Anda di halaman 1dari 6

Laporan Praktikum Ke-4 M.K.

Analisis Meteorologi

Hari, tanggal : Selasa, 5 Maret 2014 Asisten : 1. Edyanto (G24100019) 2. Deti Triani (G24100026)

ANALISIS KONDISI CUACA SUATU WILAYAH BERDASARKAN PETA CUACA DAN SIMBOL METEOROLOGI KELOMPOK 14

Lucy Pertiwi Muhammad Afrizal Irma Herzegovina Alvin Gustomy

(G24110008) (G24110036) (G24110039) (G24110065)

DEPARTEMEN GEOFISIKA DAN METEOROLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2014

DAFTAR ISI PENDAHULUAN .................................................................................................. 3 Latar Belakang .................................................................................................. 3 Tujuan ................................................................................................................ 3 HASIL DAN PEMBAHASAN ............................................................................... 4 KESIMPULAN ...................................................................................................... 6 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ 6

PENDAHULUAN Latar Belakang Peta merupakan gambaran kondisi permukaan bumi yang disajikan dalam sebuah bidang datar. Peta terdiri dari berbagai macam jenis yang dibedakan berdasarkan fungsinya. Salah satu jenis peta yang digunakan dalam bidang meteorologi adalah peta cuaca. Peta cuaca adalah peta yang menunjukan kondisi cuaca di suatu wilayah pada waktu tertentu yang ditunjukan oleh simbol-simbol. Unsur-unsur cuaca yg disajikan dalam peta cuaca adalah unsur-unsur cuaca seperti hujan, salju, kecepatan angin, jenis awan, suhu udara, dan tekanan udara yang diamati di stasiun cuaca yang ada di wilayah tersebut. Unsur-unsur cuaca tersebut disajikan pada peta cuaca dalam bentuk simbol-simbol yang disebut simbol meteorologi. Hal ini dilakukan untuk membantu dan mempermudah para ahli meteorologi dan masyarakat umum dalam menganalisis dan menggambarkan kondisi cuaca yang terjadi di sebuah stasiun pengamatan cuaca di suatu wilayah. Pentingnya mengetahui kondisi cuaca suatu wilayah terutama bagi orangorang meteorologi menyebabkan kemampuan pembacaan dan menganalisis peta cuaca sangat dibutuhkan. Oleh sebab itu, pada praktikum ini dilakukan analisis peta cuaca suatu wilayah untuk mengetahui bagaimana peta cuaca tersebut menjelaskan kondisi cuaca di stasiun-stasiun pengamatan cuaca. Tujuan 1. Mahasiswa mengenal dan mengetahui peta cuaca dan simbol-simbol meteorologi. 2. Mahasiswa mampu membuat peta cuaca suatu wilayah berdasarkan data parameter cuaca yang ada. 3. Mahasiswa mampu menganalisis dan menginterpretasikan kondisi suatu wilayah berdasarkan simbo-simbol meteorologi yang terdapat pada peta cuaca.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Sumber: www.weather-in-canada-observer.com Gambar 1. Peta Cuaca

Analisis kondisi cuaca dilakukan pada wilayah negara Kanada yang merujuk pada peta cuaca (gambar 1). Analisis cuaca dilakukan pada empat stasiun yang ditandai dengan warna pink, merah, hijau, dan biru. Peta cuaca pada gambar 1 memberikan informasi, seperti suhu, tekanan, dan nilai titik pada masingmasing stasiun. Selain itu, terdapat simbol-simbol cuaca yang menggambarkan awan yang terbentuk, kondisi cuaca, dan tingkat keawanan di stasiun tersebut. Berikut analisis pada empat stasiun yang telah diberi tanda. Berdasarkan simbol meteorologi pada peta cuaca (gambar 1), data yang terukur pada stasiun yang diberi tanda lingkaran pink menunjukkan bahwa langit di sekitar stasiun tersebut ditutupi seluruhnya oleh awan. Tertutupnya seluruh wilayah sekitar stasiun ini oleh awan, dipengaruhi oleh lokasi stasiun yang dekat dengan daerah pusat tekanan rendah. Dimana daerah pusat tekanan rendah akan banyak terjadi proses naiknya massa udara secara konvektif yang menyebabkan banyak terbentuk awan di wilayah tersebut (Handoko 1995). Tekanan di sekitar stasiun adalah sebesar 1018.6 mb dengan perubahan tendensi tekanan 36 mb setiap 3 jamnya. Tipe awan rendah di sekitar stasiun tersebut adalah tipe awan rendah fractocumulus. Banyaknya awan yang menutupi langit dapat menyebabkan radiasi matahari yang menuju permukaan terhalang, sehingga suhu udara di sekitar wilayah yang tertutup awan tersebut akan rendah. Selain itu, rendahnya suhu udara juga dapat dipengaruhi oleh posisi lintang atau geografis wilayah yang juga berpengaruh terhadap garis edar matahari dan jumlah pemanasan radiasi matahari di permukaan (Rafii 1995). Suhu udara dan suhu titik embun yang tercatat di stasiun tersebut dalam satuan C. Suhu udara dan suhu titik embun di wilayah stasiun tersebut adalah sama-sama menunjukan angka -1C. Karena suhu udara sama dengan suhu titik embun maka potensi pembentukan awan sangat besar dan
4

