Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH BERIMAN KEPADA MAKHLUK GAIB

Diajukan sebagai tugas mata pelajaran Aqidah Akhlak di bawah bimbingan guru : Lala Hikmatilah S. Pd. I

Disusun oleh : 1. Siti Choerunisa 2. Siti Hilwayah 3. Siti Jubaedah 4. Siti Nurarisma 5. Siti Nurhalimah 6. Siti Nurranti

Madrasah Tsanawiyah Al Husna


Jl. Veteran IIITapos Kp. Loji Rt 02/02 Ciawi Bogor

Kata Pengantar
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah swt. karena atas rahmat dan karunia-Nyalah sehingga kami dapat menyelsaikan Makalah Beriman Kepada Makhluk Gaib dengan baik dan tepat pada waktunya. Kami menyadari bahwa Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan Makalah ini. Akhir kata semoga Makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Bogor, Maret 2014

(Penulis)

DAFTAR ISI
Kata Pengantar ....................................................................................................... 2 Bab I Pendahuluan .................................................................................................. 4 A. Latar Belakang ............................................................................................. 4 B. Tujuan .......................................................................................................... 4 C. Manfaat ........................................................................................................ 4 Bab II Pembahasan ................................................................................................. 5 A. Pengertian makhluk gaib .............................................................................. 5 B. Macam-macam makhluk gaib ....................................................................... 6 C. Hikmah diciptakannya makhluk gaib ............................................................ 15 Bab III Penutup ....................................................................................................... 16 A. Kesimpulan ................................................................................................... 16 B. Saran ............................................................................................................ 16 Daftar Pustaka ........................................................................................................ 17

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Semua makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT dibagi menjadi 2 macam yaitu pertama yang gaib (al-ghaibi) yang kedua, yang nyata (as-syahadah). Kehidupan manusia tidak terpisahkan dari kehidupan makhluk-makhluk ghaib yang tak kasat mata. Mengetahui tentang makhluk ghaib pun menjadi begitu penting, agar manusia dapat betul-betul merasakan kebesaran Allah dan merasa dirinya sangat kecil diantara makhluk Allah yang lainnya. Sebagian kehidupan makhluk ghaib juga berdampingan dengan kehidupan manusia, sehingga diperlukan pengetahuan agar manusia tidak menggangu mereka dan sebaliknya. Ada juga sebagian makhluk ghaib yang pekerjaannya menyesatkan manusia agar tersesat dan meninggalkan jalan Allah yang lurus, dan manusia pun diperintahkan agar menghindari rayuan mereka. Maka, salah satu cara menghindari godaan kesesatan mereka adalah mengenal sifat-sifat mereka, asal-usul, dan hikmah diciptakannya mereka. Namun tidak semua makhluk ghaib diciptakan untuk menyesatkan manusia. Allah juga menciptakan makhluk ghaib yang berbuat baik dan selalu taat kepada-Nya. Oleh karena itulah, sudah sepatutnya kita mempelajari sebagian tentang mereka.

B. Rumusan Masalah 1. Apa pengetian makhluk gaib? 2. Apa macam-macam makhluk gaib? 3. Bagaimana ciri-ciri makhluk gaib? 4. Apa hikmah di ciptakannya makhluk gaib?

C. Tujuan 1. Memenuhi tugas makalah tentang makhluk gaib. 2. Mengetahui hikmah di ciptakannya makhluk gaib.

D. Manfaat 1. Untuk menambah pengetahuan mengenai makhluk gaib. 2. Dapat mengimani makhluk gaib. 3. Dapat meningkatkan keimanan terhadap makhluk gaib.

