Anda di halaman 1dari 5

1.

Sistem Kesehatan

Ideologi

Indonesia Pancasila Ideologi sistem kesehatan: konservatif-institutionalist welfare state (diantara paham sosialisme dan liberalisme): UU No. 40/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional1 Pemerintah sebagai regulator, pemberi biaya, dan pelaksana kegiatan. (PP 25 tahun 2000)

India

Ideologi sistem kesehatan: kapitalis (sebagian besar dikuasai swasta)

Intervensi Pemerintah

Private Expenditure on Health (as Percent of Total Expenditure on Health) 2010 General Government Expenditure on Health (as Percent of General Government Expenditure) 2010 General Government Expenditure on Health (as Percent of Total Expenditure on Health)2010 Out-of-pocket expenditure (as Percent of Private Expenditure on Health)

63.9%

Pemerintah menyelenggarakan program kesehatan, skema dan pendanaan, kemitraan dengan lembaga keuangan dunia. 71,8%

6,2%

6,8%

36,1%

28,2%

75,8% (KFF.org) 2010

86%

2. Sistem Pembiayaan Tax -based Indonesia Melalui pajak umum, pajak khusus, bantuan atau pinjaman yang tidak mengikat, serta berbagai sumber sesuai perundangundangan ( SKN 2012) - Askes asuransi kesehatan bagi PNS - Jamsostek asuransi kesehatan dan ketenagakerjaan untuk tenaga kerja India Sangat kecil. Ratio Tax-GDP India hanya 5,5%

Asuransi Sosial

Government-run General Insurance Corporation (GIC) dan empat lainnya: New India Assurance Company, United India Insurance

sektor formal Taspen asuransi untuk pensiunan PNS Jasa Raharja asuransi kecelakaan lalu lintas KJS, Jamkesmas, Jampersal

Company, National Insurance Company, dan Oriental Insurance Company State government-run insuranceRashtriya Swasthya Bima Yojana, Kalainger Insurance Scheme for Live-Saving treatments, Suvarna Arogya Surakhsa Scheme untuk pekerja pada sektor unorganized (informal) di bawah garis kemiskinan

Asuransi Komersial

6,1% dari total health expenditures Indonesia

2% dari total health expenditures India (The Indian Healthcare system)

3. Indikator Kesehatan Maternal mortality ratio (per 100,000 kelahiran hidup) Kelahiran yang dibantu tenaga kesehatan Penggunaan kontrasepsi pada wanita Anak Under-five mortality rate (per 1000 kelahiran hidup) Infant mortality rate (per 1000 kelahiran hidup) Communicable disease Insidens Malaria per 100000 penduduk TB per 100000 penduduk Indonesia 220 (2010) (WHO.int) India 200 (2010)

82% (2011) 61% WHS (2010)

50% (2011) 56% WHS 2011

35 (2010) World health stat 26.99 (2012) KFF

63 (2010) 46.07 (2012)

1862

1375 Prevalensi 256 (2010) Insidens 216 (2010) 200 (2009) 53% Laki-laki 781.7; perempuan 571 Laki-laki 78.8; perempuan 71.8 Laki-laki 178.4; perempuan 125.5

Prevalensi 289 (2011) Insidens 189 (2011) HIV (per 100 000 populasi ) 133 (2009) WHS Non-communicable disease (NCD) Kematian akibat NCD (dari 64% total kematian) Age-standardized death rate - Laki-laki 757; per 100 000 perempuan 537.9 - Seluruh NCD - Laki-laki 135.9; - Kanker perempuan 108.9 - Penyakit pernapasan - Laki-laki 102.3; kronik perempuan 52.4

Penyakit kardiovaskular dan diabetes Hospital coverage (jumlah tempat tidur per 10000 populasi)

Laki-laki 400.2; perempuan 300.3 (WHO. Int) 9

Laki-laki 386.3; perempuan 283 (WHO. Int)

4. Health Economy Indonesia Health expenditure per capita 127 US$ (2011) Porsi anggaran kesehatan ( % 2,7 dari GDP) 2011 5. Mekanisme Sistem Rujukan Indonesia Peran dokter keluarga Sesuai permenkes no 001 th 2012, dokter di layanan primer dapat merujuk pasien ke pelayanan kesehatan sekunder atau tersier . Namun, pada praktiknya, pasien tidak bergantung pada dokter di layanan primer untuk mendatangi layanan kesehatan sekunder atau tersier(self-referral). Boleh tidaknya rujukan langsung ke tersier Boleh. Diatur dalam Permenkes No 001 th 2012 pada pasal 4 bahwa pelayanan kesehatan primer dapat merujuk ke tingkat sekunder maupun langsung ke tersier. India 141 US$ (2011) 3.9

India Dokter keluarga menjadi fokus dalam kebijakan di India dalam National Health Policy 2002, namun implementasinya belum maksimal. Pasien dapat mengakses layanan sekunder dan tersier tanpa rujukan dari dokter keluarga. Boleh.

