Anda di halaman 1dari 10

KLASIFIKASI Berdasarkan atas bronkografi dan patologi bronkiektasis dapat dibagi menjadi 3 yaitu : 1.

Fusiform bronchiectacsis Fusiform bronchiectacsis atau Bronkiektasis silindris berbentuk tabung. Bronkiektaksis ini yang paling ringan dan sering ditemukan pada bronkiktasis yang menyertai bronchitis kronik. 2. Saccular bronchiectacsis Bronkiektasis sakular ini berbentuk tabung. Bentuk ini merupakan bentuk bronkiektasis yang klasik,ditandai dengan adanya dilatasi dan penyempitan bronkus yang bersifat irregular. Bentuk ini kadang kadang berbentuk kista (cyctic bronkiktasis) 3. Varicose bronchiectasis Bentuknya merupakan bentuk antara diantara bentuk tabung dan katong. Istilah ini digunakan karena perubahan bentuk bronkus menyerupai varises pembuluh vena.

Bronkografi Pada pasien yang dicurigai menderita bronkiektasis namun tidak ditemukan kelainan pada pemeriksaan foto toraks polos, maka perlu dilakukan pemeriksaan bronkografi, yaitu suatu pemeriksaan foto dengan pengisian media kontras ke dalam sistem saluran bronkus pada berbagai posisi (AP, lateral, oblik). Pemeriksaan bronkogram selain dapat menentukan

adanya bronkiektasis juga dapat menentukan bentuk-bentuk bronkiektasis. Pemeriksaan bronkografi dilakukan juga pada penderita bronkiektasis yang akan dilakukan pembedahan pengangkatan untuk menentukan luasnya paru yang mengalami bronkiektasis yang akan diangkat.

Gambar bronkogram dari paru-paru kiri yang menunjukkan adanya kista yang meliputi seluruh paru kiri dan berhubungan langsung dengan pohon bronkus. Pengisian kontras pada segmen basilar sangat terbatas namun pengisian udaranya masih baik

Bronkografi Bronkografi merupakan pemeriksaan foto dengan pengisian media kontras ke dalam sistem saluran bronkus pada berbagai posisi (AP, Lateral, Oblik). Pemeriksaan ini selain dapat menentukan adanya bronkiektasis, juga dapat menentukan bentuk-bentuk bronkiektasis yang dibedakan dalam bentuk silindris (tubulus, fusiformis), sakuler (kistik) dan varikosis.

BE lebih sering ditemukan di paru kiri daripada kanan, mungkin karena diameter bronkus utama kiri lebih kecil daripada kanan. Kelainan lebih sering ditemukan di lobus bawah khususnya segmen basal. Lynne Reyd membagi BE menjadi 3 bentuk berdasarkan pelebaran bronkus dan derajad obstruksi, sebagai berikut: 1. Bentuk silindrik (tubular) Seringkali dihubungkan dengan kerusakan parenkim paru, terdapat penambahan diameter bronkus yang bersifat regular, lumen distal bronkus tidak begitu melebar. 2. Bentuk varikosa (fusiform) Pelebaran bronkus lebih lebar dari bentuk silindrik dan bersifat irregular. Gambaran garis irregular dan distal bronkus yang mengembang adalah gambaran khas pada bentuk varikosa. 3. Bentuk sakuler (kistik) Dilatasi bronkus sangat progresifmenuju ke perifer bronkus. Pelebaran bronkus ini terlihat sebagai balon, kelainan ini biasanya terjadi pada bronkus besar, pada bronkus generasi ke 4. Bentuk ini juga terdapat pada BE congenital.

Sacular bronchitis

Another tomosynthesis section shows a slightly varicose bronchiectasis with severe wall thickening (circle) in the lingula segment of the left upper lobe. Small mucus plugs are seen in the area (arrow).

FIGURE 1A--Panoramic view illustrating hyperplasia of the right mandible and TMJ, resulting in a mandibular asymmetry.

FIGURE 1C--Lateral cephalometric view of the same patient, illustrating the levels of the two inferior mandibular borders, which helps to compare the degree of overgrowth on the right side.

FIGURE 2A -Conventional tomographs of the left TMJ. (A) Closed position. The articulating surfaces of the condyle and temporal component are smoothly corticated and rounded.

FIGURE 2B - Open position (same patient). The condyle translates to the summit of the articular eminence, illustrating a normal range of motion.