Anda di halaman 1dari 18

Karya Ilmiah tentang pembuatan tahu

METODE PEMBUATAN TAHU KEDELAI

Disusun oleh : Ria Rizqi Surya

Pemerintah Kota Samarinda Dinas Pendidikan

SMA NEGERI 8 SAMARINDA 2013

KATA PENGANTAR

Segala puji kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas karya tulis yang berjudul Metode pembuatan tahu kedelai dengan baik sesuai dengan waktu yang telah kita tentukan. Tulisan ini adalah hasil wawancara di RT 12 kecamatan Sungai Kunjang, kabupaten Samarinda yang telah penulis lakukan selama 27 Februari 2013. Dalam melaksanakan tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia disertai dengan analisa dan kesimpulan serta hal yang lain sesuai dengan tugas. Semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan dengan adanya penyusunan karya tulis seperti ini, wawancara yang penulis laksanakan dapat tercatat dengan rapi dan dapat kita pelajari kembali pada kesempatan yang lain untuk kepentingan proses belajar kita terutama dalam bidang daur ulang sampah. Bersama ini penulis juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu hingga terselesaikannya tugas ini, terutama kepada Ibu Sri Mulyani,S.Pd sebagai guru mata pelajaran Bahasa Indonesia yang telah memberikan banyak saran, petunjuk dan dorongan dalam melaksanakan tugas ini, juga rekan-rekan pelajar semua. Semoga segala yang telah kita kerjakan merupakan bimbingan yang lurus dari Yang Maha Kuasa. Dalam penyusunan tugas ini tentu jauh dari sempurna, oleh karena itu segala kritik dan saran sangat penulis harapkan demi perbaikan dan penyempurnaan tugas ini dan untuk pelajaran bagi kita semua dalam pembuatan tugas-tugas yang lain di masa mendatang. Semoga dengan adanya tugas ini kita dapat belajar bersama demi kemajuan kita dan kemajuan ilmu pengetahuan.

Samarinda, 14 Maret 2013

Penulis

DAFTAR ISI Kata Pengantar............................................................................................ i Daftar Isi ...................................................................................................... ii I. A. B. C. D. II. A. B. III. IV. A. B. C. V. A. VI. PENDAHULUAN ................................................................................ 1-2 Latar Belakang Masalah................................................................................ 1 Rumusan Masalah................................................................................. 1 Tujuan Penelitian ........................................................................... 1-2 Manfaat Penelitian ............................................................................................. 2 Kajian Teori .......................................................................................................... 3-5 Asal-Usul Tahu............................................................................ 3 Teori-Teori Tentang Tahu............................................................................. 3-5 Metodologi Penelitian .............................................................................. 6-7 Analisis Data................................................................................................. 8-10 Bahan dan Peralatan . Bahan Pembantu ....................................................................................... 9-10 Peralatan .. 10 Pembahasan . 11-12 Cara Pembuatan Tahu Kedelai . 11-12 Hidangan dari Tahu ..13

VII. PENUTUP ............................................................................................ 14 A. B. C. Kesimpulan ..................................................................................... 14 Saran-Saran ..................................................................................... 14 Penutup . 14

