Anda di halaman 1dari 9

PEMANFAATAN TANAMAN BAMBU Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Botani Ekonomi

Disusun Oleh :

Ahmad Sazali 140410100078

JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PADJADJARAN JATINANGOR 2013

A.

PENDAHULUAN Dalam kehidupan masyarakat pedesaan di Indonesia bambu memegang peranan yang

sangat penting. Bahan bambu dikenal oleh masyarakat memiliki sifat-sifat yang baik untuk dimanfaatkan antara lain : batangnya kuat, lurus, rata, keras, mudah dibelah, mudah dibentuk, dan mudah dikerjakan serta mudah diangkut. Selain itu bambu juga relatif murah dibanding bahan bangunan lain karena banyak ditemukan di sekitar pemukiman pedesaan. Bambu menjadi tanaman serba guna bagi masyarakat pedesaan. Bambu merupakan tanaman tradisional dan sangat memasyarakat di Indonesia, bahkan dibanyak tempat bambu telah merupakan bagian yang tidak dapat dilepaskan dari tradisi kehidupan masyarakat. Bambu telah memberikan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat di pedesaan untuk memenuhi berbagai kebutuhan primer keluarga, seperti untuk bahan bangunan dan peralatan rumah tangga, aktivitas sosial budaya, barang kerajinan kreatif dan bernilai. Tunas bambu yang dikenal dengan rebung merupakan produk pangan bernilai tinggi. Di Bali, Bambu merupakan bahan upakara adat/keagamaan yang tidak tergantikan fungsinya dengan jenis bahan lainnya.

B.

ALASAN MEMILIH BAMBU Bambu juga merupakan tanaman konservasi yang sangat istimewa. Perakaran tanaman

ini mampu memegang agregat tanah dengan kuat untuk menghindari pergerakan yang berakibat pada longsor. Kapasitas pegang perakarannya terhadap air juga tinggi (sampai 98 %)

dibandingkan dengan tanaman yang lain, dan melalui akar tunggangnya air masuk kedalam tanah sehingga konservasi air dapat terjaga dan dapat menguatkan mata air. Akarnya berperan sangat baik sebagai filter untuk menjernihkan air. Batang bambu yang berongga menjadikan bambu memiliki kemampuan untuk meredam kebisingan. Terlebih lagi daunnya yang mempunyai indeks konversi gas karbondioksida (CO2) menjadi oksigen (O2) yang tinggi untuk penyegaran udara menambah nilai keistimewaan dari tanaman bambu. Dengan kerapatan tanaman dan perakarannya yang kuat, maka bambu telah berperan sebagai pemecah angin atau wind break untuk menghindari kerukan lahan-lahan pertanian. Keanekaragaman jenis bambu yang tinggi dan memberikan penampakan morfologi yang artistic-tropis, maka bambu telah digunakan

untuk memperindah pertamanan untuk tempat rekreasi dan olah raga, termasuk pula pertamanan di hotel-hotel berbintang. Bambu juga merupakan sumber keanekaragaman hayati, karena

memberikan habitat yang sangat baik bagi ragam kehidupan satwa liar seperti burung, serangga dan flora tingkat rendah. Jadi dapat dikatakan bahwa bambu merupakan tanaman kesejukan bagi kehidupan umat manusia. Dari aspek ekonomi, bambu telah digunakan sebagai bahan industri rumah tangga, seperti meubel, arang aktif, asap cair untuk pengawet, sumpit, industri kertas, tekstil, batang dupa dll, sehingga tidak ada batang bambu yang terbuang. Daun bambu dapat digunakan untuk pembungkus kue dan bahan dasar pupuk organik dan rebungnya dapat dikonsumsi dan merupakan produk makanan yang memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi dan prospek untuk di ekspor. Adanya gerakan konsumen untuk mengkonsumsi produk-produk hijau juga

meningkatkan permintaan akan rebung bambu karena rebung bambu selalu disinonimkan dengan jenis makanan yang alami dan organik. Untuk memanfaatkan peluang pasar yang terbuka maka perlu dikembangkan agroindustri hortikultura yang menghasilkan sayuran bambu yaitu rebung, sehingga diperlukan system pengelolaan tersendiri sejak tahap persiapan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan, pengolahan sampai pemasaran. Demikian pula bambu sebagai

sumber bahan organik yang mempunyai potensi besar dikonversi menjadi bioethanol untuk lebih lanjut digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor ramah lingkungan. Melihat begitu banyaknya kegunaan dari bambu menjadikan bambu patut diperhitungkan untuk serius dilestarikan. C. PEMANFAATAN BAMBU 1. Bambu Lamina Bambu lamina adalah produk olahan bambu dengan cara merekatkan potonganpotongan dalam panjang tertentu menjadi beberapa lapis yang selanjutnya dijadikan papan atau bentuk tiang. Lapisannya umumnya 2-5 lapis. Banyaknya lapisan tergantung ketebalan yang diinginkan dan penggunaannya. Kualitas bambu lamina ini sangat ditentukan oleh bahan perekatnya. Dengan bahan perekat yang baik maka kekuatan bambu lamina dapat disejajarkan dengan kekuatan kayu kelas III.

