Anda di halaman 1dari 15

Senin, 05 November 2012 Teori Kepribadian Humanistik Abraham Maslow

A !! "#M AHASAN

A$ Struktur Kepribadian Maslow Menurut Maslow, manusia memiliki struktur psikologis yang analog dengan struktur fisik: mereka memiliki kebutuhan, kemampuan, dan kecenderungan yang sifat dasarnya genetik. Kebutuhan, kemampuan, dan kecenderungan itu secara esensial sesuatu yang baik, atau paling tidak netral. Dasar dari teori maslow ini yaitu humanistic, yang menitik beratkan pada ranah kesadaran. Selain itu menyesuaikan dengan kapasitas bawaan dari indi idu yang men!adikannya sebagai ciri unik indi idual. "rang yang dika!i oleh Maslow ini merupakan orang yang sehat dan kreatif bukan seperti yang dika!i oleh psikoanalisa yaitu orang sakit atau abnormal. Struktur kepribadian Maslow ini berupa kebutuhan#kebutuhan indi idu yang dapat di!elaskan dalam beberapa bagian. Kebutuhan ini merupakan dorongan bagi manusia untuk berperilaku. Kebutuhan dibagi men!adi $ yaitu kebutuhan dasar %basic needs& dan kebutuhan meta %meta#needs&. Kebutuhan dasar merupakan kebutuhan karena kekurangan. Kebutuhan# kebutuhan dasar meliputi lapar, kasih sayang, rasa aman, harga diri, dan sebagainya. Sedangkan meta#kebutuhan adalah kebutuhan untuk perkembangan. Metakebutuhan meliputi keadilan, kebaikan, keindahan, keteraturan, kesatuan, dan sebagainya. Kebutuhan dasar lebih kuat daripada meta#kebutuhan, namun meta#kebutuhan dapat disubtitusikan atau diganti. Kebutuhan dasar dan meta#kebutuhan itu merupakan instingtif yang melekat pada manusia. 'braham Maslow telah menyusun teori tentang moti asi manusia, dimana kebutuhan# kebutuhan manusia tersebut digolongkan dan disusunnya ke dalam sebuah hirearki atau tingkatan ber!en!ang yang berbentuk seperti piramida yang terdiri dari lima le el. Setiap

kebutuhan dapat dipenuhi hanya !ika kebutuhan !en!ang sebelumnya telah %relati e& terpuaskan terlebih dahulu. (ada dasarnya, kebutuhan manusia yang lebih rendah mempunyai kekuatan ataupun kecenderungan yang lebih besar untuk dipenuhi terlebih dahulu. )erikut ini adalah konsep hirearki kebutuhan manusia yang disusun oleh 'braham Maslow:

Kebutuhan %asar 1 : Kebutuhan *isiologis. %)asic +eeds& Kebutuhan fisiologis bersifat homeostatic %bersifat men!aga keseimbangan unsure#unsur fisik&. Kebutuhan fisiologis berisi kebutuhan#kebutuhan primitif manusia yang bersifat kuat dorongannya untuk dipenuhi seperti makan, minum, kebutuhan akan glukosa, kebutuhan akan seks dan kebutuhan akan nutrisi. Sebagai contoh, melalui pengonsumsian makanan dan air, tubuh mencoba untuk memelihara berbagai macam keseimbangan dalam darah dan !aringan tubuh. Kebutuhan %asar 2 : Kebutuhan Keamanan. %Secure and Safety +eeds& Setelah kebutuhan fisiologis telah cukup terpenuhi, menurut Maslow, muncullah kebutuhan yang kedua, yaitu kebutuhan akan keamanan, stabilitas, proteksi, struktur hukum, keteraturan, batas, kebebasan dari rasa takut atau cemas. Kebutuhan fisiologis dan kebutuhan keamanan merupakan kebutuhan manusia dalam mempertahankan hidupnya. )edanya, kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan !angka pendek, sedangkan kebutuhan kemanaan merupakan kebutuhan !angka pan!ang. Kebutuhan ini sudah muncul se!ak saat bayi dalam bentuk menangis, men!erit, dan hentakan yang sangat tegang untuk ditangani secara kasar, yang terke!ut oleh suara gaduh atau lampu yang terang. (ada masa kanak#kanak, seseorang akan merasa lebih aman !ika diasuh dalam keluarga yang memiliki suasana keluarga yang teratur, disiplin, terorganisir, penuh kasih sayang. (ada masa dewasa, kebutuhan akan rasa aman terwu!ud dalam bentuk kebutuhan peker!aan dan ga!i yang mantap sehingga masa depan dapat men!adi lebih ter!amin, praktek beragama dengan penuh keyakinan, perlindungan pada korban#korban perang, pengungsian, dan masih banyak contoh yang lainnya. Menurut Maslow, kepribadian orang#orang yang menderita obsesif kompulsif banyak dilatarbelakangi oleh kegagalan memenuhi kebutuhan akan rasa aman ini.

