendidikan berupa Sekolah Dasar (SD) adalah sebagai berikut: SD2022 = = 16,93 = 17 Unit (pembulatan)
Sumber: Hasil Analisis 2012

kelas dengan jumlah siswa pada tiap kelasnya adalah 35 siswa. Lokasi tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebaiknya dapat dijangkau oleh kendaraan umum, disatukan dengan lapangan olah raga, dan tidak selalu harus di pusat lingkungan dengan radius pencapaian yang disarankan oleh standar kebutuhan adalah maksimum 1.000 meter. Luasan tanah yang dibutuhkan untuk fasilitas ini adalah 9.000 m2.

Proyeksi jumlah kebutuhan akan fasilitas pendidikan berupa Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah sebagai berikut: SMP2022 = = 5, 64 = 6 Unit (pembulatan)
Sumber: Hasil Analisis 2012

Berdasarkan perhitungan di atas dapat diketahui kebutuhan Sekolah Menengah Pertama di Kelurahan Kali Rungkut pada tahun 2022 adalah sebanyak 6 unit dengan luas lahan 9.000 m2. d. Sekolah Menengah Atas (SMA/MK) Standar yang digunakan dalam perhitungan proyeksi kebutuhan akan fasilitas pendidikan berupa Sekolah Menengah Atas (SMA/MK) adalah dengan memperhatikan kelompok umur 16-18 tahun sebab kelompo umumr tersebut merupakan golongan umur yang menempuh jenjang tersebut. Standar dalam perhitungan setiap 1 (satu) unti Sekolah Menengah Atas (SMA/MK) didukung oleh 4.800 penduduk dengan radius pencapaian 3.000 m dengan luas lahan minimum adalah 12.500 m2. Lokasi yang dianjurkan adalah lokasi yang dapat dijangkau dengan kendaraan umum, disatukan dngan lapangan olah raga, dan tidak selalu harus terletak di pusat lingkungan dengan radius pencapaian yang disarankan oleh standar.

Berdasarkan perhitungan di atas dapat diketahui kebutuhan Sekolah Dasar di Kelurahan Kali Rungkut pada tahun 2022 adalah sebanyak 17 unit, dan luas lahan yang dibutuhkan 2.000m2. c. Sekolah Menengah Pertama (SMP) Standar yang digunakan dalam perhitungan proyeksi kebutuhan akan fasilitas pendidikan berupa Sekolah Menengah Pertama adalah: Minimum penduduk yang mendukung setiap 1 (satu) unit SMP adalah 4.800 jiwa dengan kelompok umur 13-15 tahun. Tingkat pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sesuai dengan standar, menampung sebanyak 18 ruang

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

Proyeksi jumlah kebutuhan akan fasilitas pendidikan berupa Sekolah Menengah Atas (SMA/MK) adalah sebagai berikut: SMA2022 = = 5, 64 = 6 Unit (pembulatan)

No .

Jenis Fasilitas Pendidik an (SMP)

Kondisi Eksisti ng (unit)

Jumlah Pendud uk yang Dilayani (jiwa)

Luas Lahan Minim 2 al (m )

Radius Pencapai 2 an (m )

Proyeksi Kebutuh an Tahun 2022 (unit)

Jumlah yang Belum Terpenu hi (unit)

Sumber: Hasil Analisis 2012

Berdasarkan hasil perhitungan diatas maka dapat diketahui kebutuhan Sekolah Menengah Atas (SMA/MK) di Kelurahan Kali Rungkut pada tahun 2022 adalah sebanyak 6 unit dan dengan luas lahan minimum 12.500 m2. Maka perkiraan jumlah fasilitas pendidikan yang diperlukan di Kelurahan Kali Rungkut pada tahun 2012 hingga tahun 2022 secara keseluruhan dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:
Tabel 4.26 Perhitungan Proyeksi Fasilitas Pendidikan Kelurahan Kali Rungkut Tahun 2012-2022 No . Jenis Fasilitas Pendidik an Taman KanakKanak (TK) Sekolah Dasar (SD) Sekolah Meneng ah Pertama Kondisi Eksisti ng (unit) 12 Jumlah Pendud uk yang Dilayani (jiwa) 1000 Luas Lahan Minim 2 al (m ) 1.200 Radius Pencapai 2 an (m ) Proyeksi Kebutuh an Tahun 2022 (unit) 27 Jumlah yang Belum Terpenu hi (unit) 15

4.

Sekolah Meneng ah Atas (SMA/M K) Pergurua n Tinggi TOTAL

4.800

12.500

3.000

5.

2 27

2 58

31

Sumber: Hasil Analisis 2012

1.

500

2.

1.600

2.000

1.000

17

3.

4.800

9.000

1.000

Pada tabel 4.21 nampak jelas bahwa sarana fasilitas pendidikan berupa Taman Kanak-Kanak (TK) di Kelurahan Kali Rungkut pada tahun 2022 masih perlu ditambahkan sebanyak 15 unit untuk memenuhi standar minimum pelayanan. Sarana fasilitas pendidikan Sekolah Dasar (SD) di Kelurahan Kali Rungkut juga perlu ditambahkan sebanyak 9 unit agar pada tahun 2022 dapat memnuhi standar pelayanan minimum. Hal serupa juga perlu dilakukan pada sarana fasilitas Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kelurahan Kali Rungkut, yakni perlu ditambahkan sebanyak 3 (tiga) unit agar pada tahun 2022 standar pelayanan minimum dapat terpenuhi. Sekolah Menengah Atas (SMA/MK) di Kelurahan Kali Rungkut perlu ditambahkan sebanyak 4 (empat) unit agar pada tahun 2022 standar pelayanan minimum dapat terpenuhi. Sedangkan untuk perguruan tinggi, pada dasarnya lingkup pergururan tinggi adalah nasional sehingga 2 (dua) unit yang ada di Kelurahan Kali Rungkut telah memenuhi standar pelayanan minimum hingga tahun 2022.

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

Berdasarkan hasil analisis pada aspek fasilitas pendidikan ditemukan hasil bahwa hampir secara keseluruhan perlu ditambahkan kuantitasnya yakni Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA/ MK). Untuk kedepan, diharapkan pihak swasta berperan banyak dalampengembangan pembangunan Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA/ MK) di Kelurahan Kali Rungkut. Hal ini dikarenakan sebagian besar yang membiayai pembangunan atas jenis fasilitas tersebut berasal dari pihak swasta. Akan tetapi, diharapkan peran koordinatif dari pihak pemerintah untuk mendukung usaha dalam pengembangan pembangunan Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA/ MK). di Kelurahan Kali Rungkut serta peran serta masyarakat untuk terus menjaga kondisi dan melestarikan fasilitas yang ada. 4.8.3 Fasilitas Peribadatan

Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 03-1733-2004 tentang Tata Cara Perencanaan Lingkungan Perumahan di Perkotaan untuk menentukan fasilitas peribadatan adalah: a. Langgar atau Musholla dibutuhkan oleh kelompok penduduk 250 jiwa dan sekurang-kurangnya disediakan pada tiap unit lingkungan, dengan luas tanah minimum 100m2. b. Masjid kecil dibutuhkan oleh kelompok penduduk 2.500 jiwa, dengan luas lahan minimum adalah 600 m2. c. Masjid kelurahan atau masjid Jami disediakan untuk kelompok penduduk 30.000 jiwa, dengan luas lahan minimum 3,600 m2. d. Masjid kecamatan atau masjid besar disediakan untuk kelompok penduduk 120.000 jiwa, dengan luas lahan minimum 5.400 m2. 1. Langgar atau Musholla Berdasarkan standar di atas maka Kelurahan Kali Rungkut termasuk pada kelompok yang membutuhkan Musholla atau langgar, berikut perhitungan proyeksinya: a. Perhitungan proyeksi kebutuhan sarana fasilitas peribadatan berupa Langgar atau Musholla Langgar2022 = = 108,32 = 108 Unit (pembulatan)

Pemenuhan kebutuhan akan jenis sarana peribadatan di Kelurahan Kali Rungkut sudah cukup terpenuhi dengan penyebaran fasilitas yang merata pula. Berbagai jenis tempat ibadah tersedia dengan penyebaran yang merata di tiap RW, kecuali pada beberapa jenis tempat ibadah khusus penyebarannya tidak merata bahkan tidak tersedia, yakni untuk pura dan vihara. Hal ini dikarenakan pemeluk agama tersebut jumlahnya tidak terlalu banyak. Penambahan jumlah tempat ibadah sejalan dengan pertumbuhan penduduk. Fasilitas peribadatan yang terdapat di Kelurahan Kali Rungkut sebagian besar didominasi oleh masjid dan musholla yang merupakan fasilitas peribadatan bagi penduduk setempat yang memeluk agama Islam. Hal tersebut dikarenakan mayoritas penduduk di Kelurahan Kali Rungkut beragama Islam, yaitu 77% dari total jumlah penduduk tahun 2012. Selain itu terdapat pula gereja bagi umat kristen atau pun katolik.

Sumber: Hasil Analisis 2012

Berdasarkan perhitungan di atas maka langgar atau musholla yang dibutuhkan di Kelurahan Kali Rungkut pada tahun 2022 untuk memenuhi kegiatan peribadatannya sebanyak 108 unit dengan luas lahan minimum 100 m2. 2. Masjid Berdasarkan standar di atas maka Kelurahan Kali Rungkut termasuk pada kelompok yang membutuhkan Masjid Kecil, berikut perhitungan proyeksinya:

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

b. Perhitungan proyeksi kebutuhan sarana fasilitas peribadatan berupa Masjid Kecil Masjid Kecil2022 = = 10,832 = 11 Unit (pembulatan)

Tabel 4.27 Perhitungan Proyeksi Fasilitas Peribadatan Kelurahan Kali Rungkut Tahun 2012-2022 No . Jenis Fasilitas Peribadat an Kondis i Eksisti ng (unit) 36 9 6 51 Jumlah Pendud uk yang Dilayani (jiwa) 250 2500 2.500 Luas Lahan Minim 2 al (m ) Radius Pencapai 2 an (m ) Proyeksi Kebutuh an Tahun 2022 (unit) 108 11 11 130 Jumlah yang Belum Terpenu hi (unit) 72 2 5 79

Sumber: Hasil Analisis 2012

Berdasarkan perhitungan di atas maka Masjid Kecil yang dibutuhkan di Kelurahan Kali Rungkut pada tahun 2022 adalah sebanyak 11 unit dengan luas lahan minimum 600 m2. 3. Gereja Standar yang digunakan dalam perhitungan proyeksi jumlah kebutuhan sarana fasilitas peribadatan berupa gereja adalah sebagai berikut: 1 (unit) gereja melayani 2.500 penduduk dengan luas lahan minimal 600 m2 Berdasarkan standar tersebut maka jumlah kebutuhan sarana fasilitas peribadatan berupa gereja di Kelurahan Kali Rungkut pada tahun 2022, berikut perhitungan proyeksinya: Gereja2022 = = 10,832 = 11 Unit (pembulatan)

1. 2. 3.

Musholla / Langgar Masjid Gereja TOTAL

100 600 600

Sumber: Hasil Analisis 2012

Sumber: Hasil Analisis 2012

Berdasarkan perhitungan di atas maka dapat diketahui jumlah kebutuhan sarana fasilitas peribadatan berupa gereja di Kelurahan Kali Rungkut pada tahun 2022 adalah sebanyak 11 unit dengan luas lahan minimum 600 m2. Maka perkiraan jumlah sarana fasilitas peribadatan yang dibutuhkan Kelurahan Kali Rungkut pada tahun 2012 hingga tahun 2022 secara keseluruhan dapat dilihat pada tabel berikut:

Pada tabel 4.22 dapat diketahui bahwa untuk memenuhi standar pelayanan minimum pada tahun 2022 di Kelurahan Kali Rungkut perlu diberlakukan penambahan pada sarana fasilitas peribadatan. Pada sarana fasilitas peribadatan berupa musholla atau langgar kondisinya saat ini sejumlah 36 unit, dan pada tahun 2022 diproyeksikan perlu sebanyak 108 unit sehingga perlu ditambahkan 72 unit. Hal serupa juga diberlakukan pada fasilitas peribadatan berupa masjid. Jumlah masjid yang ada saat ini di Kelurahan Kali Rungkut adalah 9 unit, dan hasil proyeksi menunjukkan pada tahun 2022 diperlukan ada 11 unit sehingga perlu ditambahkan sebanyak 2 unit. Gereja yang ada saat ini di Kelurahan Kali Rungkut sejumlah 6 unit, dan hasil proyeksi menunjukkan pada tahun 2022 diperlukan ada 11 unit sehingga perlu penambahan sebanyak 5 unit. Berdasarkan hasil analisis pada aspek fasilitas peribadatan ditemukan hasil bahwa hampir secara keseluruhan perlu ditambahkan kuantitasnya yakni musholla/ langgar, masjid, dan gereja. Untuk kedepan, diharapkan pihak swasta dan pihak pemerintah dapat berperan aktif

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

dalam pengembangan pembangunan musholla/ langgar, masjid, dan gereja di Kelurahan Kali Rungkut. Hal ini dikarenakan yang membiayai pembangunan atas jenis fasilitas tersebut yang berada di perumahan dan permukiman umumnya berasal dari pihak swasta, sedangkan untuk fasilitas peribadatan yang terdapat di sepanjang jalan utama kalirngkut dan permukiman perkampungan di biayai pemerintah serta swadaya masyarakat. Tidak lupa peran serta masyarakat untuk terus menjaga kondisi dan melestarikan fasilitas yang ada. 4.8.4 Fasilitas Kesehatan

Poliklinik2022 =

= 0,90 = 1 Unit (pembulatan)

Sumber: Hasil Analisis 2012

Fasilitas kesehatan yang di Kelurahan Kali Rungkut dapat dikatakan lengkap, hal ini mengindikasikan bahwa secara keseluruhan untuk fasilias kesehatan dengan skala pelayanan lokal seperti praktek dokter, puskesmas, bidan, posyandu, apotek, klinik, dan lain sebagainya telah mampu melayani kebutuhan penduduk Kelurahan Kali Rungkut. Standar yang digunakan dalam perhitungan mengacu pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan standar Nasional Indonesia (SNI) 031733-2004 Tentang Tata Cara Perencanaan Lingkungan Perumahan di Perkotaan. Fasilitas kesehatan yang dianalisis antara lain poliklinik, puskesmas, pembantu posyandu, praktek dokter, dan apotek. Berikut standar-standar terkait fasilitas kesehatan: a. Poliklinik Standar yang digunakan dalam perhitungan proyeksi kebutuhan fasilitas kesehatan berupa poliklinik adalah: 1 (satu) unit poliklinik tersebut melayani 30.000 penduduk dan membutuhkan lahan minimal seluas 3.000 m2 dan dengan radius pencapaian maksimum 4.000 meter. Lokasi setingkat poliklinik ini diharapkan dapat dijangkau kendaraan umum. Proyeksi jumlah kebutuhan akan fasilitas kesehatan berupa poliklinik di Kelurahan Kali Rungkut adalah sebagai berikut:

