Anda di halaman 1dari 24

Syarat Asesmen

Kepribadian

Harus memenuhi syarat :

  • 1. Standard : adanya konsistensi dan keseragaman kondisi dan prosedur pemberian alat ukur

  • 2. Reliabel : ada konsistensi respon subjek terhadap alat ukur (ajeg) jika diberikan pada waktu yang berbeda

  • 3. Valid : Teknik pengukuran harus benar-benar mengukur apa yang ingin diukur

Syarat Asesmen

Kepribadian

  • 4. Objektif: Penilaian dan interpretasi skor se-objektif mungkin

  • 5. Komprehensif: mengukur banyak aspek

  • 6. Diskriminatif: mampu membedakan individu.

berkemampuan tinggi dan rendah

  • 7. Kemudahan penggunaan dan murah

Tes Proyeksi

Eksternalisasi aspek-aspek psikis terutama

aspek-aspek ketidaksadaran ke dalam

suatu stimulasi/rangsang yang kurang

atau tidak berstruktur yang sifatnya ambigious agar dapat memancing

berbagai alternatif jawaban tanpa dibatasi

oleh apapun

Pelopor Tes Proyektif :

  • Konsep proyeksi : Freud (1894)

  • Tes Proyektif untuk mengungkap kepribadian:

    • - Herman Rorschach (1921) : Tes Rorschach

    • - Murray (1935) : Tes TAT

BERKEMBANG

KLASIFIKASI TEKNIK PROYEKTIF

ASSOCIATIVE TECHNIQUES Subjek menjawab stimulus dengan perkataan, image, atau

ide-ide yang pertama kali muncul.

Ex : Rorschach Inkblots, Word Association CONSTRUCTION PROCEDURES Subjek mengkonstruk atau membuat suatu produk (cerita) Ex : TAT, MAPS (Make a picture story)

COMPLETION TASKS Melengkapi kalimat atau cerita. Ex : SSCT, Rosenzweig Picture-Frustation Study CHOICE OR ORDERING DEVICES Mengatur kembali gambar, mencatat referensi atau

semacamnya. Ex : Szondi Test, Tomkins-Horn Picture Arrangement Test EXPRESSIVE METHODS Gambar, cara / metode dalam menyelesaikan sesuatu dievaluasi

Ex : BAUM, HTP, DAP

 Stimulus tidak berstruktur  Proses proyeksi  Administrasi longgar  Testee oriented  Unsur subjektifitas
 Stimulus tidak berstruktur  Proses proyeksi  Administrasi longgar  Testee oriented  Unsur subjektifitas
  • Stimulus tidak berstruktur

  • Proses proyeksi

  • Administrasi longgar

  • Testee oriented

  • Unsur subjektifitas dalam interpretasi

  • Menyentuh bawah sadar

Kelebihan Tes Proyektif

  • Dapat mengungkap hal-hal di bawah sadar untuk keperluan klinis

  • Dapat menurunkan ketegangan

  • Bersifat ekonomis

Kekurangan Tes Proyektif

  • Validitas dan reliabilitasnya rendah

  • Tester harus memiliki keterampilan yang khusus untuk dapat menggunakan tes ini dalam kaitannya dengan ketepatan melakukan diagnosa

Prinsip-Prinsip dalam Memandang

  • IDIOGRAFIK

Manusia

Studi mengenai person menemukan keunikan individu dengan prinsip-prinsip individualitas

  • NOMOTHETIC Menggunakan hukum-hukum universal dalam memandang person. Jadi person dikenal memiliki karakteristik universal yaitu bahwa pada umumnya individu akan berkembang ke arah tertentu

Self Report Inventory
Self Report Inventory
  • Subjek diminta melaporkan kondisi dirinya dengan menjawab perilaku dan perasaannya di berbagai situasi

  • Berbentuk tes verbal tertulis (Paper & Pencil Test)

Self Report Inventory  Subjek diminta melaporkan kondisi dirinya dengan menjawab perilaku dan perasaannya di berbagai
  • Item seringkali menanyakan pertanyaan mengenai

simtom, perilaku dan ciri kepribadian yang berhubungan

dengan tipe kepribadian ataupun gangguan mental

untuk memahami kepribadian atau gangguan yang dialami individu

Perkembangan Tes

Inventori

  • Paradigma Positivistik Kuantitatif

  • Pendekatan Objektif

  • Administrasi Tes ; adanya kebutuhan penyajian tes secara Klasikal

Sejarah Self Report

Inventory

  • PD I: Personal Data Sheet / Lembar Data Pribadi sebagai alat penyaring kasar untuk mengidentifikasi orang yang terganggu secara serius dan akan

dikeluarkan dari dinas

  • Secara esensial, lembar data personal tsb merupakan:

    • Usaha standarisasi interview psikiatri

    • Untuk menyesuaikan prosedur-prosedur tes yang diselenggarakan secara massal

Non-Proyektif / Inventori

  • Stimulus berstruktur

  • Administrasi ketat

  • Test oriented

  • Respons tidak bebas

  • Objektif

  • Tergantung kejujuran testee

Non-Proyektif / Inventori  Stimulus berstruktur  Administrasi ketat  Test oriented  Respons tidak bebas
Self Report Inventory
Self Report Inventory
  • Memiliki format respon yang terbatas/ tertentu. Umumnya berbentuk : “true or false (B-S), yes or no, multiple choice, rating scale

  • Dapat disajikan secara individu/ kelompok

Macam-Macam Tes

Inventori

  • EPPS (Edward Personal Preference Schedule) dikembangkan oleh Edward dengan paradigma teosi Need Murray.

  • 16 PF (16 Personality Factors) dikembangkan oleh Bernard Cattell.

  • SOV (Study of Values) mengungkap nilai hidup, dikembangkan dengan teorinya Spranger.

  • MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventori) mengungkap 10 gangguan psikologis.

Macam-Macam Tes

Inventori

  • Kuder dikembangkan oleh Frederic Kuder mengungkap 10 area minat. Dapt digunakan untuk penjurusan atau bimbingan karir.

  • RMIB (Rothwell Miller Interest Blank)

  • Tes PAULI dikembangkan oleh Richard Pauli, untuk mengungkap pola kerja seseorang, antara lain; kecepatan kerja, ketelitian kerja, stabilitas emosi, motivasi kerja dan ketahanan kerja

Kelebihan Self Report Inventori
Kelebihan Self Report
Inventori
  • Stimulus berstruktur

  • Administrasi ketat

  • Respons tidak bebas

  • Objektif

Kelebihan Self Report Inventori  Stimulus berstruktur  Administrasi ketat  Respons tidak bebas  Objektif

Kelemahan Self Report Inventory

Kelemahan Self Report Inventory  Tidak bersifat bersifat culture free  Sensitif terhadap perubahan  sulit
  • Tidak bersifat bersifat culture free

  • Sensitif terhadap perubahan sulit memperoleh reliabilitas yang tinggi

  • Tergantung kejujuran testee

Kelemahan Self Report Inventory  Tidak bersifat bersifat culture free  Sensitif terhadap perubahan  sulit
Kelemahan Self Report Inventory
Kelemahan Self Report Inventory
  • Respondent faking (jawaban mengarah ke faking bad dan faking good)

    • Responden dapat memanipulasi respon mereka terhadap tes

    • Utamanya dalam konteks rekrutmen, pengambilan keputusan, ada insentif terhadap “favourable manner”.

    • Kajian eksperimental (Viswesvaran & Ones, 1999; Martin, Bowen & Hunt, 2002) menunjukkan dengan jelas bahwa ketika sampel

(pelajar) diminta untuk melakukan penipuan (fake) dalam satu tes kepribadian mereka dapat melakukannya dengan baik.

Kelemahan Self Report Inventory
Kelemahan Self Report
Inventory
  • Biased test taker interpretation

    • Akurasi tes seringkali bersifat subjektif

Kelemahan Self Report Inventory  Biased test taker interpretation  Akurasi tes seringkali bersifat subjektif 
  • Application to non-clinical samples

    • Etika memberikan tes kepribadian untuk kegunaan non klinis?

    • Contoh: MMPI digunakan perusahaan kepada karyawan sesering di RSJ

Strategi mengatasi kelemahan inventory:
Strategi mengatasi kelemahan
inventory:
  • Konstruksi item menggunakan bahasa/kalimat sehalus mungkin dan netral.

  • Memperhatikan instruksi dan rapport agar testee merasa aman

  • Memberi peringatan bahwa terdapat metode untuk mengetes kebohongan pada alat tes tersebut dan hal itu akan mempengaruhi penilaian (e.g., not being considered for the job).

  • Forced choice item formats (ipsative testing) yang memaksa subjek untuk memilih antara 2 alternatif yang social desirability-nya sama (sama-sama dapat diterima)

Strategi mengatasi kelemahan inventori:
Strategi mengatasi
kelemahan inventori:

Lie scales

Identifikasi profil respon

Timing of responses pada tes yang diberikan

secara elektronik (komputer, internet dll).