Bab II Pembahasan

A. Pengertian makhluk gaib Semua makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT dapat dibagi kepada dua macam yaitu, yang ghaib (al-ghaib) dan yang nyata (as-syahadah). Yang membedakan keduanya adalah bisa dan tidak bisanya dipantau oleh pancaindera manusia. Ghaib secara bahasa berarti sesuatu yang disamarkan, yang tidak terlihat dan tidak jelas. Hal ini mengisyaratkan bahwa yang ghaib adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan hal-hal yang tidak nampak, seperti jin, syetan, hantu, malaikat, dan yang tidak nampak lainnya. Percaya kepada hal yang ghaib merupakan rukun iman yang enam, oleh karena itu iman kepada yang ghaib menjadi salah satu yang harus diyakini dan dipedomani. Dan iman kepada yang ghaib merupakan sesuatu yang wajib diyakini oleh setiap pemeluk Islam. Alquran sendiri mengisyaratkan bahwa salah satu ciri orang yang beriman salah satunya adalah mempercayai kepada hal yang ghaib. Makhluk gaib harus kita percayai keberadaannya karena dengan kita meyakini atau mengimani keberadaan makhluk gaib berarti kita iman kepada hal yang gaib. Iman kepada hal yang gaib berarti meyakini ciptaan Allah SWT yang berada diluar dunia nyata. Dan meyakini secara penuh tentang kekuasaan-Nya. Namun percaya atau beriman kepada hal yang gaib bukan berarti meyakini bahwa makhluk gaib itu memiliki kekuatan penuh, karena jika hal ini sampai terjadi maka akan mengakibatkan kemusyrikan atau menganggap ada sesuatu kekuatan selain kekuatan Allah SWT.

B. Macam macam makhluk gaib 1. Malaikat Pengertian Secara etimologis (lughawi), kata malaikah yang dalam bahasa Indonesia disebut malaikat, adalah bentuk jamak dari kata malak, berasal dari mashdar al-alukah yang berarti ar-risalah (misi atau pesan). Yang membawa misi disebut ar-rasul (utusan). Dalam beberapa ayat Al-Qur`an, malaikat juga disebut dengan rusul (utusan-utusan), misalnya pada surat Huud ayat 69. Dan Sesungguhnya utusan-utusan Kami (malaikat-malaikat) telah datang kepada lbrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan: Selamat. Ibrahim menjawab: Selamatlah, Maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang.

Bentuk jamak lainnya dari kata malak adalah mala`ik. Dalam bahasa Indonesia, kata malaikat bermakna tunggal (satu malaikat), bentuk jamaknya menjadi malaikat-malaikat. Secara terminologis (isthilahi), makaikat adalah makhluk gaib yang diciptakan oleh Allah SWT dari cahaya (nur) dengan wujud dan sifat-sifat tertentu.

Penciptaan Malaikat diciptakan oleh Allah SWT dari cahaya, Rasulullah bersabda: Malaikat itu diciptakan dari cahaya,,jin diciptakan dari nyala api dan adam diciptakan dari apa yang diterangkan kepadamu semua. (HR.Muslim) Malaikat diciptakan lebih dahulu dari pada manusia pertama(Adam AS). Firman Allah Swt : Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat,Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.mereka berkata,apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah disana,sedangkan kami bertsbih memuji-Mu dan menyucikan namaMu?Dia berfirman,Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui. (Q.S.Al-baqarah 2:30)

Wujud malaikat Wujud malaikat tidak bisa dilihat, didengar, diraba, dicium dan dicicpi (dirasakan) oleh manusia.kecuali jika malaikat menampilkan diri dalam rupa tertentu,seperti rupa manusia. Dan para utusan kami (para malaikat) telah datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan, selamat. Dia (Ibrahim) menjawab,selamat (atas kamu). maka tidak lama kemudian

Ibrahim menyunggahkan daging anak sapi yang dipanggang. Maka ketika dilihat tangan mereka tidak menjamahnya,dia (Ibrahim) mencurigai mereka, dan merasa takut kepada mereka.Mereka (malaikat) berkata, Jangan takut,sesungguhnya kami diutus kepada kaum lut. (QS. Hud 11:69-70)

