Anda di halaman 1dari 18

DASAR-DASAR AKHLAK DAN RUANG LINGKUP

PEMBAHASAN AKHLAK

DISUSUN OLEH: KELOMPOK 7


 Eci Dwi Septiaranisa
 Irma Kurnia Sari
 Lolita Safitri
 M.Adi putra firdaus

Tahun Pelajaran 2017-2018


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah
mencurahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat
menyelesaikan tugas makalah mata kuliah Al-islam dan
Kemuhammadiyah an Semester ke-1 tahun 2017/2018
Berkat rahmat dan
karunianya, serta di dorong kemauan yang keras disertai kemampuan
yang ada, akhirnya kami dapat menyelesaikan makalah ini yang
membahas tentang ”AKHLAK” dalam mata kuliah Al-islam dan
Kemuhammadiyah an.
Makalah berisi tentang “akhlak”. Manusia yang hidup dalam
bimbingan akhlak akan melahirkan suatu kesadaran untuk berprilaku
yang sesuai dengan tuntutan dan tuntunan Allah dan Rasulnya, serta akan
mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat.
penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna.
Karena keterbatasan ilmu dan pengetahuan penulis, maka kritik dan saran
yang membangun, sangat kami harapkan demi kebaikan dimasa
mendatang dan semoga bermanfaat bagi pembaca yang budiman dan
khususnya pembaca.

Palembang,20 September 2017


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang masalah

Pengertian Akhlak Secara Etimologi, Menurut pendekatan etimologi,


perkataan “akhlak” berasal dari bahasa Arab jama’ dari bentuk mufradnya
“Khuluqun” yang menurut logat diartikan: budi pekerti, perangai, tingkah laku
atau tabiat. Kalimat tersebut mengandung segi-segi persesuain dengan perkataan
“khalkun” yang berarti kejadian, serta erat hubungan ” Khaliq” yang berarti
Pencipta dan “Makhluk” yang berarti yang diciptakan. Pengertian akhlak adalah
kebiasaan kehendak itu bila membiasakan sesuatu maka kebiasaannya itu disebut
akhlak .Jadi pemahaman akhlak adalah seseorang yang mengeri benar akan
kebiasaan perilaku yang diamalkan dalam pergaulan semata – mata taat kepada
Allah dan tunduk kepada-Nya. Oleh karena itu seseorang yang sudah memahami
akhlak maka dalam bertingkah laku akan timbul dari hasil perpaduan antara hati
nurani, pikiran, perasaan, bawaan dan kebiasaan dan yang menyatu, membentuk
suatu kesatuan tindakan akhlak yang dihayati dalam kenyataan hidup
keseharian.Dengan demikian memahami akhlak adalah masalah fundamental
dalam Islam. Namun sebaliknya tegaknya aktifitas keislaman dalam hidup dan
kehidupan seseorang itulah yang dapat menerangkan bahwa orang itu memiliki
akhlak. Jika seseorang sudah memahami akhlak dan menghasilkan kebiasaan
hidup dengan baik, yakni pembuatan itu selalu diulang – ulang dengan
kecenderungan hati (sadar)2 .Akhlak merupakan kelakuan yang timbul dari hasil
perpaduan antara hati nurani, pikiran, perasaan, bawaan dan kebiasaan dan yang
menyatu, membentuk suatu kesatuan tindakan akhlak yang dihayati dalam
kenyataan hidup keseharian. Semua yang telah dilakukan itu akan melahirkan
perasaan moral yang terdapat di dalam diri manusia itu sendiri sebagai fitrah,
sehingga ia mampu membedakan mana yang baik dan mana yang jahat, mana
yang bermanfaat dan mana yang tidak berguna, mana yang cantik dan mana yang
buruk.
1.2 Rumusan permasalahan
a. apakah pengertian akhlak ?
b. apakah perbedaan akhlak dengan moral dan etika ?
c. apa saja pembagian dari ruang lingkup akhlak ?