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Penulis memilih judul Metode Pembuatan Tahu Kedelai Di Desa Purwogondo Kartasura. Adapun menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kata : 1.Metode berarti cara yang sistematis dan terencana untuk melakukan segala aktivitas guna mencapai tujuan maksimal 2.Tahu adalah makanan yang bahan bakunya kedelai yang dihancurkan menjadi bubur. Jadi metode pembuatan tahu adalah cara yang sistematis dan terencana untuk membuat makanan yang bahan bakunya kedelai kemudian dihancurkan menjadi bubur. Setiap harinya kita mudah mendapatkan tahu, bahkan ada beberapa daerah tertentu yang memiliki tahu yang khas. Misalnya Kediri yang terkenal dengan julukan kota tahu. Tahu Kediri dikenal dengan sebutan tahu takwa yang terbuat dari kacang hijau danb bila dipijat terasa padat. Ada pula tahu Sumedang yang punya rasa dan kerenyahan khusus. Cara pemanfaatan tahu cukup luwes. Hanya digoreng saja sudah dapat dinikmati rasanya yang gurih. Selain digoreng untuk lauk, tahu dapat dijadikan makanan lain seperti tahu bacem, tahu kupat, oseng-oseng atau dijadikan lebih modern seperti tahu burger, lapis tahu gulung, cake pisang tahu, dan lain-lain. Tahu juga memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi dan juga mengandung beberapa macam asam amino yang dibuutuhkan tubuh manusia. Bagi pengrajin, tahu sendiri usaha ini memang dapat dijadikan salah satu alternative peluang kerja dalam modal yang tidak begitu mahal serta teknik pembuatannya yang cukup mudah. 1.2 PERUMUSAN MASALAH Penelitian ini dilakukan mengacu pada rumusan masalah yang telah ditentukan.Yaitu: 1.Bagaiman proses pembuatan tahu kedelai? 2.Menentukan apa saja bahan baku, bahan pembantu, serta peralatan dalam proses pembuatan tahu kedelai? 1.3 TUJUAN PENELITIAN 1.untuk menambah pengetahuan tentang cara pembuatan tahu kedelai serta memperkaya pengalaman baru dan wawasan.

2.untuk memberikan informasi kepada masyarakat bahwa di daerah Purwogondo, Kartasura banyak terdapat produsen-produsen tahu. 1.4 MANFAAT PENELITIAN Ada dua manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini.Yaitu: 1.Manfaat Teoristis a.Memberikan masukan dalam khasanah pengetahuan dalam bidang pertanian. b.Memperkaya perkembangan pertanian khususnya khususnya dalam pembuatan tahu kedelai. 2.Manfaat Praktis. a.Bagi siswa,hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan mengenai pembudidayaan tomat sehingga dapat mempresentasikan dalam kehidupan sehari-hari. b.Para pembaca diharapkan dapadt memahami dan mengetahui proses pembuatan tahu kedelai.

BAB II KAJIAN TEORI A. ASAL-USUL TAHU Tahu dibuat dari kacang kedelai yang difermentasikan dan diambil sarinya. Berbeda dengan tempe yang asli dari Indonesia, tahu berasal dari China seperti halnya kecap, tauco, bakpau, dan bakso. Tahu adalah kata serapan dari bahasa Hokkian, tauhu (hanyu pinyin: doufu) yang secara harfiah berarti "kedelai yang difermentasi". Di Jepang dikenal dengan nama tofu. Dibawa para perantau China, makanan ini menyebar ke Asia Timur dan Asia Tenggara, lalu juga akhirnya ke seluruh dunia. Tahu pertama kali muncul di Tiongkok sejak zaman Dinasti Han sekitar 2200 tahun lalu. Penemunya adalah Liu An yang merupakan seorang bangsawan, cucu Kaisar Han Gaozu, Liu Bang, yang mendirikan Dinasti Han. Liu An adalah ilmuwan dan filosof, penguasa dan ahli politik. Ia tertarik pada ilmu kimia dan Meditasi Tadiom. Para ahli sejarah berpendapat bahwa kemungklinan besar Liu An melakukan pengenalan makanan non daging melalui tahu. Kemungkinan besar Liu An memadatkan tahu dengan nigari atau air lant dan menjadi kental seperti tahu saat ini. B. TEORI-TEORI TENTANG TAHU Ada beberapa teori bagaimana tahu pada awalnya terbentuk: 1. Teori pertama kemungkinan besar proses pengumpalan tahu terjadi secara kebetulan. Bila membuat sup dari puree kedelai biasanya harus diberi bumbu. Bila sup tersebut diberi garam kemungkinan besar mengandung nigari (garam alami). Dengan adanya garam biterrn (nigari) maka penggumpalan tahu segera terjadi, garam yang sengaja ditambahkan ternyata dapat menggumpalkan tahu. Para tukang masak kemudian mengambil ampas tahu, agar mendapat tahu yang lebih lembut dengan tekstur yang indah. Tahap berikutnya adalah dengan pengepresan, membantu makan lebih tahan segar dalam waktu yang cukup lama. 2.Teori kedua mengusulkan bahwa karena tidak menernakkan sapi atau kambing untuk produksi susu, kemungkinan besar masyarakat Cina tidak familiar dengan cara menggumpalkan susu atau proses pengumpalan secara umum. Karena alasan tersebut, kemungkinan besar mereka belajar dari orang India di daerah Cina selatan atau dari Monggolia bagian Utara Cina. Kedua negara tersebut biasa membuat gumpalan susu dan keju. Teori teknologi import dari negara tetangga di anggap masuk akal karena Cina sangat mengemari delicacy yang beraroma ringan seperti " shark pin ", sarang burung walet, dan teripang yang juga di import dari negara lain. Kata tofu atau tahu

