Anda di halaman 1dari 16

Jurnal: American Thoracic Society

Penyakit Paru Interstisial


ROMI RANUTA (0807101010180)

Pembimbing: dr. Dewi Behtri Yanifitri, Sp.P

Epidemiologi

Penyakit paru interstisial umumnya adalah sebuah penyakit orang dewasa, meskipun itu, juga dapat terjadi pada anak-anak. Penyakit interstisial tertentu seperti sarkoidosis, pulmonary Langerhans cellhistiocytosis, dan autoimun terkait penyakit paru-paru, cenderung berkembang pada orang dewasa muda, sedangkan idiopathic pulmonary fibrosis (IPF) yang paling sering terjadi antara usia 40 dan70.

Manifestasi
1.

2.

3.

4.

Patofisiologi

Hasil akhir dari penyakit paru interstisial adalah fibrosis, dimana jaringan parut menumpuk dan ruang udara terurai menjadi kista yang besar, proses ini kadang-kadang disebut sarang lebah

Penatalaksanaan
Medikamentosa

Pencegahan

Prognosis
Penyakit paru interstisial dengan fibrosis biasanya menunjukkan penyakit lanjut dan prognosis buruk. Penyakit paru interstisial dengan peradangan memiliki prognosis yang lebih baik dan seringkali merespon terhadap pengobatan. Sarkoidosis biasanya memiliki prognosis yang baik dan sebagian besar kasus dapat pulih. IPF memiliki prognosis terburuk, dengan kelangsungan hidup rata-rata dua sampai tiga tahun

Penelitian Terbaru
Studi tentang latar belakang genetik pasien menunjukkan bahwa perubahan dalam gen tertentu (misalnya, gen protein surfaktan dan telomerase) dapat mempengaruhi individu sehingga dapat menghidap IPF. Bukti lebih lanjut untuk peran genetika dalam penyakit paru interstisial berasal dari studi pada pasien dengan gangguan lain (misalnya, sarcoidosis dan Hermansky-Pudlak sindrom) dimana mutasi pada gen tertentu yang terkait dengan peningkatan resiko fibrosis paru-paru.

Penelitian Terbaru (lanjutan)

Meskipun saat ini beberapa penelitian telah dilakukan untuk memahami lebih lanjut tentang penyakit paru interstisial ini, langkah pengobatan dan pengurangan penyakit paru interstisial masih sulit dicapai. Uji klinis saat ini sedang mempelajari agen yang mengurangi inisiasi fibrosis dalam paruparu, mengurangi hipertensi pulmonal yang berhubungan dengan penyakit paru interstisial, dan mengurangi stres oksidatif.

Penelitian Terbaru (lanjutan)

Sampai saat ini, percobaan pengujian obat baru untuk pengobatan penyakit paru interstitial belum berhasil atau hanya sedikit memperlambat perkembangan penyakit ini, namun diharapkan dengan lebih banyak mempelajari mengenai perubahan sel dan molekuler pada penyakit ini akan memberikan harapan yang lebih untuk berhasil.

TERIMAKASIH