1.3 Tujuan pembahasan


a. untuk mengetahui pengertian akhlak
b.untuk mengetahui perbedaan akhlak demgan moral dan etika
c. untuk mengetahui pembagian dari ruang lingkup akhlak
Bab II
Pembahasan

Dasar-Dasar Akhlak Dan Ruang Lingkup Dasar


Akhlak

I. Pengertian Akhlak
Materi akhlak dielaskan bahwa etika,moral dan akhlak ,mempunyai pengertian
yaitu nilai perilaku baik atau buruk amal seseorang [Umary 1986:1]
Adapun didalam materi induk perkaderan muhammadiyah , dijelaskan bahwa
akhlak itu adalah tabi’at watak perangai , budi pekerti , atau sikap yang
tertanam dalam jiwa yang melahirkan perbuatan-perbuatan tertentu secara
spontan dan konstan. [Nashir 1994:12]

II. Perbedaan akhlak dengan moral dan etika


Kalau dilihat dari sudut pengertian ,maka istilah akhlak, moral dan etika itu
mempunyai arti yang sama. Tetapi jika dilihat dari perbedaannya adalah terletak
pada standar nilai atau sumber hukumnya, sebagaimana uraian berikut ini:
A. etika, bersumber dari hukum adat istiadat ,sehingga jangkauan
hukumnya adalah masyarakat adat [daerah] tertentu.
B. moral ,bersumber dari hukum atau undang-undang suatu negara.
C. akhlak ,bersumber dari alqur’an dan as-sunah ,sehingga
jangkauan hukumnya adalah penduduk suatu bangsa/negara tertentu.

III. Kedudukan akhlak dalam islam


akhlak menduduki dalam kehidpan manusia , menjadi standar nilai bagi suatu
bangsa atau menjai ukuran nilai pribadi seseorang. Oleh karena itu, untuk
melihat kuallitas seseorang , dapat dinilai dari kualitas akhlaknya , baik akhlak
pribagi akan baik pula masyarakat, bangsa dan negara itu .
itulah sebabnya nabi Muhammad SAW diutus untuk memperbaiki akhlak
manusia, sehingga tercipta ketentraman. Nabi bersabda : “ Sesungguhnya aku
diutus adalah untuk menyempurnakan akhlak ( HR Bukhari ) “

IV. Hubungan Aqidah, ibadah dan akhlak.


Pada dasarnya antara aqidah, ibadah (syari’ah) dan akhlak itu merupakan
satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lain. Aqidah
itu sebagai dasar keyakinan, menjadi pondasi dalam islam. Sedangkan ibadah
itu sebagai syari’at yang ditegakkan, yang menjadi indikator dari iman
seseorang. Kemudian akhlak merupakan sistem dan nilai prilaku seseorang yang
menyatakan dirinya beriman dan telah melaksanakan ibadah (syari’ah),
disinilah letak arah dan tujuan yang hendak dicapai oleh agama .
Sesuai dengan firman Allah SWT:
“ Hai orang-orang beriman, masuklah kamu kedalam islam keseluruhannya, dan
janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh
yang nyata bagimu.
(Al-Baqarah : 208 )” .

Ruang lingkup pembahasan akhlak

I. Akhlak mahmudah
Akhlak mahmudah ialah semua sikap yang diperintahkan oleh al-qur’an dan
sunnah yang meliputi:
a. akhlak terhadap allah.
Sikap perilaku seseorang hamba terhadap allah sebagai khalik, antara lain :
1. taat kepada perintah Allah,Firman Allah yang artinya : “maka demi
tuhanmu, mereka [hakekatnya] tidak beriman hingga mereka menjadikan
kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian
mereka tidak merasa dalam hati mereka suatu keberatan terhadap putusan
yang kamu berikan dan mereka menerima dengan sepenuhnya . [an-
Nisa’:65]
didalam surat lain Allah berfirman yang artinya : “karena itu,janganlah
takut kepada mereka , tapi takutlah kepadaku, jika kamu benar benar orang
yang beriman. [ali-Imran:175]
2. bertawakal kepada Allah. Allah berfirman yang artinya: “jika allah
menolong kamu, maka tidak ada orang yang dapat mengalahkan kamu,
jika allah membiarkanmu [ tak memberi pertolongan] aka siapakah
gerangan yang dapat menolong kamu [selain] dari allah stelah itu?
Karena itu hendaklah kepada allah saja orang-orang mukmin bertawakkal.
[ali-imran:160]
3. cinta kepada allah. Allah berfirman yang artinya: “dan diantara manusia
ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain
allah,mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai allah. Adapun
orang-orang yang beriman amat mencintai allah..(al –baqarah; 165)
4. syukur kepada allah. Allah berfirman yang artinya :” sesungguhnya jika
kamu bersyukur,niscaya aku akan menambah (nikmat) padamu, tetapi jika
kamu mengingkari (nikmatku),maka azabbku sangat pedih. (ibrahim:7)
5. baik sangka kepada allah
persangkaan allah sama dengan persangkaan hambanya sebagaimana
nabi bersabda dalam hadist qudsi, yang artinya : “dari abu hurairah ra. Ia
berkata ;nabi saw . bersabda; allah swt berfirman: aku menuruti sangkaan
hambaku kepadaku , dan aku bersamanya apabila ia ingat kepadaku. Jika
ia ingat kepadaku dalam dirinya, maka aku mengingatnya dalam diriku.
Jika ia ingat kepadaku dalam kelompok orang-orang yang lebih baik dari
kelompok mereka. Jika ia mendekat kepadaku sejengkal, maka aku
mendekat kepadanya sehasta , jika ia mendekat kepadaku sehasta, maka
aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepadaku dengan
berjalan, maka aku akan datang kepadanya dengan berlari-lari kecil(H.R
Bukhari). (sunarto 2000:38).