6. Kapasitas Tenaga Kesehatan Indonesia 2,9 WHS Jumlah dokter umum tercatat: 25 333 Masih terjadi kesenjangan dalam persebaran dokter Paling banyak DKI Jakarta: 34,37 dokter per 100000 penduduk Paling sedikit Banten: 5,05 dokter per 100.000 penduduk India 6.5 WHS Jumlah dokter: 65 722 Menurut data dari National Rural Health Mission tahun 2011, sudah banyak daerah yang jumlah dokter pada pusat layanan primernya melebihi jumlah dokter yang dibutuhkan (20 dari 35 daerah rural). Namun, pada daerah pedesaan lain masih terdapat kekurangan jumlah dokter.

Rasio dokter per 10000 penduduk Pemerataan dokter

Kesimpulan Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa sistem kesehatan kedua negara hampir serupa. Walaupun Indonesia tidak menerapkan pelayanan kesehatan berdasarkan regio kota dan desa seperti India, akan tetapi Indonesia khususnya Jakarta sudah menerapkannya dengan Kartu Jakarta Sehat yang dapat dinikmati seluruh warga Jakarta. Masalah yang dihadapi kedua Negara juga hampir serupa, seperti mengenai biaya kesehatan, jaminan kesehatan bagi warga yang tidak menyeluruh. Hal tersebut tentunya wajar, mengingat baik Indonesia maupun India termasuk negara dengan jumlah penduduk yang besar. Mengenai persebaran dokter, kedua negara juga terhitung kurang dalam kapasitas tenaga kesehatan. Selain itu, masalah kesehatan yang serupa antara kedua negara adalah masih banyaknya warga yang kurang mendapat akses ke pengobatan modern sehingga lebih memilih pengobatan tradisional yang belum jelas evidence-basednya. Jika harus memilih negara mana yang lebih baik dalam sistem kesehatannya, maka jawabannya cukup sulit. Dari data-data di atas tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua negara. Walaupun India pernah berkunjung ke Indonesia untuk mempelajari sistem kesehatan, hal tersebut tidak menjamin sistem kesehatan Indonesia lebih baik daripada India. Namun, sebagai warga Negara Indonesia saya tetap optimis sistem kesehatan Indonesia lebih baik dibandingkan India dan akan lebih baik ke depannya. Secara umum, sistem kesehatan India bukanlah sistem kesehatan yang berbeda signifikan dengan Indonesia. India juga memiliki sistem rujukan yang bertingkat (three-tier hierarki) dan pelayanan kesehatan terkesan lebih merata karena adanya pembagian dan misi khusus untuk daerah rural dan urban. Namun, pada pelaksanaannya, masalah yang dihadapi India hampir sama dengan Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari porsi pembiayaan kesehatan, dimana pengeluaran dana kesehatan kedua negara ini didominasi sektor swasta. Walaupun, India merintis sejumlah asuransi sosial pemerintah untuk melindungi masyarakat India namun hal ini belum dapat menjangkau seluruh warga. Hal yang sama juga terjadi di Indonesia, dimana sistem jaminan kesehatan belum mengcover seluruh masyarakat Indonesia dan penyerapan asuransi komersial pun masih sangat rendah. Sebagai hasilnya, angka indikator kesehatan kedua negara ini tidak terpaut jauh pada berbagai aspek. Misalnya, maternal mortality ratio di India sedikit lebih rendah daripada Indonesia namun pada indikator infant mortality rate, Indonesia masih lebih unggul daripada India. Terkait kapasitas tenaga kesehatan, kedua negara juga mengalami kesenjangan dalam persebaran dokter dimana terdapat daerah yang jumlah dokternya melebihi kebutuhan daerah sedangkan ada daerah lain yang jumlah dokternya masih jauh dari cukup. Menurut saya, kedua negara memiliki tantangan yang sama-sama berat. India memiliki jumlah penduduk lebih dari satu milyar sedangkan Indonesia memiliki cakupan area yang sangat luas dengan jumlah penduduk yang banyak pula. Sulit bagi saya untuk menentukan negara mana yang memiliki sistem kesehatan yang lebih baik, namun

Referensi:

WHO. World health statistics 2012. Geneva: WHO; 2012. 2. Ravichandran N. The indian healthcare system. Medical solutions, 2009 manila 3. Peraturan Presiden Republik Indonesia. No 72 tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Nasional. 4. Rural health care system in India 5. Report on the achievement of the millennium development goals in Indonesia 2011. Ministry of National Development Planning/National Development Planning Agency (BAPPENAS) 2012. 6. Profil kesehatan Indonesia 2010. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2011. 7. Healthcare in India. India. http://www.who.int/countries/ind/en/ Indonesia. http://www.who.int/countries/idn/en/ The Henry J. Kaiser Family Foundation. K Private expenditure of health in India. http://kff.org/global-indicator/private-expenditure-on-health/ National Rural Health Mission. Comparative statement