Berdasarkan perhitungan di atas maka jumlah kebutuhan akan sarana fasilitas kesehatan berupa poliklinik di Kelurahan Kali Rungkut pada tahun 2022 ada sebanyak 1 (satu) unit dengan luas lahan minimum 3.000 m2 dan radius pencapaian maksimum 4.000 m2. b. Puskesmas Pembantu Standar yang digunakan dalam perhitungan proyeksi kebutuhan fasilitas kesehatan berupa puskesmas pembantu adalah: 1 (satu) unit puskesmas pembantu mampu melayani 30.000 penduduk dan membutuhkan lahan minimal seluas 300 m2 dan dengan radius pencapaian maksimum 1.500 meter. Lokasi setingkat puskesmas pembantu ini diharapkan dapat dijangkau dengan kendaraan umum. Proyeksi jumlah kebutuhan akan fasilitas kesehatan berupa puskesmas pembantu di Kelurahan Kali Rungkut adalah sebagai berikut: Puskesmas Pembantu2022 = = 0,90 = 1 Unit (pembulatan)

Sumber: Hasil Analisis 2012

Berdasarkan perhitungan di atas maka diketahui jumlah kebutuhan sarana fasilitas kesehatan berupa puskesmas pembantu di Kelurahan Kali Rungkut pada tahun 2022 adalah sebanyak 1 (satu) unit dengan luas lahan minimum 300 m2 dan radius pencapaian maksimum 1.500 meter.

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

c. Posyandu Standar yang digunakan dalam perhitungan proyeksi kebutuhan fasilitas kesehatan berupa pasyandu adalah: 1 (satu) unit tersebut melayani 1.250 penduduk dan membutuhkan lahan minimal sebesar 60 m2 dan dengan radius pencapaian maksimum 500 meter. Lokasi setingkat posyandu ini diharapkan berda ditengah-tengah kelompok tetangga dan tidak menyeberang jalan raya. Proyeksi jumlah kebutuhan akan fasilitas kesehatan berupa posyandu di Kelurahan Kali Rungkut adalah sebagai berikut: Posyandu2022 = = 21,6 = 22 Unit (pembulatan)

Berdasarkan perhitungan di atas maka diketahui jumlah kebutuhan sarana fasilitas kesehatan berupa praktik dokter di Kelurahan Kali Rungkut pada tahun 2022 adalah sebanyak 6 unit dengan radius pencapaian 1.500 meter. e. Apotek Standar yang digunakan dalam perhitungan proyeksi kebutuhan fasilitas kesehatan berupa apotek adalah: 1 (satu) unit apotek tersebut melayani 30.000 penduduk dan membutuhkan lahan minimal 250 m2 dan dengan radius pencapaian maksimum 1.500 meter. Lokasi setingkat apotek ini diharapkan mudah dijangkau kendaraan umum. Proyeksi jumlah kebutuhan fasilitas kesehatan berupa apotek di Kelurahan Kali Rungkut adalah sebagai berikut: Apotek2022 = = 0,90 = 1 Unit (pembulatan)

Sumber: Hasil Analisis 2012

Berdasarkan perhitungan di atas maka diketahui jumlah kebutuhan sarana failitas kesehatan berupa posyandu di Kelurahan Kali Rungkut pada tahun 2022 adalah sebanyak 22 unit dengan luas lahan minimum 60 m2 dan radius pencapaian maksimum 500 meter. d. Praktik dokter Standar yang digunakan dalam perhitungan proyeksi kebutuhan fasilitas kesehatan berupa praktik dokter adalah: 1 (satu) unit praktik dokter melayani 5.000 penduduk dengan radius pencapaian 1.500 meter. Lokasi setingkat praktik dokter ini diharapkan dapat dijangkau dengan kendaraan umum. Proyeksi jumlah kebutuhan fasilitas kesehatan berupa praktik dokter di Kelurahan Kali Rungkut adalah sebagai berikut: Praktik Dokter2022 = = 5,41 = 6 Unit (pembulatan)

Sumber: Hasil Analisis 2012

Berdasarkan perhitungan di atas maka diketahui jumlah kebutuhan sarana fasilitas kesehatan berupa apotek di Kelurahan Kali Rungkut adalah sebanyak 1 (satu) unit dengan luas lahan minimum 250 m2 dan radius pencapaian maksimum 1.500 meter. Maka perkiraan jumlah sarana fasilitas kesehatan di Kelurahan Kali Rungkut pada tahun 2012 hingga tahun 2022 secara keseluruhan adalah sebagai berikut:

Sumber: Hasil Analisis 2012

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

Tabel 4.28 Perhitungan Proyeksi Fasilitas Kesehatan Kelurahan Kali Rungkut Tahun 2012-2022 No . Jenis Fasilitas Kesehata n Poliklinik Puskesm as Pembant u Posyand u Praktik Dokter Apotek TOTAL Kondisi Eksisti ng (unit) 1 1 Jumlah Pendud uk yang Dilayani (jiwa) 30.000 30.000 Luas Lahan Minim 2 al (m ) 3000 300 Radius Pencapai 2 an (m ) Proyeksi Kebutuh an Tahun 2022 (unit) 1 1 Jumlah yang Belum Terpenu hi (unit) -

1. 2.

4.000 1.500

pemerintah dapat berperan aktif dalam pengembangan pembangunan seluruh jenis fasilitas kesehatan di Kelurahan Kali Rungkut. Hal ini dikarenakan yang membiayai pembangunan atas jenis fasilitas tersebut secara umum adalah pihak pemerintah. Akan tetapi, untuk menunjang perbaikan baik dari segi kuantitas maupun kualitas diharapkan pula ada pihak swasta ikut koordinasi secara aktif dalam pembangunan fasilitas yang terdapat di Kelurahan Kali Rungkut. Tidak lupa peran serta masyarakat untuk terus menjaga kondisi dan melestarikan fasilitas yang ada. 4.8.5 Fasilitas Bangunan Pemerintahan Dan Bangunan Umum

3. 4. 5.