Kebutuhan %asar & : Kebutuhan Dimiliki dan ,inta %-o e and )elonging +eeds& Setiap orang berhak merasakan rasa dicintai dan memiliki, karena kebutuhan akan cinta dan

perasaan dimiliki sudah men!adi kebutuhan dasar seserang. Maslow menolak pendapat *reud bahwa cinta merupakan sublimasi dari insting seks. Menurut Maslow cinta tidak bersinonim dengan seks, dan cinta adalah hubungan yang sehat antara orang yang satu dengan yang lainnya yang melibatkan perasaan saling menghormati, saling menghargai dan attachment dari kedua belah pihak. 'da dua !enis cinta menurut Maslow, yakni Deficiency -o e %D# -o e& dan )eing -o e %)#-o e&. D#-o e merupakan cinta yang lebih mementingkan diri sendiri, sedangkan )#-o e didasari oleh perasaan menerima orang lain apa adanya tanpa ada keinginan untuk memanfaatkan orang yang dicintainya. Menurut Maslow, kegagalan dalam pemenuhan kebutuhan akan cinta ini merupakan penyebab hampir seluruh bentuk psikopatologis. Kebutuhan %asar ' : Kebutuhan .arga Diri %Self /steem +eeds& Ketika Kebutuhan akan cinta telah relati e terpuaskan, maka dorongan dari kebutuhan akan cinta ini melemah dan digantikan oleh dorongan pemenuhan kebutuhan yang keempat, yakni dorongan pemenuhan kebutuhan akan harga diri %self esteem&. Menurut Maslow, ada dua harga diri: a. Menghargai diri sendiri %self respect&: kebutuhan penguasan, kekuatan, kompetensi, prestasi, self confidence, kemandirian dan kebebasan. Seseorang akan merasa dirinya perlu mengenal dirinya sendiri agar dapat merasakan bahwa dirinya berharga sehingga orang tersebut mampu mengatasi tantangan#tantangan hidup. b. Mendapatkan penghargaan dari orang lain %respect from others&: Kebutuhan prestise, penghargaan dari orang lain, harga diri, ketenaran,penghormatan dari orang lain, diterima dan mendapat apresiasi dari orang lain. Kepuasan kebutuhan akan harga diri akan membuat seseorang men!adi lebih percaya diri, merasa berharga dan menimbulkan perasaan berguna bagi diri sendiri. Sebaliknya, ketidaksanggupan dalam pemenuhan kebutuhan ini akan menimbulkan sikap inferior, canggung, rendah diri, lemah, pasif, tidak berharga, dan tidak berdaya. Menurut Maslow, penghargaan dari orang lain hendaknya diperoleh berdasarkan penghargaan terhadap diri sendiri dan seseorang seharusnya memperoleh penghargaan berdasarkan kemampuanya sendiri Kebutuhan Meta 5 : Kebutuhan 'ktualisasi Diri %Self 'ctuali0ation +eeds& Setelah empat kebutuhan dasar telah terpenuhi, maka muncullah kebutuhan selan!utnya, yakni kebutuhan meta yang berupa kebutuhan yang dimiliki seseorang untuk