proses kondensasi terjadi secara sempurna. Di wilayah stasiun tersebut, memiliki tipe presipitasi yang tercatat adalah snow light (hujan salju ringan). Pergerakan angin yang tercatat di stasiun tersebut bergerak dari arah barat laut menuju timur laut dengan kecepatan 15 knot. Visibilitas yang tercatat pada peta menunjukan angka 12. Visibilitas ini menunjukkan jarak pandang normal mata manusia, sehingga dapat diketahui bahwa jarak pandang normal mata manusia di wilayah stasiun tersebut sekitar 12 mil. Stasiun yang dianalisis berikutnya diberi tanda lingkaran merah. Berdasarkan peta cuaca, diketahui bahwa stasiun tersebut memiliki suhu -5 0C dengan suhu titik embun -10 0C. Sedangkan tekanan pada stasiun tersebut adalah 1023,9 mb dengan perubahan tendensi tekanan 53 mb setiap 3 jamnya. Stasiun tersebut memilliki visibilitas sebesar 74, yang berarti bahwa jarak pandang normal mata manusia di wilayah stasiun tersebut sekitar 74 mil. Selain itu, pada stasiun tersebut langit seluruhnya tertutup awan cirrostratus yang ditandai dengan simbol cuaca dan lingkaran hitam penuh pada stasiun. Terbentuknya awan dan tertutupnya langit di stasiun ini disebabkan wilayah stasiun yang berada di antara daerah pusat tekanan tinggi dan rendah. Perbedaan tekanan mengakibatkan perpindahan massa udara dari tekanan tinggi ke tekanan rendah. Perpindahan massa udara dari tekanan tinggi ke rendah mengakibatkan proses naiknya massa udara secara konvektif yang menyebabkan banyak terbentuk awan di wilayah tersebut (Handoko 1995). Sehingga massa udara yang berpindah bergerak melalui stasiun yang berada di antara pusat tekanan tinggi dan rendah. Walaupun wilayah stasiun ini tertutupi awan, namun di wilayah ini tidak terjadi kondensasi dan presipitasi karena selisih antara suhu udara dan titik embun cukup besar. Pada stasiun yang diberi tanda lingkaran hijau terlihat bahwa pada stasiun tersebut tidak terjadi tutupan awan, karena stasiun tersebut berada pada daerah sekitar tekanan tinggi. Tekanan yang tercatat di stasiun tersebut adalah 1030,0 mb dengan tendensi tekanannya 25 mb setiap 3 jam. Pada stasiun tersebut terukur suhu udara sebesar -19C dan suhu titik embun sebesar -25C. Rendahnya suhu ini, disebabkan stasiun tersebut berada di wilayah tekanan tinggi dan berada pada posisi lintang tinggi. Angka 74 pada stasiun menunjukan besar visibilitas pada stasiun tersebut yang berarti jarak pandang normal mata manusia bisa mencapai 74 mil. Pergerakan angin di stasiun tersebut berhembus dari arah pusat tekanan tinggi yaitu arah barat dengan kecepatan sekitar 3 sampai 7 knot. Berdasarkan stasiun yang diberi tanda lingkaran berwarna biru, dapat diketahui bahwa pada stasiun tersebut tidak terjadi tutupan awan karena lokasi stasiun berada dekat dengan pusat tekanan tinggi. Tekanan udara yang tercatat pada stasiun tersebut adalah 1027.7 mb dengan tendensi tekanannya adalah 25 mb setiap 3 jam. Suhu udara yang tercatatat di wilayah stasiun tersebut adalah -7 0C sedangkan suhu titik embun di wilayah tersebut sebesar -12 0C. selisih perbedaan antara suhu udara dan suhu titik embun di wilayah ini cukup besar, maka berpotensi terjadi pembentukan awan atau kabut yang sangat kecil. Hal ini juga yang menyebabkan wilayah tersebut tidak tertutupi awan. Nilai visibilitas yang tercatat di wilayah tersebut adalah 66 mil, sehingga jarak pandang normal mata manusia di wilayah ini bisa mencapai 66 mil. Pergerakan angin pada stasiun ini dari arah utara timur laut stasiun menuju ke arah barat atau ke arah pusat tekanan rendah dengan kecepatan 20 knot.

KESIMPULAN Peta cuaca mampu menggambarkan kondisi parameter-parameter cuaca disuatu wilayah dengan bantuan simbol-simbol meteorologi. Pembuatan peta cuaca beserta penggunaan dan penempatan simbol-simbol meteorologi harus sesuai dengan aturan peta cuaca yang telah di tetapkan oleh WMO. Analisis kondisi cuaca suatu wilayah dapat dilakukan dengan menggunakan peta cuaca karena simbol-simbol meteorologi yang terdapat pada peta cuaca mampu menggambarkan data-data parameter cuaca seperti data tekanan, suhu udara, suhu titik embun, pergerakan dan kecepatan angin, visibilitas, dan kondisi keawaanan di wilayah tersebut.

DAFTAR PUSTAKA Handoko. 1995. Klimatologi Dasar. Jakarta : Pustaka Jaya. Jollet, C. 2008. Weather Symbols. WWW Weather in Canada Observer (terhubung berkala) www.weather-in-canada-observer.com/...jpg (6 Maret 2014). Rafii, Suryatna. 1995. Meteorologi dan Klimatologi. Angkasa. Bandung. Tjasyono, Bayong. 2004. Klimatologi. Bandung: ITB Press.