Sifat 1. Malaikat adalah hamba Allah SWT Dan merka berkata, Tuhan yang maha pengasih telah menjadikan (malaikat) sebagai anak,Maha suci Dia. Sebenarnya mereka (para malaikat) adalah hamba-hamba yang dimuliakan.(QS.Al-Anbiya 21:26) 2. Malaikat patuh akan segala perintahNya dan tidak pernah berbuat maksiat dan durhaka kepada Allah SWT. Mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka

mengerjakan perintah-Nya.(QS.Al-Anbiya 21:27) 3. Malaikat tidak mempunyai hawa nafsu. 4. Tidak memiliki keinginan seperti manusia. 5. Tidak berjenis lelaki atau perempuan. 6. Tidak berkeluarga. 7. Hidup dalam alam yang berbeda dengan kehidupan alam semesta yang kita saksikan ini.

Nama dan tugas malaikat Jumlah malaikat sangat banyak,tidak bisa diperkirakan dan berbeda beda,baik dalam tingkatannya,tugas,pangkat dan kedudukan. Nama malaikat dan tugasnya

1. Malaikat jibril bertugas menyampaikan wahyu kepada nabi-nabi dan rasul. 2. Malaikat Mikail bertugas mengatur hal-hal yang berhubungan dengan alam. 3. Malaikat Israfil bertugas meniup terompet kebangkitan. 4. Malaikat Izrail bertugas mencabut nyawa dan makhluk hidup lainnya. 5. Malaikat Raqib dan Atid bertugas mencatat amal perbuatan. 6. Malaikat Munkar Nakir bertugas menanyai mayat dialam kubur. 7. Malaikat Ridwan bertugas menjaga surga. 8. Malaikat malik bertugas menjaga neraka. dihari kiamat dan di hari

2. Jin Pengertian Secara etimologi Al-Jin berasal dari kata jamak artinya

bersembunyi.Al-Jin kerena tersembunyi dari pandangan manusia. Jin adalah suatu macam makhluk yang termasuk dalam golongan ruh yang berakal yang juga diberi perintah taklif (menjalankan syariat agama). Penciptaan Allah SWT menjelaskan tentang asal bahan yang dari padanya jin itu diciptakan oleh-Nya bagaimana firmannya: Sungguh kami(Allah) telah menciptakan manusia itu dari tanah kering(yang berasal) dari lumpur hitam,yang diberi bentuk.Dan kami ciptakan jin sebelum itu dari api yang sangat panas. (QS.Hijir 26-27) Dari ayat diatas menunjukkan bahwa jin diciptakan dari api yang tiada berasap yang murni sama sekali.dan penciptaan jin lebih dulu dari pada penciptaan manusia.

Golongan jin Jin itu banyak sekali penggolongannya. Diantara mereka ada yang istiqomah (berpendirian teguh), baik perangainya serta bagus

kelakuaanya. Tetapi ada pula diantara mereka yang bodoh,lemah akal

fikirannya,serta lalai. Diantara mereka ada pula yang kafir dan inilah bagian yang terbanyak sekali dikalangan bangsa jin itu. Diantara kita ada golongan yang baik dan diantara kita ada golongan yang demikian (yakni tidak baik) kita semua menempuh jalan yang berlainlainan. (QS.Jin 11)

Tugas Jin juga diperintahkan untuk mengerjakan syariah agama

sebagiamana manusia, sedang yang mereka ikuti adalah rasul dari manusia dalam hal ini Allah SWT berfirman: Hai para jin dan manusia! Bukankah sudah datang pada mu rasul-rasul yang dari golonganmu sendiri, menerangkan ayat-ayat (keteranganketerangan)Ku dan memberi peringatan padamu semua tentang

pertemuannya dengan hari ini?mereka mengatakan : Kami menjadi saksisaksi akan kesalahan kami sendiri mereka itu telah tertipu oleh kehidupan dunia dan mereka itu menjadi saksi atas diri mereka sendiri bahwa mereka itu lah orang-orang kafir. (QS.Anam 130)

