Anda di halaman 1dari 38

Tata Letak Daun Pada Batang ( Phyllotaxis atau Dispositio Foliorum)

Kelompok 3

AULIA NUANZA ALAM ERLANGGA P SAIFUL ANHARI SILVIATUN NIHAYAH

4411412055 44114120 44114120 44114120 44114120

Tata letak daun pada batang ( Phillotaxis atau Dispositio Foliorum)


Daun membagi sumbu batang menjadi:
1. Buku (nodus) : tempat melekatnya daun 2. Ruas (internodus) : bagian batang antara 2 bukubuku yang berturutan 3. Tata letak daun : aturan mengenai letaknya daun

Deskripsi filotaksis daun tersebar : Ortostik daun yang berada pada posisi vertikal pada daun yang tersusun secara spiral Sudut divergensi sudut yang terbentuk antara bidang tegak melalui sehelai daun dengan bidang tegak melalui helai daun berikutnya

Tumbuhan yang hanya membentuk satu daun pada tiap nodus, membentuk primordia daun dalam pola tertentu Susunan daun berbentuk heliks Spiral generatif

Parastik urutan/barisan melengkung dari primordia yang sedang tumbuh Parastik kontak dua parastik yang terbentuk pada arah yang Berlawanan. Titik perpotongan/interseksi antara dua parastik yang berlawanan menunjukkan tempat terbentuknya daun Filotaksi pada tumbuhan dengan pola daun spiral ditunjukkan dengan jumlah parastiknya, mis. 2 + 3, 3 + 5 dst. Jumlah parastik kontak pada masing-masing arah mendekati angka dalam deret Fibonacci 1,1,2,3,5,8,13. Sudut di antara primordia yang berurutan mendekati sudut 13730 Besarnya sudut divergensi antara daun yang berurutan tidak menghalangi jalannya sinar matahari bagi daun yang lain

Folia Sparsa

Jika untuk mencapai daun yang tegak lurus dengan daun permulaan garis spiral tadi mengelilingi batang a kali, dan jumlah daun yang dilewati selama itu adalah b, maka perbandingan kedua bilangan tadi akan merupakan pecahan a/b disebut rumus daun atau divergensi.

Untuk mencapai dua daun yang tegak lurus satu sama lain telah dilewati sejumlah b daun, berarti pada batang terdapat pula sejumlah b garis-garis tegak lurus yang disebut ortostik.

Garis spiral yang kita ikuti melingkar batang, merupakan suatu garis yang menghubungkan daun-daun berturut-turut dari bawah keatas, jadi menerut urut-urutan tua mudanya, dinamakan spiral genetik.

Garis spiral yang kita ikuti melingkar batang, merupakan suatu garis yang menghubungkan daun-daun berturutturut dari bawah keatas, jadi menerut urut-urutan tua mudanya, dinamakan spiral genetik.

Pada berbagai jenis tumbuhan dengan tata letak daun tersebar, kadangkadang kelihatan daun-daun yang duduknya rapat berjejal-jejal , yaitu jika ruas-ruas batang amat pendek , sehingga duduk daun pada batang tampak hampir sama tinggidan sangat sungkar untuk menentukan urut-urutan tua mudanya disebut roset.

Roset akar yaitu jika batang amat pendek, sehingga semua daun berjejaljejal diatas tanah, jadi oset itu amat dekat dengan akar, misalnya pada lobak ( Raphanus sativus L) dan tapak liman (Elephantopus scaber L)

lobak ( Raphanus sativus L)

tapak liman (Elephantopus scaber L)

Roset batang jika daun yang rapat berjejal-jejal itu terdapat pada jung batang, misalnya pada pohon kelapa ( Cocos nucifera L)

Pohon Kelapa ( Cocos nucifera L)

Pada cabang-cabang yang mendatar atau serong keatas,daun-daun dengan tata letak tersebar dapat teratur sedemikian rupa sehingga helaianhelaian daun pada cabang itu teratur pada suatu bidang datar dan membentuk suatu pola seperti mosaik, yang disebut mosaik daun.

Tata letak daun tersebar yang mengikuti rumus oleh sementara peenulis dipisahkan dari tata letak daun yang tersebar umumnya, dan dinamakan duduk daun berseling ( Folia disticha ) misalnya pada pohon talok ( Muntingia calabura L )

Pohon Talok ( Muntingia calabura L )

Folia disticha

Pada tiap buku-buku batang terdapat dua daun


Pada buku2 batang berikutnya biasanya kedua daunya membentuk suatu silang dengan dua daun dibawahnya tadi (berhadapan bersilang atau folia decussata)misalnya pada mengkudu (Morinda citrifolia)

folia decussata

Mengkudu (Morinda citrifolia)

Pada tiap buku2 batang terdapat lebih dari dua daun


Tata letak daun yang demikian dinamakan berkarang atau folia verticillata, contohnya Allamanda (Allamanda cathartica)

folia verticillata

Allamanda (Allamanda catartika)

Spirostik dan Parastik


Spirostik yaitu terjadi karna pertumbuhan batang tidak lurus melainkan memutar. Parastik yaitu bentuk spiral kekiri dan kekanan pada batang.

Bupleurum falcatum dengan 2 spirositik

Pandanus dengan 3 spirositik

trispirostik

Costus dengan 1 spirositik

Monospirostik

ASPEK KHUSUS
Heterofili bentuk daun yang berbeda-beda, pada ranting yang berbeda pada tumbuhan yang sama. Terjadi secara langsung atau melalui struktur transisi. Anisofili dalam buku yang sama terdapat dua daun yang berbeda. Mis. Lycopodium scariosum,

Platycerium biforme

Heteroblasti Perubahan bentuk dauns sejalan usia. Misal Zingiber officinalis, Helianthus annuus, Bambusa, Vigna Filodium : tangkai daun memipih dorsiventral, helai daun tereduksi. Misal:Acacia auriculiformis, A. mangium, A. podalyriae-foliae Epifili pada daun dapat terbentuk daun atau batang o Pembentukan tunas aksiler/ketiak yang menyatu dengan daun pendukungnya o Terjadi pemindahan tempat pada saat ontogeny. Pada stadium awal, sel di bawah primordium kuncup dan primordial daun pendukungnya membelah secara aktif o Kuncup dan daun tumbuh satu unit

Heterotopi Primordium daun tetap mempertahankan kemampuan meristematiknya membentuk pucuk batang. Misal:Kalanchoe pinnata, pada tepi daun tumbuh tunas

Modifikasi Bentuk Daun

Duri pada kaktus

Daun pada tumbuhan insektivora

Braktea pada Bougenvillea

TERIMA KASIH