muncul pertama kali dalam sejarah China sekitar 800 tahun kemudian. Dikatakan bahwa Budhi Dharma, yang hidup di China dari tahun 500 sampai 528 telah mendirikan sekolah Chinesse Ch'an (Zen), dan dalam ajarannya telah melibatkan dengan tahu dalam Dharma Combat. Untuk memperdalam penyertaan mengenai cara-cara atau jalan Budha. Budi dharma kemudian mengagungkan dan merefleksikan tahu sebagai sumber dari sesuatu yang sederhana, sifat jujur, jalan alam pintas, dan mencerminkan warna sebagai jubah yang putih dan agung. Prasasti tertua yang menyebut tofu adalah Saiinoku, yang ditulis sewaktu Dynasti Sung (960 - 1127), lebih dari 1000 tahun setelah penemu tahu itu sendiri. Banyak buku kuno atau prasasti pada zaman itu menunjukan karya yang ditulis sekitar 60 sampai 100 BC, yang berisi cerita Lord Liu An dan Tofu jaman itu. Di buku-buku yang diterbitkan di jaman Dynasti Sung, terdapat deskripsi atau uraian yang menunjang bahwa tahu sering disajikan bagi santapan raja-raja di zaman itu. Tofu atau tahu menyebar ke Jepang pada abad ke delapan dan barangkali dibawa dari daratan China oleh beberapa pendeta Budha (Bhiksu) yang berkelana mondar-mandir antara Jepang dan China. Masuknya tahu ke Jepang melalui jalur keluarga istana, para politisi dan ekonomi yang saat itu banyak berhubungan antara Cina dan Jepang. Para Bhiksu Budha sendiri makanan sehari-harinya adalah tofu. Di daerah sekitar candi Budha yang besar terdapat kedai-kedai tahu dan diorganisasi atau dikelola oleh para bhiksu Budha. Di Jepang khususnya di zaman Kamakura (1185 - 1333) terjadilah gerakan besar-besaran untuk memopulerkan tahu di antara penganut agama Budha bagi masyarakat Jepang. Dari Kamakura berkembang merambat ke Kyoto dan dari Kyoto menyebar ke seluruh negeri Jepang. Karena masyarakat Jepang mengikuti kehidupan para pemeluk agama Budha, yaitu menghindarkan diri dari konsumsi daging "dari ternak yang berkaki empat", maka kehadiran tahu tentu saja di sambut dengan gembira sebagai sumber makanan kaya protein dan gizi yang murah dan lezat rasanya. Dari Jepang tahu berkembang dan maju sehingga timbullah inovasi baru dibidang produksi tahu termasuk di dalamnya: tahu beku kering (dried frozen tofu), age, grilled tofu dan nigari kinugoshi. Bersamaan dengan menyebarnya tahu di Jepang, sifat dasar tahu setahap demi setahap mengalami perubahan. Di tangan para ahli seni masak dan keterampilan, tahu yang diproduksi semakin lebih lunak, lebih putih dan dengan citarasa yang lebih nyaman. Namun demikian tahu yang di produksi di kawasan pedesaan ternyata masih tetap mempertahankan tingkat kepadatan yang lama serta kaya citarasa seperti tahu dari daratan Tiongkok. Ketika seorang Zen Master China, yang bernama Ingen, tiba di Jepang di tahun 1661, ia sangat terperanjat saat menemukan tofu yang tidak lagi seperti tahu yang terdapat di China saat ia meninggalkan China. Dalam memuja jenis makanan baru ia menyusun dan mengukir kalimat sederhana yang merupakan perubahan yang masih sangat terkenal hingga saat ini. 1.Mame de

