Anda di halaman 1dari 10

Tuberculosis

Referat radiologi

Untuk Memenuhi Tugas Radiologi Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Disusun Oleh: FAUZAN ACHMAD MALIKI 08/265218/KU/12678

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA

IDENTITAS PASIEN Nama Umur Jenis kelamin Agama Tempat tinggal Pekerjaan Rekam medis : Bp. S : 40tahun : Laki-laki : Islam : Banyumas : Guru : 12XXX

ANAMNESIS KU : Batuk darah RPS: 15 HSMRS OS mengeluh batuk dengan dahak warna kuning kental, darah (-), dengan demam (+) tidak terlalu tinggi, nyeri menelan (-), nyeri sendi (-), mual (-), muntah (-). Diberi obat sendiri batuk mereda, demam menetap. 8 HSMRS OS mengeluh batuk darah (+), sesak nafas (+), muntah (+), mual (+). HMRS keluhan menetap dan memeriksakan ke dokter RPD: Batuk lama (-),stroke 2,5 TSMRS, perawatan dirumah sakit 2minggu, HT(-), DM (-) RPK: Keluhan serupa (+), teman OS tapi tidak memeriksakan diri Resume Anamnesis: Batuk darah 2 minggu, demam, nafas sesak, riwayat tirah baring lama

PEMERIKSAAN FISIK KeadaanUmum : CM, gizikesancukup, GCS E4V5M6 Tanda vital: TD : 110/70mmHg N : 110x/menit RR :30x/menit t : 36.8C I. Kepala-Leher Conjunctiva anemis -/Sklera icteric -/JVP 5+1 Limfonodi tidak teraba II. Paru I :Ketinggalangerak (-), retraksi (-) P: Tractile fremitus kiri = kanan, Nyeritekan (-)

P: Sonor +/+ A: Vesikle +/+, Ronchi kasar +/-, Wheezing -/III. Jantung I : Ictus cordistidaktampak P : Ictus cordisteraba di line SIC 5 lin mid clavicularis P :kardiomegali (-) A : S1S2 murni, regular, gallop (-), bising (-) IV. Abdomen I : DP//DD, distensi (-) A : BU (+) normal P :Supel, nyeritekan (-), liver span 10 cm P :Heparteraba 2 jari bawah arcus costae, spleen tidak teraba V. Extremitas Akralhangat, CRT <2, edema ekstremitas inferior (+/+), clubbing finger (-)

RESUME PEMERIKSAAN FIZIK Tachipnea, ronki kasar pulmo dextra bagian apex PEMERIKSAAN PENUNJANG Darah Lengkap Kimia Darah (ureum, creatinin, SGOT, SGPT, profil lipid) EKG Foto polos thorax (PA, lateral)

Fotopolos thorax PA

Interpretasi: Apex semi opak pada paru kanan Tamapak gambaran semi opak pada paru kanan Sinus costrophrenicus tumpul dan diafragma licin CTR<0,5 Tak tampak fraktur costae Kesan: infiltrate pada paru dextra, jantung normal

DIAGNOSIS KERJA: TB paru dd pneumonia

PENATALAKSANAAN: Diet TKTP Inf NaCl 0,9% 20 tpm OAT kategori 1 Ranitidin 1A/ 12jam

k a r d i o m e g a l i

Pembahasan Tinjauan Pustaka Definisi Tuberkulosis adalah penyakit yg disebabkan M.Tuberkulosa

Bakteri M.Tuberculosis. Bentuk lurus/melengkung,panjang/lebar 1-4um/0,3-0,6um. Struktur dd yg komplex,menyebabkan tahan asam,apabila di warnai,akan tetap tahan thd upaya penghilangan zat warna tsb dg larutan asam-basa Komponen antigen di dinding sel dan sitoplasma,yaitu komponen lipid,polisakharid dan protein

Perjalanan alamiah mycobacterium tuberculosis droplet <5 m alveoli paru makrofag bertahan hidup berkembang biak menyebar hematogen. INFEKSI infeksi TB laten atau penyakit TB aktif (CDC, 2005). 5% reaktifasi dapat setelah 5 tahun, 5% TB paru primer, ekstra pulmoner, atau TB disseminata (Decker dan Lazarus, 2000). 30-40% kasus baru disebabkan infeksi baru, bukan perkembangan infeksi yang sudah ada (Alland et al., 1994; Small et al., 1994; Gooz dan Daley, 2003

Manifestasi Klinis Batuk berdahak selama 2-3 minggu atau lebih Dahak bercampur darah Batuk darah Sesak napas Badan lemas Nafsu makan menurun Berat badan menurun Malaise Berkeringat malam hari tanpa kegiatan fisik Demam meriang lebih dari satu bulan

Pemeriksaan Fisik Keadaan umum pasien mungkin ditemukan konjungtiva mata atau kulit yang pucat karena anemia, suhu demam (subfebris), badan kurus atau berat badan menurun Secara anamnesis dan pemeriksaan fisis, TB paru sulit dibedakan dengan pneumonia biasa. Infiltrate yang agak luas, perkusi yang redup dan auskultasi suara napas bronchial,suara napas tambahan berupa ronkhi basah, kasar, dan nyaring. Infiltrate ini diliputi oleh penebalan pleura, suara napasnya menjadi vesicular melemah. Bila terdapat kavitas yang cukup besar, perkusi memberikan suara hipersonor atau timpani. Fibrosis yang luas meningkatkan tekanan arteri pulmonalis kor pulmonalis dan gagal jantung kanan. Tanda-tanda kor pulmonal dengan gagal jantung kanan seperti takipnea, takikardia, sianosis, right atrial gallop, murmur,tekanan jugularis yang meningkat, hepatomegaly, ascites dan edema. Bila tuberculosis mengenai pleura, sering terbentuk efusi pleura Paru yang sakit terlihat agak tertinggal dalam pernapasan. Perkusi memberikan suara pekak. Auskultasi memberikan suara napas yang lemah sampai tidak terdengar sama sekali

Permintaan Foto Radiologis Pemeriksaan radiologis yang diperukan foto torah AP/PA dengan menggambarkan dari diafragma sampai tampak costa 1.

Gambaran

foto

thorax air

menunjukkan

bronchogram pada lobus superior sinistra Terlihat konsolidasi

terjadi di lobus superior dextra.

Gambaran

foto

thorax

menunjukkan pembesaran hilus sinistra dan konsolidasi perihilar

Gambaran foto thorax menunjukkan pada dextra dengan pada lobus dan air-fluid pasien infiltrat superior kavitas level dengan

tuberculosis aktif

Diagnosis TB paru

Pengobatan TB paru DOTS (Direct observed treatment, shortcourse chemotherapy) Dilakukan dengan prinsip OAT harus diberikan dalam bentuk kombinasi beberapa jenis obat dalam jumlah cukup dosis tepat sesuai dengan kategori pengobatan dilakukan pengawasan langsung diberikan dalam 2 tahap, yaitu tahap intensif dan lanjutan