Anda di halaman 1dari 7

Model komunikasi adalah representasi fenomena komunikasi dengan menonjolkan unsur-unsur terpenting guna memahami suatu proses komunikasi.

Menurut Sereno dan Mortensen, suatu model komunikasi adalah deskripsi ideal mengenai apa yang dibutuhkan untuk terjadinya komunikasi. Sedangkan B. Aubrey Fisher mengatakan, model adalah analogi yang mengabstraksikan dan memilih bagian dari keseluruhan, unsur, sifat atau komponen yang penting dari fenomena yang dijadikan model. Sebagian ahli memaknai model sebagai penyederhanaan teori yang disajikan dalam bentuk gambar. Karena itu, hakikatnnya model adalah alat bantu. Sebagai alat bantu, model mempermudah penjelasan fenomena komunikasi dengan mempresentasikan secara abstrak ciri-ciri yang dianggap penting dan menghilangkan rincian yang tidak perlu.Karena hubungan antara model dengan teori begitu erat, model sering dicampuradukkan dengan teori. Kita dapat menggunakan kata-kata, angka, simbol, dan gambar untuk melukiskan model suatu objek, teori atau proses. Dilihat dari bentuknya, model komunikasi dasar yang akan kita bahas adalah :
o o o

Model komunikasi linear satu arah Model komunikasi sirkuler Model komunikasi spiral

Model-model Komunikasi Linear : Satu Arah Model ini didasari paradigma stimulus-respons. Menurut paradigma ini, komunikan akan memberikan respons sesuai stimulus yang diterimanya. Komunikan adalah makhmuk pasif, menerima apapun yang disampaikan komunikator kepadanya. Komunikator aktif menyampaikan pesan, komunikan pasif menerima pesan, pesan berlangsung searah dan relative tanpa umpan balik, karena itu disebut linear. 1. Model Aristoteles Model ini mengajukan 3 unsur komunukasi utama yang disebut pembicara (speaker), pesan (message), dan pendengar (listener). Selain itu terdapatunsur lain yang

disebut setting yaitu suasana lingkungan yang perlu diciptakan agar komunikasi berlangsug efektif. Menurut Aristoteles, untuk berhasil dalam komunikasi public, maka terdapat 3 unsur

utama yang harus diperhatikan, yaitu ethos (kredibilitas komunikator), logos(rutun logika argumentasi pesan yang anda sampaikan), pathos(kemampuan memainkan emosi). 2. Model Laswell Diluncurkan pada 1948, model yang merupakan formula sederhana ini umumnya digunakan untuk mengkaji masalah komunikasi massa. Laswell sendiri menggunakan formulanya untuk menunjukkan jenis riset dalam bidang komunikasi politik dan propaganda. Karena menganggap model ini terlalu sederhana, banyak yang mengembangkan formula Laswell. Menurut Laswell unsur-unsur dasar, walau dengan penjabaran dan interpretasi yang tidak persis sama yaitu komunikator (who), pesan (says what), saluran komunikasi ( in which channel), komunikan ( to whom), dan efek komunikasi (with what effect). 3. Model Shannon-Weaver Model ini dibuat oleh ahli matematik Claude Shannon diakhir 1949, disebut juga model matematis atau model teori informasi. Model ini mengambarkan komunikasi sebagai suatu proses linear satu arah. Elemen pertama adalah sumber informasi (information source), menghasilkan pesan (message),yang oleh pemancar (transmitter) diubah menjadi signal.Ketidakmampuan komunikator untuk menyadari bahwa pesan yang dikirim tidak selalu identik dengan pesan yang diterima merupakan salah satu alasan mengapa komunikasi gagal. Model-model Komunikasi Sirkuler : Dua Arah Model sirkuler umumnya berangkat dari paradigma antarpribadi, di mana kedudukan komunikator dan komunikan relative setara. Munculnya paradigma baru ini merupakan pemisahan dari paradigma yang lama tentang komunikasi yang linear. Model sirkuler dikritik karena adanya kesamaan tingkat (equality)antara komunikator dan komunikan. 1) Model DeFleur DeFleur mengembangkan model Shannon-Weaver. Ia menyatakan artidiubah menjadi pesan dan mengambarkan bagaimana alat