mengaktualisasikan dirinya dan mengoptimalkan potensi#potensi positif yang terpendam dalam dirinya. 'ktualisasi diri merupakan keinginan untuk memperoleh kepuasan dengan dirinya sendiri %self fulfilment&, untuk menyadari semua potensi dirinya, dan men!adi kreatif dan bebas dalam mencapai puncak potensi dirinya. Manusia yang telah mampu memenuhi kebutuhan untuk mengaktualisasikan dirinya akan men!adi manusia yang utuh, memperoleh kepuasan dari kebutuhan#kebutuhan yang tidak diketahui semua orang, dan mampu mengekspresikan kebutuhan dasar kemanusiaaan secara alami. /mpat kebutuhan dasar, menurut Maslow merupakan kebutuhan karena kekurangan atau D#need %deficiency need&, sedangkan kebutuhan meta atau kebutuhan aktualisasi diri merupakan kebutuhan karena ingin berkembang atau )#need %being need&. Menurut Maslow, kebutuhan dasar berisi kebutuhan konatif, sedangkan kebutuhan meta berisi kebutuhan akan estetik dan kognitif %contoh: kebutuhan akan keteraturan, kebutuhan akan kesempurnaan, kebutuhan keanggunan, dsb&. 1idak terpenuhinya !enis kebutuhan ini akan berdampak terhadap kepribadian. Maslow menyebutnya sebagai metaphologies, suatu penyakit psikis dengan ge!ala#ge!ala merasa asing %alienasi&, putus harapan, sinis, kebingungan dan depresi.

$ %inamika "erkemban(an Kepribadian Maslow Maslow berpendapat bahwa kepribadian manusia dihasilkan dari moti asi manusia yang diorganisasikan ke dalam sebuah hirarki kebutuhan yaitu suatu susunan kebutuhan yang sistematis, suatu kebutuhan dasar harus dipenuhi sebelum kebutuhan dasar lainnya muncul. Kebutuhan itu mempunyai beberapa karakteristik sebagai berikut : 2. Kebutuhan yang lebih rendah dalam hirarki merupakan kebutuhan yang kuat, potensial, dan prioritas3 sementara yang lebih tinggi dalam hirarki merupakan kebutuhan yang paling lemah $. Kebutuhan yang lebih tinggi kurang diperlukan dalam rangka mempertahankan hidup, sehingga pemuasannya dapat diabaikan. 4. 5alaupun kebutuhan yang lebih tinggi itu kurang begitu perlu dalam rangka sur i al, namun kebutuhan itu memberikan kontribusi terhadap sur i al itu sendiri dan !uga perkembangan.