2.Shikaku de 3. Yawazaka de Setiap baris dalam perubahan tersebut memiliki arti ganda sehingga dapat dibaca sebagai berikut: Dibuat dari kedelai atau berbuatlah sesuatu yang lurus Empat segi, dipotong rapi atau jadilah orang baik dan jujur. 3. Lembut atau dan memiliki hati yang baik.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tempat Dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan mulai bulan Februari hingga April.kegiatan penelitian yang dilaksanakan meliputi persiapan,pengumpulan data,menganalisis data dan penyusunan laporan penelitian,waktu dan kegiatan penelitian bersifat fleksibel. 3.2 Bentuk Pendekatan Pendekatan dalam peneliyian ini dilakukan dengan cara deskriptif yaitu dengan menjelaskan secara jelas mulai dari cara penyortiran, perendaman, penggilingan, pendidihan, penyaringan, perebusan, dan pencetakan. 3.3 Teknik Sampling Pengambilan sample dilakukan untuk membandingkan dua kedelai yang berkualitas dari tanaman kedelai di kebun dengan tanaman kedelai secara hidroponik. 3.4 Teknik Pengumpulan Data Karya ilmiah ini menggunakan metode pengumpulan data telah pustaka (study literature). Telaah pustaka digunakan untuk mendapatkan data sekaligus menentukan bagaimana cara budidaya tanaman tomat dan cara penanganan hama penyakitnya.data dan informasi diperoleh juga dari browsing, pencarian melalui internet kemudian dianalisis. 3.5 Teknik Analisis Data Analisa data dilakukan dengan cara menanam langsung pada media atau tempat yang sudah tersedia. Melakukan pembandingan tanaman kacang kedelai dikebun dengan tanaman kacang kedelai hidroponik. Diantara kedua teknik itu menentukan mana yang membuahkan dengan hasil yang lebih baik. Pada tahap terakhir ditelah proses tanaman kacang kedelai dikebun dengan tanaman kacang kedelai hidroponik. 3.6 Prosedur Penelitian. 1.Mendiskripsikan teori teori yang terkait dan mendukung variable penelitian. 2.Menganalisis scara kritis tiap teori dengan membahas pembuatan tahu kedelai. 3.Membuat analisis dengan meneliti tanaman kedelai yang baik dan pembuatan tahu kedelai.

4.Membuat kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan antara berbagai teori dengan kenyataan di lapangan. 5.Menyusun laporan dengan cermat.

BAB IV ANALISIS DATA A. BAHAN DAN PERALATAN Untuk membuat tahu kedelai kita membutuhkan beberapa bahan dan peralatan. Dimana bahan yang dibutuhkan untuk membuat tahu kedelai ada 2 macam yaitu bahan baku dan bahan pembantu. Bahan baku yang digunakan adalah kedelai kuning, sedangkan bahan-bahan pembantunya ialah batu tahu, garam dan kunyit. 1. BAHAN BAKU Bahan baku tahu kedelai yaitu kedelai kuning. Biasanya bahan baku ini sering dianggap sepele sehingga produk tahu yang dihasilkan kurang memuaskan. Kedelai kuning adalah kedelai yang kulit bijinya berwarna kuning, putih, dan hijau. Apabila dipotong melintang memperlihatkan warna kuning pada irisan keping bijinya. Kedelai kuning inilah yang digunakan sebagai bahan baku tahu dan tempe. Bentuk biji kedelai juga bervariasi yaitu tergantung pada kultivarnya. Ada biji kedelai yang berbentuk bulat, agak gepeng dan sebagian besar bulat telur. Sedangkan besar dan bobotnya dibedakan menjadi 3 yaitu : kedelai berbiji besar bila bobot 100 bijinya lebih dari 13 gram. Kedelai berbiji sedang bila bobot 100 bijinya antara 11-13 gram. Kedelai berbiji kecil bila bobot 100 bijinya antara 7-11 gram. Biji kedelai terdiri atas 2 bagian, yaitu : 1.Testa ialah kulit biji yang beragam warna (kuning, hijau, cokelat, hitam, atau campuran diantara warna-warna itu) 2.Janin (embrio) yang terdiri dari kotiledon (berisi bahan makanan -> protein dan lemak), plumula dan poros hipokotil bakal akar. Untuk mendapatkan tahu yang berkualitas prima kita harus memperhatikan syarat mutu biji kedelai yang hendak kita gunakan sebagai bahan baku. Dimana syarat mutu ini meliputi syarat umum dan syarat pokok. 3.Syarat umum biji kedelai yang berkualitas a.Bebas dari sisa tanaman (kulit polong, potongan batang), batu, kerikil, tanah, atau biji-bijian lain.