pemancarmengubah pesan menjadi informasi, yang berjalan melalui sebuahsaluran .Alat penerima mengubah lagi informasi menjadi pesan dan pada titik tujuan dikembalikan

menjadi arti. Jika ada persamaan antara dua arti, itulah komunikasi. Tapi, menurut DeFleur, persamaan ini jarang terjadi. DeFleur juga manambah satu komponen lagi untuk menunjukkan bagaimana sis umber menerima umpan balik yang memberi kemungkinan bagi sumber mengunakan cara yang lebih efektif lagi dalam berkomunikasi dengan tujuan. Bagi DeFleur, hal ini menambah kemungkinan meningkatnya persamaan arti. 2) Model Schramm Schramm membuat serangkaian model, dimulai dari (a) yang sederhana satu arah mirip Shanonn-Weaver, (b) satu model antarpribadi yang juga masih linear, (c) dilanjuntkan dengan pengembangannya yang sirkuler. Selain itu, Schramm juga menurunkan (d) model komunikasi massa. Schramm menggunakan unsur source dan destination tapi tidak memunculkan

transmitter da receiver, yang ada adalah encoder (alat penyandi) dan decoder (alat penyandi balik). Menurut model ini, sourceboleh menjadi seorang individu atau organisasi, sinyalnya adalah bahasa dan destination-nya adalah pihak lain kepada siapa sinyal itu ditujukan. Dalam komunikasi lewat radio, encoder dapat berupa microphone dandecoder adalah earphone. Dalam komunikasi antarmanusia source danencoder adalah satu orang

sementara decoder dan destination pada sisi yang lainnya. Itulah sebabnya pada modelnya yang kedua ia mulai menyatukan source(sumber) dengan encoder (alat penyandi) yang semula terpisah. Demikian pula halnya

dengan decoder (alat penyandi balik) yang ditempelkan dengan destination (tujuan). Selain itu, ia menambah unsur field of experience (bidang pengalaman) yang dimiliki kedua pelaku komunikasi.Source menyandi (encode) dan destination menyandi balik (decode) pesan berdasarkan pengalaman yang dimiliki masing-masing. Semakin besar luas bidang pengalaman source yang berhimpitan dengan bidang pengalaman destination, semakin mudah komunikasi dilakukan. Bila kedua bidang itu tidak bertautan atau sangat sedikit pertautannya artinya tidak ada pengalaman yang sama maka komunikasi sulit berlangsung. Pada model yang ketiga, Scrhamm menggambarkan komunikasi sebagai proses sirkuler. Untuk pertama kalinya ia menggambarkan dua titik pelaku komunikasi yang melakukan fungsi encoder, interpreter, decoder.Dalam proses sirkuler ini, setiap pelaku komunikasi bertindak sebagai encoderdan decoder. Ia meng-encode pesan ketika

menerimanya. Pesan yang diterima kembali dapat disebut umpan balik, yang tetap ia beri namamessage. Umpan balik inilah yang telah membuat model linear menjadi sirluker. 3) Model Hoeta Soehoet Hoeta Soehoet mengungkapkan adanya 5 tahap proses komunikasi, yaitu 1. proses komunikasi dalam diri komunikator 2. proses komunikasi antara komunikator dengan komunikan 3. proses komunikasi dalam diri komunikan 4. proses komunikasi antara komunikan dan komunikan 5. proses komunikasi dalam diri komunikator Masing-masing komunikator dan komunikan memiliki peralatan jasmaniah dan rohaniah. Peralatan rohaniah manusia terdiri dari hati nurani, akal, budi, naluri kebahagiaan, naluri sosial, naluri ingin tahu, dan naluri komunikasi. Peralatan rohaniah menghasilkan falsafah hidup, konsepsi kebahagiaan, motif komunikasi, isi pernyataan yang keseluruhannya disebut sebagai hasil kerja peralatan rohaniah. Model Hoeta Soehot menjadi latar penulisan dan pokok-pokok pikiran manusia, komunikator, komunikan. 4) Model Newcomb Model Newcomb diluncurkan pada1953. Bentuk model adalah segitiga, namun karena menggambarkan kesamaan derajat antara pelaku komunikasi, dimana penerima pesan tidak lagi dianggap pasif, yang tercermin dalam bentuk panah bolak-balik, maka model ini kita masukkan ke dalam kelompok sirkuler. Dalam model ini Newcomb mengembangkan modelnya berdasarkan karya terdahulu dari ahli psikologi Header (1946). Model-model Komunikasi Spiral (HELICAL) Model komunikasi spiral relatif lebih baru disbanding model sirkuler, apalagi linear. Model ini sesuai perkembangan paradigma dalam memahami proses komunikasi. 1. Model Dance Dance melundurkan modelnya pada 1967. Model ini memperjelas adanya saat ini dimana komunikasi tidak berlangsung dalam satu lingkaran penuh.