21 32 9 64

1.250 5.000 30.000

60 250

500 1.500 1.500

22 6 1 31

1 1

Fasilitas bangunan pemerintah adalah kantor-kantor administrasi pemerintahan (eksekuitf, legislatif, dan yudikatif) dan kantor pemerintah lainnya seperti kantor polisi, kantor pos, kantor teleon, PLN, PDAM, dan lain sebagainya yang berkaitan erat dengan tata pemerintahan. Fasilitas pemerintahan dan bangunan umum terdapat di Kelurahan Kali Rungkut ini dibagi menjadi 3 (tiga) unit pelayanan, yakni Unit Masyarakat, Unit Lingkungan, dan Unit Distrik. a. Lingkup Unit Masyarakat Standar pelayanan minimum yang dibutuhkan pada fasilitas bangunan pemerintahan dan bangunan umum untuk lingkup unit masyarakat adalah untuk 2.500 jiwa dalam bentuk balai RW dan pos keamanan lingkungan dengan luas lahan minimum 472 m2. Proyeksi kebutuhan sarana fasilitas bangunan umum dan bangunan pemerintahan dalam lingkup unit masyarakat di Kelurahan Kali Rungkut pada tahun 2022 adalah sebagai berikut: Bangunan Umum Lingkup Unit Masyarakat2022 =
Sumber: Hasil Analisis 2012

Sumber: Hasil Analisi 2012

Berdasarkan data tabel 4.23 maka dapat diketahui bahwa secara keseluruhan kuantitas sarana fasilitas kesehatan di Kelurahan Kali Rungkut telah terpenuhi dan pada tahun 2022 diprediksi tidak akan jauh berbeda dengan kondisis fasilitas pada tahun 2012. Namun pada sarana fasilitas kesehatan berupa posyandu perlu ditambahkan 1 (satu) unit agar pada tahun 2022 dapat memenuhi standar pelayanan minimum yang telah menjadi acuan. Berdasarkan hasil analisis pada aspek fasilitas kesehatan ditemukan hasil bahwa hampir secara keseluruhan tidak perlu ditambahkan kuantitasnya. Hanya saja pada posyandu perlu ditambahkan 1 (satu) seperti pada penjelasan di atas. Untuk kedepan, diharapkan pihak

= 10,8 = 11 (Pembulatan)

Berdasarkan perhitungan di atas maka sarana fasilitas bangunan umum dan pemerintahan lingkup unit masyarakat yang

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

dibutuhkan di Kelurahan Kali Rungkut pada tahun 2022 adalah sebanyak 11 unit dengan luas lahan 472 m2. b. Lingkup Unit Lingkungan Standar pelayanan minimum yang dibutuhkan pada fasilitas bangunan pemerintahan dan bangunan umum untuk unit lingkungan adalah untuk 30.000 jiwa yaitu tersedia 1 (satu) unit kantor pos pembantu, dan kantor kelurahan dengan luas lahan 3.512 m2. Proyeksi kebutuhan sarana fasilitas bangunan umum dan bangunan pemerintahan dalam lingkup unit lingkungan di Kelurahan Kali Rungkut pada tahun 2022 adalah sebagai berikut: Bangunan Umum Lingkup Unit Lingkungan2022 =
Sumber: Hasil Analisis 2012

Tabel 4.29 Perhitungan Proyeksi Fasilitas Bangunan Pemerintahan dan Bangunan Umum Kelurahan Kali Rungkut Tahun 2012-2022 No. Jenis Fasilitas Bangunan Pemerinta han dan Bangunan umum Kondis i Eksisti ng (unit) Jumlah Pendud uk yang Dilayani (jiwa) Luas Lahan Minim 2 al (m ) Radius Pencapai 2 an (m ) Proyeksi Kebutuhan Tahun 2022 (unit) Jumlah yang Belum Terpenu hi (unit)

1. 2. 3.

Lingkup Unit Masyarakat Balai RW 25 2.500 472 472 11 11 -

= 0,9 = 1 (Pembulatan)

Berdasarkan perhitungan di atas maka sarana fasilitas bangunan umum dan pemerintahan lingkup unit lingkungan yang dibutuhkan di Kelurahan Kali Rungkut pada tahun 2022 adalah sebanyak 1 (satu) unit dengan luas lahan 3.512 m2. c. Lingkup Unit Distrik Standar pelayanan minimum yang dibutuhkan pada fasilitas bangunan pemerintahan dan bangunan umum untuk unit lingkungan distrik adalah adanya fasilitas pemerintahan berskala kecamatan yakni kantor kecamatan, kantor PLN, kantor PDAM, dan lain sebagainya. Bagi penduduk setempat fasilitas tersebut masih dapat dilayani oleh fasilitas sejenis yang ada di sekitar wilayah perencanaan. Maka, jumlah kebutuhan sarana fasilitas bangunan pemerintahan dan bangunan umum di Kelurahan Kali Rungkut pada tahun 2012 hingga tahun 2022 secara keseluruhan adalah sebagai berikut:

4. 5.

Pos 50 2.500 Keamana n Lingkunga n Lingkup Unit Lingkungan Kantor 1 Pos Pembantu Kantor 1 Kelurahan Lingkup Unit Distrik 1 30.000

3.512

6. 7. 8.

30.000

3.512

Kantor Kecamata n 9. Kantor PLN 10. Kantor PDAM TOTAL

120.000

1 1 80

120.000 120.000

1 1 27

Sumber: Hasil Analisis 2012

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

Berdasarkan tabel 4.24 dapat diketahui bahwa secara garis besar sarana fasilitas bangunan pemerintahan dan bangunan umum di Kelurahan Kali Rungkut telah terpenuhi dan pada tahun 2022 diprediksi tidak akan jauh berbeda dengan kondisi fasilitas pada tahun 2012. Justru kondisi eksisting fasilitas bangunan umum dan pemerintahan seperti balai RW dan pos keamanan lingkungan melampaui dari jumlah yang diproyeksikan. Berdasarkan hasil analissi pada aspek fasilitas bangunan umum dan pemerintahan diketahui bahwa tidak perlu ditambahkan kuantitasnya, akan tetapi untuk menjaga kualitasnya perlu peran dari pihak pemerintah. Hal ini dikarenakan pada umumnya bangunan tersebut memang sejak awal dibiayai oleh pemerintah. Dukungan dari masyarakat sekitar juga perludalam menjaga fasilitas tersebut agar tetap terawat dan dapat digunakan secara optimal. 4.8.6. Fasilitas Olah Raga Fasilitas olah raga yang terdapat di Kelurahan Kali Rungkut meliputi fasilitas olah raga ruang tertutup (berupa GOR)dan ruang terbuka atau out door (lapangan) yang diantaranya digunakan untuk jenis olah raga biliard, voli, bulu tangkis, basket, sepak bola, dan fitness. Sedangkan untuk pengembangannya diutamakan pada peningkatan dari segi kualitas fasilitas yang ada saat ini, baik ditinjau dari peningkatan daya tampung maupun mutu sarana dan prasananya, hal ini mengingat tidak memungkinkannya peningkatan secara kuantitas sebab keterbatas lahan yang ada di Kelurahan Kali Rungkut. Melihat yang ada pada saat ini, jumlah sarana fasilitas olah raga sudah mencukupi dan mampu pelayani kebutuhan penduduk Kelurahan Kali Rungkut akan fasilitas olah raga meninjau jumlah fasilitas olah raga yang tersedia sebanyak 6 unit. Untuk fasilitas olahraga akan diutamakan dalam peningkatan dari segi kualitas, sebab secara kuantitas dirasa cukup dan teah memnuhi kebutuhan yang ada. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan untuk

