Anda di halaman 1dari 9

LEUKEMIA

(KULIAH 3)

LEUKEMIA
Definisi : Proliferasi abnormal dari dari sel induk darah

Serial Mieloid

Serial Limpoid

Leukemia mieloblastik akut Leukemia limfoblastik akut ( Tu. Dewasa muda ) ( Tu. Anak-anak ) Leukemia mielositik kronik Leukemia limfositik kronik ( dewasa muda + orang tua ) ( Semua umur ) Etiologi : Unknown Virus, radiasi Gejala klinis : - Anemia - Infeksi - Trombositopenia - Hiperkatabolik hiperurisemia - Infiltrasi organ organomegali, hipertrofi gusi, meningeal, cerebral Diagnosis : Hapusan darah tepi blast > 5 % BMP blast > 30 % / > 20 % (WHO, 2001) Sitokimia

Leukemia mieloblastik akut


( Leukemia mieloid akut, Leukemia non limfoblastik akut )

Klasifikasi :
M1 M2 M3 M4 M5 : mieloblastik tanpa maturasi : mieloblastik dengan maturasi : Leukemia progranulositik akut : Leukemia mielomonositik akut : Leukemia monositik akut M5 a : tanpa maturasi M5 b : dengan maturasi : eritroleukemia : Leukemia megakariositik akut

M6 M7

Diagnosis

Anemia normositer normokrom, bisa berat dan timbul cepat Leukosit meningkat, normal, menurun ( subleukemik, aleukemik ) Hapusan darah tepi blast > 5 % BMP blast > 30 % Patognomonis Auers rod Sitokimia Peroksidase +, Sudan Black +, PAS (-)

Penatalaksanaan Terapi Suportif


* Anemia transfusi PRC * Trombositopenia ( < 40.000 / mm3 transfusi trombosit tranexamic acid mengurangi fibrinolisis * Infeksi ruangan khusus ( isolasi ) antibiotika / antifungal

Kemoterapi * Minimal kombinasi 6 MP dan prednison, maintenance 6-MP


* Ideal Remisi induksi Protokol 3 7 Daunorubisin 45 mg/m2/hari IV hari 1 3 (Daunoblastin Kalbe, ) Citosin arabinosa 200 mg/m2/hari IV hari 1 7(Cytosar, Erbabin Kalbe, Alexan) Konsolidasi protokol 2 5 Kemoterapi alternatif Idarubisin 12 mg/m2/hr bolus IV 3 hr + Sitarabin 200 mg/m2/hr/infus kontinu 7hr Mitoksantron 12 mg/m2/hr/ IV 3 hr + Sitarabin 200 mg/m2/hr/infus kontinu 7 hr Siklofospamid 600 mg/m2/hr/IV 1 hr + Etoposide 100 mg/m2/hr infus 30 mn/5hr Kemoterapi intesifikasi Daunorubisin 45 mg/m2/hari IV hari 1 3 (Daunoblastin Kalbe, ) Citosin arabinosa 2000 mg/m2/hari IV hari 1 7 (Cytosar, Erbabin Kalbe, Alexan)

Transplantasi Sumsum Tulang

Algoritma Terapi LMA


Induksi remisi (Protokol 3-7)
Tidak remisi Remisi Parsial Remisi komplit Relaps / Refrakter

Induksi Ulang

Konsolidasi (Regimen 2-5)

TST

Regimen lain

Relaps/ Refrakter

Intensifikasi/ Tanpa terapi

Regimen lain

Leukemia Limfoblastik Akut


Klasifikasi
1. L1 Sel-sel kecil dan homogen 2. L2 Sel-sel lebih besar dan heterogen 3. L3 Bervakuola dengan sitoplasma basofil tipe Burkit

Diagnosis Sama dengan LMA tetapi yang ditemukan limfoblast, Auers rod (-),
Peroksidase (-), Sudan Black (-), PAS (+)