3. Iblis dan syaithan Pengertian iblis Iblis adalah suatu nama yang berasal dari bahasa Arab, dari asal kata iblas yang berarti putus asa dari rahmat tuhan. Iblis berasal dari golongan jin sebagaimana tercantum dalam Al-Quran. Iblis dahulunya adalah seorang jin yang sangat taat dan berilmu, sehingga ia pun tinggal di dalam surga. Namun karena kesombongannya, yaitu tidak mau memberikan sujud penghormatan terhadap Nabi Adam, ia pun mendapat lanat dari Allah dan dikeluarkan dari surga. Namun sebelum ia dikeluarkan, Iblis meminta kepada Allah agar tidak dimatikan sampai hari kiamat untuk menggoda anak cucu Adam, dan Allah mengabulkan permintaannya tersebut. Sebagai mana firman Allah dalam surah Shad, ayat 80-81 yang artinya: sesungguhnya engkau (Iblis) termasuk golongan yang d iberi penangguhan waktu, sampai hari yang diketahui (kiamat).

Pengertian syaithan Dalam menjalankan misinya untuk mengganggu anak cucu Adam, Iblis dibantu oleh Syaithan. Yang dimaksud Syaithan secara istilah adalah setiap yang mengikuti perbutan Iblis baik dari golongan Jin ataupun manusia sendiri. Sebagaimana firman Allah dalam surah Al-Anam, ayat 112 yang artinya: Demikianlah kami ciptakan bagi tiap-tiap nabi musuhmusuhnya, yaitu Syaithan-syaithan yang terdiri dari bangsa manusia dan jin, sebagian menyampaikan perkataan palsu kepada yang lainnya untuk mengadakan penipuan.

Tugas iblis dan syaithan Sebagaimana yang telah kita bahas di atas bahwasanya Iblis telah diberikan kehidupan panjang sampai hari kiamat untuk menggoda keturunan Nabi Adam. Dalam segi kedudukan, Iblis adalah pemimpinnya para Syaithan. Sebagaimana diriwayatkan dari Jarir R.A dari Nabi SAW bersabda: Sesungguhnya Iblis itu meletakkan singasananya di atas air, kemudian ia mengirimkan pasukannya. Yang paling dekat dengan Iblis (diantara anak buahnya), maka ia adalah yng terhebat dalam membuat fitnah (kejahatan). Iblis dan Syaithan menggoda manusia dengan cara melupakan mereka dari mengingat Allah ( Dzikrullah). Oleh karena itu Allah SWT beberapakali berfirman dalam Al-Quran, menyuruh manusia untuk menjadikan Iblis dan syaithan itu sebagai musuh, agar manusia membenci mereka dan tidak tergoda dari tipu muslihat mereka. Wallahu Alam.

Cara-cara Syaitan Mengganggu Manusia Syaitan adalah musuh besar bagi manusia seperti yang telah di katakana didalam Al-Quran. Dan cara-cara syaitan mengganggu manusia untuk mengikuti langkah-langkahnya dengan 2 cara : pertama, Tadhil

(menyesatkan), yang kedua takhwif (menakut-nakuti). Berikut ini kami akan menjelaskan kedua cara tersebut secara terperinci:

10

a) Tadhil Allah SWT sudah menjelaskan melalui para rasul yang Dia utus, mana yang hak dan mana yang batil, mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang terpuji dan mana yang tidak terpuji, mana yang boleh dikerjakan dan mana yang tidak boleh dikerjakan. Allah SWT sudah memberikan hidayah kepada umat manusia bagaimana menempuh kehidupan di dunia supaya mendapatkan kebaikan didunia maupun kebaikan di akhirat. Akan tetapi syaithan berusaha memutar balikkan, sehingga manusia akan mudah tersesat dan mengikutinya. Langkahlangkah syaitan untuk menyesatkan manusia paling kurang ada delapan yaitu:

1. Waswashah (Bisikan). Syaithan membisikkan keraguan, kebimbangan dan keinginan untuk melakukan kejahatan ke dalam hati manusia. Firman Allah SWT: Artinya: Katakanlah: Aku berlidung kepada Tuhan (yang

memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia. Dari (golongan) jin dan manusia. (QS. An-Nas: 1-6)

2. Nisyan (Lupa) Lupa memang sesuatu yang manusiawi. Tapi syaitan berusaha membuat manusia lupa engan Allah SWT, atau paling kurang membuat manusia menjadikan lupa sebagai alas an untuk menutupi kesalahn atau menghindari tanggung jawab. Firman Allah SWT: Artinya:Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat kami, Maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), Maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu). (QS. Al-Anam: 68)

11

3. Tamani (Angan-angan) Syaitan berusaha memperdayakan pikiran manusia dengan khayalan yang mustahil terjadi dan dengan angan-angan kosong, Allah mengingatkan kita akan tekad Syaitan untuk membangkitkan anganangan kosong pada diri manusia. Firman Allah SWT: Artinya: Dan Aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan Aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka meubahnya. barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, Maka Sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata. (QS. An-Nisa: 119)

4. Tazyin (Memandang Baik Perbuatan Maksiat) Syaitan berusaha dengan segala macam cara menutupi keadaan yang sebenarnya Allah sehingga SWT yang batil keliatan tekad terpuji dan untuk

sebagainya.

mengingatkan

syaitan

melakukan tazyin tersebut: Artinya : Iblis berkata: Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau Telah memutuskan bahwa Aku sesat, pasti Aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan masiat) di muka bumi, dan pasti Aku akan menyesatkan mereka semuanya, Kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka.(QS. Al-Hijr: 39-40) 5. Wadun (Janji Palsu) Syaitan berusaha membujuk umat manusia supaya mau

mengikutinya dengan memberikan janji-janji yang menggiurkan yaitu keuntungan yang akan peroleh jika mau menuruti ajakannya. Di akhirat nanti syaitan akan mengakui bahwa janji-janji yang diberikannya kepada umat manusia dahulu di dunia adalah janji-janji palsu yang pasti tidak mampu menepatinya. Firman Allah SWT:

12

Artinya:Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) Telah diselesaikan: Sesungguhnya Allah Telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun Telah menjanjikan kepadamu tetapi Aku menyalahinya. sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku

terhadapmu, melainkan (sekedar) Aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca Aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya Aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan Aku (dengan Allah) sejak dahulu. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang p edih. (QS. Ibrahim: 22).

6. Kaidun (Tipu Daya) Syaitan berusaha dengan segala macam tipu daya untuk

menyesatkan umat manusia. Akan tetapi sebenarnya tipu daya syaitan itu tidak aka nada pengaruhnya bagi orang-orang yang benar-benar beriman kepada Allah SWT. Firman Allah SWT: Artinya: Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, Karena Sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah. (QS. An-Nisa: 76)

7. Shaddun (Hambatan) Syaitan berusaha untuk menghalang-halangi umat manusia

menjalankan perintah-Nya dengan menggunakan segala cara macam hambatan. Firman Allah SWT: Artinya: Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan Telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk. (QS. An-Naml: 24)

13

8. Adawah (Permusuhan) Syatan berusaha menimbulkan permusuhan dan rasa saling membenci di antara sesame manusia, karena dengan permusuhan tiu manusia akan lupa diri dan melakukan hal-hal yang tidak dibenarkan oleh Allah untuk membinasakan musuh-musuhnya. Firman Allah SWT: Artinya: Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; Maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu). (QS. Al-Maidah: 91)

b) Takhwif Jika syaitan tidak berhasil dengan delapan cara tersebut, syaitan masih mempunyai cara lain yaitu takhwif (menakut-nakuti). Takut yang dimaksud disini bukan takut yang tabiI (alami). Seperti takut dengan binatang buas, atau takut mengerjakan kemaksiatan. Akan tetapi taku disini adalah takut melaksanakan kebenaran. Takut melakukan amar maruf nahi munkar karena khawatir dengan segala risiko dan konsekwensinya. Misalnya risiko jatuh miskin, turun jabatan, dipecat atau lainnya. Allah berfirman: Artinya: Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), Karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaku, jika kamu benar-benar orang yang beriman. (QS. Ali-Imran: 175) Itulah cara syaitan yang tanpa lelah selalu mengajak manusia kepada kesesatan dan kita sebagai seorang muslim jangn lelah juga untuk selalu mendekatkan diri kita kepada Allah SWT.