memberi penambahan jumlah pada fasilitas olahraga di Kelurahan Kali Rungkut ini. Dalam upaya peningkatan kualitas, diharapkan kedepannya pihak pemerintah dan pihak sasta dapat saling berkoordinasi aktif untuk mendukung pengembangan pembangunan fasilitas olahraga di Kelurahan Kali Rungkut. Nantinya, pihak swasta dapat lebih difokuskan pada fasilitas olahraga yang terdapat pada permukiman. Sedangkan untuk fasilitas olahraga yang publik akan diarahkan untuk pihak pemerintah. Tentunya peran serta dari masyrakat untuk menjaga dan merawat fasilitas tersebut juga sangatlah penting. 4.8.7. Fasilitas Ruang Terbuka Hijau (RTH) Dan Makam Penggunaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di wilayah perencanaan terdiri atas makam, lahan kosong, Ruang Terbuka Hijau (RTH) lingkungan, dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) lokal. Luas wilayah untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kelurahan Kali Rungkut sebesar 8 Ha atau 3,09 % dari luas wilayah. Penentuan standar keseluruhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah: a. Setiap unit RT kawasan berpenduduk 250 jiwa dibutuhkan minimal 1 (satu) untuk taman yang dapat memberikan kesegaran pada kota, baik udara segar maupun cahaya matahari, sekaligus tempat bermain anak-anak. Sekurang-kurangnya diperlukan 250 m2 atau dengan standar 1 m2 / penduduk. Berdasarkan standar di atas maka proyeksi jumlah kebutuhan sarana fasilitas Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan makam untuk unit RT di Kelurahan Kali Rungkut pada tahun 2022 adalah sebagai berikut: RTH Unit RT2022 = = 320 m2

Sumber: Hasil Analisis 2012

Berdasarkan perhitungan di atas dapat diketahui jumlah kebutuhan sarana fasilitas Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan makam

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

untuk unit RT di Kelurahan Kali Rungkut pada tahun 2022 adalah sebesar 320 m2. b. Setiap unit RW kawasan berpenduduk 2.500 jiwa diperlukan sekurang-kurangnya 1 (satu) daerah terbuka berupa taman, di samping daerah-daerah terbuka yang telah ada pada tiap kelompok 250 penduduk, sebaiknya yang berfungsi sebagai taman tempat main anak-anak dan lapangan olah raga untuk kegiatan olah raga. Luas lahan minimal 1.250 m2 atau dengan standar 0,5 m2 / penduduk. Berdasarkan standar di atas maka proyeksi jumlah kebutuhan sarana fasilitas Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan makam untuk unit RW di Kelurahan Kali Rungkut pada tahun 2022 adalah sebagai berikut: RTH Unit RW2022 = = 64 m2

Berdasarkan perhitungan di atas dapat diketahui jumlah kebutuhan sarana fasilitas Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan makam untuk unit kelurahan di Kelurahan Kali Rungkut pada tahun 2022 adalah sebanyak 9 m2 Maka proyeksi jumlah kebutuhan sarana fasilitas Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan makam di Kelurahan Kali Rungkut pada tahun 2012 hingga tahun 2022 adalah sebagai berikut:
Tabel 4.30 Perhitungan Proyeksi Fasilitas Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Makam Kelurahan Kali Rungkut Tahun 2012-2022 No . Jenis Fasilitas Bangunan Pemerintaha n dan Bangunan umum RTH Lingkungan RTH unit RT RTH unit RW RTH unit Kelurahan TOTAL 8 250 2.500 30.000 8 250 1.250 9.000 320 64 9 393 Kondisi Eksistin g (Ha) Jumlah Pendudu k yang Dilayani (jiwa) Luas Lahan Minima 2 l (m ) Radius Pencapaia 2 n (m ) Proyeksi Kebutuha n Tahun 2 2022 (m )

Sumber: Hasil Analisis 2012

Berdasarkan perhitungan di atas dapat diketahui jumlah kebutuhan sarana fasilitas Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan makam untuk unit RW di Kelurahan Kali Rungkut pada tahun 2022 adalah sebanyak 64 m2. c. Setiap unit kelurahan kawasan berpenduduk 30.000 jiwa. Pada unit ini diperlukan taman dan lapangan olah raga untuk melayani kebutuhan kegiatan penduduk di area terbuka, seperti pertandingan olah raga, upacara, dan kegiatan lainnya. Luas lahan minimal seluas 9.000 m2 atau dengan standar 0,3 m2/ penduduk. Berdasarkan standar di atas maka proyeksi jumlah kebutuhan sarana fasilitas Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan makam untuk unit kelurahan di Kelurahan Kali Rungkut pada tahun 2022 adalah sebagai berikut: RTH Unit Kelurahan2022 = = 8,89 = 9 m2 (pembulatan)

1. 2. 3. 4.

Sumber: Hasil Analisis 2012

Sumber: Hasil Analisis 2012

Berdasarkan tabel 4.25 dapat diketahui bahwa sarana fasilitas Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan makam di Kelurahan Kali Rungkut Sangatlah kurang untuk memenuhi proyeksi kebutuhan akan fasilitas tersebut pada tahun 2022. Kondisi eksisting Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kelurahan Kali Rungkut yang ada saat ini sudah sangatlah kurang mengingat hanya 3 % dari luas lahan seluruhnya yang digunakan, padahal seharusnya berdasarkan standar pelayanan minimum luas Ruang Terbuka

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

Hijau (RTH) mencapai 30% dari luas total. Sangat perlu dilakukan tinjauan ulang pada sarana fasilitas Ruang Terbuka Hijau (RTH) agar dapat memenuhi standar yang diinginkan. Fasilitas Ruang Terbuka Hijau (RTH) Dan makam yang tedapat di Kelurahan Kali Rungkut sangatlah kurang. Oleh karenanya, pihak pemerintah dan pihak swasta mengadakan suatu program untuk mengakali permasalahan tersebut yakni mengadakan program green and clean atau bisa juga dikatakan sebagai kampung smart. Program ini juga mendapat dukungan penuh dari masyarakat Kelurahan Kali Rungkut. Hal ini menjadikan kualitas dari RTH yang ada semakin baik. Tentunya diharapkan untuk kedepan hal ini tetap berlangsung. Koordinasi dari pihak pemerintah, swasta, dan masyarakat merupakan kunci utama agar kedepan fasilitas RTH dan makam semakin baik baik dari segi kuantitas maupun kualitas.

Selanjutnya dengan membandingkan antara supply dan demand jaringan utilitas yang ada di wilayah studi, maka dapat diproyeksi apakah kondisi yang ada sudah dapat memenuhi kebutuhan masyarakat bahkan hingga beberapa tahun kedepan 4.9.1 Analisa Jaringan Air Bersih

Di wilayah Kelurahan Kali Rungkut pada umumnya air bersih dikonsumsi untuk perumahan, fasilitas perdagangan jasa, perkantoran dan fasilitas umum. Untuk memproyeksikan kebutuhan air bersih di Kelurahan Kali Rungkut yaitu dengan menggunakan standarisasi dari berbagai sumber yang pernah digunakan dalam menyusun produk perencanaan seperti rencana tata ruang Surabaya. Kebutuhan air bersih di Kelurahan Kali Rungkut dihitung berdasarkan materi mata kuliah Prasarana Wilayah dan Kota I yaitu kebutuhan air bersih untuk pemukiman sebesar 100 liter/orang/hari. Jadi, jumlah penduduk Kelurahan Kali Rungkut pada tahun 2022 diperkirakan berjumlah 27.321 jiwa. Sehingga didapat hasil perhitungan kebutuhan air bersih di Kelurahan Kali Rungkut berdasarkan standar dan proyeksi yang ada selama 10 tahun kedepan yaitu dari tahun 2013 hingga tahun 2022 disajikan pada tabel berikut.
Tabel 4.31 Proyeksi Kebutuhan Air Bersih Kelurahan Kali Rungkut No Tahun Jumlah Penduduk (Jiwa) 23.775 24.157 24.517 Kebutuhan Air Bersih (Liter/Hari) 2.377.500 2.415.700 2.451.700