Penatalaksanaan Sama dengan LMA tetapi berbeda dalam pilihan kemoterapi


1. Induksi remisi A. Standar vincristin 1,5 mg/m2/hr tiap minggu + prednison 60 mg/m2 7 hr B. Risiko tinggi Vincristin 1,5 mg/m2/hr ( hr 1,7,15,22) Siklofospamid 600 mg/m2/IV (hr 1,8) Daunorubisin 50 mg/m2/IV / hari 1,2,3 Prednison 60 mg /m2 oral hari 1 s/d 22 , tapp.off hari 22 28 MTX 12 mg/intratekal hari 1,8,15,22 2. Maintenance Merkaptopurin ( purinetol 50 mg/m2/hari oral ) + Metotreksat oral 20 mg /m2/ sekali seminggu maks. 2 tahun

Leukemia Granulositik Kronik


Perjalanan Penyakit 1. Fase kronik anemia ringan, splenomegali, leukositosis >100.000/mm3 2. Fase akselerasi demam, leukositosis/anemia/ trombositopeni progresif, basofil meningkat, resisten thy. 3. Fase Krisis blast > 20 % blast diperiver atau sumsum tulang > 30 % blast + promielosit di periver > 50 % blast + promielosit di sum sum tulang Penatalaksanaan 1. Umum 2. Kemoterapi Fase kronik Hydroxi urea ( Hydrea 500 mg) * Leukosit 20000 150000 50 mg/kgbb/hr 3 dosis s/d leukosit < 20.000 * Leukosit > 150.000 leukoferesis 20 mg/kgb s/d leu 5000 15000 Fase Krisis blast Hidroxyurea 20 mg/kgbb+6 MP1,52,5 mg/kgbb + Pred 60 /m2 Respon (-) dosis lipat 2 kecuali pred., bila respon (+) Penyesuaian dosis Leukosit Trombosit Persen >5000 >150000 100 % 3000 5000 100000-150000 50 % 2000 3000 75000-100000 25 % < 2000 < 75000 0%

Leukemia Limfositik Kronik


* 25 % asimptomatik, kebetulan pada HDT / organomegali * 90 % pada usia > 50 tahun

Diagnosis * Gejala klinis + pemeriksaan fisik * Laboratorium :Leukositosis, limfositosis > 15000 /mm3 anemia normositer/krom, trombositopenia Sitogenetik kelainan Khr. 12,13,14 kdg khr 6, 11
Stadium 0 : Limfositosis > 15000, SST limfositosis > 30 % 1 : Stad.0 + pembesaran KGB 2 : Stad. 0 + hepatosplenomegali dengan / tanpa pemebesaran KGB 3 : Stad. 0 + anemia (Hb < 11 gr% ) dgn / tanpa stad 1, 2 4 : Stad.0 + trombositopenia ( < 100000 / mm3 )

Penatalaksanaan 1. Terapi umum 2. Terapi khusus diberikan bila :


- anemia, trombositopenia, limfositosis progresif, sepsis rekuren, anemia hemolitik autoimun, splenomegali masif, KGB sangat besar - Klorambusil 0,1 0,2 mg / kgBB ( Leukeran 5mg ), leukosit. turun 50 % dosis 50 %, bila leukosit < 15000 obat distop - Prednison atas indikasi : a. infiltrasi SST dengan pansitopeni b. Hemolisis atau trombositopeni otoimun klorambusi 0,7 mg / KgBB tiap minggu prednison 0,5 mg / kgBB / hari selama 7 hari tiap bulan, bila sudah terkontrol 6 8 bulan obat distop. - Siklofospamid 200 mg / m2 tiap hari selama 5 hari tiap 3 minggu atas indikasi Bila korambusil tak tertoleransi / tak ada kemajuan - Fludarabin 25 mg / m2 tiap hari selama 5 hari tiap 3 minggu selama 6 8 bulan atas indikasi ciklofospamid gagal. - Radioterapi apabila Splenomegali masif , Penekanan bronkus / vena kava - Gama globulin 200 400 mg / kgBB tiap 3 minggu bila terjadi rekuren infeksi / hipogamaglobulin