14

C. Hikmah diciptakannya makhluk gaib Hikman beriman kepada malaikat Iman kepada malaikat adalah salah satu dari arhmal iman yang tidak boleh sedikit pun bercampur dengan keraguan. Dengan beriman kepada malaikat seseorang akan: 1. Lebih mengenal kebesaran dan kekuasaan allah swt. 2. Lebih bersyukur kepada allah swt atas perhatian dan pelindung-nya. 3. Berusaha berbuat kebaikan dan menjauhi segala kemasiatan serta ingat senantiasa kepada allah swt. Hikmah diciptakannya iblis dan syaithan Dalam kehidupan manusia, Iblis dan Syaithan adalah pengganggu yang menyesatkan manusia, dan mengajak manusia untuk menjadi penghuni neraka. Sehingga dengan demikian, iman manusia pun betul-betul diuji. Manusia juga harus memimikirkan akibat dari sebuah kesalahan yang dikerjakan Iblis sehingga ia dikeluarkan dari surga dan mendapat lanat Allah, agar manusia tidak melakukan hal yang sama dalam kehidupannya.

15

Bab III Penutup

A. Kesimpulan Seperti yang telah kita tahu bahwa iman adalah sesuatu yang kita percayai atau yakini dalam hati, dan kita ucapkan atau ikrarkan dengan lisan dan kita wujudkan dalam bentuk amal perbuatan dengan anggota tubuh. Dan rukun iman yang enam itu haruslah kita percayai keberadaannya. Beriman kepada yang ghaib merupakan rukun iman yang enam tersebut. Itu artinya kita mempercayai dan meyakini bahwa segala sesuatu yang ghaib atau yang tidak bisa kita lihat dengan kasat mata itu benar ada. Contohnya seperti malaikat, syetan / iblis, dan jin. Jika kita meyakini dan mengimani dengan sebenar-benarnya keimana, insya allah kita bisa menjadi muslim yang kaffah (utuh) keimanannya. Amin.

B. Saran Kita sebagai seorang muslim yang baik, wajiblah bagi kita untuk mengimani semua rukun iman yang enam. Salah satunya adalah beriman kepada yang ghaib. Banyak cara untuk kita mengimani dan meyakinanya, seperti melalui berita (akhbar) yang disampaikan oleh firman allah dalam AlQuran maupun sabda Rasulullah SAW dalam Hadits. Banyak sekali ayat-ayat Al-Quran dan hadits yang menjelaskan perihal tentang makhluk ghaib. Karena kita mengimani kebenaran sumber (Al-Quran dan Hadits), maka berita tentang makhluk ghaib pun kita imani. Kemudian kita dapat mengetahui dan mengimani keberadaan yang ghaib melalui bukti-bukti nyata yang ada di alam semesta yang menunjukkan bahwa makhluk ghaib itu benar-benar ada.

16

Daftar Pustaka Al-jazairi, abu bakar jabir. 1998. Minhajul Muslim, Madinah: Maktabatul Ulum Wal Hikam. Depertemen Agama RI. 2005. Al-Quran dan Terjemahannya, Bandung: PT Syamil Media Cipta.

Ilyas, Yunahar. 1995. Kuliah Aqidah Islam, Yogyakarta: Lembaga Pengkajian dan Pengalaman Islam (LPPI). Shihab, M. Quraish. 1998. Wawasan Al-Quran Tafsir MaudhuI Berbagai Persoalan Umat, Bandung: Penerbit Mizan.

17