4.9

ANALISA UTILITAS

Dalam proses penyusunan perencanaan suatu wilayah, adanya data mengenai utilitas perkotaan merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Aspek utilitas ini menjadi sangat penting, sebab tingkat keberadaan utilitas pada suatu wilayah atau kota dapat menjadi gambaran tingkat kesejahteraan penduduk yang bermukim di disana. Utilitas perkotaan dasar yang pada umumnya harus dikaji meliputi jaringan air bersih, jaringan listrik , jaringan telepon, pembuangan sampah, saluran pematusan, dan sanitasi. Pengumpulan data mengenai keseluruhan utlitas tersebut didapat baik dengan cara survei primer maupun sekunder dari materi mata kuliah yang telah diberikan sebelumnya. Analisa utilitas perkotaan dilakukan dengan melihat tiga aspek utama yaitu kualitas, kuantitas, dan distribusi dari jaringan utilitas.

1 2 3

2012 2013 2014

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

No

Tahun

Jumlah Penduduk (Jiwa) 24.995 25.479 25.973 26.477 26.991 27.514 28.048 28.592

Kebutuhan Air Bersih (Liter/Hari) 2.499.500 2.547.900 2.597.300 2.647.700 2.699.100 2.751.400 2.804.800 2.859.200

4 5 6 7 8 9 10 11

2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022

berdiameter besar yang melewati Kelurahan Kali Rungkut tersebut juga memungkinkan apabila suatu saat kebutuhan air bersih di Kelurahan Kali Rungkut meningkat drastis seperti yang diproyeksikan, dan diperlukan pipa sambungan permukiman yang lebih banyak. 4.9.2 Analisa Jaringan Listrik

Di wilayah Kelurahan Kali Rungkut pada umumnya energi listrik digunakan untuk perumahan, fasilitas perdagangan jasa, perkantoran dan fasilitas umum. Untuk memproyeksikan kebutuhan energi listrik di Kelurahan Kali Rungkut yaitu dengan menggunakan standarisasi dari berbagai sumber yang pernah digunakan dalam menyusun produk perencanaan seperti Rencana Tata Ruang Surabaya. Kebutuhan listrik di Kelurahan Kali Rungkut dihitung berdasarkan pada materi mata kuliah Prasarana Wilayah dan Kota I tentang sistem jaringan listrik yaitu kebutuhan energi listrik untuk pemukiman membutuhkan sebesar 900 watt per unit rumah/Kepala Keluarga. Perhitungan kebutuhan listrik dihitung dengan asumsi satu buah rumah/Kepala Keluarga = 5 jiwa. Perhitungan kebutuhan energi listrik di Kelurahan Kali Rungkut berdasarkan standar dan proyeksi yang ada selama 10 tahun kedepan yaitu dari tahun 2013 hingga tahun 2022 disajikan pada tabel berikut.

Sumber: Hasil analisa Tahun 2012

Berdasarkan tabel di atas, terlihat bahwa kebutuhan air bersih Kelurahan Kali Rungkut terus meningkat sebanding dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Dari analisa proyeksi jumlah kebutuhan air bersih diatas dapat dilihat total kebutuhan air bersih di Kelurahan Kali Rungkut pada tahun 2022 adalah 2.859.200 liter/hari = 33,1 liter/detik, sedangkan kebutuhan air bersih saat ini adalah 2.240.200 liter/hari = 25,9 liter/detik. Jumlah sumber air bersih saat ini yang terdiri dari PDAM dan sumur gali yaitu 6.486 sumber untuk setiap kepala keluarga. Dalam RDTRK UP Rungkut 2010 disebutkan bahwa suplai air bersih rata-rata saat ini adalah 41 liter/detik, sehngga dapat dikatakan kebutuhan air bersih di Kelurahan Kali Rungkut sudah memenuhi kebutuhan. Distribusi jaringan air bersih di Kelurahan Kali Rungkut sudah merata mengingat terdapat Pipa berdiameter 20 hingga 80 cm. Secara kualitas, pipa-pipa tersebut dalam kondisi baik. Adanya pipa-pipa

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

Tabel 4.32 Proyeksi Kebutuhan Energi Listrik Kelurahan Kali Rungkut No Tahun Jumlah Penduduk (Jiwa) 23.775 24.157 24.517 24.995 25.479 25.973 26.477 26.991 27.514 28.048 28.592 Kebutuhan Energi Listrik (watt)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022

4.279.500 4.348.260 4.413.060 4.499.100 4.586.220 4.675.140 4.765.860 4.858.380 4.952.520 5.048.640 5.146.560

SUTR (Saluran Udara Tegangan Rendah) maka tidak akan ada masalah jika kedepannya kebutuhan listrik di Kelurahan Kali Rungkut meningkat drastis dan perlu dilakukan peningkatan daya seperti yang telah diproyeksikan. Pada saat ini kebutuhan listrik Kelurahan Kali Rungkut mencapai 4.279.500 watt. Selain itu, berdasarkan tabel sumber listrik dan penggunaannya di Kelurahan Kali Rungkut dengan mengasumsikan bahwa 1 Kepala Keluarga (KK) = 5 jiwa sehingga disana terdapat kurang lebih 4.681 KK, maka dapat dibandingkan antara kondisi eksisting jaringan listrik yang tersedia saat ini dengan kebutuhan masyarakat yang ada. Pada tabel tersebut dapat diketahui jumlah listrik PLN yang menjangkau Kelurahan Kali Rungkut sebanyak 6.487 unit, sedangkan setiap 1 KK harus memiliki 1 unit listrik PLN (Prasarana Wilayah dan Kota I). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kuantitas jumlah saaluran listrik yang ada telah melayani seluruh masyarakat di Kelurahan Kali Rungkut. Bahkan melihat kondisi eksistingnya, jumlah saluran listrik telah melebihi kebutuhan dari masyarakat sehingga hal ini dapat menjadi potensi di wilayah studi. 4.9.3 Analisa Jaringan Telepon

Sumber : Hasil analisa Tahun 2012

Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa jumlah kebutuhan energi listrik di Kelurahan Kali Rungkut meningkat berbanding lurus dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Dari analisa perkiraan jumlah kebutuhan listrik diatas, kebutuhan listik di Kelurahan Kali Rungkut pada tahun 2022 mencapai 5.146.560 watt. Pada saat ini kebutuhan listrik di Kelurahan Kali Rungkut sudah cukup terpenuhi dengan baik dan distribusi jaringannya sudah tersebar merata pada pemukiman penduduk. Kelurahan Kali Rungkut dilalui oleh infrastruktur jaringan SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi), SUTM (Saluran Udara Tegangan Menengah), dan

Kebutuhan jaringan telepon yang akan dianalisis disini adalah jaringan telepon kabel, sedangkan jaringan telepon nirkabel/genggam tidak perlu diproyeksikan sebab keberadaanya tidak terlalu berdampak besar pada penggunaan lahan atau penyediaan prasarana dan sarana di Kelurahan Kali Rungkut. Pada saat ini terdapat lima Base Transceiver Station (BTS) di Kelurahan Kali Rungkut, infrastruktur tersebut sudah memenuhi dan mencakup dengan baik kebutuhan jaringan telepon nirkabel di kawasan Kelurahan Kali Rungkut hingga beberapa puluh tahun kedepan.