6. (emuasan kebutuhan yang lebih tinggi amat bermanfaat, baik bagi fisik maupun psikis. Kondisi ini dapat melahirkan rasa senang, bahagia dan perasaan bermakna Moti asi untuk memenuhi kebutuhan#kebutuhan ini menyebabkan ter!adinya dinamika atau pergerakan pada kepribadian dan perilaku manusia. Setiap sebuah kebutuhan telah tercapai, maka kebutuhan lainnya akan mendesak sehingga manusia terdorong untuk melakukan suatu tindakan atau perilaku untuk memenuhi kebutuhan yang bersangkutan. Dengan demikian dapat diketahui bahwa perilaku manusia timbul karena adanya moti asi untuk memenuhi kebutuhan. 'braham Maslow menyusun teori moti asi, dimana kebutuhan#kebutuhan manusia disusun ke dalam sebuah hirearki atau tingkatan ber!en!ang yang berbentuk seperti piramida yang terdiri dari lima le el. Setiap kebutuhan dapat dipenuhi !ika kebutuhan !en!ang sebelumnya telah terpuaskan terlebih dahulu. )erikut ini adalah konsep hirearki kebutuhan manusia yang disusun oleh 'braham Maslow : 2. Kebutuhan Dasar 2: kebutuhan fisiologis %)asic +eeds&. Seperti yang telah di!elaskan sebelumnya, kebutuhan fisiologis berisi kebutuhan#kebutuhan fisik yang kuat dorongannya untuk dipenuhi seperti makan, minum, dan kebutuhan akan seks. Saat manusia kelaparan atau kehausan, ia lebih sulit untuk melakukan akti itas beker!a dan bela!ar sehingga ia membutuhkan makanan atau minuman untuk menyelesaikan permasalahannya. Dengan demikian, bisa dimengerti !ika orang tersebut memilih meninggalkan peker!aan atau pela!arannya untuk makan dan minum. )ila makanan dan rasa aman sulit diperoleh, pemenuhan kebutuhan tersebut akan mendominasi tindakan seseorang dan motif 7 motif yang lebih tinggi akan men!adi kurang signifikan. "rang hanya akan mempunyai waktu dan energy untuk menekuni minat estetika dan intelektual, !ika kebutuhan dasarnya sudah dapat dipenuhi dengan mudah. Karya seni dan karya ilmiah tidak akan tumbuh subur dalam masyarakat yang anggotanya masih harus bersusah payah mencari makan, perlindungan, dan rasa aman $. Kebutuhan Dasar $: kebutuhan akan rasa aman. %Secure and Safety +eeds&. Setelah kebutuhan fisiologis telah cukup terpenuhi, menurut Maslow, muncullah kebutuhan yang kedua, yaitu kebutuhan akan keamanan. Manusia cenderung untuk menghindari bahaya dan memilih untuk mendapatkan keamanan. ,ara manusia untuk mendapatkan keamanan dapat berupa beker!a untuk mendapatkan rasa aman dari kemiskinan, bela!ar untuk

mendapatkan rasa aman dari nilai !elek, menabung uang tabungan kita di bank, membeli asuransi, dan tetap tinggal dalam peker!aan#peker!aan yang aman dan ter!amin supaya dengan demikian tidak kehilangan tun!angan tambahan. 4. Kebutuhan Dasar 4: kebutuhan untuk dicintai dan disayangi %-o e and )elonging +eeds&. Setelah kebutuhan fisiologis dan kebutuhan akan rasa aman telah cukup terpenuhi, menurut Maslow, muncullah kebutuhan yang ketiga yaitu kebutuhan akan cinta, yang mendorong manusia untuk mencari teman dan pasangan hidup atau orang yang menyayanginya. Dari kebutuhan ini, manusia akan termoti asi untuk mencari pergaulan yang luas, bersikap ramah dan tidak men!engkelkan, membangun suatu hubungan akrab dan penuh perhatian dengan orang lain atau dengan orang#orang pada umumnya, dan dalam hubungan#hubungan ini memberi dan menerima cinta adalah sama penting. 6. Kebutuhan dasar 6 yaitu kebutuhan untuk dihargai %Self /steem +eeds&. Setelah tubuh men!adi sehat dan tidak kelaparan, merasa aman, dan memiliki teman dan orang yang disayanginya, manusia mulai merasa ingin dihargai oleh teman di sekitarnya. Kebutuhan akan penghargaan ini akan mendorong manusia untuk memperlihatkan kelebihan#kelebihan diri masing#masing supaya teman#teman lainya menghargainya, bersikap lebih kompetitif, merasa berharga dan menimbulkan perasaan berguna bagi diri sendiri, memamerkan kekayaan serta gengsi melalui !enis mobil yang dikemudikan, gaya pakaian, atau melalui tingkah laku yang mengagumkan dan tangkas.

8.

Kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri %Self 'ctuali0ation +eeds&.