Gambar : bambu yang dibuat bambu lamina

2. Papan Semen Bambu Papan semen bambu terbuat dari bambu, semen dan air kapur. Bambu terlebih dahulu diserut, kemudian direndamkan dalam air selama dua hari. Selanjutnya dicampur
0

ketiga bahan tersebut dan kemudian dibentuk papan pada suhu 56 C dengan waktu selama 9 jam.

Gambar : Papan Semen dari campuran Bambu

3. Arang Bambu Pembuatan arang dari bambu dilakukan dengan cara destilasi kering dan cara timbun skala semi pilot. Bambu yang sudah dicobakan adalah bambu tali, bambu ater, bambu andong dan bambu betung. Nilai kalor arangnya rata-rata 6602 kal/gr, dan yang paling baik dijadikan arang adalah bambu ater dimana sifat arangn yang dihasilkan relatif sama dengan sifat arang dari kayu bakau.

4. Pulp

Pabrik kertas sangat potensial dalam memanfaatkan bambu sebagai bahan kertas. Cara pembuatan bahan kertas dari bambu mula-mula bambu dipotong dan diserpih dengan ukuran 25 mm x 25 mm x 1 mm. Dengan tekanan dan suhu tertentu serpihan bambu tersebut dimasak selama 1,5 jam. Kemudian pulp dicuci dan disaring. Kemudian pulp diurai dengan pengaduk 3-4 jam. Hasil uraian disaring, dicuci dan diputihkan. Setelah dicuci pulp dibuat lembaran sebagai bahn pembuat kertas. Bambu memiliki kandungan selulosa yang sangat cocok untuk dijadikan bahan kertas dan rayon. Pemanfaatan bambu sebagai bahan kertas di Indonesia telah diterapkan pada industri di Gowa dan Banyuwangi. Namun industri ini memiliki kendala dari segi bahan baku sehingga dibuat modifikasi yaitu campuran pulp bambu dengan perbandingan 70 % : 30 %.

Gambar : Pulp kertas yang terbuat dari bambu

5. Bambu sebagai Produk eco-fashion Tren yang sedang marak terkait konsep sustainable fashion adalah penggunaan serat bambu sebagai material untuk produk eco-fashion. Serat bambu memiliki kemampuan menyerap warna yang excellent, kemampuan fast-drying, dan sangat lembut seperti cashmere. Tidak seperti sutra, serat bambu tidak mudah kusut dan bisa dengan mudah dicuci dan dikeringkan sehingga menjadi lebih sederhana cara perawatannya. Selain itu juga penggunaan serat bambu sebagai material pakaian sangat menguntungkan lingkungan. Seperti diketahui bahwa bambu adalah tanaman dari family rumput-rumputan yang sangat cepat pertumbuhannya, bahkan dalam 3-4 tahun, bambu sudah mencapai dewasa, Bambu juga memiliki memiliki pestisida alami yang semuanya biodegradable.

Serat bambu dibuat dari pulp tanaman bambu. Selain itu juga, bambu diketahui memiliki kemampuan u ntuk meningkatkan kualitas tanah.

Gambar : serat alami bambu

Kelebihan serat bambu adalah sebagai berikut, yang pertama adalah serat bambu memudahkan keringat yang ada di kulit menguap ke luar sehingga menjaga pemakainya tetap kering dan lebih nyaman. Selain itu serat bambu juga sangat lembut, halus, dan nyaman. Serat bambu juga dikatakan highly breathable karena dalam cuaca yang panas, pemakai tetap bisa merasa sejuk, ketika cuaca dingin, pemakai bisa merasa tetap hangat. Selain itu juga diketahui bahwa serat bambu mengandung antibacterial alami sehingga bisa membunuh semua bacteri yang ada sehingga pakaian akan terasa lebih segar, lebih tahan lama, tidak menyebabkan iritasi, dan lebih sehat serta higienis bagi pemakainya. Kelembutan serat bambu sejalan dengan kekuatan tariknya. Berdasarkan eksperimen tensile strength, serat bambu memiliki abrasion-proof capacity & tenacity yang tinggi. Pakaian bambu juga bisa berfungsi sebagai sunblock yang bisa menahan 98% aktivitas UV.

6. Kerajinan dan Handicraft Berbagai kerajinan dan handycraft dibuat dari bambu antara lain : tempat pulpen, gantungan kunci, cup lampu, keranjang, tas, topi, sendok, tusuk gigi, sumpit dan lain-lain. Dalam hal ini yang dibutuhkan adalah keterampilan dan kreativitas dalam memanfaatkan bambu.