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

Perhitungan kebutuhan sambungan telepon ini berdasarkan standar yang ada pada materi mata kuliah Prasarana Wilayah dan Kota I tentang sistem jaringan telepon yaitu untuk pemukiman/perumahan harus disediakan sambungan telepon sebanyak 1 sambungan, sehingga diasumsikan tiap 1 Kepala Keluarga (KK) = 5 jiwa memiliki satu sambungan telepon. Perhitungan kebutuhan sambungan telepon di Kelurahan Kali Rungkut berdasarkan standar dan proyeksi yang ada selama 10 tahun kedepan yaitu dari tahun 2013 hingga tahun 2022 disajikan pada tabel berikut:
Tabel 4.33 Proyeksi Kebutuhan Sambungan Telepon Kelurahan Kali Rungkut No (1) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Tahun (2) 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 Jumlah Penduduk (Jiwa) (3) 23.775 24.157 24.517 24.995 25.479 25.973 26.477 26.991 27.514 28.048 Kebutuhan Sambungan Telepon (Unit) (4) 4.755 4.831 4.903 4.999 5.096 5.195 5.295 5.398 5.503 5.610

No (1) 11

Tahun (2) 2022

Jumlah Penduduk (Jiwa) (3) 28.592

Kebutuhan Sambungan Telepon (Unit) (4) 5.718

Sumber : Hasil analisa Tahun 2012

Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa jumlah kebutuhan sambungan telepon di Kelurahan Kali Rungkut meningkat berbanding lurus dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Dari analisa perkiraan jumlah kebutuhan sambungan telepon diatas, kebutuhan sambungan telepon di Kelurahan Kali Rungkut pada tahun 2012 sebanyak 4.775 unit hingga pada tahun 2022 kebutuhan sambungan telepon mencapai 5.718 unit. Kemudian dengan menganalisa data dari tabel keberadaan jaringan telepon dan jaringan komunikasi di Kelurahan kali Rungkut yang ada pada sub bab karakteristik utilitas dengan tabel jumlah sambungan telepon di Kelurahan Kali Rungkut di atas, maka dapat diketahui perbandingan antara kondisi eksisting mengenai kuantitas dari jaringan telepon dengan kebutuhan dari masyarakat di wilayah studi. Pada tabel keberadaan jaringan telepon diperoleh data jumlah pelanggan telepon rumah adalah sebanyak 4.321 unit, sedangkan jumlah sambungan telepon yang dibutuhkan seharusnya ada sebanyak 4.671 unit pada tahun 2012. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa jumlah yang ada kurang dari kebutuhan masyarakat. Jumlah penduduk yang meningkat akan mengharuskan peningkatan prasarana komunikasi. Sebab selain digunakan untuk telepon, sambungan telepon di Kelurahan Kali Rungkut juga digunakan untuk layanan internet. Namun proyeksi kebutuhan telepon yang semakin meningkat ini tidak dapat dijadikan acuan dengan tepat, sebab

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

seiring dengan perkembangan teknologi telepon nirkabel/handphone yang lebih efisien dalam hal penyediaan prasarana, secara tidak langsung akan berdampak pada pengurangan penggunaan layanan sambungan telepon via kabel ini. Tren penggunaan telepon genggam / handphone dapat saja menggeser proyeksi kebutuhan sambungan telepon kabel yang sebelumnya meningkat, menjadi berkurang tergantung kemajuan dan keterjangkauan teknologi di masyarakat. Selain penggunaan sambungan telepon, hal lain yang harus diperhatikan adalah jumlah telepon umum yang cukup banyak di Kelurahan Kali Rungkut. Keberadaan unit telepon umum tersebut sudah cukup memadai hanya perlu dilakukannya perawatan dan peningkatan kualitas layanan agar penggunanya meningkat. 4.9.4 Analisa Pembuangan Sampah

Tabel 4.34 Proyeksi Produksi Sampah Kelurahan Kali Rungkut No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Tahun 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 Jumlah Penduduk (Jiwa) 23.775 24.157 24.517 24.995 25.479 25.973 26.477 26.991 27.514 28.048 28.592 Produksi Sampah (m /hari) 59.438 60.393 61.293 62.488 63.698 64.933 66.193 67.478 68.785 70.120 71.480
3

Sampah yang dihasilkan di Kelurahan Kali Rungkut berasal dari sampah rumah tangga, kegiatan industri, perdagangan dan jasa dan kegiatan lainnya. Sampah yang berasal dari kegiatan industri sebagian besar dapat diaur ulang sehingga mengurangi dampak kerusakan lingkungan. Perkiraan kebutuhan sampah didasarkan pada standar yang diperoleh dari materi mata kuliah Prasarana Wilayah dan Kota I yaitu sampah rumah tangga diitung berdasarkan satu orang penduduk menghasilkan 2,5 m3/hari/orang. Perhitungan produksi sampah di Kelurahan Kali Rungkut berdasarkan standar dan proyeksi yang ada selama 10 tahun kedepan yaitu dari tahun 2013 hingga tahun 2022 disajikan pada tabel berikut.

Sumber : Hasil analisa Tahun 2012

Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa produksi sampah di Kelurahan Kali Rungkut meningkat berbanding lurus dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Dengan menganalisa data dari tabel di atas dengan tabel data prasarana pembuangan sampah di Kelurahan Kali Rungkut yang ada pada sub bab karakteristik utilitas, dapat dibandingkan antara kondisi eksisting jumlah prasarana pembuangan sampah dengan jumlah penduduk yang dapat terlayani kebutuhannya. Menurut SNI yang diperoleh dari materi mata kuliah Prasarana Wilayah dan Kota I, 1 unit TPS dapat melayani produksi sampah dari 10.000 jiwa penduduk, sedangkan menurut tabel data prasarana pembuangan sampah,

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

Kelurahan Kali Rungkut memiliki 3 TPS. Melihat jumlah penduduk pada tahun 2012 yang mencapai 23.775 dengan tersedianya 3 unit TPS di wilayah studi, maka dapat disimpulkan bahwa kuantitas eksisting yang ada telah dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Demikian pula dengan jumlah gerobak dan truk pengangkut sampah yang juga telah memenuhi kebutuhan masyarakat terkait dengan pembuangan sampah. Meskipun secara kuantitas memenuhi, kualitas TPS juga harus diperhatikan dengan mutu dan standar yang baik, seperti pelapisan bahan kedap air agar air lindi tidak mencemari tanah dan lingkungan sekitarnya. Lokasi untuk TPS pun harus jauh dari saluran pematusan atau sumber air tanah, mengingat masih adanya penggunaan sumur gali di Kelurahan Kali Rungkut. Adapun tata cara pengumpulan dan pembuangan sampah yang dapat dilakukan pada Kelurahan Kali Rungkut berdasarkan RDTRK UP Rungkut Tahun 2010 yang terdiri dari sampah yang berasal dari perumahan dan industri adalah sebagai berikut. 1. Pembuangan Sampah dari Perumahan Pembuangan sampah dari perumahan sudah dilakukan pengelolaan. Pengelolaan persampahan yang berlangsung dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga) tahapan kegiatan, yaitu : a) Pekerjaan Pengumpulan Sampah Kegiatan ini merupakan kegiatan pengumpulan sampah dari sumber sampah yang bisa berasal dari rumah tangga, daerah komersil, pasar, terminal, dan lain-lain untuk diangkut pada Tempat Penampungan Sementara (TPS) maupun pada Depo dengan menggunakan gerobak sampah yang ditarik oleh Pasukan Kuning yang dikelola oleh RT/RW setempat (untuk sampah

