0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
220 tayangan29 halaman

Epidemiologi dan Penanganan Tumor Orofaring

Dokumen tersebut membahas tentang kasus pasien laki-laki berusia 23 tahun dengan keluhan sakit tenggorokan dan benjolan di lidah. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya benjolan di orofaring dan leher. Hasil pemeriksaan laboratorium, CT-scan, dan patologi anatomi menunjukkan diagnosis kanker orofaring stadium III. Pasien diberikan penatalaksanaan berupa cairan infus, antibiotik, analgesik, dan rencana trakeostomi darur

Diunggah oleh

Romi Ranuta
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
220 tayangan29 halaman

Epidemiologi dan Penanganan Tumor Orofaring

Dokumen tersebut membahas tentang kasus pasien laki-laki berusia 23 tahun dengan keluhan sakit tenggorokan dan benjolan di lidah. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya benjolan di orofaring dan leher. Hasil pemeriksaan laboratorium, CT-scan, dan patologi anatomi menunjukkan diagnosis kanker orofaring stadium III. Pasien diberikan penatalaksanaan berupa cairan infus, antibiotik, analgesik, dan rencana trakeostomi darur

Diunggah oleh

Romi Ranuta
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Refrat

TUMOR OROFARING
OLEH: Romi Ranuta

Pembimbing: dr. Benny Kurnia, Sp. THT-KL

BAB 1
PENDAHULUAN

EPIDEMIOLOGI
Pria: Tertinggi: Perancis (13.0 per 100.000) Terendah: Jepang (0.5 per 100.000)

Wanita: Tertinggi: India (5.8 per 100.000) Terendah: Yugoslavia (0.2 per
100.000)

Di Amerika dan Eropa: 3-5 per 100.000 atau 3-5% dari seluruh tumor
Di Indonesia: angka kejadian keganasan rongga mulut sebesar 3,75% 90% jenis squamous cell carcinoma (SCC) Pria 2-4 kali sering terkena daripada perempuan

Urutan Lokasi Terbanyak Tumor Orofaring


Tonsil 50%

Dinding Lateral 5%

Dasar Lidah 20%

Urutan Lokasi
Dinding Posterior 5% Palatum Mole 10%

Vallecula dan Epiglottis 10%

BAB 2
TINJAUAN KEPUSTAKAAN

ANATOMI

DEFINISI
Tumor Orofaring
Pertumbuhan jaringan abnormal yang terjadi pada daerah orofaring.

Ganas (maligna) atau jinak (benigna)

ETIOLOGI DAN FAKTOR RISIKO


Merokok

Alkohol Hygiene mulut

PATOFISIOLOGI

MANIFESTASI KLINIS
Rasa sakit akibat adanya pembengkakan. Sakit tenggorokan yang tidak kunjung sembuh Kesulitan menelan Kesulitan membuka mulut dan rahang (trismus) Bau mulut Perubahan suara Penurunan berat badan

STAGING
Tx T0 Tis T1 Tumor primer tidak dapat ditentukan. Tidak ada bukti adanya tumor primer. Karsinoma in situ.

N0

Tumor berukuran 2 cm atau kurang dalam ukuran terbesar. T2 Tumor berukuran lebih dari 2 cm namun tidak lebih besar dari 4 cm. T3 Tumor berukuran lebih dari 4 cm dalam ukuran terbesar. T4a Tumor menginvasi struktur sekitar (korteks tulang, otot-otot ekstrinsik lidah, sinus maksilaris, kulit wajah) T4b Tumor melibatkan ruang masticator, plate pterygoideus, dasar otak, dan/atau arteri karotis interna

Tidak terdapat metastase regional N1 KGB Ipsilateral singel, 3cm N2a KGB Ipsilateral singel, 3x<6 cm N2b KGB Ipsilateral multipel, 3x<6 cm N2c KGB Bilateral /kontralateral, 3x<6 cm M0 Tidak ditemukan metastase jauh M1 Metastase jauh

DIAGNOSIS

Anamnesis Sakit tenggorokan Disfagia Trismus Bau mulut Perubahan suara Penurunan BB

Pemeriksaan Fisik Massa (lokasi, jumlah, ukuran,konsistensi, terfiksir/tidak Perdarahan

Pemeriksan Penunjang Laboratorium Radiologi Patologi anatomi

PENATALAKSANAAN
Operasi

Kombinasi

Penatalaksanaan

Radio
terapi

Kemo terapi

PRESENTASI KASUS

IDENTITAS PASIEN
Nama Umur Jenis Kelamin Suku Agama Alamat Pekerjaan No. CM Tanggal Masuk Tanggal Pemeriksaan : Tn.MS : 23 tahun : Laki-laki : Aceh : Islam : Ie Buboh Bakongan, Aceh Selatan : tidak ada : 97-21-66 : 3 Oktober 2013 : 8 Oktober 2013

ANAMNESIS
Keluhan Utama : Sakit dan ada benjolan pada lidah Keluhan Tambahan : Susah berbicara dan makan Riwayat Penyakit Sekarang : Pasien datang dengan keluhan sakit dan adanya rasa seperti daging yang tumbuh, yang menutupi kerongkongan pasien. Keluhan ini dirasakan sudah memberat dalam 10 hari sebelum masuk RS. Pada 5 bulan sebelum masuk RS, pasien sudah merasakan susah menelan karena adanya daging tumbuh di kerongkongan pasien, namun dalam 10 hari terakhir pasien tidak dapat makan dan minum apapun, bahkan menurut pengakuan pasien, air sedikit pun sangat sulit ditelan. Pasien juga mengeluhkan rasa sesak napas terutama apabila berbicara dan pasien akan merasa kelelahan jika berbicara banyak. Perubahan suara menjadi sengau juga dirasakan pasien. Darah dalam air liur (+), terkadang berwarna merah segar dan terkadang seperti bercakbercak hitam. Saat pemeriksaan, pasien tidak dalam keadaan demam, mual (-), muntah (-). Riwayat Penyakit Dahulu : Gigi berlubang (+), DM (-). Riwayat Penyakit Keluarga : Penyakit keluarga disangkal. Riwayat Kebiasaan Sosial :Pasien merokok lebih dari 8 tahun dengan rata-rata menghabiskan 10 batang rokok.