Setelah empat kebutuhan dasar telah terpenuhi, maka muncullah kebutuhan selan!utnya, yakni kebutuhan meta yang berupa kebutuhan yang dimiliki seseorang untuk mengaktualisasikan dirinya. Kebutuhan ini mendorong manusia untuk bangkit dari kekalahan dan mengaktualisasi diri dengan berbagai tingkah laku seperti membaca, bela!ar, latihan, dan lainnya. Kepuasan pada kebutuhan ini melibatkan lebih banyak persyaratan dan lebih kompleks dibanding kepuasan pada tingkat yang lebih rendah. 9saha untuk memperoleh aktualisasi diri memerlukan prasayarat semua kebutuhan yang lebih rumit dan canggih dibanding usaha mendapat makanan.

Setiap kebutuhan diatas memerlukan kondisi eksternal#sosial, ekonomi, dan politik yang mendukung. Dengan adanya kebebasan ekonomi atau tidak ada masalah ekonomi, seseorang dapat dengan mudah memunculkan perilaku makan, mencari keamanan baik secara sosial maupun keamanan fisik dan harta benda, maupun memperoleh rasa cinta dan aktualisasi diri.

)$ "erkemban(an Kepribadian Maslow Kebutuhan meta muncul belakangan dalam e olusi perkembangan manusia. Semua makhluk hidup membutuhkan makan dan minum, tetapi hanya manusia yang memiliki kebutuhan aktualisasi diri, mengetahui dan memahami. Karena itu semakin tinggi tingkat kebutuhan yang dimilikinya, semakin !elas beda nilai kemanusiaanya. Kebutuhan yang lebih tinggi muncul belakangan dalam perkembangan indi idu. 'ktualisasi diri baru akan muncul pada usia pertengahan. )ayi hanya memiliki kebutuhan fisiologis dan keamanan, dan pada masa adolesen muncul belonging, cinta, dan esteem. Kebutuhan meta memberi sumbangan yang lebih besar untuk tumbuh dan berkembang, dalam bentuk kesehatan yang lebih baik, usia pan!ang, dan memperluas efisiensi biologis. Karena alasan#alasan itulah kebutuhan meta disebut !uga kebutuhan berkembang atau kebutuhan men!adi %growth need or being need&. (erkembangan kepribadian Maslow pada puncaknya adalah pencapaian aktualisasi diri yang merupakan kebutuhan tertinggi dari hirarki kebutuhan manusia. Konsep tu!uan hidup ini mirip dengan konsep 'rsetif#self :ung, atau realisasi diri dari .orney. Menurutnya perkembangan tu!uan mencapai aktualisasi diri itu bersifat alami, yang dibawa se!ak lahir. Secara genetik manusia mremiliki potensi dasar yang positif. Disamping itu !uga memiliki potensi dasar !alur perkembangan yang sehat, lebih mengikuti hakekat alami didalam dirinya. Kebutuhan +eorotik merupakan perkembangan kebutuhan yang menyimpang dari !alur alami. Dalam pandangan ini, apa yang baik mendasarkan dan mendekat pada aktualisasi diri dan yang buruk;abnormal adalah segala hal yang menggagalkan atau menghambat aktualisasi diri sebagai hakekat alami kemanusiaan. 'ktualisasi diri sebagai tu!uan final#ideal hanya dapat dicapai oleh sebagian kecil populasi dan dalam presentase kecil. Menurut Maslow rata#rata kebutuhan aktualisasi diri hanya

terpuaskan 2<=. Kebutuhan aktualisasi diri !arang terpenuhi karen sukar menyeimbangkan antara kebanggaan dengan kerendahan hati, antara kemampuan memimpin dengan tanggung !awab yang dipikul, antara mencemburui orang lain dengan perasaan berharga. "rang akhirnya menyangkal dan menarik diri dari kebutuhan aktualisasi diri karena perkembangan diri !ustru menyebabkan perasaan takut, terpesona, lemah dan tidak mampu. "rang menyangkal dan menolak kemampuan dan potensi tertingginya serta kreatifitasnya. Maslow menamakan perasaan takut, gamang, perasaan tidak berharga, dan meragukan diri memperoleh kemasyhuran dan aktualisasi diri. "rang gagal mencapai aktualisasi diri karena merasa takut menyadari kelemahan dirinya sendiri. Masyarakat dapat mendorong aktualisasi diri. Maslow mengemukakan dua !alur aktualisasi diri, yaitu !alur bela!ar 3 mengembangkan diri secara optimal pada semua tingkat kebutuhan hirarki dan !alur pengalaman puncak.