Rumah Tangga) dan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (untuk sampah pasar, terminal dan lain-lain). b) Pekerjaan Pengangkutan Kegiatan ini adalah pekerjaan pengangkutan sampah dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) maupun Depo Sampah untuk diangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dengan menggunakan alat pengangkut sampah seperti ; truk bak terbuka, dump truck maupun arm roll. Pekerjaan ini menjadi tanggung jawab Pemerintah dalam hal ini Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya c) Pekerjaan Pembuangan Sampah Merupakan pekerjaan pembuangan/penimbunan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang merupakan pekerjaan terakhir dari proses pengelolaan persampahan. Pekerjaan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya. 2. Pembuangan Sampah dari Industri Sampah padat yang berasal dari industri biasanya sudah di pisah antara sampah yang bisa didaur ulang atau sampah yang masih mempunyai nilai ekonomis (dapat dijual) dengan sampah yang memang harus dibuang. Untuk sampah yang tidak dapat didaur ulang atau dijual kembali, dikumpulkan dalam bak sampah/container di dalam lokasi pabrik, untuk selanjutnya dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). 4.9.5 Analisa Saluran Pematusan

Keberadaan saluran pematusan di Kelurahan Kali Rungkut sudah cukup memadai mengingat telah terdapatnya saluran primer, sekunder dan tersier. Saluran pematusan primer yang terdapat di kelurahan Kali

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

Rungkut adalah saluran Kali Rungkut. Sedangkan saluran sekunder mengikuti jaringan jalan dan saluran tersier terdapat di perumahanperumahan formal. Namun, daya tampung Saluran Kali Rungkut adalah 5,1 m3/detik , sedangkan debit banjir adalah 8,1 m3/detik sehingga kapasitas tidak mencukupi hal ini menyebabkan banjir di permukiman (RDTRK Rungkut 2030). Kondisi drainase di Kelurahan Kali Rungkut juga berpengaruh terhadap terjadinya banjir di kelurahan ini. Hanya Beberapa fungsi saluran pematusan di Kelurahan Kali Rungkut telah bergabung sebagai saluran pembuangan limbah, padahal fungsi saluran pematusan idealnya hanyalah untuk menampung air hujan. Hal tersebut mengakibatkan beberapa saluran tersumbat dan menimbulkan bau tak sedap, selain itu juga kebiasaan masyarakatnya yang masih membuang sampah ke saluran pematusan juga membuat banjir. Faktor penyebab banjir di UP Rungkut adalah karena Kawasan Rungkut merupakan kawasan hilir tepat mengalirnya empat sungai besar antara lain Sungai Wonokromo, Wonorejo, Kebon Agung serta Kali Perbatasan dan Kawasan rawan air pasang terkait wilayah UP. Rungkut yang termasuk ke dalam kawasan Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya). Dinas Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya mengklasifikasikan genangan banjir di Surabaya menjadi empat yaitu genangan dengan kedalaman 0-10 cm, 10-30 cm, 30-50 cm dan 50-70 cm. Dan Kecamatan

Rungkut termasuk dalam klasifikasi kedua dan keempat dengan lama genangan maksimal 4 hari. Banjir berpotensi menimbulkan penyakit dan merusak kondisi bangunan, saran dan prasarana lingkungan (Laporan Status Lingkungan Hidup Daerah Surabaya, 2008). 4.9.6 Analisa Sanitasi

Mengacu pada RTRW Surabaya Wilayah Kelurahan Kali Rungkut yang memiliki kepadatan penduduk sebesar 234 jiwa/Ha berada pada Zone 2 rencana pengembangan penanganan limbah domestik. Wilayah ini mempunyai kepadatan bersih sedang yaitu antara 150 - 450 jiwa/Ha, muka air tanah cukup tinggi, daya resap tanah rendah, sehingga wilayah ini diarahkan untuk menggunakan sistem off-site. Wilayah ini cukup potensial terhadap kemungkinan gangguan penyakit yang berasal dari pencemaran hasil buangan, sebab masih banyak penduduk yang menggunakan air dari sumur dangkal, sehingga pada wilayah ini diarahkan untuk menggunakan Small bore dan saluran pembuangan secara konvensional. Berikut Bagan Alir Pengelolaan Tinja dan Limbah Cair di Kota

Surabaya yang dapat digunakan sebagai standar acuan pengelolaan limbah di Kelurahan Kali Rungkut.

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA I

BAGAN ALIR PENGELOLAAN TINJA DAN LIMBAH CAIR DI KOTA SURABAYA

SUMBER LIMBAH

PEMBUA NGAN AKHIR

PENGEL OLA

Tinja, Septik Tank Rumah Tangga

Instalasi Pengolahan Limbah Tinja (IPLT)

Badan Air Gol. D/ Saluran Pematusan Kota

Dinas Kebersihan

pandangan dan infeksi saluran pernafasan (Laporan Status Lingkungan Hidup Daerah Surabaya, 2008). Menurut data dari kelurahan jumlah penderita penyakit terbesar di Kelurahan Kali Rungkut tahun 2009 adalah infeksi saluran pernafasan (ISPA). Jumlah penderita ISPA sebesar 1.740 orang (Monografi Kelurahan Kecamatan Kali Rungkut, 2009). Perindustrian di kawasan Kelurahan Kali Rungkut yaitu SIER sebenarnya sudah menggunakan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) dalam pengelolaan limbah cairnya. Hal ini sangat baik dalam mengurangi pencemaran air sungai. Namun sebenarnya penerapan IPAL ini belum optimal karena sungai yang berada disekitar pabrik masih tercemar dan mengeluarkan bau tak sedap.

Limbah Domestik/ Air Kotor dari rumah

Sumur Resapan Tangki Septik (on site/komunal

Saluran Pematusan Kota

Dinas Banjir

Limbah Industri

- IPAL on site - IPAL Komunal

Badan Air Gol. D atau < Baku Mutu

Dinas Lingkungan Hidup

Gambar 4.11 Bagan Alir Pengolalaan Tinja dan Limbah Cair di Kota Surabaya Sumber : RTRW Surabaya 2015

Selain limbah rumah dan perkantoran, terdapat limbah yang berasal dari pabrik dan Industri di kelurahan Kali Rungkut. Adapun limbah industri dibedakan menjadi limbah padat, cair dan gas. Konsentrasi partikulat (debu) yaitu 0.5 mg/m3 yang melebihi Baku Mutu Udara Ambien Kep. Gubernur Jatim No. 129/1996 yang seharusnya dibawah 0.26 mg/m3. Konsentrasi debu yang tinggi menyebabkan gangguan

IV-

FAKTA DAN ANALISA KELURAHAN KALI RUNGKUT