b.Tidak luka, bebas dari serangan hama penyakit c.Tidak memar, retak dan keriput 4.Syarat pokok biji kedelai Tingkat mutu biji kedelai dapat dipilah menjadi tiga yakni mutu I, mutu II dan mutu III Tabel Syarat Pokok Mutu Kedelai No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Kriteria Kadar air maksimum Kotoran maksimum Butir rusak Butir keriput Butir merah Butir warna lain Mutu I 13 1 2 0 1 0 Mutu II 14 2 3 5 3 5 Mutu III 16 5 5 8 5 10

Keterangan : 1. Kadar air: jumlah kandungan air dalam biji kedelai yang dinyatakan dalam presentasi basis tanah (bb) 2. Kotoran: benda-benda yang bukan kedelai seperti batu, tanah, pasir, batang, tangkai, kulit polong dan biji yang lain. 3. Butir rusak: biji kedelai yang rusak karena faktor biologik, fisik, mekanik atau proses kimia seperti berkecambah, kutuan, berjamur, busuk, perubahan warna, bau, rasa, dan bentuk. 4. Butir Keriput : biji kedelai yang berubah bentuk menjadi keriput, berasal dari biji muda atau biji yang pertumbuhannya tidak sempurna. 5. Butir Belah: biji kedelai tidak rusak, tetapi kulit biji terkelupas dan keping- kepingnya terlepas. 6. Butir warna lain: biji kedelai yang mempunyai kulit biji berwarna lain dan normal seperti pada kedelai kuning terdapat kedelai hitam, hijau dan coklat. B. BAHAN PEMBANTU Tahu kedelai dibuat dengan cara mengendapkan protein dari kedelai dengan menggunakan bahan penggumpal. Bahan penggumpal yang digunakan biasanya batu tahu atau sisoko (CaSO 4). Batu tahu ini berasal dari gips yang mengandung kalsium sulfat yang sudah dibakar dan ditumbuk halus menjadi tepung.

Batu tahu ini digunakan dengan mencampurkan bubuk kedelai yang sudah disaring. Kita juga bisa menggunakan asam cuka (90%) atau biang ataupun sari jeruk. Bila kita menggunakan bahan-bahan itu kita harus mengetahui dosis yang tepat, bila tidak tepat maka kemungkinan akan gagal proses pembuatan tahu. Misalnya, penggunaan asam cuka dengan dosis yang tidak pas kemungkinan besar rasa tahu menjadi masam. Begitu pula dengan penggunaan biang (sisa cairan setelah tahap pengendapan protein atau sisa cairan dari pemisahan gumpalan tahu yang dibiarkan semalam) juga memiliki resiko tang cukup tinggi. Misalnya jika biang ini mengandung bekteri pengurai protein cukup tinggi tahu akan busuk. Tetapi, bila kita menggunakan sari jeruk beban biaya produksi akan meningkat pesat. Warna asli tahu adalah putih, tetapi kadang-kadang ada yang berwarna kuning. Bila ada tahu yang berwarna kuning, itu karena adanya bahan tambahan yaitu kunyit. Caranya adalah kulit kunyit dikelupas, lalu diparut dan diperas. Air perasan ini dididihakn dengan ditambahkan sedikit air. Kemudian bakal tahu dimasukkan ke dalam cairan kunyit, maka jadilah tahu kuning. Bila sedikit rasa asin cukup ditambahkan garam ke dalam cairan kunyit tersebut. C. PERALATAN Beberapa peralatan yang digunakan adalah : 1.Tungku, digunakan untuk dapur memasak bubur kedelai. 2.Timbangan, digunakan untuk menimbang bahan-bahan yang digunakan. 3.Panci, diguankan untuk merendam dan mengupas kulit kedelai. 4.Ember, digunakan untuk mencuci dan merendam kedelai. 5.Tampah, digunakan untuk menampi kedelai agar bersih dari kotoran halus dan kasar 6.Wajan, digunakan untuk mendidihkan bubur kedelai. Biasanya dengan ukuran berdiameter satu meter. 7.Penggiling tahu, digunakan untuk menggiling kedelai sampai menjadi bubur kedelai yang kental. Alat penggiling ini terdiri dari dua bagian yakni : a.Batu gilingan bagian atas berputar pada porosnya b.Batu gilingan bagian atas permanent. Sedangkan perusahaan tahu memakai alat penggilig yang digerakkan dengan generator atau ada pula yang memakai blender listrik. 8.Cetakan tahu, digunakan untuk mencetak tahu. Biasanya terbuat dari kayu berbentuk persegi empat.