"#N*T*" K#S!M"*+AN

Struktur kepribadian maslow, menurutnya struktur kepribadian itu dipengaruhi oleh 8 kebutuhan yaitu kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan rasa sayang dan dicintai, kebutuhan akan rasa dihargai dan kebutuhan aktualisasi diri. Kemudian dinamika kepribadian seseorang menurut Maslow bagaimana sebuah prilaku dapat ter!adi adalah karena semata mata untuk memenuhi kebutuhannya, yaitu 8 kebutuhan dasar tersebut. (erkembangan kepribadian Maslow pada puncaknya adalah pencapaian aktualisasi diri yang merupakan kebutuhan tertinggi dari hirarki kebutuhan manusia. Menurutnya perkembangan tu!uan mencapai aktualisasi diri itu bersifat alami, yang dibawa se!ak lahir.

DAFTAR PUSTAKA

2.

'lwisol. $<<>. (sikologi Kepribadian. 9MM (ress. Malang

$. .all, ,al in S ? -ind0ey, @ardner. $<<8. 1eori#1eori .olistik %"rganismik#*enomenologis&. Kanisius. Aogyakarta 4. Koeswara, /. 2BB2. 1eori#1eori Kepribadian. /resco. )andung

A$ 1$

Teori umum

Abraham Maslow

(rinsip Dasar 1eori Kepribadian menurut Maslow 2. .umanisme 1eori humanisme maslow menegaskan tentang adanya keseluruhan kapasitas martabat dan nilai kemanusiaan untuk menyatakan diri (self-realization). 2. .olisme (andangan ini menegaskan bahwa organisme selalu bertingkah laku sebagai kesatuan yang utuh bukan sebagai komponen yang berbeda. 2. Menolak riset binatang

Dalam psikologi humanistik ditekankan perbedaan antara manusia dan binatang. Ciset binatang memandang manusia sebagai mata rantai refleks conditioning dan mengabaikan karakteristik manusia yang unik. 2. Manusia pada dasarnya baik bukan setan Manusia memiliki struktur psikologi yang analog dengan struktur fisik. Mereka memiliki kebutuhan, kemampuan, dan kecenderungan yang bersifat genetik. 2. (otensi Kreatif Menurut .umanistik kreatifitas adalah potensi semua orang yang tidak memerlukan bakan dan kemampuan yang khusus. 2. Menekankan kesehatan (sikologi (endekatan humanistik mengarahkan pusat perhatiannya kepada manusia sehat, kreatif, dan mampu mengaktualisasikan diri. 2. Moti asi Moti asi memainkan peranan penting dalam menilai tindakan manusia, karena pada motif# motif itulah terkandung arti subyektif dari tindakan tertentu bagi orang tertentu. Maslow menyusun teori moti asi manusia, di mana ariasi kebutuhan manusia dipandang tersusun dalam bentuk hierarki: 2. 1. The Physiological eeds Aang termasuk dalam kebutuhan ini adalah kebutuhan dasar manusia seperti oksigen, air, protein, garam, gula, kalsium, mineral lain dan itamin. Selain itu, ada kebutuhan untuk aktif, istirahat, tidur, untuk membuang limbah %,"$, keringat, urin, dan kotoran&, untuk menghindari rasa sakit, dan melakukan hubungan seks. 2. 1. The Safety and Sec!rity eeds Ketika kebutuhan fisiologis telah terpenuhi, ini lapisan kedua kebutuhan yang akan muncul. 'nda akan men!adi semakin tertarik untuk menemukan situasi yang aman, stabilitas, dan perlindungan. 2.