B. akhlak kepada rasul


Akhlak kepada rasul adalah sikap dan perilaku terhadap nabi
muhammad sebagai rasulullah, yang membawa ajaran islam diimuka bumi
ini. Adapun sikap dan perilaku tersebut antara lain adalah:
1. cinta kepada rasul
Allah mengutus rasul –Nya, untuk menjelaskan aturan-aturan; mana
yang halal atau haram, manfaat atau mudarat, baik atau buruk, terpuji
atau tercela, yang semua itu supaya manusia berbuat baik dan menjauhi
perbuatan yang terrcela, sehinngga selamat didunia sampai keakhirat.
Dengan kebberadaan rasul sebagai petunjuk itu, maka semua persoalan
menjadi jelas. Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk membenci
rasulullah, sebaliknya kita wajib mencintainya, yaitu dengan cara
berittiba kepada seluruh sunahnya baik perkataan perbuatan, taqrir dan
sifatnya (umary 1986:70)

2. Mentaati atau ittiba pada rasul


Sebagai wujud rasa cinta kepada rasul, kita harus ittiba kepada gerak
langkah beliau, seperti diperintahkan oleh Allah dalam firman-Nya yang
artinya: “berfirmanlah kamu pada allah dan rasul, nabbi yang ummi,
yang beriman kepada allah dan kalimat-kalimatnya dan ikutilah dia
supaya kamu mendapat petunjuk.(al-araf:158).

3. Mengucapkkan shalawat dan salam


Merupakan wujud nyata dari rasa cinta kepada rasul. Bahkan allah dan
para malaikat juga bershalawat dan salam kepada nabi sebagaimana
firmanya artinya :” sesungguhnya allah dan para malaikat bershalawat
atas nabi, wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk
nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.(al-
ahzab: 56]