Gambar : berbagai kerajinan dari bambu

7. Furniture dan Perkakas Rumah Tangga Bambu yang dipergunakan untuk mebel harus memenuhi beberapa syarat. Selain warna yang menarik juga dapat dibentuk secara istimewa dengan nilai seni yang tinggi tetap memenuhi kekokohannya. Olesan pengawet dan penghias, seperti pernis meningkatkan keawetan dan penampilan dengan tetap berkesan alami. Perkakas rumah tangga dan hiasan dari bambu digemari karena disamping tidak berkarat juga mencerminkan kesederhanaan tapi anggun. Bambu hitam dan bambu betung banyak digunakan untuk furniture antara lain : meja, kursi, tempat tidur, meja makan lemari pakaian dan lemari hias. Disamping itu bambu juga banyak dipakai menjadi peralatan rumah tangga dan assesoris penghias rumah.

Gambar : Contoh Furniture berbahan bambu

8. Komponen Bangunan dan Rumah Bambu yang dipergunakan sebagai bahan bangunan sebaiknya diawetkan lebih dahulu dengan cara perendaman dalam air selama beberapa minngu kemudian dikeringkan. Kadand-kadang juga dilakukan pengasapan belerang agar ham yang ada mati dan tidak dikunjungi oleh hama perusak. Sebagai bahan kontruksi yang tidak mementingkan keindahan, ter juga sering dipergunakan untuk menutup pori-pori buluh. Bambu bersama dengan kayu dan bahan organik lainnya banyak digunakan pada pemabngunan rumah rakyat di pedesaan. Dengan perkembangan harga bahan dasar dan kebutuhan perumahan rakyat yang sederhana, maka pengembanagn rumah berbahan kayu

dan bambu sesuai untuk membantu rakyat ayng berpenghasilan rendah, terutanma di daerah yang mempunyai ketersediaan bambu. Rumah-rumah rakyat di Jawa Barat masih banyak menggunakan bahan bambu. Bahan bambu pada umumnya digunakan sebagai kaso dan reng. Pada rumah panggung dan bilik bambu digunakan juga untuk keperluan dinding, lis, tiang, galar dan lantai. Penggunaan bambu oleh masyarakat sebagai bahan bangunan perumahan selain mudah didapat, bahan bambu dipercaya oleh masyarakat sebagi bahan yang kuat dan awet dengan catataan penggunaan terhindar untuk berhubungan langsung dengan air.

9. Bahan makanan ( Rebung ) Bambu dapat dimanfaatkan sebagai sayuran dalam bentuk rebung. Jenis-jenis tertentu rebungnya dapat dimakan karena kadar HCN kecil atau sama sekali tidak ada, rasanya memenuhi selera, lunak dan warnanya menarik. Kandungan gijinya cukup memadai sebagai sumber miner al dan vitamin. Senyawa utama di dalam rebung mentah adalah air, yaitu sekitar 85,63 %. Di samping itu, rebung mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin A, thiamin, riboflavin, vitamin C serta mineral lain seperti kalsium, fosfor, besi dan kalium. Bila dibandingkan dengan sayuran lainnya kandungan protein, lemak dan karbohidrat pada rebung tidak berbeda jauh.

10. Bahan Alat Musik Tradisional Sesuai dengan ketebalan dinding, diameter dan panjang buluh, bambu dapat dibuat alat musik tradisional yang menghasilkan nada dan alunan suara yang khas. Faktor ketepatan memilih jenis dan tingkat pengeringan diperlukan guna memperoleh kualitas yang memadai. Bambu dapat dibuat alat musik tiup, alat musik gesek maupun alat musik

pukul. Contoh yang terkenal adalah seruling, angklung, gambang, calung, kentongan, dll. Pembuatan alat musik dari bambu dituntut pengetahuan nada dan ketelatenan penanganan pekerjaan. Misalnya pada pembuatan angklung, bambu dipilih dari jenis bambu tertentu. Bambu temen, bambu hitam, bambu lengka dan bambu tali cocok dipergunakan untuk membuat kerangkanya. Waktu penebangan bambu harus cukup umur (2-3 tahun) tepat waktunya yakni pada musim kemarau. Pengeringan dilakukan dalam ruang, tidak boleh langsung dengan sinar matahari. Setelah bambu dibentuk, kemudian distem nadanya sebelum dan sesudah dipasang tabung-tabung nadanya.

Gambar : alat musik yang terbuat dari bambu

DAFTAR PUSTAKA http://biotifor.or.id/modules/publikasi/files/Budidaya%20dan%20Pemanfaatan%20Bambu.pdf http://forda-mof.org/files/BAMBU%20LAMINA%20-TITIN.pdf http://library.usu.ac.id/download/fp/hutan-ridwanti4.pdf http://mariahanka.blogspot.com/2012/10/sustainable-fashion-1.html http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/23476/4/Chapter%20II.pdf http://www.academia.edu/2925030/Bambu_sebagai_Material_yang_Berkelanjutan_dan_Affordable_u ntuk_Perumahan