1. The "o#e and $elonging eeds Setelah kebutuhan fisiologis dan kebutuhan akan keselamatan, kebutuhan yang ketiga adalah kebutuhan akan cinta dan memiliki. 2. 1. The %stee& eeds Selan!utnya, kebutuhan yang keempat adalah the estee& needs. (ada tingkat ini kita mulai mencari sedikit harga diri. Maslow mencatat dua ersi penghargaan kebutuhan, yang lebih rendah dan yang lebih tinggi. e. 'ktualisasi diri. Dni adalah kebutuhan yang tidak melibatkan keseimbangan atau homeostasis. Sekali bergerak, mereka terus dirasakan. )ahkan, mereka cenderung men!adi lebih kuat seperti yang kita EmakanE mereka. Mereka melibatkan keinginan terus menerus untuk memenuhi potensi, Emen!adi semua yang 'nda dapat.E ,r(anisasi Kepribadian 2. Sindrom Kepribadian *nit utama dari kepribadian adalah sindrom kepribadian -aitu se.umlah si/at -an( berbeda0beda -an( terstruktur, teror(anisir, dan salin( berhubun(an, mun1ul bersama0sama$ Maslow meneliti ti(a sindrom -an( terpentin( -aitu sindrom har(a diri(self esteem), sindrom keamanan (security), dan sindrom ke1erdasan(intelectual)$ 2. Kekurangan dan Men!adi Menurut maslow, oran( berhubun(an den(an dunia luar dalam dua bentuk, alam kekuran(an dan alam men.adi$ Alam kekuran(an merupakan bentuk hubun(an dimana oran( terlibatden(an ke(iatan memuaskan kebutuhan dasar untuk bertahan hidup$ Sedan(kan hubun(an alam men.adi adalah hubun(an oran( den(an dunia luarn-a sesudah kebutuhan dan moti/ dasar terpenuhi$ 1$ )arl 2o(ers 1$ a$ Struktur Kepribadian

Cogers tidak menekankan aspek structural dari kepribadian. +amun ada 6 konstruk penting yang mendasari teorinya, yaitu: 13 ,r(anism 2. Makhluk hidup: organism adalah makhluk lengkap dengan fungsi fisik dan psikologiknya. $. Cealitas subyektif: organism menanggapi dirinya seperti yang diamati atau dialaminya. 4. .olisme: organism adalah suatu kesatuan system, sehingga perubahan pada satu bagian akan mempengaruhi bagian lain.

(engertian organism mencakup tiga hal:

23

Medan 4enomena

Aaitu keseluruhan pengalaman yang memiliki sifat disadari dan tak disadari, tergantung apakah pengalaman yang mendasari dari medan phenomenal tersebut &3 Sel/

Konsep pokok dari teori kepribadian Cogers adalah self, sehingga dapat dikatakan self merupakan satu#satunya struktur kepribadian yang sebenarnya. )eberapa pen!elasan mengenai self dapat disimpulkan: 2. Self terbentuk melalui difernsiasi medan fenomena. $. Self !uga terbentuk melalui intro!eksi nilai#nilai orang tertentu (significant 'erson) dan dari distorsi pengalaman 4. Self bersifat integral dan konsisten 6. (engalaman yang tidak sesuai dengan struktur self dianggap sebagai ancaman. 8. Self dapat berubah sebagai akibat kematangan biologikdan bela!ar.

1$ b$ 13

%inamika Kepribadian

"enerimaan "ositi/

(erkembangan pengalaman menempatkan regard positif timbale balik. "rang merasa puas menerima regard positif, kemudian !uga merasa puas dapat member regard positif kepada orang lain. Ketika regard positif itu diinternalisasi, orang dapat memperoleh kepuasan dari menerima dirinya sendiri, atau menerima diri positif ('ositi#e self regard). 23 Konsistensi dan Salin(suai

Menurut Cogers, organism berfungsi untuk memelihara konsistensi %kea!egan, keadaan tanpa konflik& dari persepsi diri, dan kongruen %salingsuai& antara persepsi self dengan pengalaman. "rganism tidak berusaha mencari kepuasan dan menghindari rasa sakit, tetap berusaha memelihara stuktur self yang dimilikinya. &3 Aktualisasi %iri