Model ini mengarahkan pandangan seseorang pada kenyataan bahwa proses komunikasi terus bergerak maju, bahwa apa yang dikomunikasikan sekarang mempengaruhi komunikasi selanjutnya. Model spiral menggambarkan bagaimana aspek-aspek yang berbeda dari suatu proses komunikasi terus berubah dari waktu ke waktu. 2. Model Noelle-Newman Model ini diajukan pada 1974 oleh Elisabeth Noelle-Newman dan dinamakan Model Spiral Keheningan. Menurutnya, model ini merupakan jawaban atas masalah yang terletak pada pada hubungan antara komunikasi massa, komunikasi antarpribadi, dan persepsi individu tentang opininya sendiri dalam hubungannya dengan pendapat orang lain dalam masyarakat. Ide terpenting yang mendasari model ini adalah bahwa sebagian individu mencoba menghindari isolasi, dalam pengertian bahwa ia sendirian atas kepercayaan atau sikap yang diyakininya. Karenanya, seseorang memperhatikan lingkungannya dalam mempelajari pandangan-pandangan mana yang menguat dan mana yang tidak populer. 3. Model Tubbs Model terbaru dari Tubss yang diluncurkan pada 1944. Para pelaku komunikasi dalam model Tubbs disebut komunikator-1 dan komunikator-2, dimana masing-masing berperan sebagai penerima dan pengirim. Kedua pelaku komunikasi mengirim dan menerima pesan sepanjang waktu, tanpa awal dan tanpa akhir. Model Lainnya a) Model Berlo Berlo adalah doktor komunikasi pertama. Modelnya diajukan pada 1960, dikenal sebagai Model SMCR (Stimuls-Medium-Channel-Receiver). Pada masanya, model ini sangat berpengaruh. Pada masa sekarang, pertanyaan yang umum diajukan atas model ini terlepas dari keterbatasannya karena bersifat linear adalah menyangkut unsur yangdiajukannya. Fungsi dan Manfaat Model Gordon Wiseman dan Larry Barker, mengemukakan bahwa model komunikasi mempunyai 3 fungsi : 1. melukiskan proses komunikasi

2. menunjukkan hubungan visual 3. membantu dalam menemukan dan memperbaiki kemacetam komunikasi Deutsch menyebutkan bahwa model itu mempunyai 4 fungsi : 1. mengorganisasikan yang tadinya tidak teramati 2. heuristik 3. prediktif, memungkinkan peramalan dari sekedar tipe ya atau tidak hingga yang kuantitatif yang berkenaan dengan kapan dan berapa banyak 4. pengukuran, mengukur fenomena yang dipresiksi Pembuatan model jelas memberikan manfaat kepada para ilmuwan. Irwin D.J Bross menyebutkan beberapa keuntungan model. Model menyediakan kerangka rujukan untuk memikirkan masalah, bila model awal tidak berhasil memprediksi. Ketika suatu model diuji, karrakter kegagalan kadang-kadang dapat memberikan petunjuk mengenai kekurangan model tersebut. Menurut Raymond S. Ross, model memberi anda penglihatan yang lain, berbeda, dan lebih dekat.

DAFTAR PUSTAKA

http://coretansains.blogspot.com/2009/12/bagan-proses-komunikasi.html Juliane, Taufik M (2010).Komunikasi Terapeutik dan konseling dalam praktik

kebidanan.Jakarta : Salemba Medika Mulyana, Deddy (2008). Ilmu Komunikasi. Bandung : Rosda Roger B Ellis, Robert J Gates, Neil Kenworthy (1999). Komunikasi Interpersonal Dalam Keperawatan. Jakarta : EGC