c.Akhlak Kepada Pribadi


Akhlak kepada pribadi ialah sifat atau perilaku yang menyangkut pribadi
seseorang yang harus dilatih dan dibina.
1.Siddik
Siddik adalah salah satu yang dimiliki rasul yang patut ditiru ,yakni jika
berkata selalu mengeluarkan perkataan yang benar sesuai dengan realita yang
ada sehingga ia dapat dipercaya oleh setiap orang .Sehubungan dengan itu
Allah berfirman;
Artinya:Hai orang-orang beriman,bertakwalah kepada Allah dan katakanlah
perkataan yang benar,niscayallah memperbaiki amalan-amalanmu dan
mengampuni dosa-dosamu,dan barang siapa menaati allah dan rasulnya,maka
sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.[al-ahzab:70-71].
2.Amanah
Amanah merupakan kepercayaan yang diberikan kepada seseorang berupa
;harta,anak,jabatan,dan sebagainya adalah titipan yang harus di jaga dan
dipelihara sebagaimana mestinya .[H.A.Mustofa 1985]. Sesuai dengan sabda
nabi:
Artinya:seseorang laki-laki datang bertanya kepada Rasulullh saw;Bilakah kiamat
itu terjadi?rasulullah berkata ;bila amanah diabaikan ,maka tunggulah kiamat itu
.Laki-laki itu berkata;bagaimana jika mengabaikan amanahitu?Jawab
Rasullulah,Apabila urusanitu diserahkan kepadsa yang ahlinya,maka tunggulah
kiamat itu.[H.R.Bukhari].
3.Sabar
Sabar adalah perilaku pengendalian diri seseorang terhadap semua ujian
yang ditimpakan kepadanya .Sabar dalam melaksanakan perintah,kemudian
sabar dalam menjauhi larangan yaitu berjuang mengendalikan diri untuk
meninggalkannya ,dan sabar dalam musibah yaitu pasrah kepada Allahdan
mengambil hikmahnya.[Hidayat 2000:170].Allah berfurman:
Artinya:Dan kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit
ketakutan,kelaparan,kekurangan harta,jiwa,dan buah-buahan.Dan
sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.[Al-Baqarah:155].
4.Tawaduk
Tawaduk yaitu rendah hati,selalu menghargai orang yang dihadapinya,tidak
menganggap rendah orang lain,menyingkirkan sifat iri,demgki,dan
sombong,karena ia sadar bahwa dirinya tidak tidak berdaya.[Hidayat 2000;171]
Firman Allah:
Bab III

Kesimpulan
Akhlak adalah segala sesuatu yang menyiratkan bahwa perlakuan apapun
dalam hidup kita, yang dilakukan secara berulang, serta dilakukan secara
spontan dengan tanpa memikirkannya, terlepas itu baik atau buruk. Dan akhlak
hanya bisa dinisbatkan kepada manusia, karena manusia memiliki dua aspek
sekaligus yang hanya salah satu dari keduanya dimiliki oleh malaikat dan
hewan, maka salah satu dari keduanya akan mengukung manusia.
Akhlak memiliki posisi yang sangat penting, karena sebagai mahluk
social pasti membutuhkan banyak komunikasi, dan komunikasi yang baik hanya
akan terjalin dengan menggunakan akhlak yang baik.
Ajaran Islam menjadikan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai dasar
akhlak, dan menjadikan kedua sumber tersebut sebagai ukuran baik dan
buruknya sebuah akhlak. Serta Islam tidak menapikan akal dan nurani sebagai
alat untuk menentukan nilai baik dan buruk.
Selain itu akhlak dalam islam terletak pada Moral Force yang merupakan
Internal Power yang dimiliki oleh setiap orang mukmin yang berfungsi sebagai
motor penggerak dan motivasi terbentuknya kehendak untuk merefleksikan
dalam tata rasa, tata karsa, dan tata karya yang kongkret.
Ruang lingkup akhlak islam itu sendiri meliputi beberapaasfek yang
sangat berkaitan dalam kehidupan, seperti akhlak terhadap diri sendiri, akhlak
dalam berkeluarga, akhlak dalam masyarakat, akhlak dalam bernegara, dan
akhlak terhadap agama.
Semua aktivitas yang kita lakukan tidak akan pernah lepas dari semua
poin-poin diatas, karena kita sebagai manusia tidak akan pernah lepas dari ruang
lingkup tersebut.
Jika kita lihat dari realitas yang ada, kita bisa menarik benang merah dari
setiap civitas manusia, yang berkenaan dengan fakto yang mempengaruhi
pembentukan akhlak manusia yang selalu terekspresikan, seperti insting (naluri)
yang meliputi: naluri berjodoh, naluri keibuan, naluri makan, naluri berjuang,
naluri bertuhan.
Selain itu yang menjadi factor yang mempengaruhi pembentukan akhlak
manusia adalah adat atu kebiasaan yang dilakukan berulang-ulang, wirosat
(keturunan), dan milieu dalam artian sesuatu yang melingkupi tubuh yang hidup
meliputi tanah dan udara.
Secara global milie terbia kepada dua macam, yaitu: pertama, lingkungan
alam yang merupakan factor yang mempengaruhi dan menuntukan tingkah laku
seseorang. Kedua, yaitu lingkungan pergaulan dalam artian hubungan dengan
manusia yang lainnya yangdapat mempengaruhi akhlak seseorang terutama
dalam fikiran, sifat dan tingkah laku