PEMERIKSAAN FISIK
Status Present Keadaan Umum Kesadaran Tekanan Darah Heart rate Respiratory rate Temperature Berat Badan Tinggi Badan

: Sakit sedang : Compos mentis : 130/70 mmHg : 60 x/menit (reguler) : 20 x/menit : 36,7oC : 39 kg : 158 cm

Status Lokalis
a. Kepala b. Mata : rambut hitam, distribusi rata dan sukar di cabut : Refleks cahaya langsung (+/+), Refleks cahaya tidak langsung (+/+), pupil bulat, sentral, isokor, 3 mm/3 mm, Konjungtiva palp. inferior pucat (-/-), sklera ikterik (-/-), edema (-/-) :
Dextra
Normal Normal Maksimal Negatif Utuh

c. Telinga

Bagian yang dinilai


Preaurikuler CAE Serumen Sekret Membran timpani

Sinistra
Normal Normal Maksimal Negatif Utuh

Refleks cahaya
Retroaurikuler

Ke angka 5
Normal

Ke angka 7
Normal

d. Rhinoskopi Anterior
Aspek yang dinilai Mukosa Sekret Konka Massa Septum nasi Pasase udara Dextra Hiperemis (-) Positif Normal Negatif Deviasi (-) Normal Sinistra Hiperemis (-) Positif Normal Negatif Deviasi (-) Normal

e. Orofaring Lidah : tidak terdapat massa. Tonsil : T1/T1, hiperemis (-) Faring :Tampak massa berwarna putih kekuning-kuningan, berbenjolbenjol, dan mudah berdarah yang memenuhi dinding faring posterior. Palatum : Tampak massa yang menginfiltrasi palatum molle. Gigi geligi : karies (+)

f. Leher Inspeksi : Benjolan (+) Palpasi : Pembesaran KGB : Teraba adanya benjolan di kelenjar getah bening pada leher kiri dan kanan, soliter, ukuran 1x1 cm, konsistensi lunak, mobile dan tidak terfiksir. Kelenjar thyroid : Tidak teraba Trakea : Letak medial Tekanan vena jugularis : Normal h. Axilla : Tidak teraba adanya pembesaran KGB

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium Hematologi
Pemeriksaan Haemoglobin Leukosit Trombosit Hematokrit Hasil (03-10-2013) 10,7 gr/dl 10,5 x 103/ul 410 x 103/ul 32% Nilai Rujukan 12-14 gr/dl 4,1-10,5.103/ul 150-400.103/ul 40-55%

Rhino Faringo Laringoskopi Tanggal Pemeriksaan 3 oktober 2013 hasil: Nasofaring tidak tampak massa. Tampak massa pada orofaring sebelah kiri, berbenjol-benjol, mudah berdarah, sudah menginfiltrasi epiglottis. Epiglotis terdorong kearah kanan dan berbentuk retrofleksi.

Rhino Faringo Laringoskopi Tanggal Pemeriksaan 3 oktober 2013 hasil: Nasofaring tidak tampak massa. Tampak massa pada orofaring sebelah kiri, berbenjolbenjol, mudah berdarah, sudah menginfiltrasi epiglottis. Epiglotis terdorong kearah kanan dan berbentuk retrofleksi. Sinus Firivormis: standing secretion (+) plica vokalis dan ventrikularis tidak dapat dievaluasi tenggorok: tampak massa sudah memenuhi dinding faring posterior celah orofaring 2 cm. Kesimpulan: Massa Orofaring

Foto Thorax Anterior-Posterior Tanggal Pemeriksaan: 6-10-2013 Kesimpulan: Cor dan pulmo tak tampak kelainan Emfisema subcutis region supraclavicula kanan

CT-SCAN THORAX tanpa kontras dan dengan kontras

CT-SCAN THORAX tanpa kontras dan dengan kontras

Kesimpulan: Sesuai dengan Ca. Oro-Nasopharyng. Dengan infiltrasi ke Palatum Molle, Para Oropharyng, Para Nasopharyng dan Kelenjar getah bening leher dalam

Pemeriksaan Patologi Anatomi


Tanggal pemeriksaan : 11 Oktober 2013 Lokasi : Orofaring Diagnosis Klinik : Masa Orofaring Makroskopis : Diterima jaringan dengan ukuran 1,5 x 1 x 1 cm, warna putih, konsistensi kenyal, 1 blok, proses habis. Mikroskopis : Jaringan biopsy terdiri dari sel-sel squamosum dengan inti pleomorfik hiperkromatik N/C ratio bertambah dan mitosis, sitoplasma menghasilkan keratin. Kesimpulan : Keratinzing Squamous Cell Carcinoma.

DIAGNOSIS

Carcinoma Orofaring (Keratinzing Squamous Cell Carcinoma) T2N1M0 stadium III


PENATALAKSANAAN

-IVFD Ringer Lactat 20 gtt/menit -Injeksi Cefotaxim 1 gr/ 12 jam -Injeksi Ketorolac 3% 1 ampul / 12 jam -Injeksi Ranitidin 1 ampul/ 12 jam -Injeksi Transami 500 mg/ml -Rencana Trakeostomi emergency untuk sumbatan jalan napas

Terimakasih

Anda mungkin juga menyukai