Cogers memandang organism terus menerus bergerak ma!u. 1u!uan tingkah laku bukan untuk mereduksi tegangan ener!i tetapi mencapai aktualisasi diri. 1$ 1$ "erkemban(an Kepribadian

Cogers tidak membahas teori pertumbuhan dan perkembangan, dan tidak melakukan riset !angka pan!ang yang mempela!ari hubungan anak dan orang tuanya. +amun dia yakin adanya kekuatan tumbuh pada semua orang yang secara alami mendorong proses organism men!adi semakin kompleks, ekspansi, otonom, social, dan secara keseluruhan semakin aktualisasi diri. Self berkembang secara utuh#keseluruhan, menyentuh semua bagian#bagiannya. 1$ $ "aradi(ma "sikopatolo(i Humanistik Humanisme 5 Menekankan Kesehatan "sikolo(i

2$ 1$

Menurut Maslow psikopatologi umumnya hasil dari penolakan, frustasi, atau penyimpangan dari hakekat alami seseorang. 1$ 2$ Motivasi 5 The Safety and Security Needs

Dipandang dari sudut yang negatif, kebutuhan manusia akan ditun!ukkan, tidak dengan rasa lapar dan haus, tetapi dengan ketakutan dan kecemasan. 2. Moti asi 7 The "o#e and $elongingness

Manusia mulai merasa perlu mempunyai teman#teman, kekasih, anak#anak, kasih sayang hubungan secara umum, bahkan rasa komunitas. Memandang negatif hal ini, manusia akan rentan terhadap kesepian dan kegelisahan sosial. 2. Moti asi 7 The %stee& eeds Fersi negatif dari kebutuhan ini, rendah diri dan kompleks inferioritas. Menurut Cogers, orang malad!ustment sepertinya tidak sadar dengan perasaan yang mereka ekspresikan %yang ditangkap secara !elas oleh orang luar&. Mereka !uga tidak sadar dengan pernyataan yang bertentangan dengan self#nya dan menolak ekspresi yang dapat mengungkap hal itu. Tak salin( suai 6!n1on(ruen1e3 "rang yang secara psikologik sangat sehat pun secara berkala tetap dihadapkan dengan pengalaman yang mengancm konsep dirinya yang memaksanya untuk mendistorsi atau mengingkari pengalamannya. Ketika pengalaman sangat tidak konsisten dengan struktur self atau pengalaman inkongruen sering timbul, tingkat kecemasan yang ter!adi dapat merusak rutinitas dan orang men!adi neurotic. Ke1emasan dan an1aman Cogers mendefinisikan kecemasan sebagai keadaan ketidaknyamanan atau ketegangan yang sebabnya tidak diketahui. Ketika orang semakin tidak menyadari ketidakkongruenan antara pengalaman dengan persepsi dirinya, kecemasan berubah men!adi ancaman terhadap konsep diri kongruen, dan ter!adi pergeseran konsep diri kongruen. Tin(kah laku bertahan Cogers hanya mengklasifikasikan dua tingkah laku bertahan, yakni distorsi dan denial. 1ermasuk dalam distorsi adalah kompulsif, kompensasi, rasionalisasi, fantasi, dan pro!eksi. 2. Distorsi: pengalaman diinterpretasi secara salah dalam rangka menyesuaikannya dengan aspek yang ada dalam konsep self. "rang mempersepsi pengalaman secara sadar tapi gagal menangkap %tidak menginterpretasi& makna pengalaman seperti yang sebenarnya. Dapat menimbulkan bermacam defense dan tingkah laku salah suai. $. Denial: orang menolak menyadari suatu pengalaman, atau paling tidak mengahalangi beberapa bagian dari pengalaman untuk disimbolisasi. (engingkaran itu dilakukan

terhadap pengalaman yang tidak kongruen dengan konsep diri, sehingga orang terbebas dari ancaman ketidak#kongruenan diri.