9.Kain mori, digunakan untuk alas cetakan tahu.

BAB V PEMBAHASAN (CARA PEMBUATAN TAHU KEDELAI) Untuk membuat tahu kedelai harus melewati beberapa tahap, yaitu pernyotiran, pencucian, perendaman, penggilingan, pendidihan, penyaringan, penggumpalan, pencetakan, dan perebusan. PENYORTIRAN DAN PENCUCIAN Setiap harinya, home industri Purwogondo ini menggunakan 15 kuintal biji kedelai yang sudah tua. Sebelum digiling, biji-biji kedelai itu harus dipilih terlebih dahulu. Caranya adalah dengan meletakkan biji-biji kedelai itu pada tampah kemudian ditampi. Biasanya hal ini dikerjakan oleh 4 orang. Tujuan dari pemilihan ini untuk mendapatkan kedelai yang bersih, bebas dari kotoran sehingga menghasilkan produk tahu yang berkualitas. Biji-biji kedelai yang sudah bersih itu kemidian dimasukkan ke dalam ember berisi air dimana airnya mengalir, sehingga kotoran yang melekat maupun tercampur diantara biji dapat hilang. PERENDAMAN Setelah kedelai itu dicuci kemudian kedelai direndam dalam bak besar selama 6-12 jam. Tetapi biasanya home industri ini merendam kedelai selama 7 jam. Perendaman kedelai dimaksudkan agar kedelai menyerap air sehingga lebih lunak dan kulitnya mudah dikupas. Cara mengupas kulit kedelai ini adalah dengan meremas-remas kedelai dalam air kemudian dikuliti sehingga biji-biji kedelai kelihatan bersih. PENGGILINGAN Keping-keping kedelai ditambah iar panas dan dimasukkan ke dalam alat penggiling. Untuk 1 bagian kedelai ditambah dengan dan bagian air panas dengan tujuan untuk menonaktifkan enzim lipoksigenasi dalam kedelai yang menyebabkan bau langu. Cara penggilingan : keping-keping kedelai direndam air panas selama beberapa menit kemudian dimasukkan ke dalam penggilingan yang digerakkan generator. Keping-keping kedelai tergiling menjadi halus dan menjadi bubur putih yang kemudian ditampung dalam panic besar. PENDIDIHAN Setelah digiling, bubur kedelai tadi dididihkan. Pendidihan ini bertujuan untuk menonaktifkan zat antinutrisi kedelai dan meningkatkan nilai cerna. Cara pendidihan : bubur kedelai dimasukkan ke dalam wajan besar lalu dipanaskan diatas tungku. Karena bubur kedelai ini masih kental maka perlu ditambahkan air. Selama pendidihan

ini akan mengeluarkan busa, maka agar biasa tidak tumpah perlu diaduk. Lama pendidihan ini sekitar 15-39 menit. PENYARINGAN Setelah dididihkan, bubur kedelai ini selanjutnya disaring untuk mendapatkan sari kedelai. Caranya bubur kedelai diletakkan diatas kain mori kasar yang ada di dalam panic. Setelah itu, kain mori ditutupkan pada bubur lalu diletakkan diantara penjepit papan kayu yang berada pada peremukaan panic. Papan kayu ditekan sekuat-kuatnya agar semua air yang terdapat dalam bubur terperas semua. Bila perlu, ampas saringan diperas lagi dengan menambah sedikit air, penyaringan ini dapat dilakukan berulang kali hingga diperoleh sari kedelai yang optimal. Selain sari kedelai, kita juga mendapatkan hasil lain yaitu ampas tahu yang dapat dijadikan pakan ternak dan tempe gembus. Selanjutnya, sari kedelai yang masih hangat dan berwarna kekuning-kuninigan itu ditambah dengan batu tahu atau air cuka sehingga timbul jonjot-jonjot putih. Penggumpalan ini berlangsung selama 10 menit agar mendapatkan protein yang sempurna. PENCETAKAN Proses selanjutnya adalah pencetakan. Pertama-tama dimulai dengan pemisahan air asam atau cuka yang terdapat diatas endapan dengan cara meletakkan tampah diatas endapan kemudian menekannya. Maka air akan berada diatas tampah kemudian diselang atau diambil dengan gayung. Setelah itu barulah gumpalan protein dimasukkan ke dalam cetakan yang bagian alasnya dihamparkan kain mori. Jika cetakan telah berisi penuh dengan gumpalan protein kain mori dilipat bagian atasnya dan diatas kain diletakkan pemberat (batu) sekitar 3 menit. Akhirnya jadilah tahu yang kemudian akan dipotong-potong sesuai permintaan konsumen. Biasanya berukurang 5 x 5 cm. G. PEREBUSAN Sebelum tahu ini dipasarkan, maka tahu harus direbus dahulu dan dibiarkan dalam air perebusan sampai saat dijual. Tujuan perebusan ini agar tahu tidak menjadi basi. Pada saat perebusan kita bisa menambahkan perasaan kunyit atau garam.

BAB VI HIDANGAN DARI TAHU 5.1 NUGGET TAHU Bahan : 450 gram tahu 3 butir telur sdt merica bubuk sdt pala bubuk 1 batang daun bawang, iris halus penyedap rasa minyak untuk menggoreng Olesan : margarin untuk mengoles loyang 50 gram tepung terigu 1 butir telur ayam, kocok lepas 100 gram tepung panir CARA MEMBUAT NUGGET TAHU : Campur tahu, merica, pala, 3 butir telur, daun bawang, dan penyedap rasa, aduk rata. Tuang dan padatkan adonan ke dalam loyang 2020 cm yang telah rata diolesi dengan margarin. Kukus hingga matang. Angkat. Setelah dingin potong sesuai selera, taburi dengan terigu. Celupkan ke dalam kocokan telur lalu gulingkan ke tepung panir. Simpan dalam kulkas sebentar agar tepung panir melekat dengan baik. Goreng dengan api sedang hingga kuning kecoklatan. Angkat dan tiriskan lalu sajikan.

BAB VII PENUTUP 5.1 KESIMPULAN Dari uraian tersebut, maka penulis mengambil kesimpulan, yaitu : 1.Dengan dijadikannya metode membuat tahu kedelai sebagai judul karya tulis ini akan mendatangkan banyak manfaat dan memperluas pengetahuan kita tentang cara-cara membuat tahu kedelai. 2.proses membuat tahu kedelai mempunyai bebereapa tahapan yang mulai dari penyortiran kedelai hingga perebusan. 3.Tahu kedelai ternyata dapat dimasak secara sederhana yaitu cukup digoreng saja ataupun dimasak secara modern seperti nugget tahu 5.2 SARAN Dari uarian diatas, maka penulis inigin menyampaikan saran antara lain : 1.Usaha produksi tahu memang dapat menciptakan lapangan kerja bagi penduduk sekitar. Oleh karena itu, usaha produksi tahu ini lebih dikembangkan. 2.Limbah dari proses pembuatan tahu seharusnya diolah sebagaimana mestinya. Karena limbah tersebut menimbulkan bau busuk dan mengganggu kesehatan serta lingkungan masyarakat sekitanya. 5.3 PENUTUP Demikian penyelesaian karya tulis ilmiah ini dan juga penulis mengucapkan syukur kepada Allah SWT serta terima kasih kepada semua pihak yang membantu. Semoga karya tulis ilmiah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Akhir kata penulis mohon maaf bila terjadi kesalahankesalahan baik yang disengaja maupun tidak. Kritik dan saran sangat penulis harapkan sebagai koreksi diri.